Beranda Artikel 0-12 Bulan Ruam Popok: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya, Yuk

Ruam Popok: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya, Yuk

2022/08/22 - 12:56:45pm     oleh Morinaga Soya
Ruam Popok: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya, Yuk

Ruam popok adalah yang umum yang dialami Si Kecil yang ditandai dengan ruam merah pada area bokong. Ruam popok menyebabkan dubur menjadi merah ini seringnya dialami oleh Si Kecil yang baru berumur 4-12 bulan. Kulit Si Kecil di usia ini sangatlah sensitif, sehingga rentan mengalami iritasi yang mengakibatkan kulit di sekitarnya menjadi mudah lecet. Bukan hanya penggunaan popok, tapi, lecet dan merah pada dubur ini juga bisa dikarenakan iritasi akibat buang air besar (BAB) yang tidak segera dibersihkan atau BAB Si Kecil cukup keras sehingga menyebabkan luka di area dubur. Di samping itu, kulit Si Kecil juga bisa juga bisa saja mengalami reaksi alergi terhadap produk tertentu, tisu untuk mengelap bokong Si Kecil misalnya, bila tidak cocok, maka bisa dengan mudah mengakibatkan lecet dan iritasi pada Si Kecil.

Penyebab Ruam Popok pada Si Kecil

Kondisi dubur Si Kecil menjadi merah dan lecet ini memang bisa terjadi ketika Bunda jarang melakukan pergantian popok atau malah terlalu sering menggantinya. Lecet ini sendiri bisa terjadi karena kondisi kulit di area bokong yang cukup lembab. Keadaan kulit yang lembab ini membuat kulit lebih mudah iritasi dan rentan mengalami gesekan yang ujungnya mengakibatkan lecet. Selain itu, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini, antara lain:

1. Kulit Sensitif

Setiap bayi umumnya terlahir dengan kulit yang cukup sensitif. Hal ini tentunya mengakibatkan Bunda tidak bisa sembarangan ketika memilih produk untuk diaplikasikan kepada Si Kecil. Pastikan produk yang digunakan juga memang diformulasikan khusus untuk kulit Si Kecil yang sensitif. Cek juga apa saja kandungannya, jangan sampai ada kandungan deterjen, pewangi, atau zat kimia lainnya yang mungkin saja membahayakan Si Kecil.

2. Urin dan Feses

Area bokong bayi yang kerap kali dibalut oleh popok mengakibatkannya selalu berkontak dengan urin dan feses. Urin dan feses yang tidak segera dibersihkan ini akan rentan membuat bokong Si Kecil teriritasi dan lecet. Terlebih bila Si Kecil tengah mengidap penyakit diare, maka hal ini akan membuatnya lebih beresiko mengalami lecet.

3. Pemakaian Popok yang Tidak Tepat

Memakaikan popok terlalu ketat kepada Si Kecil bisa membuat popok kerap kali menggesek kulit Si Kecil sehingga area kulit di sekitarnya malah menjadi lecet. Gunakanlah popok berbahan lembut dan tidak ketat. Bila Bunda merasa popok yang digunakan Si Kecil tidak cocok, maka beralihlah ke popok lain yang memang lebih cocok di kulit Si Kecil.

4. Alergi Produk

Area dubur Si Kecil yang terlalu sering dibersihkan atau dilap dengan tisu basah dan ketika Si Kecil mengganti merek popok bisa mengakibatkan reaksi berupa munculnya ruam merah hingga lecet bila produk yang Bunda gunakan tidak cocok. Sama halnya dengan produk kulit yang Bunda gunakan untuk Si Kecil, misalnya losion, sabun, bedak, shampo, dan lainnya. Coba Bunda ingat-ingat lagi apakah Si Kecil baru saja mengganti merek produk yang biasa digunakan sehingga menimbulkan reaksi berupa ruam atau iritasi.

5. Infeksi Jamur

Bokong yang lembab terjadi karena kulit Si Kecil tidak dibersihkan dengan tepat, sehingga hal ini memudahkan berkembangnya bakteri hingga bahkan infeksi jamur yang mampu menyebabkan iritasi dan lecet di area bokong. Alhasil, akan muncul juga bintik merah di area bokong Si Kecil sebagai bentuk Menurut hasil riset dari National Center for Biotechnology Center, infeksi jamur jenis candida albicans merupakan faktor terbanyak kedua sebagai penyebab dubur bayi menjadi merah dan iritasi.

6. Makanan

Perubahan pola makan Si Kecil dapat mempengaruhi kandungan dan frekuensi fesesnya loh, Bunda. Bila mengalami diare, kondisi bokong Si Kecil akan rawan menjadi lebih lembab sehingga kemungkinan mengalami ruam popok akan lebih besar. Atau bila makanan yang dikonsumsi Si Kecil mengakibatkannya mengalami sembelit atau konstipasi, kondisi ini bisa mengakibatkan luka ataupun lecet di area dubur.

Cara Mengatasi Ruam Popok pada Si Kecil

Lecet pada area dubur Si Kecil biasanya berkaitan dengan penggunaan popok yang digunakan. Oleh karenanya, sebelum mengobati luka atau iritasi pada bokong Si Kecil Bunda perlu memastikan dan mengevaluasi lagi pemakaian popok. Perhatikan apakah produk yang digunakan cocok dengan kulit Si Kecil. Selain kecocokan dengan merek popok, menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) ada lima cara mengobati lecet pada bokong Si Kecil akibat ruam popok. Cara ini disebut ABCDE, yakni:

1. A (Air Out)

Air out artinya adalah selalu menjaga sirkulasi udara di daerah selangkangan Si Kecil. Coba gunakan popok yang menjamin area bokong dapat bernapas dan menjaganya agar tetap kering sehingga dapat meminimalisir berkembangnya jamur di area bokong. Atau mungkin sesekali Bunda bisa membiarkan Si Kecil tidak menggunakan popok dalam kurun waktu tertentu.

2. B ( Barrier)

Oleskan salep untuk mengatasi ruam popok pada Si Kecil yang dianjurkan oleh dokter mempercepat penyembuhan di area bokong. Aplikasikan juga petroleum jelly dan krim yang mengandung zinc oxide (sesuai anjuran dokter) untuk memberikan perlindungan ekstra di area kulit yang tertutup popok.

3. C (Clean)

Pastikan popok Si Kecil selalu bersih dengan segera menggantinya apabila Si Kecil buang air besar atau sudah beberapa kali buang air kecil pada popok sekali pakai. Hal ini tentu harus dilakukan secara rutin setiap harinya guna menjaga bokong Si Kecil agar tetap bersih dan tidak lembab dalam waktu lama. Jangan biarkan Si Kecil menggunakan popok yang sama ketika ia terlelap karena ini malah membuat area bokong tidak dapat bernapas secara optimal. Saat menggantikan popok Si Kecil, pastikan tangan Bunda bersih agar luka atau yang dimiliki Si Kecil tidak terkontaminasi dengan bakteri lainnya.

4. D (Disposable)

Bila Bunda kerap menemukan lecet pada dubur Si Kecil, cobalah gunakan popok sekali pakai yang memiliki daya serap tinggi supaya area selangkangan Si Kecil tetap bersih dan relatif kering.

5. E (Educate)

Bukan hanya sekedar mengetahui cara mengatasi lecet atau ruam popok pada Si Kecil, namun Bunda juga perlu membekali pengetahuan tentang cara mencegah ruam merah pada area selangkangan Si Kecil supaya lecet atau ruam merah ini tidak terus terjadi berulang.

Bila sudah dilakukan langkah pencegahan dan penanganan secara mandiri namun ruam atau lecet di area bokong Si Kecil tidak kunjung hilang, maka segeralah bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Bila memang diperlukan dokter mungkin akan meresepkan krim yang dapat membantu meredakan gejalanya. Pastikan untuk menggunakan krim sesuai dengan anjuran dokter ya, Bunda. Selain ruam popok, kenali juga jenis alergi kulit yang biasa dialami Si Kecil di artikel ini yuk: Jenis Alergi Kulit pada Anak dan Cara Mencegahnya.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu