Beranda Artikel 13-36 Bulan Pahami Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati Biduran Pada Anak

Pahami Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati Biduran Pada Anak

2022/01/19 - 11:39:02am     oleh Morinaga Soya
Pahami Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati Biduran Pada Anak

Bayi dikenal memiliki kulit yang sensitif dan cukup rentan mengalami masalah kulit. Satu diantara banyak masalah kulit yang bisa menimpa Si Kecil adalah biduran. Biduran yang memiliki istilah medis urtikaria merupakan kondisi penyakit kulit tidak menular yang ditandai dengan bilur menonjol keluar berwarna merah atau putih pada kulit anak, terasa gatal, dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Biduran bukanlah kondisi serius yang bisa membahayakan nyawa, namun tetap saja Si Kecil pasti merasa tidak nyaman karena rasa gatal yang ditimbulkan. Melansir dari Rumah Sakit Anak Le Bonheur di Memphis, Amerika Serikat menyatakan bahwa biduran sebenarnya hampir selalu merupakan reaksi alergi dan mampu hilang dalam sendirinya dalam kurun 24 jam.

Meskipun biduran sendiri tidak akan mengancam nyawa Si Kecil, namun Bunda harus tetap awas. Pasalnya biduran bisa timbul sebagai pertanda suatu reaksi alergi yang lebih serius. Sehingga, Bunda perlu memantau kondisi Si Kecil secara berkala saat biduran ini muncul.

Ciri-Ciri Biduran

Kondisi biduran merupakan hal normal yang sering dialami oleh anak-anak. Melansir dari Everyday Health, disebutkan bahwa anak-anak akan mengalami penyakit kulit biduran ini setidaknya sekali seumur hidupnya. Maka ketika Si Kecil mulai menunjukan gejalanya, jangan langsung panik terlebih dahulu ya Bunda

Gejala biduran pun hampir serupa dengan biduran yang dialami orang dewasa, kondisi biduran pada anak selalu ditandai dengan munculnya benjolan merah muda atau bercak merah yang sedikit menonjol pada kulit. Terkadang biduran juga memiliki bagian tengah yang pucat dan memberikan sensasi gatal, dan bahkan ruam ini bisa membuat Si Kecil merasa seperti tersengat dan terbakar.

Bercak merah akan timbul satu persatu di kulit dan kemudian terhubung di satu area kulit atau berkelompok. Melansir dari laman Kids Health, bercak merah yang menimbulkan sensasi gatal ini bisa terjadi di bagian tubuh manapun dan bisa berukuran kecil atau bahkan bisa sebesar piring makan.

Selain itu, bercak merah yang ditimbulkan akibat biduran ini juga bisa berpindah lokasi bahkan dalam hitungan jam loh, Bunda. Jadi jangan heran bila Bunda mendapati bercak merah yang timbul di wajah mendadak hilang dan malah muncul di area punggung atau lengan bahkan dalam jumlah yang lebih banyak.

Penyebab Biduran

Seringnya, biduran terjadi saat Si Kecil terpapar dengan sesuatu yang dapat memicu kondisi alerginya, maka sistem imun dalam tubuhnya akan melepaskan histamin dan zat lainnya. Ketika terjadi, hal ini bisa menyebabkan cairan bocor dari pembuluh darah kecil di bawah kulit. Saat cairan tersebut terkumpul di bawah kulit, maka akan terbentuk bercak-bercak yang biasa kita sebut biduran

Sama halnya seperti orang dewasa, biduran yang terjadi pada Si Kecil bisa disebabkan oleh berbagai macam pencetus, mulai dari obat, parfum, produk pelembab, alergi terhadap makanan, gigitan serangga, alergi bulu heran, hingga alergi terhadap tungau. Kacang, telur, dan makanan laut disebut sebagai salah satu faktor pencetus yang sering memicu biduran.

Di sisi lain, penyebab biduran yang tidak terkait dengan reaksi alergi biasanya bisa terjadi akibat paparan udara dingin, paparan sinar matahari, perubahan cuaca yang cukup ekstrem, efek karena berolahraga, gugup dan stress, ataupun infeksi akibat virus. Apapun penyebabnya, rasa gatal yang ditimbulkan bisa dirasakan Si Kecil selama berjam-jam, atau bahkan berhari-hari.

Cara Mengatasi Biduran

Memang sudah disebutkan bahwa biduran bisa hilang dengan sendirinya, akan tetapi tak ada salahnya bila Bunda dan suami melakukan langkah antisipasi saat kondisi ini menimpa Si Kecil supaya aktivitasnya tidak terganggu. Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan secara mandiri di rumah untuk mengantisipasi biduran, seperti:

Menghindari Faktor Pencetus

Karena sudah dijelaskan bahwa biduran seringnya merupakan suatu reaksi alergi, maka salah satu tindakan pertolongan pertama yang bisa Bunda lakukan adalah dengan menghindari alergen yang menyebabkan Si Kecil menunjukan gejala reaksi alergi. Bila Bunda sudah mengetahui makanan, situasi, atau benda apa saja yang bisa memicu biduran, hindarkan Si Kecil sebisa mungkin dari hal tersebut.

Bila Si Kecil memiliki alergi terhadap makanan, carilah alternatif pengganti makanan lain yang tidak berbahaya bagi Si Kecil. Apabila masih memberikan ASI eksklusif kepada Si Kecil, maka Bunda juga perlu untuk menghindari mengonsumsi makanan yang bisa menimbulkan alergi kepada SI Kecil.

Mengutip dari laman WebMD, ketika biduran hanya ada di salah satu bagian tubuh Si Kecil bisa saja ini dikarenakan sesuatu yang mengenai kulitnya, cobalah bilas dan basuh area yang bermasalah dengan sabun khusus kulit sensitif bagi anak-anak sebagai salah satu cara penanganan.

Akan tetapi, apabila Bunda masih meragukan penyebab biduran pada anak diakibatkan alergi atau faktor lainnya di luar alergi, Bunda bisa memeriksakan Si Kecil ke dokter untuk melakukan tes supaya Bunda tahu apakah sebenarnya Si Kecil mengidap alergi atau tidak. Bila masih ragu untuk membawa Si Kecil e dokter, Bunda bisa juga memeriksakan berapa besar resiko Si Kecil mengalami alergi secara gratis di Morinaga Soya dengan demikian akan lebih mudah untuk melakukan langkah penanganan berikutnya.

Kompres Air Dingin

Karena biduran seringnya menimbulkan sensasi gatal, panas, dan menyengat, maka untuk mengatasinya, Bunda bisa memberi kompres air dingin kepada area yang bermasalah guna meredakan rasa tidak nyaman yang dialami oleh Si Kecil. Kenakan pakaian yang longgar tidak berlapis-lapis dengan bahan sejuk kepada Si Kecil atau mandikan Si Kecil dengan air hangat untuk mengurangi rasa nyaman yang ia rasakan.

HIndari Menggaruk

Rasa gatal hebat yang ditimbulkan biduran terkadang membuat Si Kecil yang belum bisa banyak mengerti apa-apa langsung menggaruknya. Namun, tindakan ini bisa mengakibatkan luka dan iritasi pada kulit Si Kecil. Selain memberikan edukasi untuk tidak menggaruk area yang bermasalah, Bunda bisa memakaikan sarung tangan berbahan halus kepada Si Kecil supaya kukunya tidak menggores area yang bermasalah.

Ketika sudah mengetahui Si Kecil kerap mengalami biduran, ada baiknya bagi Bunda untuk secara rutin memotong kukunya dan selalu menjaga kebersihan tangan dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

Banyak kotoran dan bakteri yang mungkin terperangkap di sela-sela kuku dan garukan bisa menimbulkan luka yang akhirnya memudahkan bakteri serta kotoran masuk ke tubuh karenanya. Kuku yang pendek dan selalu dipotong bisa meminimalisasi kotoran di sela-sela kuku sehingga bila Si Kecil tidak sengaja menggaruk tubuhnya, resiko iritasi mungkin bisa berkurang.

Ajak Si Kecil Untuk Relaksasi

Bukan hanya sekedar reaksi alergi namun biduran memang bisa timbul bila Si Kecil merasakan stress. Rasa stress pada anak ini bisa memperparah biduran yang dialaminya loh, Bunda. Coba ajak Si Kecil untuk relaksasi bersama. Lakukan kegiatan seperti membacakannya buku, menonton acara atau video favoritnya, dan dengarkan musik yang ia gemari.

Hindari aktivitas bermain berat yang membuatnya banyak bergerak atau harus berlari kesana kemari hingga berkeringat selama Si Kecil mengalami biduran.

Mengganti Produk yang Digunakan Si Kecil

Karena kulit Si Kecil masih sensitif, Bunda bisa menggunakan produk seperti losion, sabun, dan shampoo yang diformulasi khusus untuk kulit Si Kecil atau kulit yang sensitif. Bukan hanya produk yang diaplikasikan secara langsung, namun beberapa produk seperti deterjen, pewangi dan pelembut pakaian pun harus ditelaah apakah mengandung bahan kimia yang keras.

Carilah produk yang ramah untuk kondisi kulit Si Kecil, misalnya saja produk yang bersifat hypoallergenic. Istilah hypoallergenic pada beberapa produk merupakan indikasi bahwa produk tersebut diformulasikan untuk sebisa mungkin supaya tidak menimbulkan reaksi alergi dan tidak mengandung bahan seperti pewangi atau pewarna sehingga lebih aman digunakan untuk Si Kecil.

Menggunakan Antihistamin

Bunda, penggunaan antihistamin ini sendiri perlu dicatat sebagai upaya terakhir untuk menanggulangi kondisi biduran pada Si Kecil saat cara alami lainnya tidak berhasil. Obat untuk mengatasi biduran pada anak ini juga hanya boleh digunakan setelah mendapatkan resep dan persetujuan oleh dokter.

Menurut WebMD penggunaan antihistamin bisa membuat beberapa anak mengantuk dan yang lainnya malahan menjadi hiperaktif. Belum lagi efek samping tidak baik dalam jangka panjang bagi kesehatan Si Kecil yang bisa ditimbulkan akibat konsumsi obat. Jadi lebih baik coba dulu cara alami untuk mengobati biduran sebelum akhirnya memutuskan menggunakan obat dari dokter, ya Bunda.

Selain dengan cara di atas, Bunda bisa memberikan Si Kecil nutrisi terbaik yang bisa membantu menguatkan sistem imun tubuh dan mengurangi gejala alergi. Pilihkan bahan makanan yang kaya gizi dan serat untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, jangan lupa untuk berikan ASI eksklusif selama 2 tahun bila memang memungkinkan.

Namun bila karena satu dan lain hal Bunda tak dapat memberikan ASI eksklusif, berikan susu formula yang mampu membantu tumbuh kembang Si Kecil yang memiliki alergi susu sapi supaya semakin optimal seperti Morinaga Soya Child Kid Triple Bifidus yang diformulasi dengan isolat protein kedelai sehingga aman diberikan kepada Si Kecil yang memiliki alergi susu sapi ataupun memiliki riwayat intoleransi laktosa. Lengkap dengan kalsium, zinc, OMega 3 & 6, AA & DHA untuk mendukung perkembangan Si Kecil.

Tak kalah penting, kandungan bakteri baik Prebiotik Triple Bifidus di dalamnya bisa meringankan gejala alergi yang kerap timbul di kulit seperti eksim ataupun dermatitis atopik sehingga rasa tidak nyaman yang ditimbulkan akibatnya bisa diminimalisasi. Selain itu gejala alergi di area pernapasan seperti rinitis, batuk, ataupun asma juga bisa diringankan.

Nah Bunda, usai mengetahui cara penanggulangan biduran secara mandiri, tentunya akan lebih mudah bagi Bunda untuk tidak panik ketika Si Kecil terjangkit penyakit ini bukan? Tapi tetap pantau kondisi Si Kecil, bila gejala yang ia alami tidak membaik segeralah bawa Si Kecil ke dokter untuk diperiksa kalau-kalau ada situasi yang lebih serius.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu