Beranda Artikel 0-12 Bulan Eksim Pada Bayi, Berbahaya Atau Tidak?

Eksim Pada Bayi, Berbahaya Atau Tidak?

2022/01/28 - 06:00:41pm     oleh Morinaga Soya
Eksim Pada Bayi, Berbahaya Atau Tidak?

Eksim merupakan salah satu kondisi kulit yang rentan dialami oleh bayi. Eksim atau dikenal juga dengan sebutan dermatitis atopik ini dapat menyebabkan kulit menjadi merah, gatal, dan meradang. Tak jarang rasa gatal yang dialami Si Kecil membuatnya merasa tidak nyaman dan juga menjadi rewel. Kadang, terdapat juga benjolan kecil berisi cairan di area yang bermasalah.

Mengutip dari Kids Health, penyakit yang termasuk dalam dermatitis kronis ini lumrah terjadi pada usia anak-anak, dan kasusnya kerap ditemui pada satu dari sepuluh anak. Gejala bisa muncul langsung setelah Si Kecil lahir atau pada usia 3-5 tahun. Lantas, apakah eksim berbahaya dan dapat mempengaruhi kesehatan Si Kecil nantinya? Berikut penjelasannya

Penyebab Eksim pada Bayi

Belum ada yang mengetahui dengan pasti penyebab eksim atopik pada bayi. Namun, kemungkinan besar, genetik atau faktor keturunan mempengaruhi kondisi ini. Mengutip dari klikdokter, mutasi gen yang diwariskan anak dari orangtuanya dapat mempengaruhi kemampuan perlindungan kulit. Kerusakan pada pelindung kulit tersebut dapat membuat kulit rentan teriritasi dan terinfeksi karena kuman akan masuk ke dalam tubuh. Tak jarang, eksim juga disebabkan oleh alergi makanan yang mungkin diturunkan dari Bunda ataupun suami.

Menurut Web MD, eksim bisa terjadi karena peradangan kronis yang dipicu oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi sel lemak yang disebut ceramide. Rendahnya sel tersebut dapat membuat kulit kehilangan air sehingga kekeringan pun bisa terjadi. Selain itu, ada pula hal-hal yang disinyalir memicu terjadinya eksim pada Si Kecil, antara lain:

  • Kulit yang kering, terutama saat cuaca dingin
  • Iritasi dari pakaian, sabun, parfum, bahkan deterjen
  • Stres
  • Panas dan keringat
  • Alergen penyebab alergi, baik itu debu, serbuk sari, ataupun makanan seperti susu sapi, telur, atau buah tertentu. Alergi juga bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi Bunda sebelum menyusui Si Kecil.

Mengutip dari National Eczema Association, sekitar 30% dari penderita eksim di dunia rata - rata sudah terlebih dahulu memiliki alergi makanan. Biasanya alergi terhadap makanan yang mengandung produk susu, telur, ataupun kacang. Namun, Perlu diingat juga bahwa faktor yang dapat memicu kekambuhan dan memperburuk eksim pada Si Kecil berbeda-beda. Untuk menentukan faktor pemicu kambuhnya, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak yang dapat memudahkan Bunda dalam menghindarkan Si Kecil dari faktor pemicu gejala eksim ini.

Banyak yang mungkin beranggapan bahwa ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan penyebab eksim pada Si Kecil. Namun, faktanya memberikan ASI eksklusif masih menjadi makanan terbaik untuk Si Kecil, minimal setidaknya selama 6 bulan pertama hidupnya. Akan tetapi, makanan yang yang Bunda konsumsi lah yang harus diperhatikan dengan baik karena dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemunculan eksim pada SI Kecil. Bila makanan yang Bunda konsumsi sebelum menyusui sepertinya membuat Si Kecil menunjukan suatu gejala alergi, maka sebaiknya Bunda memeriksakan kemungkinan alergi ataupun menghindari makanan tersebut selama menyusui.

Gejala Eksim Pada Bayi

Selain gatal, eksim bisa menimbulkan gejala lain berupa ruam merah pada kulit, kulit kering, serta pecah-pecah. Kulit Si Kecil yang mengalami eksim juga kadang bisa terluka dan berdarah akibat digaruk terlalu keras. Pada bayi, eksim sering muncul di area lipatan kulit, seperti lipat siku, lipat lutut, dan leher. Namun eksim bisa menyebar juga ke area tubuh lain seperti wajah. Pada wajah, gejala eksim sering nampak terlihat jelas di pipi.

Eksim tentu akan menjadi berbahaya hanya bila tidak ditangani dengan benar, oleh karenanya Bunda harus mengetahui apabila Si Kecil mulai menunjukan gejala alergi supaya penanganan bisa dilakukan dengan tanggap dan sesegera mungkin. Menurut National Eczema Association, ciri-ciri eksim yang muncul pada bayi bisa dikategorikan sesuai dengan kelompok usianya, antara lain:

Ciri Eksim Pada Bayi Berusia Di Bawah 6 Bulan

  • Ruam kemerahan tiba-tiba di kulit kepala, wajah, terutama di pipi, dan dahi
  • Kulit nampak kering, bersisik, dan gatal. Sisik bisa saja retak dan mengeluarkan cairan
  • Munculnya infeksi akibat menggaruk kulit hingga terluka
  • Terkadang, muncul juga benjolan berisi cairan kecil di permukaan kulit
  • Si Kecil menjadi rewel dan sulit tidur karena sensasi gatal dan merasa tidak nyaman

Ciri Eksim Pada Bayi Berusia 6-12 Bulan

Ruam eksim yang tadinya berpusat di sekitar wajah Si Kecil kini mulai menyebar pada bagian tubuh lainnya. Saat memasuki usia 6-12 bulan, Si Kecil rentan mengalami ruam gatal kemerahan di siku, lutut, dan area lain yang mudah terjangkau sehingga Si Kecil akan terbiasa untuk menggaruknya. Secara garis besar, ciri-ciri yang umum dialami bayi dengan kisaran usia ini antara lain:

  • Beberapa bagian kulit berubah menjadi kering dan bersisik. Berawal dari pipi, dagu, dan dahi yang akhirnya meluas hingga ke kaki, pergelangan tangan, siku, dan bagian lipatan tubuh.
  • Terjadi iritasi kulit yang bisa menimbulkan rasa gatal dan perih
  • Ruam pada anggota tubuh umumnya memiliki bentuk yang identik
  • Si Kecil menjadi rewel dan kerap menangis akibat tidak nyaman ataupun merasa gatal

Semakin sering digaruk, lapisan kulit Si Kecil malah akan semakin rusak sehingga membuatnya mudah terinfeksi kuman yang ada di lingkungan sekitar. Kulit juga berpotensi berubah menguning dan muncul bintil merah yang tentunya akan menimbulkan rasa sakit saat digaruk. Bila gejala eksim pada bayi tak kunjung membaik atau sembuh, segera konsultasikan ke Dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

Cara Penanganan Eksim pada Bayi

Sebenarnya, belum ada cara yang tepat untuk mengatasi eksim atopik pada bayi secara keseluruhan. Hal yang bisa Bunda lakukan hanyalah membantu Si Kecil mengurangi tingkat keparahan gejala yang ditimbulkan. Biasanya dokter akan meresepkan salep yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan saat gejala eksim mulai muncul. Beberapa hal yang dapat Bunda lakukan antara lain adalah:

  • Memandikan Si Kecil Dengan Air Hangat

Untuk mengurangi rasa gatal pada kulit, Bunda bisa memandikan Si Kecil dengan air hangat yang bersuhu sekitar 36-37 derajat celcius. Usahakan untuk tidak memandikan Si Kecil terlalu lama agar kulitnya tidak menjadi terlalu kering. Durasi mandi dibatasi selama 10-15 menit saja sudah cukup.

Gunakan sabun khusus bayi yang berbahan lembut serta tidak mengandung zat kimia keras, pewangi, ataupun pewarna untuk mencegah iritasi pada kulitnya. Usai memandikan Si Kecil, keringkan tubuhnya dengan handuk lembut dan bersih. Tepuk-tepuk ringan tubuhnya agar tidak membuat kulitnya terluka atau teriritasi akibat terlalu keras menggosokkan handuk ke kulit Si Kecil.

  • Menggunakan Pelembab

Usai memandikan Si Kecil, Bunda bisa mengoleskan pelembab seperti petroleum jelly. Jenis pelembab atau losion ini mudah ditemukan di pasaran dan bisa digunakan untuk mengatasi kulit kering akibat eksim pada bayi. Pastikan Bunda memilih losion yang diformulasikan khusus untuk kulit Si Kecil dan mengandung bahan-bahan alami. Usai mandi dan mengaplikasikan pelembab, pilihlah pakaian berbahan katun yang lembut dan dapat menyerap keringat.

  • HIndari Faktor Pemicu Eksim Pada Bayi

Penggunaan sabun dan produk perawatan kulit yang tidak cocok, keringat berlebih, atau reaksi alergi bisa langsung memicu munculnya eksim pada Si Kecil. Oleh karenanya, Bunda perlu mengenali faktor apa saja yang memicu eksim pada Si Kecil. Pastikan Bunda memperhatikan apa yang Si Kecil konsumsi atau aktivitas apa yang Si Kecil lakukan sebelum gejala eksim muncul. Usai mengetahui dan mengenal faktor pemicu eksim, akan lebih mudah bagi Bunda untuk menghindarkan Si Kecil dari sumber penyebab.

Agar tidak semakin parah, jaga Si Kecil agar tidak merasa kepanasan atau berkeringat terlalu banyak. Bunda bisa menggunakan humidifier di dalam kamar atau di area di mana Si Kecil kerap bermain, terutama bila ruangan tersebut menggunakan AC. bila kesulitan menentukan faktor pencetus gejala eksim, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar bisa mengetahui dengan lebih pasti.

  • Hindarkan Si Kecil Menggaruk Area yang Teriritasi

Rasa gatal yang disebabkan eksim tentu akan membuat Si Kecil refleks ingin menggaruknya. Akan tetapi, hal ini harus dihindari karena menggaruk malah dapat membuat kulitnya iritasi, luka, atau bahkan terinfeksi.

Jadi, pastikan Bunda menggunting kuku Si Kecil secara rutin supaya kulitnya tidak luka saat tergaruk. Bila perlu, Bunda bisa memakaikan Si Kecil sarung tangan untuk mencegahnya menggaruk terus menerus. Belum lagi bila Si Kecil menggaruk saat tangannya kotor, ini akan membuat kemungkinan iritasi dan infeksi semakin besar, oleh karenanya, jangan lupa untuk menjaga kebersihan tangan Si Kecil setiap saat juga ya Bunda.

Bila gejala eksim yang dialami Si Kecil belum membaik atau malah bertambah parah, sebaiknya segera bawa Si Kecil ke dokter, apalagi bila area kulit yang terkena eksim nampak bengkak dan bernanah, atau bila eksim sampai menyebabkan Si Kecil menjadi demam.

Usai melakukan pemeriksaan dan memastikan pemicu eksim pada bayi, dokter akan memberikan obat atau salep bila memang diperlukan untuk meredakan gatal dan peradangan pada kulit. Atau bahkan antibiotik bila sudah terjadi infeksi pada kulit.

Karena merupakan penyakit kambuhan, dan tingkat keparahan gejala frekuensi kekambuhan eksim pada Si Kecil bisa berbeda-beda, penanganan yang dibutuhkan tentu saja juga berbeda. Bila Bunda masih ragu apakah Si Kecil mengalami reaksi alergi, Bunda bisa mencoba memeriksakannya resiko alergi yang mungkin dialami Si Kecil secara gratis di Morinaga Soya, usai mengetahui seberapa besar resiko alergi yang mungkin dialami Si Kecil, akan lebih mudah bagi Bunda untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu