Beranda Artikel 0-12 Bulan 9 Bintik Merah Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

9 Bintik Merah Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

2022/01/26 - 10:21:53am     oleh Morinaga Soya
9 Bintik Merah Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Bayi pada umumnya cenderung memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan orang dewasa sehingga lebih rentan terhadap iritasi dan masalah kulit lainnya termasuk dengan munculnya bintik merah. Namun Bunda tidak perlu khawatir ketika Si Kecil mengalaminya, karena bintik merah pada bayi belum tentu pertanda bahaya. Untuk lebih jelasnya, Bunda bisa memahami terlebih lebih dahulu penyebab dan cara mengatasi bintik merah pada bayi

Eksim

Eksim dalam dunia medis disebut juga dermatitis atopik yang merupakan gangguan bawaan dan mengakibatkan peradangan pada kulit. Pada umumnya eksim lebih banyak diderita anak bayi dan balita pada seluruh bagian tubuh terutama wajah, leher, lipatan tangan, dan kaki. Menurut American Academy of Dermatology, hampir 60% bayi mengalami eksim pada umur 1 tahun. Apabila tidak tertangani dengan baik, kondisi ini dapat berlanjut hingga menjadi ruam kulit kronis yang menyebabkan munculnya bintik merah pada kulit, terasa gatal, bersisik dan terkadang nyeri.

Eksim juga sering disebut sebagai ruam susu yang berangkat dari pemahaman bahwa segala hal yang Bunda makan selama periode kehamilan dan menyusui akan terserap ke ASI. Maka ketika Bunda mengonsumsi makanan yang memicu reaksi peradangan atau alergi, zat tersebut akan tersalurkan ke dalam tubuh bayi lewat ASI. Zat pemicu peradangan ini dipercaya menimbulkan bintik merah pada pipi bayi ketika cairan ASI terkena kulit saat menyusui.

Cara mengatasi:

Jauhkan Si Kecil dari suhu ekstrem yang dapat menyebabkan gangguan di kulit. Mandikan bayi 2-3 kali sehari, lalu keringkan dengan menepuk-nepuk lembut kulitnya. Aplikasikan salep krim atau obat penyebab bintik merah pada kulit bayi rekomendasi dokter. Hindari juga penggunaan pewangi atau pelembut pakaian ketika mencuci pakaian Si Kecil. Namun bila kondisi tidak semakin membaik, baiknya Bunda segera melakukan konsultasi pada dokter.

Ruam Popok

Ruam popok pada bayi umumnya terjadi karena iritasi dari popok basah, gesekan, ataupun infeksi jamur candida. Kondisi ini terjadi saat kulit bayi dalam keadaan lembab akibat terlalu lama terpapar urin atau feses. Gejala umumnya adalah munculnya bintik merah pada di bagian bokong bayi serta kulit terlihat bengkak dan terasa hangat. Ruam juga bisa terjadi diakibatkan jamur yang hidup di kulit. Gejala yang umum terlihat adalah munculnya bintik berwarna merah muda dan muncul di lipatan kulit bayi.

Cara Mengatasi:

Mengganti popok Si Kecil secara rutin terutama ketika sudah basah untuk menjaga kelembapan kulitnya dan pastikan kulit bokong bayi dalam keadaan kering sebelum mengenakan popok. Selain itu Bunda perlu memastikan menggunakan popok bayi yang cocok dengan kulit Si Kecil. Bila kulit Si Kecil kerap mengalami ruam merah yang selalu membuatnya terlihat tidak nyaman dan menjadi rewel, memilih popok lain juga bisa menjadi salah satu opsi. Gunakan juga krim yang disarankan oleh dokter sebagai penghalang untuk mencegah gesekan atau iritasi di area popok. Bila disebabkan oleh jamur, oleskan krim sesuai dengan anjuran pengaplikasiannya.

Biang Keringat

Biang keringat seringnya terjadi saat cuaca panas atau saat Si Kecil berpakaian terlalu tebal sehingga menyebabkan kelenjar keringat tersumbat dan keringat terperangkap di bawah kulit. Ketika terjadi umumnya akan terlihat benjolan merah berukuran kecil di kepala, leher, bahu dan kadang di area dada. Bintik merah ini juga rentan menyebabkan gatal, sehingga menyebabkan Si Kecil kerap kali menggaruk area yang teriritasi.

