Beranda Artikel 13-36 Bulan Cara menangani Alergi Debu pada Anak yang harus Ketahui

Cara menangani Alergi Debu pada Anak yang harus Ketahui

2022/08/22 - 12:43:38pm     oleh Morinaga Soya
Cara menangani Alergi Debu pada Anak yang harus Ketahui

Alergi debu adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap partikel-partikel yang terdapat di dalam debu secara berlebihan. Partikel debu bisa bahaya apabila kita memiliki hipersensitivitas terhadap debu yang bisa dialami orang dewasa maupun Si Kecil. Kondisi ini memicu sistem tubuh sehingga menganggap debu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dienyahkan. Sistem imunitas tubuh akan melancarkan reaksi secara berlebihan terhadap zat-zat asing dalam debu hingga menimbulkan peradangan yang umumnya terjadi di saluran pernapasan ketika terpapar debu.

Penyebab Alergi Debu

Alergi debu pada anak tentu membuat Bunda menjadi frustasi. Pasalnya debu sulit untuk dihindari dan berada dekat di antara kita. Debu terdiri atas beberapa komponen pembentuk yang bisa menjadi penyebab utama Si Kecil rentan terhadap alergi, antara lain.

  1. Tungau Debu Rumah

Pemicu alergi debu paling umum yang terjadi pada Si Kecil yaitu tungau atau kutu. Tungau mampu berkembang biak dengan baik pada lingkungan dengan suhu yang hangat dan lembab. Partikel tungau kerap kali ditemukan dalam bantal, kasur, karpet, dan barang berbulu lainnya termasuk mainan Si Kecil seperti boneka.

  1. Kecoa

Kecoa merupakan serangga yang sering kali ditemukan di rumah. Partikel kecoa seperti kotorannya ataupun serpihan kecoa yang sudah mati bisa jadi pemicu alergi debu pada Si Kecil.

  1. Spora Jamur Rumah

Jamur jenis ini tumbuh subur di tempat yang lembab seperti kamar mandi dan dapur. Bila terhirup oleh Si Kecil yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap debu, maka komponen ini akan dengan mudah memicu alergi pada anak.

  1. Serbuk Sari

Penyebab alergi debu lainnya yaitu serbuk sari yang terdapat dalam tanaman bunga. Bentuk serbuk sari atau pollen sangatlah kecil sehingga mudah terbawa angin. Jika terhirup oleh Si Kecil yang sensitif, maka akan menimbulkan alergi.

  1. Bulu Hewan

Bulu hewan adalah salah satu hal yang juga dapat menyebabkan alergi pada Si Kecil. Bulu hewan mengandung protein dalam hewan berupa sel-sel kulit mati, air liur, dan urin yang menempel pada bulunya. Jika Si Kecil sensitif, maka bulu hewan dapat menimbulkan alergi.

Selain lima penyebab yang telah disebutkan, faktor risiko lain yang berpotensi menyebabkan alergi debu pada Si Kecil yaitu adanya riwayat alergi dalam keluarga dan merupakan salah satu penyakit turunan. Bisa juga karena Si Kecil jarang terpapar debu sehingga sistem imun tubuh mensinyalir debu sebagai zat tidak dikenal atau memiliki potensi bahaya. Kekebalan tubuh yang lemah juga bisa menjadi salah satu faktor, atau riwayat alergi lain yang bisa mempengaruhinya.

Gejala Alergi Debu

Gejala alergi debu bisa ringan ataupun berat tergantung tingkat keparahan alergi yang diderita Si Kecil. Alergi pada debu sendiri umumnya akan menyerang saluran pernapasan. Berikut gejala alergi debu pada Si Kecil.

  1. Gatal-gatal

Ketika mendeteksi debu yang dianggap merupakan ancaman bagi tubuh, maka tubuh akan melepaskan histamin yang menimbulkan peradangan di bawah kulit. Akibatnya Si Kecil cenderung merasakan gatal-gatal pada tubuhnya ketika terkena debu atau komponen dalam debu yang menyebabkan alergi.

  1. Bersin

Bila terhirup, sistem kekebalan tubuh akan menganggap debu sebagai zat berbahaya sehingga tubuh akan memberikan sinyal kepada otak untuk mengeluarkan debu yang masuk dengan cara bersin.

  1. Hidung berair atau pilek

Selain bersin, salah satu upaya yang bisa dilakukan tubuh untuk mengeluarkan zat berbahaya yang masuk melalui saluran napas adalah dengan mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung agar debu tidak masuk ke dalam paru-paru.

  1. Batuk

Lendir yang diproduksi tubuh di dalam mulut akan mengalir ke tenggorokan dan memicu batuk sebagai cara mengeluarkan debu yang telah terperangkap di dalam lendir agar tidak masuk ke paru-paru.

  1. Mata berair dan gatal

Debu yang masuk ke area mata akan direspon tubuh dengan merangsang pembuluh darah di bagian mata. Dampaknya, mata akan menjadi merah berair dan terasa gatal.

  1. Hidung tersumbat

Ketika bereaksi terhadap alergen, maka akan terjadi pelebaran pembuluh darah di hidung dan tubuh akan mengeluarkan histamin. Pembengkakan pembuluh darah ini membuat udara susah masuk dan akibatnya hidung akan terasa seperti tersumbat.

  1. Pembengkakan

Histamin yang diproduksi tubuh ketika mengalami reaksi alergi akan memicu peradangan di bawah kulit sehingga membuat Si Kecil merasakan gatal-gatal di area tubuh yang terkena debu. Tak jarang akan muncul pembengkakan kecil ataupun bentol-bentol akibat alergi terhadap debu.

  1. Sesak nafas

Saat debu masuk ke kerongkongan, hal ini dapat memicu produksi histamin di bagian tenggorokan hingga memicu produksi lendir yang akan memenuhi area saluran pernapasan. Oleh sebab itu, udara menjadi sulit keluar dan masuk hingga membuat Si Kecil menjadi kesulitan bernafas.

  1. Syok anafilaksis

Merupakan salah satu ciri alergi debu pada anak yang harus Bunda waspadai. Gejala bisa ditandai dengan nadi terasa cepat namun lemah, bengkak pada bibir, lidah, atau tenggorokan, dalam kasus lebih parah, alergi debu dapat menimbulkan rasa nyeri pada wajah,atau bahkan hingga membuat Si Kecil pingsan.

  1. Asma alergi

Gejala yang ditunjukan hampir serupa dengan asma pada umumnya, yakni ditandai dengan batuk-batuk, napas menjadi cepat dan pendek, suara tersengal-sengal, dada terasa sesak. Namun asma ini hanya dipicu apabila Si Kecil berada di dekat alergen.

Apakah Alergi Debu pada Si Kecil Bisa Disembuhkan?

Apakah alergi debu pada Si Kecil bisa disembuhkan? Sayangnya bagi mereka yang menderita alergi debu, kondisi ini akan diderita dalam jangka panjang. Walau belum ada cara yang bisa dilakukan secara medis untuk menyembuhkan alergi debu, Bunda tidak perlu khawatir karena ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kambuhnya reaksi alergi terhadap debu.

Cara Menangani Alergi Debu pada Si Kecil

Berikut beberapa cara yang bisa Bunda lakukan di rumah untuk menangani Si Kecil yang alergi debu.

  1. Meminimalisasi penggunaan pendingin ruangan

Walaupun membuat suhu ruangan menjadi sejuk hingga terasa nyaman, namun penyejuk ruangan ini bisa berpotensi menjadi sarang debu atau penghantar debu bagi Si Kecil. Penting juga bagi Bunda untuk membersihkan pendingin ruangan, seperti AC dan kipas angin secara berkala guna menghindari penumpukan debu. Bila memang harus menggunakan kipas angin atau AC, pastikan ruangan dalam keadaan bersih saat pendingin ruangan dinyalakan.

  1. Hindari boneka

Meskipun umumnya disukai Si Kecil, ternyata boneka dapat menjadi sarang debu ataupun menjadi tempat bagi tungau untuk berkembang biak. Semakin banyak boneka atau pajangan, maka potensi alergi debu juga semakin meningkat. Akan lebih baik bila Bunda meletakkan koleksi mainan serta boneka Si Kecil di luar kamar agar kamar jadi lebih bersih, terang, dan potensi alergi bisa dihindari.

  1. Bersihkan ruangan secara teratur

Membersihkan rumah dan ruangan secara teratur adalah cara yang paling efektif untuk mencegah serta mengatasi Si Kecil yang alergi debu. Rumah yang bersih akan mematikan tungau debu yang hidup di lantai atau perabotan lain. Gunakan alat vakum pada lantai dan karpet rumah untuk membersihkannya secara berkala karena menggunakan sapu saja tidak cukup untuk mengusir debu di lantai dan karpet.

  1. Jangan memelihara hewan

Apabila Si Kecil telah menunjukan alergi maka usahakan untuk tidak memelihara hewan di rumah. Pasalnya, bulu binatang mudah rontok dan tersebar di penjuru rumah sehingga bisa memicu reaksi alergi pada Si Kecil. Kalau sudah terlanjur, Bunda harus memeriksakan kesehatan, memandikan, dan menjaga kebersihannya secara berkala. Pastikan juga untuk membersihkan area rumah dengan penyedot debu untuk menghilangkan bulu hewan yang rontok.

  1. Membersihkan peralatan tidur

Cegah atau minimalisir reaksi alergi debu pada Si Kecil dengan mengganti sprei, sarung bantal, atau peralatan tidur lainnya secara berkala. Selain itu, anak pasti akan lebih nyaman bila tidur diatas kasur dengan sprei dan perlengkapan tidur yang bersih.

Bunda juga bisa memberikan pencegahan paling sederhana dengan memberikan susu formula yang memiliki kandungan probiotik. Menurut Dokter Spesialis Anak Gastrohepatologi Ariani Dewi Widodo sebanyak 70- 80% sistem imun manusia berada di usus, sehingga keberadaan bakteri baik di usus (probiotik) dapat membantu sistem imun Si Kecil untuk memberi respon tepat kepada mikroorganisme jahat dan mencegah respon yang tidak seharusnya. Ada dua strain probiotik yaitu lactobacillus dan bifidobacterium. Keduanya disinyalir dapat membantu meregulasi dan menyeimbanglam sistem imunitas tubuh agar tidak bereaksi terhadap alergen. Cari tahu lebih banyak tentang susu formula yang baik untuk Si Kecil yang alergi, yuk.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu