Beranda Artikel 0-12 Bulan Bayi 1 Bulan BAB Berapa Kali Sehari? Ini Frekuensi Normalnya

Bayi 1 Bulan BAB Berapa Kali Sehari? Ini Frekuensi Normalnya

2023/07/28 - 07:39:40pm     oleh Morinaga Soya
Bayi baru lahir sering BAB

Diperbarui: 27 September 2026

Bayi usia 0-1 bulan dapat BAB beberapa kali dalam sehari, bahkan hingga sekitar 10 kali sehari, terutama bila mendapat ASI. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), frekuensi BAB yang sering pada bayi baru lahir hingga usia dua bulan masih dapat normal selama Si Kecil tampak sehat dan berat badannya bertambah sesuai pemantauan.

Frekuensi BAB setiap bayi dapat berbeda. Sebagian bayi BAB setelah menyusu, sementara bayi lain memiliki pola yang lebih jarang. Selain menghitung frekuensi BAB, Bunda juga perlu memperhatikan warna dan konsistensi feses, pola menyusu, jumlah popok basah, serta kondisi Si Kecil secara keseluruhan.

Frekuensi BAB Normal Pada Bayi Baru Lahir

Pada hari pertama kehidupan, bayi biasanya mengeluarkan mekonium, yaitu tinja pertama yang berwarna hijau tua hingga kehitaman, kental, dan lengket. IDAI menjelaskan bahwa pada bayi normal, mekonium umumnya keluar dalam 24 jam pertama setelah lahir.

Bila bayi belum mengeluarkan mekonium dalam 24-48 jam setelah lahir, terutama bila disertai perut membesar, muntah hijau, atau bayi tampak tidak nyaman, segera konsultasikan kepada dokter.

Pada bayi baru lahir, terutama usia sekitar satu bulan, frekuensi BAB hingga enam kali sehari dengan feses yang agak cair dapat masih merupakan keadaan fisiologis. Kondisi ini dapat berkaitan dengan enzim laktase yang masih relatif rendah, sehingga sebagian laktosa dapat difermentasi oleh bakteri di usus dan membuat feses berbuih atau berbau asam.

IDAI juga menjelaskan bahwa pada bayi baru lahir hingga usia dua bulan, BAB yang sering, berbuih, atau berbau asam dapat tetap normal bila Si Kecil tampak sehat dan kenaikan berat badannya baik.

Namun, segera konsultasikan dengan dokter bila feses menjadi jauh lebih cair atau lebih sering dari pola biasanya, disertai muntah berulang, demam, darah pada feses, bayi tampak lemas, sulit menyusu, atau berat badan tidak bertambah.

Bayi 1 Bulan BAB Berapa Kali Sehari

Pada bayi baru lahir hingga usia sekitar dua bulan, BAB yang sering masih dapat normal. IDAI menjelaskan bahwa bayi pada usia ini, terutama yang mendapat ASI, dapat BAB hingga sekitar 10 kali sehari. Hal ini terjadi akibat meningkatnya pergerakan usus besar yang terjadi saat bayi selesai makan, yang menyebabkan bayi cenderung segera BAB setelah makan.

Frekuensi BAB tidak boleh menjadi satu-satunya patokan apakah bayi cukup ASI. Bunda juga perlu memantau apakah Si Kecil menyusu dengan baik, tampak aktif, memiliki popok basah yang cukup, dan mengalami kenaikan berat badan sesuai pemantauan tenaga kesehatan.

Warna dan Tekstur BAB Bayi yang Normal

Warna dan tekstur feses bayi dapat berubah sesuai usia dan jenis susu yang dikonsumsi. Setelah fase mekonium, feses bayi ASI umumnya berwarna kuning, kuning kehijauan, atau hijau, dengan tekstur lunak hingga agak cair dan dapat tampak berbiji-biji.

Pada bayi formula, feses cenderung lebih padat dengan warna kuning, cokelat muda, atau cokelat kehijauan. Perbedaan ini masih dapat normal selama bayi tetap nyaman, menyusu dengan baik, dan berat badannya bertambah sesuai pemantauan.

Warna feses yang perlu diperhatikan antara lain putih atau abu-abu pucat, merah atau berdarah, serta hitam setelah masa mekonium selesai. Kondisi tersebut perlu diperiksakan kepada dokter.

Perubahan BAB Setelah Mulai MPASI

Setelah usia sekitar 6 bulan, ketika Si Kecil mulai mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI, frekuensi, warna, tekstur, dan bau BAB dapat berubah. Feses biasanya menjadi lebih padat, warnanya dapat lebih gelap, dan baunya lebih kuat karena dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi.

WHO merekomendasikan pemberian makanan pendamping mulai usia 6 bulan sambil melanjutkan pemberian ASI. Untuk informasi selengkapnya tentang perubahan frekuensi BAB bayi setelah MPASI, yuk baca artikel ini, Bun: Frekuensi BAB Bayi Berubah Setelah MPASI, Normal Nggak Sih?

Tanda-tanda Pada BAB Bayi yang Harus Diwaspadai

Meskipun merupakan hal yang normal bagi bayi untuk memiliki frekuensi BAB yang sering, namun Bunda juga tidak boleh lengah dan memastikan bayi tetap sehat dan tidak sedang menunjukan gejala ia tengah sakit.

Segera bawa bayi untuk menemui dokter bila bayi memiliki gejala berikut ini:

  • Fesesnya berwarna kehitaman, cerah atau berwarna putih, merah marun atau bahkan mengeluarkan darah.
  • BAB 3-4 kali lebih banyak dari biasanya dan mengandung lendir atau mencret
  • Lemas dan kurang mau minum atau makan
  • Tidak aktif seperti biasanya
  • Bibir terlihat kering
  • Menangis dan rewel

Bunda juga harus waspada saat frekuensi BAB bayi yang sebelumnya sering menjadi jarang. Apalagi jika disertai dengan konsistensi feses yang keras, kering, dan bayi terlihat sulit mengeluarkannya.

Selain itu, jika duburnya merah, perlu diteliti lebih jauh ya, Bunda, karena mungkin ada risiko infeksi pada duburnya. Lihat di sini yuk untuk mengetahui bagaimana menanggulangi duburnya ini: Dubur Bayi Merah, Bagaimana Mengatasinya?

Tips Membantu Bayi BAB Lebih Lancar

Jika bayi tampak kesulitan BAB, Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Pijat perut bayi dengan lembut searah jarum jam untuk membantu merangsang pergerakan usus.
  • Gerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda untuk membantu merangsang sistem pencernaannya.
  • Mandikan bayi dengan air hangat, yang bisa membuat otot perutnya rileks.
  • Pastikan bayi cukup cairan, baik dari ASI maupun formula.
  • Jika bayi sudah mulai MPASI, pastikan makanan mengandung serat yang cukup seperti buah dan sayur.

Apabila kondisi konstipasi atau frekuensi BAB yang tidak normal berlangsung lebih dari beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Ini penting dilakukan terutama jika Bunda khawatir bayi mengalami sembelit atau susah BAB dalam beberapa hari. Bunda juga bisa mengetahui Ini Buah yang Baik untuk Atasi Sembelit Si Kecil

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bayi 1 Bulan BAB Berapa Kali Sehari?

Bayi usia 1 bulan dapat BAB beberapa kali dalam sehari. Pada bayi baru lahir hingga usia dua bulan, terutama bayi ASI, frekuensi BAB dapat mencapai hingga sekitar 10 kali sehari selama bayi sehat dan berat badannya bertambah baik.

Bayi Baru Lahir BAB Berapa Kali Sehari?

Bayi baru lahir dapat BAB beberapa kali sehari, dan sebagian bayi ASI BAB setelah menyusu. Frekuensi tersebut masih dapat normal bila Si Kecil tampak sehat, menyusu baik, dan pertumbuhannya sesuai pemantauan.

Bayi ASI BAB Berbuih dan Berbau Asam Apakah Normal?

Pada bayi baru lahir, BAB sering, berbuih, atau berbau asam dapat masih normal bila bayi tampak sehat dan kenaikan berat badannya baik. Namun, konsultasikan dengan dokter bila disertai demam, muntah, darah pada feses, bayi lemas, sulit menyusu, atau berat badan tidak bertambah.

Kapan Bayi Sering BAB Harus Dibawa ke Dokter?

Bawa bayi ke dokter bila BAB disertai darah, feses putih atau abu-abu pucat, feses hitam setelah fase mekonium, muntah berulang, demam, bayi sulit menyusu, lemas, atau popok basah berkurang.

Referensi

  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Tinja Bayi: Normal atau Tidak? (Bagian 1). https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/tinja-bayi-normal-atau-tidak-bagian-1
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Masalah Saluran Cerna Anak: Penyebab dan Mengatasinya. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/masalah-saluran-cerna-anak-penyebab-dan-mengatasinya
  • World Health Organization. Infant and Young Child Feeding. https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/infant-and-young-child-feeding
  • World Health Organization. WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6-23 Months of Age. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864


medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu
allysca