Cara mengatasi:

Biang keringat akan hilang sendiri dalam 3-4 hari selama bayi tidak dipakaikan pakaian berlapis-lapis. Untuk mencegah biang keringat, kenakan pakaian ringan tipis pada Si Kecil agar tidak kepanasan hingga berkeringat berlebih. Karena Indonesia memiliki iklim cenderung hangat dan panas, tidak masalah jika Si Kecil tidur hanya dengan mengenakan popok dan satu lapis pakaian serta menyalakan pendingin ruangan untuk membuat ruangan tetap sejuk. Gunakan juga pembersih kulit sensitif tanpa pewangi ketika memandikan Si Kecil.

Jerawat

Walau lebih sering terjadi pada anak remaja maupun orang dewasa, nyatanya jerawat juga normal dialami oleh bayi. Kondisi ini umumnya dikenal sebagai jerawat neonatal, ruam umum yang terjadi pada bayi selama bulan pertama kehidupan. Penyebabnya masih belum pasti, namun diperkirakan merupakan hormon yang diturunkan dari ibu ke bayi ketika dalam kandungan. Jerawat pada Si kecil akan terlihat seperti berkelompok dan komedo putih di area pipi, hidung, dahi, belakang telinga dan kulit kepala.

Cara mengatasi:

Bersihkan dengan lembut area yang bermasalah, maka jerawat akan hilang dengan sendirinya secara bertahap. Pastikan untuk menggunakan produk pembersih yang cocok bagi Si Kecil agar tidak menimbulkan iritasi. Bila kondisi kulit Si Kecil masih tidak membaik dan semakin mengkhawatirkan, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Roseola

Roseola umum terjadi pada Si Kecil yang berusia 6 hingga 3 tahun. Roseola sendiri merupakan infeksi virus yang ditandai demam dan munculnya ruam atau bintik merah pada bayi. Roseola dapat menular melalui percikan ludah penderita ataupun melalui perantaraan benda yang sudah terkontaminasi oleh virus, misalnya ketika si kecil menggunakan alat makan yang tidak sengaja terkena kontak dengan penderita. Meski demikian, penularan roseola tidak secepat penyakit infeksi virus lainnya seperti cacar air atau campak.

Gejala umum yang sering terjadi adalah munculnya ruam merah menonjol tanpa gatal di area dada dan punggung sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Si Kecil juga akan mengalami kenaikan suhu tinggi sekitar 40 derajat celcius, sakit tenggorokan, batuk, dan diare. Dan ketika demam hilang bintik merah juga akan muncul.

Cara mengatasi:

Pada umumnya, penanganan roseola tidak membutuhkan perawatan khusus. Si Kecil dapat pulih dengan perawatan mandiri dari Bunda di rumah dengan beristirahat yang cukup, mengompres kening dengan kain untuk menurunkan demam. Bila keadaan Si Kecil tidak membaik, ada baiknya Bunda melakukan konsultasi ke dokter untuk penanganan yang lebih intensif.

Alergi Susu Sapi

Bila terdapat bercak merah pada kulit anak tanpa gejala demam atau lainnya, mungkin saja Si Kecil mengalami alergi susu sapi. Si Kecil yang mengalami alergi susu sapi akan menunjukan gejala yang berbeda. Gejala bisa muncul dalam hitungan detik atau bahkan beberapa jam setelah minum susu sapi.

Gejala ringan umumnya ditandai dengan timbul bintik merah, mual, muntah, diare, tinja encer, pilek dan batuk. Meski jarang terjadi, beberapa bayi dan anak bisa mengalami reaksi alergi parah yang ditandai dengan sesak napas, pingsan dan pembengkakan di lidah dan bibir.

Cara Mengatasi:

Cara terbaik mengatasi Si Kecil yang alergi susu sapi adalah dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hidupnya dan tidak mengkonsumsi asupan yang berasal dari susu sapi atau olahannya. Umumnya, Bunda akan disarankan untuk memberikan susu formula alternatif seperti susu formula pertumbuhan dengan bahan dasar soya.

Meningitis

Bintik merah pada bayi perlu Bunda waspadai, selalu perhatikan gejala-gejala yang dialami oleh Si Kecil. Salah satu yang perlu Bunda waspadai adalah meningitis, yaitu peradangan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Ini merupakan infeksi serius yang bisa menyebabkan kerusakan organ dan otak secara permanen

Gejala meningitis akan ditandai dengan demam tinggi, Si Kecil menjadi lebih rewel, tidak mau menyusu, muntah-muntah, munculnya bintik merah atau ruam ungu seperti memar kecil, serta ruam merah yang terasa gatal.

Cara mengatasi:

Meningitis yang disebabkan virus biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam 7-10 hari, akan tetapi meningitis yang disebabkan bakteri akan membutuhkan perhatian medis secepatnya. Beberapa ruam dan bintik merah pada bayi bukanlah kondisi berbahaya tapi tetap periksakan setiap perubahan yang terjadi pada kulit bayi ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat dan aman.

Impetigo

Impetigo merupakan salah satu infeksi kulit menular yang rentan dialami oleh anak-anak serta bayi. Meskipun tidak berbahaya, penyebaran penyakit ini cukup mudah terjadi. Penyebab utama impetigo sendiri adalah bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus pyogenes yang masuk melalui pori-pori kulit terbuka akibat luka. Impetigo seringnya muncul di area mulut dan hidung, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menyebar ke wajah, tangan, atau bagian tengah tubuh Si Kecil. Penyakit ini menular dengan mudah melalui kontak langsung atau perantara benda.

Awalnya akan ditandai dengan kemunculan bintik merah atau ruam pada kulit bayi yang akan membengkak membentuk lenting. Bila pecah, cairan yang keluar bisa menyebarkan bakteri ke kulit sekitarnya. Sementara bekas lenting yang pecah atau digaruk akan kering dalam jangka waktu empat hingga enam hari sampai menjadi kering dan membentuk koreng

Cara Mengatasi:

Jika mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas, segera periksakan Si Kecil ke dokter. Waspadai bila gejala ini berlangsung lebih dari seminggu. Penanganan secepatnya sangat diperlukan untuk menghambat atau menghentikan penyebaran infeksi serta mempercepat proses penyembuhan.

Slapped Cheek Syndrome

Istilah slap cheek atau slap face merupakan inti dari penyakit kelima (fifth disease) kondisi dimana seolah-olah pipi Si Kecil terkena tamparan. Penyakit ini merupakan infeksi virus yang menyebabkan demam serta ruam merah atau bintik merah terang pada pipi bayi. Infeksi yang sebenarnya akan berada dalam tubuh Si Kecil sebelum muncul tanda tanda ruam pada Si Kecil. Slapped cheek syndrome menyebabkan rasa gatal dan kemungkinan dapat menyebar ke area tubuh lainnya terutama saat Si Kecil mengalami pilek.

Cara mengatasi:

Karena diakibatkan oleh infeksi virus, Si Kecil harus banyak beristirahat dan diberikan cairan bila Si Kecil mengalami sakit tenggorokan atau demam. Ruam merahnya sendiri akan hilang dalam beberapa hari, atau untuk beberapa kasus butuh waktu hingga 3 minggu untuk hilang sepenuhnya. Bila perlu, periksakan Si Kecil ke dokter untuk diagnosa lebih lanjut.

Kemunculan bercak, ruam, ataupun bintik merah pada bayi merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, Bunda perlu mendapatkan diagnosis yang lebih akurat dan tepat dari dokter mengenai penyebab pasti dari kemunculan gejala tersebut terutama ketika bintik merah disertai dengan demam, batuk, ataupun gejala lainnya. Dengan begitu dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab bintik merah pada kulit bayi.

Selain cara-cara tersebut, Bunda juga bisa memperhatikan kandungan yang terdapat di dalam susu formula Si Kecil. Pastikan susu formula pertumbuhan khusus nya Si Kecil yang alergi memiliki kandungan prebiotik dan probiotik. Bakteri baik seperti bifidobacterium di dalamnya akan membantu meregenerasi dan menguatkan sistem imun Si Kecil sejak dini. Sistem imun yang kuat akan memberikan proteksi lebih dari penyakit yang mungkin mengintai Si Kecil.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu