Beranda Artikel 13-36 Bulan Waspadai Gigitan Tungau Pada Anak Dan Alergi Yang Ditimbulkan

Waspadai Gigitan Tungau Pada Anak Dan Alergi Yang Ditimbulkan

2022/07/19 - 04:30:38pm     oleh Morinaga Soya
Waspadai Gigitan Tungau Pada Anak Dan Alergi Yang Ditimbulkan

Tungau adalah salah satu jenis serangga yang ukurannya sangat kecil sehingga hampir tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Meskipun berukuran kecil, tungau bisa berbahaya karena dapat menggigit kulit dan menyebabkan sensasi gatal, perih, hingga iritasi.

Penyebab Alergi Tungau

Pemicu alergi bisa jadi bukan karena tungau itu sendiri, melainkan protein pada feses dan serpihan badan tungau yang sudah mati. Ukuran tungau yang sangat kecil membuatnya mudah terhirup masuk ke dalam tubuh Si Kecil sehingga menimbulkan reaksi alergi terutama bila Si Kecil cukup sensitif. Nggak hanya saat terhirup masuk ke dalam tubuh, tetapi tungau juga bisa menimbulkan reaksi alergi ketika menempel di kulit.

Selain karena antibodi yang bereaksi berlebihan terhadap tungau sehingga menimbulkan reaksi alergi, ada juga beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab Si Kecil mengalami alergi ini, antara lain:

1. Faktor Keturunan

Beberapa jenis alergi bisa menurun dari orangtua. Peluang memiliki alergi akan lebih tinggi bila Bunda dan Ayah atau beberapa anggota keluarga memiliki resiko alergi.

2. Sering Terpapar Tungau

Sering terpapar tungau terutama dalam jumlah banyak sejak dini dapat memperbesar peluang Si Kecil menderita alergi tungau.

3. Usia

Pada usia kanak-kanak, Si Kecil akan lebih rentan mengalami alergi lantaran sistem imun yang belum sempurna dan masih cukup sensitif terhadap lingkungan sekitar.

Gejala Alergi Tungau Pada Anak

Walaupun sudah dijaga dan dibersihkan secara berkala, rumah nggak akan luput dari serangan tungau. Serangga ini umumnya hidup di kasur, bantal, karpet, serta perabot berlapis kain. Lingkungan seperti inilah yang mendukung pertumbuhan tungau debu. Hewan ini juga bertahan hidup dengan memakan sisa kulit mati dan ketombe yang menumpuk dan tentunya paling banyak ditemui di tempat tidur.

Gejala alergi tungau hampir mirip dengan gejala alergi debu pada umumnya. Sistem imun akan melepaskan berbagai sel dan zat kimia yang bisa menyebabkan peradangan pada bagian tubuh tertentu sebagai respon terhadap benda asing yang dianggap ancaman. Pada kasus ini, peradangan terjadi pada saluran hidung dan cenderung membuat Si Kecil mengalami hal-hal berikut ini:

  • Bersin bersin

  • Hidung mampet atau meler

  • Gatal pada hidung, langit-langit mulut, atau tenggorokan

  • Mata gatal, merah, atau berair

  • Batuk

  • Terdapat lendir di belakang kerongkongan

  • Nyeri pada wajah

  • Muncul bengkak berwarna kebiruan di bawah mata

Bila Si Kecil menderita asma, maka paparan tungau terhadap dirinya juga akan menimbulkan reaksi berupa:

  • Sesak nafas

  • Dada terasa sesak atau nyeri

  • Napas terdengar nyaring (mengi) terutama saat mengeluarkan udara

  • Susah tidur akibat sesak napas, batuk, atau mengi

  • Batuk atau mengi juga akan semakin parah ketika terserang pilek

Ketika menggigit kulit, bekas gigitan tungau akan terlihat cukup jelas di permukaan kulit berupa bintil yang bisa mengeras atau meradang. Hal ini juga bisa membuat Si Kecil merasa gatal, mengalami iritasi, atau bahkan menyebabkan kulit kering. Biasanya bekas gigitan akan hilang dengan sendirinya.

Penyakit Kulit Akibat Gigitan Tungau

Tungau terdiri dari banyak jenis. Penyakit serta reaksi alergi yang ditimbulkannya pun akan berbeda-beda. Penanganan yang diperlukan tentunya juga bervariasi. Berikut merupakan beberapa jenis gigitan tungau dan penyakit yang diakibatkan beserta dengan cara penanganan yang bisa Bunda terapkan.

1. Sarcoptes Scabiei

Sarcoptes scabiei menggigit dan dapat masuk hingga ke bawah permukaan kulit hingga menimbulkan kudis atau scabies. Adapun ciri-ciri bila Si Kecil gigitan tungau sarcoptes scabiei adalah:

  • Gatal, terutama di bagian lipatan kulit dan akan terasa semakin gatal pada malam hari

  • Muncul ruam atau lepuhan yang berisi cairan

  • Kulit kemerahan dan bersisik

Gigitan tungau scabies bisa menyebabkan rasa gatal yang parah sehingga membuat Si Kecil akan terus ingin menggaruk area yang bermasalah. Namun, menggaruk hanya akan membuat kulit terluka dan bisa terinfeksi. Hal ini bisa juga memicu terjadinya impetigo atau infeksi kulit menular yang kerap diderita anak-anak ataupun bayi.

Bila rasa gatal semakin mengganggu dan tak kunjung hilang, Bunda bisa mengobati Si Kecil menggunakan obat oles yang memiliki kandungan anti tungau. Krim ini bisa didapatkan melalui resep dokter dan mengaplikasikannya sesuai dengan anjuran dokter juga. Pastikan Bunda sudah berkonsultasi dengan dokter, ya.

Untuk mencegah gigitan tungau kembali terjadi, Bunda dapat membunuh tungau scabies seperti mencuci pakaian, sprei, dan handuk menggunakan air panas secara rutin. Selanjutnya, jemur di bawah sinar matahari untuk memastikan seluruh tungau mati.

2. Tungau Debu

Tungau debu atau tungau rumahan sering ditemukan hidup dan berkembang biak di lingkungan hangat dan lembab seperti kasur, tempat tidur, karpet, tirai, dan sofa. Makhluk ini hidup dengan cara memakan serpihan kulit manusia dan hewan peliharaan. Tungau debu baik yang masih hidup atau sudah mati bisa menyebabkan reaksi alergi dan memicu kambuhnya gejala sesak napas pada penderita asma. Selain itu gigitan tungau jenis ini bisa menimbulkan nyeri dada, dan nafas berbunyi atau mengi.

Gejala yang muncul akibat gigitan tungau debu umumnya dapat diatasi dengan obat yang disarankan oleh dokter anak. Bunda, berikut adalah beberapa cara menghilangkan tungau debu yang bisa Bunda coba.

  • Membersihkan debu atau perabot rumah tangga menggunakan lap basah dan pastikan Bunda selalu mengenakan masker saat membersihkannya.

  • Melapisi atau membungkus alas tidur, bantal, dan guling dengan bahan yang dapat menahan debu.

  • Mencuci sprei, sarung bantal, guling, serta selimut dengan air panas dan detergen setidaknya seminggu sekali.

  • Mengganti seluruh pelapis alat tidur Si Kecil secara berkala agar tungau dan debu tidak menumpuk.

  • Menggunakan air conditioner (AC) bila memungkinkan untuk mengurangi kelembaban udara supaya keberadaan populasi tungau di rumah bisa berkurang atau dihindari.

3. Demodex

Demodex adalah salah satu jenis tungau yang kerap ditemukan di folikel rambut, kulit, dan wajah. Gigitan tungau ini bisa menimbulkan iritasi, kemerahan, serta gatal, dan perih di kulit. Bila Si Kecil sering terkena gigitan tungau demodex, maka ia juga akan lebih berisiko mengalami eksim, terutama bila ia memiliki kulit sensitif.

Adapun beberapa cara mengobati gigitan tungau Demodex pada anak yaitu sebagai berikut.

  • Menggunakan obat oles bentuk krim atau losion, seperti larutan benzil benzoat, krim permethrin, salep belerang, atau obat krim lainnya yang memang sudah disarankan oleh dokter.

  • Menggunakan sampo berbahan lembut. Misalnya saja sampo khusus bayi untuk mencuci rambut.

  • Mengoleskan tea tree oil untuk membasmi sisa telur tungau di kulit dan rambut.

  • Membersihkan wajah Si Kecil dengan air hangat ataupun pembersih wajah yang disarankan dokter.

  • Menghindari penggunaan produk tubuh, wajah, atau rambut yang memiliki bahan dasar minyak.

Cara paling mudah untuk menghilangkan tungau adalah menjaga kebersihan rumah, terutama tempat tidur. Pastikan untuk membersihkan lingkungan rumah terutama area di mana Si Kecil sering bermain secara berkala guna mengeliminasi kemungkinan bertumpuknya tungau. Sebab, sering terkena gigitan tungau bisa menyebabkan biduran. Cari tahu tentang biduran pada anak dan cara mengatasinya yuk, Bun.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu