Beranda Artikel 0-12 Bulan Wajib Tahu. Cara Deteksi Kesehatan Si Kecil Lewat Feses

Wajib Tahu. Cara Deteksi Kesehatan Si Kecil Lewat Feses

2021/10/13 - 06:38:02pm     oleh Morinaga Soya
Wajib Tahu. Cara Deteksi Kesehatan Si Kecil Lewat Feses

Secara normal, feses baik pada orang dewasa maupun bayi pasti mengeluarkan bau. Tapi, tahukah Bunda, ternyata bau pup bayi bisa menjadi indikator kesehatan Si Kecil loh. Pasalnya, bau pada pup sering merefleksikan berapa lama kotoran berada di dalam usus. Semakin lama bersemayam dalam bakteri, semakin hebat pula baunya. Bila Bunda merasa kotoran bayi saat buang air besar (bab) memiliki bau seperti telur busuk, berbau sangat menyengat, atau bahkan sangat asam, bisa jadi Si Kecil mengalami intoleransi, alergi, atau penyebab lainnya.

Di luar faktor makanan yang dikonsumsi, feses yang berbau menyengat atau tidak normal juga dapat menjadi pertanda berbagai macam penyakit, seperti diare, demam, atau bisa jadi infeksi pencernaan. Selain itu, lewat bau feses, Bunda bisa mendeteksi berbagai macam gejala tidak normal pada Si Kecil sedari dini, misalnya saja intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa merupakan kondisi dimana Si Kecil tidak dapat memproduksi cukup laktase, suatu enzim khusus yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (gula dalam susu sapi dan produk olahan susu lainnya). Beberapa gejala seperti diare, perut kembung, dan banyak gas bisa terjadi bila laktosa tidak terurai. Maka dari itu, penting bagi Bunda untuk mengidentifikasi kesehatan Si Kecil melalui fesesnya, baik melalui bau, bentuk, ataupun konsistensinya. Hal ini akan sangat berguna untuk mencegah atau mengantisipasi kondisi medis yang mungkin dialami Si Kecil.

Penyebab Kemungkinan BAB Bayi Berbau Menyengat

Seperti dikutip dalam penelitian The Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, feses bayi yang diberi ASI (air susu ibu) eksklusif cenderung mengandung hidrogen tak berbau dan sulfur tingkat rendah. Sementara, lain halnya dengan bayi yang mengonsumsi susu formula, mereka cenderung mengeluarkan feses berbau menyengat yang cukup khas sehingga cenderung memiliki bau yang berbeda namun masih bisa ditolerir.

Tapi bila Si Kecil sudah menginjak usia 6 bulan, dan mulai bisa dikenalkan dengan makanan padat atau MPASI, maka merupakan hal wajar bila bau feses Si Kecil menjadi lebih kuat dan menyengat. Apapun yang Si Kecil konsumsi, beserta kondisi kesehatannya akan mempengaruhi kondisi feses. Bila Bunda mengetahui penyebab feses bayi saat bab berbau seperti telur busuk atau lebih menyengat dibandingkan biasanya, akan lebih mudah untuk mengantisipasinya. Berikut merupakan beberapa faktor yang mungkin menyebabkan feses Si Kecil berbau sangat menyengat:

  • Malabsorbsi

Malabsorbsi merupakan penyebab umum feses berbau busuk, baik pada orang dewasa maupun Si Kecil. Malabsorbsi terjadi ketika tubuh Si Kecil tidak dapat menyerap nutrisi yang tepat dari makanan yang ia konsumsi. Hal ini biasanya terjadi lantaran adanya infeksi atau penyakit lain yang mencegah usus menyerap nutrisi dari makanan. Penyebab umum malabsorbsi meliputi:

    • Penyakit Celiac, merupakan reaksi terhadap gluten yang merusak lapisan usus kecil dan mencegah penyerapan nutrisi.
    • Penyakit Radang Usus, atau dikenal dengan inflammatory bowel disease atau IBD, seperti penyakit crohn atau kolitis ulserativa
    • Intoleransi Laktosa, ketidakmampuan tubuh untuk mencerna gula yang terdapat di dalam susu atau produk olahan susu
    • Intoleransi Karbohidrat, merupakan yang merupakan ketidakmampuan tubuh Si Kecil untuk memproses gula dan pati sepenuhnya.
    • Alergi Makanan, jika memiliki IBD, maka, memakan makanan tertentu bisa menyebabkan usus Si Kecil menjadi meradang. Orang yang mengalami IBD umumnya juga akan mengeluhkan gejala lain seperti diare, perut kembung setelah makan makanan tertentu, serta sembelit.
  • Konsumsi Makanan yang Mengandung Banyak Gas

Bila Si Kecil sudah dapat mengonsumsi makanan padat, dan sering diberikan makanan yang mengandung sulfur seperti daging, susu, bawang putih, sayuran seperti brokoli atau kubis, maka hal ini akan membuat usus Si Kecil bekerja lebih keras untuk mencerna makanan-makanan tersebut. Selain itu, makanan yang banyak mengandung sulfur juga menghasilkan lebih banyak gas yang dapat menyebabkan feses berbau tidak sedap atau bahkan berbau busuk.

  • Infeksi

Infeksi yang mempengaruhi usus juga dapat menyebabkan feses berbau busuk. Gastroenteritis dan radang lambung bisa terjadi setelah Si Kecil memakan makanan yang terkontaminasi bakteri E.Coli, salmonella, ataupun virus, serta parasit. Setelah terinfeksi, Si Kecil mungkin akan merasakan gejala seperti kram perut, diare, ataupun feses yang berbau tidak sedap.

  • Obat-obatan

Mengonsumsi obat tertentu ternyata dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga mengakibatkan diare loh, Bunda. Feses berbau dapat menjadi salah satu efek samping dari mengonsumsi obat lebih dari dosis yang dianjurkan. Inilah mengapa penting bagi Bunda untuk menghindarkan Si Kecil dari antibiotik ataupun obat terutama bila tidak ada anjuran dari dokter. Bila dianjurkan, pastikan untuk menggunakan obat sesuai dosis yang disarankan.

Pada dasarnya merupakan hal yang wajar bila feses Si Kecil berbau tidak sedap. Namun, bila feses berbau tidak sedap ini juga dibarengi dengan beberapa gejala lain seperti diare, rewel, atau merasa tidak nyaman, maka segera periksakan ke dokter. Bila Bunda ingin mengecek apakah Si Kecil terkena alergi atau tidak, Bunda bisa memeriksakan resiko alergi Si Kecil di https://cekalergi.klikdokter.com/ untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan Si Kecil memiliki riwayat alergi. Dengan demikian, Bunda bisa menentukan langkah antisipasi berikutnya setelah mengetahui kemungkinannya.

Jenis Feses Pada Bayi

Seperti mesin yang masih baru, perut dan saluran pencernaan Si Kecil perlu waktu untuk melakukan pemanasan. Sistem pencernaan Si Kecil masih dalam tahap berkembang dan belum memiliki cukup bakteri baik untuk menunjang kinerjanya. Untuk menunjang pertumbuhan bakteri baik di dalam tubuh Si Kecil, Bunda bisa memberikan Si Kecil asupan tambahan berupa susu formula yang mengandung probiotik. Seperti Morinaga Soya MoriCare Triple Bifidus, kombinasi Probiotik Triple Bifidus dan Prebiotik FOS di dalamnya mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan mencegah infeksi saluran cerna Si Kecil.

Seperti dikutip dari Today’s Parents, salah satu hal penting bagi Si Kecil yang baru lahir adalah mereka tetap bab secara rutin. Ini menjadi indikator bahwa saluran pencernaan berfungsi sebagaimana mestinya.

Umumnya, warna feses normal pada Si Kecil adalah kuning atau cokelat yang disebabkan oleh sterkobilin, yaitu bagian dari empedu yang dikeluarkan lewat feses. Berikut merupakan jenis, tekstur, dan warna feses pada bayi yang perlu Bunda ketahui

  • Bayi Baru Lahir

Melansir dari laman resmi Blank Children’s Hospital, kotoran atau bab Si Kecil setelah lahir akan terlihat berbeda selama beberapa hari pertama setelah kehidupannya. Feses Si Kecil saat akan berwarna hijau kehitaman dan terasa sangat lengket yang hampir menyerupai oli motor dan tidak memiliki bau menyengat.

Hal ini dikenal juga dengan nama mekonium yang terdiri dari cairan ketuban, lendir, sel kulit, dan zat lain yang tertelan oleh rahim. Warna serta tekstur feses pada Si Kecil ini juga disebabkan berbagai unsur yang masuk ke dalam tubuh Bunda selama Si Kecil berada dalam kandungan. Dua hingga empat hari setelah lahir, Bunda akan melihat bab Si Kecil mulai bertransisi ke tekstur yang tidak terlalu lengket dibandingkan mekonium dengan warna cenderung hijau.

  • Bayi ASI Eksklusif

Pada minggu-minggu pertama kehidupannya, bila Bunda memberikan ASI eksklusif kepada Si Kecil, umumnya fesesnya akan memiliki warna kuning mustard, hijau, atau coklat. Biasanya teksturnya akan berbentuk seperti biji, pucat, dan encer. Terkadang cukup encer untuk menyerupai diare. Bau yang dikeluarkan pun belum menyengat, tidak seperti bau feses pada umumnya.

  • Bayi Susu Formula

Kotoran bayi yang diberi susu formula umumnya akan memiliki warna kuning atau coklat dengan konsistensi pucat seperti selai kacang. Bila diberi susu formula, frekuensi buang air besar Si Kecil akan menjadi lebih sedikit namun konsistensi kotorannya akan lebih besar dan sedikit lebih berbau dibandingkan bila Bunda memberinya ASI eksklusif.

  • Makanan Tidak Tercerna Sepenuhnya

Karena sistem pencernaanya belum sempurna, maka tidak semua makanan bisa dicerna sepenuhnya oleh Si Kecil. Beberapa makanan juga bisa mengalir begitu cepat melalui usus sehingga membuatnya tidak dapat terurai sepenuhnya. Hal ini bisa membuat gumpalan makanan muncul di feses Si Kecil ketika ia bab. Tak jarang karena makanan belum tercerna, warna yang tercampur di feses juga bisa mengejutkan. Bila kerap terjadi maka Bunda disarankan untuk menghubungi dokter untuk memastikan apakah Si Kecil memerlukan tindakan medis atau tidak.

  • Feses Berwarna Hijau

Bila karena alasan medis tertentu Si Kecil harus diberikan suplemen zat besi atau mengonsumsi makanan dengan kadar zat besi tinggi, maka saat bab bayi akan mengeluarkan feses berwarna hijau dan berbau menyengat tapi bukan berbau busuk.kotoran berwarna hijau juga lebih mungkin terjadi saat Bunda mulai memberikan makanan padat yang berwarna hijau seperti bubur kacang polong, bayam, dan lainnya ke dalam menu makanan Si Kecil

  • Darah Hitam Pada Feses

Bila Si Kecil memiliki sedikit bercak darah hitam pada fesesnya, mungkin saja itu pertanda Si Kecil mencerna darah saat menyusu kepada Bunda. Puting Bunda mungkin pecah-pecah, terluka, ataupun mengeluarkan sedikit darah. Walau tidak menimbulkan ancaman bagi Si Kecil, namun ada baiknya bila Bunda segera memeriksakan ke dokter anak bila hal ini terjadi untuk mencegah gejala yang lebih serius.

  • Tekstur Feses Berair

Bila mengalami diare, maka feses Si Kecil akan berwarna hijau, kuning, atau coklat, dan memiliki tekstur cenderung berair. Ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi atau alergi. Jika terlalu lama dibiarkan tanpa pengobatan, bisa menyebabkan Si Kecil kehilangan banyak cairan dan dehidrasi. Segera konsultasikan ke dokter bila terjadi.

  • Feses Keras dan Berbentuk Kerikil

Jika kotoran Si Kecil keras dan terlihat seperti kerikil, maka mungkin saja ia mengalami sembelit, Bunda. Si Kecil bisa mengalami ini saat mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Atau bisa jadi ini merupakan pertanda Si Kecil kekurangan cairan. Pastikan asupan cairan Si Kecil cukup dan berikan Si Kecil makanan penuh serat ke dalam menu MPASInya. Bila sudah melakukan hal tersebut namun feses bayi tidak kunjung berubah, maka bisa jadi ini merupakan tanda kurangnya toleransi terhadap sesuatu dalam ASI atau susu formula yang dikonsumsi. Periksakan ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih detil.

  • Darah Merah di Feses

Walaupun feses Si Kecil bisa berubah menjadi merah karena bahan makanan yang ia konsumsi seperti tomat. Namun bab berwarna merah bisa jadi pertanda bahwa ada di kotoran Si Kecil. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa Si Kecil memiliki alergi terhadap protein susu ataupun karena adanya infeksi bakteri. Apapun itu, baiknya segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

  • Lendir di Feses

Bila bab bayi terlihat ada garis-garis berlendir berwarna hijau dengan benang berkilau dan berbau seperti telur busuk, maka baiknya Bunda segera waspada. Lendir pada kotoran Si Kecil bisa merupakan tanda infeksi dan sebaiknya dikonsultasikan langsung ke dokter

  • Feses Berwarna Putih Pucat

Saat kotoran Si Kecil berwarna putih, maka ini bisa menjadi peringatan bahwa ia tidak mencerna makanan dengan baik. Warna putih ini sendiri bisa menandakan kurangnya empedu dari hati untuk mencerna makanan

Nah, Bunda hal tersebut merupakan bentuk, warna, serta tekstur kotoran bayi yang bisa Bunda observasi. Bila Si Kecil kerap rewel dan menunjukan pertanda ia tidak nyaman, disertai dengan feses berbau dan berwarna tidak umum, alangkah baiknya untuk segera mengkonsultasikan ke dokter agar diberikan diagnosis dan penanganannya tepat.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu