Beranda Artikel 13-36 Bulan Waspadai Gigitan Tungau yang Dapat Menyebabkan Alergi pada Anak

Waspadai Gigitan Tungau yang Dapat Menyebabkan Alergi pada Anak

2023/07/28 - 10:16:10pm     oleh Morinaga Soya
lengan anak bentol bentol

Salah satu ancaman kesehatan yang perlu Bunda waspadai untuk Si Kecil adalah gigitan tungau. Meski ukurannya sangat kecil dan sulit terlihat, tungau dapat menggigit kulit dan menyebabkan berbagai reaksi alergi yang serius.

Reaksi alergi tersebut bisa mempengaruhi kesehatan anak secara keseluruhan, terutama jika Si Kecil memiliki sensitivitas tinggi terhadap alergen tertentu. Untuk memahami lebih lanjut tentang dampak gigitan tungau pada kesehatan anak, simak penjelasan berikut ini secara lengkap.

Apa Itu Tungau?

Tungau adalah serangga kecil berukuran mikroskopis yang hampir tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Mereka hidup di lingkungan yang lembap dan hangat, sering ditemukan di dalam rumah, terutama pada tempat tidur, karpet, furnitur berlapis kain, dan tirai.

Tungau tidak menggigit untuk mengisap darah seperti nyamuk, tetapi gigitan tungau biasanya terjadi saat tungau mencoba memakan sel kulit mati manusia. Selain itu, tungau sering menyebabkan reaksi alergi yang serius pada anak-anak karena protein dari kotorannya dan bagian tubuh tungau yang sudah mati.

Tungau juga berkembang biak dengan sangat cepat dalam kondisi ideal. Lingkungan yang tidak bersih dan berdebu dapat menjadi tempat favorit mereka berkembang biak, meningkatkan risiko alergi pada anak-anak. Menjaga kebersihan lingkungan rumah sangat penting untuk mengurangi populasi tungau dan mencegah dampak buruknya pada kesehatan Si Kecil.

Baca juga Rinitis Alergi: Peradangan pada Rongga Hidung Si Kecil

Bagaimana Gigitan Tungau Bisa Menyebabkan Alergi?

Alergi yang disebabkan oleh tungau bukan karena gigitannya secara langsung, tetapi dari protein yang terdapat pada feses dan tubuh tungau yang telah mati. Saat partikel kecil ini terhirup atau mengenai kulit anak, sistem kekebalan tubuh mengenalinya sebagai ancaman. Akibatnya, tubuh bereaksi berlebihan dengan melepaskan histamin dan zat lainnya yang menyebabkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, bersin, dan peradangan.

Bahkan kontak singkat dengan protein tungau bisa cukup untuk memicu reaksi alergi pada anak yang sensitif. Reaksi alergi bisa ringan hingga berat, tergantung pada tingkat sensitivitas dan lamanya paparan tungau.

Gejala Alergi Akibat Gigitan Tungau

Reaksi alergi akibat gigitan tungau memiliki gejala yang hampir sama dengan alergi debu. Gejala awal yang biasanya muncul meliputi bersin-bersin, hidung meler atau tersumbat, mata berair dan merah, serta rasa gatal di hidung atau tenggorokan. Gejala-gejala ini umumnya berlangsung selama Si Kecil terpapar protein tungau.

Selain gejala pernapasan, gigitan tungau juga bisa menyebabkan reaksi pada kulit seperti ruam merah, bentol-bentol, dan rasa gatal yang tidak tertahankan. Pada beberapa anak, gejala kulit bisa cukup parah hingga menyebabkan iritasi serius yang membutuhkan pengobatan medis.

Baca juga Penyebab dan Cara Mengatasi Bentol Merah pada Anak.

Bahaya Tungau bagi Kesehatan Anak

Bahaya tungau tidak boleh dianggap ringan, terutama untuk anak-anak yang lebih rentan terhadap reaksi alergi serius. Tungau jenis Sarcoptes scabiei, misalnya, bisa menyebabkan penyakit kudis yang ditandai dengan rasa gatal intens, terutama di malam hari, dan bisa menyebar dengan cepat ke anggota keluarga lainnya.

Selain itu, tungau debu juga sering dikaitkan dengan eksim dan asma pada anak-anak. Anak yang memiliki alergi tungau berisiko tinggi mengalami eksim kronis dan asma, terutama jika paparan terus-menerus terjadi. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan permanen jika tidak ditangani dengan baik.

Selain itu, gigitan tungau juga bisa menyebabkan biduran, Bun. Agar biduran yang dialami Si Kecil tidak terlanjur parah, penting untuk mengetahui gejala dan cara mengatasinya sejak dini, Bun. Baca selengkapnya di sini: Penyebab Biduran pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?

Bunda perlu segera membawa Si Kecil ke dokter apabila gejala alergi memburuk, seperti munculnya sesak napas, pembengkakan pada wajah atau leher, atau gejala kulit seperti infeksi, nanah, demam, serta ruam yang meluas. Gejala-gejala tersebut menunjukkan reaksi alergi berat atau komplikasi infeksi yang memerlukan penanganan medis segera.

Konsultasi rutin ke dokter juga diperlukan apabila Si Kecil sering mengalami gejala alergi ringan yang berulang. Dokter dapat membantu Bunda menemukan solusi terbaik untuk mengatasi dan mencegah alergi tungau pada Si Kecil secara efektif.

Cara Mencegah dan Mengatasi Gigitan Tungau

Untuk mencegah dan mengatasi gigitan tungau pada anak, ada beberapa langkah efektif yang bisa Bunda lakukan secara rutin. Pertama, rutin mencuci seprai, sarung bantal, dan selimut dengan air panas minimal sekali seminggu untuk membunuh tungau dan menghilangkan alergen.

Selanjutnya, vakum karpet, sofa, dan area rumah yang sering digunakan anak secara rutin untuk menghilangkan debu dan tungau yang bersembunyi di sana. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, seperti memotong rumput dan membersihkan area luar, juga penting untuk mengurangi populasi tungau.

Gunakan pelindung anti-tungau pada kasur dan bantal untuk mengurangi paparan tungau langsung. Bila gejala alergi muncul, penggunaan obat antihistamin dapat membantu meredakan gejala, namun pastikan penggunaannya setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Dengan melakukan langkah-langkah ini, Bunda bisa menjaga lingkungan rumah tetap sehat, aman, dan bebas dari tungau, sehingga risiko alergi pada anak bisa diminimalisir. Pastikan untuk membersihkan lingkungan rumah terutama area di mana Si Kecil sering bermain secara berkala guna mengeliminasi kemungkinan bertumpuknya tungau. Sebab, sering terkena gigitan tungau bisa menyebabkan biduran. Cari tahu lebih banyak tentang biduran di sini yuk: Biduran Pada Anak: Penyebab & Cara Aman Menanganinya

Demikianlah penjelasan mendalam tentang gigitan tungau dan dampaknya pada kesehatan Si Kecil. Semoga informasi ini membantu Bunda menjaga kesehatan Si Kecil dari ancaman gigitan tungau.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu
bannerinside bannerinside
allysca