Beranda Artikel 13-36 Bulan Si Kecil Terkena Alergi Debu, Bunda Harus Hati-Hati

Si Kecil Terkena Alergi Debu, Bunda Harus Hati-Hati

2022/01/26 - 10:36:49am     oleh Morinaga Soya
Si Kecil Terkena Alergi Debu, Bunda Harus Hati-Hati

Kondisi alergi merupakan reaksi tubuh atas sesuatu yang merangsang respon imun tubuh terhadap penyebab alergi atau disebut alergen. Alergi merupakan salah satu kondisi umum yang dapat dialami siapa pun, mulai dari anak hingga orang dewasa. Penyebab alergi bagi setiap orang juga umumnya berbeda-beda. Ada pun di antaranya adalah alergi makanan laut atau seafood, telur, alergi terhadap perubahan cuaca, atau bahkan debu.

Kita dapat menemukan debu di mana-mana. Partikel debu dapat menjadi bahaya apabila kita memiliki hipersensitivitas terhadap debu yang tidak hanya ditemukan pada orang dewasa, namun juga rentan pada anak. Kondisi ini memicu sistem tubuh sehingga menganggap debu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dienyahkan. Sistem imunitas tubuh akan melancarkan reaksi secara berlebihan terhadap zat-zat asing dalam debu hingga menimbulkan peradangan yang umumnya terjadi di saluran pernapasan ketika terpapar debu.

Penyebab Alergi Debu

Alergi debu pada anak tentu membuat Bunda menjadi frustasi. Pasalnya debu sulit untuk dihindari dan berada dekat di antara kita. Debu terdiri atas beberapa komponen pembentuk yang bisa menjadi penyebab utama Si Kecil rentan terhadap alergi, antara lain.

  • Tungau Debu Rumah

Tungau atau kutu merupakan penyebab umum yang memicu reaksi alergi pada anak. Tungau mampu berkembang biak dengan baik pada lingkungan dengan suhu yang hangat dan lembab. Partikel tungau kerap kali ditemukan dalam bantal, kasur, karpet, dan barang berbulu lainnya termasuk mainan Si Kecil seperti boneka.

  • Kecoa

Merupakan serangga yang acap kali ditemukan di hampir semua rumah atau di berbagai tempat lainnya.. Partikel kecoa seperti kotorannya ataupun serpihan kecoa yang sudah mati bisa jadi pencetus alergi.

  • Spora Jamur Rumah

Kerap kali terlihat melayang di udara bila disorot sinar matahari atau cahaya terang. Jamur jenis ini tumbuh subur di tempat yang lembab seperti kamar mandi dan dapur. Bila terhirup oleh Si Kecil yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap debu, maka komponen ini akan dengan mudah memicu alergi pada anak.

  • Serbuk Sari

Merupakan salah satu penyebab alergi umum yang diakibatkan serbuk sari yang terdapat di tanaman atau bunga.

  • Bulu Hewan

Bulu hewan mengandung protein dalam hewan berupa sel-sel kulit mati, air liur, dan urin yang menempel pada bulunya. Bila Bunda memiliki hewan peliharaan, pastikan untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan menjaga kebersihannya secara berkala. Namun bila ciri alergi pada anak dirasa terlalu berbahaya dan terlalu sering muncul maka sangat dianjurkan bagi Bunda untuk menjauhkan atau tidak memiliki hewan peliharaan di dalam rumah guna mencegah timbulnya alergi.

Selain hal yang disebutkan di atas, ada juga faktor resiko yang berpotensi menyebabkan alergi debu pada Si Kecil antara lain adanya riwayat alergi dalam keluarga dan merupakan salah satu penyakit turunan, atau bisa saja karena anak jarang terpapar debu sehingga sistem imun tubuh mensinyalir debu sebagai zat tidak dikenal atau memiliki potensi bahaya, kemudian kekebalan tubuh yang lemah bisa menjadi salah satu faktor, atau juga riwayat alergi lain yang bisa mempengaruhinya.

Jika Si Kecil dipastikan menderita alergi terhadap debu, ada baiknya bagi Bunda untuk juga mencari tahu komponen mana yang memicu reaksi alergi pada anak. Hal ini akan membantu Bunda untuk menghindarkan alergen dari buah hati. Apabila masih tidak yakin, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter, dan melakukan serangkaian tes untuk mendiagnosis komponen mana yang mencetus alergi Si Kecil.

Gejala Alergi Debu

Gejala alergi debu bisa ringan ataupun berat tergantung tingkat keparahan alergi yang diderita Si Kecil. Alergi pada debu sendiri umumnya akan menyerang saluran pernapasan. Namun apabila mengalami gejala di bawah ini, mungkin saja merupakan pertanda atau ciri alergi debu pada anak.

  • Gatal-gatal

Ketika mendeteksi debu yang dianggap merupakan ancaman bagi tubuh, maka tubuh akan melepaskan histamin yang menimbulkan peradangan di bawah kulit. Akibatnya Si Kecil cenderung merasakan gatal-gatal pada tubuhnya ketika terkena debu atau komponen dalam debu yang menyebabkan alergi.

  • Bersin

Bila terhirup, sistem kekebalan tubuh akan menganggap debu sebagai zat berbahaya sehingga tubuh akan memberikan sinyal kepada otak untuk mengeluarkan debu yang masuk dengan cara bersin.

  • Hidung berair atau pilek

Selain bersin, salah satu upaya yang bisa dilakukan tubuh untuk mengeluarkan zat berbahaya yang masuk melalui saluran napas adalah dengan mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung agar debu tidak masuk ke dalam paru-paru.

  • Batuk

Lendir yang diproduksi tubuh di dalam mulut akan mengalir ke tenggorokan dan memicu batuk sebagai cara mengeluarkan debu yang telah terperangkap di dalam lendir agar tidak masuk ke paru-paru.

  • Mata berair dan gatal

Debu yang masuk ke area mata akan direspon tubuh dengan merangsang pembuluh darah di bagian mata. Dampaknya, mata akan menjadi merah berair dan terasa gatal.

  • Hidung tersumbat

Ketika bereaksi terhadap alergen, maka akan terjadi pelebaran pembuluh darah di hidung dan tubuh akan mengeluarkan histamin. Pembengkakan pembuluh darah ini membuat udara susah masuk dan akibatnya hidung akan terasa seperti tersumbat.

  • Pembengkakan

Histamin yang diproduksi tubuh ketika mengalami reaksi alergi akan memicu peradangan di bawah kulit sehingga membuat Si Kecil merasakan gatal-gatal di area tubuh yang terkena debu. Tak jarang akan muncul pembengkakan kecil ataupun bentol-bentol akibat alergi terhadap debu.

  • Sesak nafas

Saat debu masuk ke kerongkongan, hal ini dapat memicu produksi histamin di bagian tenggorokan hingga memicu produksi lendir yang akan memenuhi area saluran pernapasan. Oleh sebab itu, udara menjadi sulit keluar dan masuk hingga membuat Si Kecil menjadi kesulitan bernafas.

  • Syok anafilaksis

Merupakan salah satu ciri alergi debu pada anak yang harus Bunda waspadai. Gejala bisa ditandai dengan nadi terasa cepat namun lemah, bengkak pada bibir, lidah, atau tenggorokan, dalam kasus lebih parah, alergi debu dapat menimbulkan rasa nyeri pada wajah,atau bahkan hingga membuat Si Kecil pingsan.

  • Asma alergi

Gejala yang ditunjukan hampir serupa dengan asma pada umumnya, yakni ditandai dengan batuk-batuk, napas menjadi cepat dan pendek, suara tersengal-sengal, dada terasa sesak. Namun asma ini hanya dipicu apabila Si Kecil berada di dekat alergen.

Penanganan Alergi Debu

Apakah alergi debu pada anak bisa disembuhkan? Sayangnya bagi mereka yang menderita alergi debu, kondisi ini akan diderita dalam jangka panjang. Walau belum ada cara yang bisa dilakukan secara medis untuk menyembuhkan alergi debu, Bunda tidak perlu khawatir karena ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi kambuhnya reaksi alergi terhadap debu ini. Salah satu cara mudah yang bisa Bunda lakukan di rumah diantaranya adalah:

  • Meminimalisasi penggunaan pendingin ruangan

Walaupun membuat suhu ruangan menjadi sejuk hingga terasa nyaman, namun penyejuk ruangan ini bisa berpotensi menjadi sarang debu atau penghantar debu bagi Si Kecil sehingga sebaiknya dijauhkan dari sang buah hati agar ia bisa bernapas lega. Penting juga bagi Bunda untuk membersihkan pendingin ruangan, seperti AC dan kipas angin secara berkala guna menghindari penumpukan debu. Bila memang harus menggunakan kipas angin atau AC, pastikan ruangan dalam keadaan bersih saat pendingin ruangan dinyalakan.

  • Hindari boneka

Boneka merupakan salah satu mainan yang umum untuk diberikan kepada anak. Tapi bagi anak yang memiliki alergi debu, mainan ini sangat tidak dianjurkan karena dapat menjadi sarang debu ataupun menjadi tempat bagi tungau untuk berkembang biak. Semakin banyak boneka atau pajangan, maka potensi alergi debu juga semakin meningkat. Akan lebih baik bila Bunda meletakkan koleksi mainan serta boneka Si Kecil di luar kamar agar kamar jadi lebih bersih, terang, dan potensi alergi bisa dihindari.

  • Bersihkan ruangan secara teratur

Membersihkan rumah dan ruangan secara teratur adalah cara yang paling efektif untuk mencegah serta mengatasi Si Kecil yang alergi debu. Rumah yang bersih akan mematikan tungau debu yang hidup di lantai atau perabotan lain. Gunakan alat vakum pada lantai dan karpet rumah untuk membersihkannya secara berkala karena menggunakan sapu saja tidak cukup untuk mengusir debu di lantai dan karpet.

  • Jangan memelihara hewan

Apabila Si Kecil telah menunjukan alergi maka sebaiknya opsi untuk memelihara hewan di rumah sebaiknya dihilangkan. Pasalnya, bulu binatang yang mudah sekali rontok dan tersebar di penjuru rumah bisa memicu reaksi alergi pada Si Kecil. Kalau sudah terlanjur, Bunda harus memeriksakan kesehatan, memandikan, dan menjaga kebersihannya secara berkala. Pastikan juga untuk membersihkan area rumah dengan penyedot debu untuk menghilangkan bulu hewan yang rontok.

  • Membersihkan peralatan tidur

Cegah atau minimalisir reaksi alergi debu pada Si Kecil dengan mengganti sprei, sarung bantal, atau peralatan tidur lainnya secara berkala. Selain itu, anak pasti akan lebih nyaman bila tidur diatas kasur dengan sprei dan perlengkapan tidur yang bersih.

Bunda juga bisa memberikan pencegahan paling sederhana dengan memberikan susu formula yang memiliki kandungan probiotik. Menurut Dokter Spesialis Anak Gastrohepatologi Ariani Dewi Widodo sebanyak 70- 80% sistem imun manusia berada di usus, sehingga keberadaan bakteri baik di usus (probiotik) dapat membantu sistem imun Si Kecil untuk memberi respon tepat kepada mikroorganisme jahat dan mencegah respon yang tidak seharusnya. Ada dua strain probiotik yaitu lactobacillus dan bifidobacterium. Keduanya disinyalir dapat membantu meregulasi dan menyeimbanglam sistem imunitas tubuh agar tidak bereaksi terhadap alergen

Jangan lupa untuk berkonsultasi pada dokter untuk penanggulangan bila Si Kecil memiliki alergi. Terutama bila diperlukan untuk mengkonsumsi obat, karena seluruh obat-obatan di atas memerlukan instruksi khusus dari dokter untuk penggunaan dan dosisnya. Jika bunda ingin mengecek alergi pada anak, bunda bisa tes alergi anak disini.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu