Beranda Artikel Alergi Vitamin dan Mineral untuk Anak Alergi Susu Sapi

Vitamin dan Mineral untuk Anak Alergi Susu Sapi

2023/02/02 - 04:01:10pm     oleh Morinaga Soya
Makanan untuk Sikecil alergi susu Sapi

Anak dengan pantangan meminum susu sapi tetap memerlukan vitamin dan mineral. Vitamin untuk anak alergi susu sapi ini antara lain vitamin A, B, C, dan D. Sedangkan mineral yang dibutuhkannya antara lain zat besi, zinc, dan kalsium.

Vitamin untuk Anak Alergi Susu Sapi

Vitamin A memudahkan mata Si Kecil agar mampu melihat dengan jelas. Jika ia kekurangan vitamin A, maka fungsi matanya akan terganggu. Bahkan, ia bisa mengalami kebutaan.

Vitamin B berfungsi memproduksi hemoglobin dan mengubah gula menjadi energi. Vitamin B juga menjaga kesehatan jaringan dalam organ-organ tubuh, antara lain mata, saraf, dan kulit.

Vitamin C bekerja meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dengan merangsang pembentukan antibodi. Sistem kekebalan yang kuat ini akan memberinya Ketahanan Tubuh Ganda. Efeknya, Si Kecil tidak akan gampang sakit.

Selain itu, vitamin C ini juga membantu tubuhnya menyerap zat besi dari makanan. Jika Si Kecil sampai mengalami reaksi alergi, maka vitamin C dapat menghilangkan reaksi tersebut.

Sedangkan vitamin D bekerja memaksimalkan tubuh agar dapat menyerap kalsium dan fosfor. Kedua kalsium ini diperlukan untuk menumbuhkan tulang dan gigi.

Kekurangan vitamin-vitamin ini akan menyebabkan Si Kecil rentan terkena berbagai penyakit, misalnya infeksi. Selain itu, penglihatan dan sistem sarafnya akan berisiko terganggu. Kekurangan vitamin yang menyulitkannya menyerap kalsium, akan membuat tulang dan giginya menjadi rapuh.

Pada akhirnya, semua penyakit akibat kekurangan vitamin ini berisiko mengganggu proses tumbuhkembangnya.

Semua vitamin ini sebenarnya dapat diperoleh dari susu sapi. Tetapi, akibat alergi susu sapi yang dideritanya, tentu untuk sementara ia tidak dapat meminum susu sapi dulu.

Maka, Bunda perlu mencari sumber makanan lain untuk mengggantikan susu sapi ini. Tujuannya agar asupan keempat vitamin tersebut terpenuhi.

Beberapa makanan pengganti yang bisa Bunda berikan kepada Si Kecil, antara lain:

  • Vitamin A: telur, wortel, bayam, hati sapi, pepaya, dan mangga.

  • Vitamin B: dari berbagai buah (alpukat, apel, buah berry, mangga, pisang, dan sebagainya), kacang-kacangan, telur, dan berbagai jenis sayur (bayam, brokoli, asparagus, kembang kol, dan sebagainya).

  • Vitamin C: kangkung, bayam, jeruk, stroberi, kentang, paprika, kale, sawi, tomat.

  • Vitamin D: ikan tuna, minyak hati ikan kod, kuning telur, sarden, bahkan jamur.

Mineral

Zat Besi

Zat besi berperan dalam produksi sel darah merah untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

Zat besi juga meningkatkan daya tahan tubuh dan kecerdasan Si Kecil. Jika kekurangan asupan zat besi, Si Kecil berisiko mengalami defisiensi besi dan anemia. Selain ada risiko gangguan perilaku, juga akan proses pertumbuhan dan belajarnya akan melambat.

Untuk mencegahnya, Bunda bisa memberikan asupan zat besi dari makanan laut. Contoh makanan laut ini seperti ikan dan udang.

Selain itu, zat besi juga bisa didapatkan dari kacang-kacangan, misalnya kacang hijau dan kacang merah. Kacang kedelai juga menjadi sumber zat besi yang baik. Dari kacang kedelai, dapat diolah menjadi tahu dan tempe.

Zat besi juga bisa didapatkan dari berbagai sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, kubis, dan bayam.

Zinc

Zinc juga terkandung dalam susu sapi dan bermanfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil, menjaga sistem kekebalan, meningkatkan kecerdasan otak dan daya ingat, bahkan berperan dalam perbaikan sel.

Kekurangan zinc sudah tentu bisa mengganggu tumbuh kembang Si Kecil. Namun karena Si Kecil tidak bisa minum susu, Bunda bisa menggantinya dengan hati sapi, daging merah (daging sapi, daging kambing), kerang, lobster, tiram biji-bijian, kacang-kacangan, dan telur.

Vitamin A, B, C, dan D

Vitamin A, B, C, dan D berperan penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil. Manfaat vitamin A sudah tentu berhubungan dengan kesehatan dan kemampuan mata melihat. Jika kekurangan, maka Si Kecil rentan mengalami berbagai gangguan fungsi mata. Bahkan ia bisa mengalami kebutaan lho.

Sementara vitamin B berfungsi memproduksi hemoglobin dan mengubah gula menjadi energi. Vitamin B juga menjaga kesehatan mata, saraf, dan kulit. Selain itu, vitamin B juga mengoptimalkan fungsi organ dan jaringan di dalam tubuh.

Vitamin C bekerja meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga sistem tersebut bekerja. Sedangkan vitamin D bermanfaat untuk memperkuat tulang dan gigi. Vitamin D juga memaksimalkan penyerapan kalsium dan fosfor. Kalsium dan fosfor ini untuk menumbuhkan tulang dan gigi lho.

Kekurangan vitamin A, B, C, dan D sudah tentu berisiko mengganggu proses tumbuh kembang. Si Kecil akan rentan terkena berbagai infeksi dan penyakit lainnya. Selain itu, dia jadi berisiko mengalami gangguan penglihatan dan sistem saraf. Ia dapat kesulitan menyerap kalsium, sehingga tulang dan giginya jadi rapuh.

Karena Si Kecil alergi susu, maka Bunda perlu mencari sumber makanan lain untuk menggantikannya, agar asupan keempat vitamin tersebut terpenuhi.

Beberapa makanan pengganti yang bisa Bunda berikan kepada Si Kecil, antara lain:

  • Vitamin A: telur, wortel, bayam, hati sapi, pepaya, dan mangga.

  • Vitamin B: dari berbagai buah (alpukat, apel, buah berry, mangga, pisang, dan sebagainya), kacang-kacangan, telur, dan berbagai jenis sayur (bayam, brokoli, asparagus, kembang kol, dan sebagainya).

  • Vitamin C: kangkung, bayam, jeruk, stroberi, kentang, paprika, kale, sawi, tomat.

  • Vitamin D: ikan tuna, minyak hati ikan kod, kuning telur, sarden, bahkan jamur.

Zat Besi dan Zinc

Zat besi berperan dalam produksi sel darah merah untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

Zat besi juga meningkatkan daya tahan tubuh dan kecerdasan Si Kecil. Jika kekurangan asupan zat besi, Si Kecil berisiko mengalami defisiensi besi dan anemia. Selain ada risiko gangguan perilaku, juga akan proses pertumbuhan dan belajarnya akan melambat.

Untuk mencegahnya, Bunda bisa memberikan asupan zat besi dari makanan laut, seperti berbagai jenis ikan dan udang. Selain itu, zat besi juga bisa didapatkan dari kacang-kacangan, telur, berbagai jenis sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, kubis, bayam, dan kacang hijau.

Zinc juga terkandung dalam susu sapi dan bermanfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil, menjaga sistem kekebalan, meningkatkan kecerdasan otak dan daya ingat, bahkan berperan dalam perbaikan sel.

Kekurangan zinc sudah tentu bisa mengganggu tumbuh kembang Si Kecil. Namun karena Si Kecil tidak bisa minum susu, Bunda bisa menggantinya dengan hati sapi, daging merah (daging sapi, daging kambing), kerang, lobster, tiram biji-bijian, kacang-kacangan, dan telur.

Kalsium

Tidak minum susu membuat Si Kecil berpotensi kekurangan asupan kalsium. Padahal, kalsium memiliki pengaruh yang besar pada proses pertumbuhan, perkembangan, serta memperkuat tulang dan gigi. Selain itu, kalsium juga membantu perkembangan fungsi otot dan sistem saraf.

Kekurangan kalsium bisa menyebabkan terganggunya tumbuh kembang Si Kecil, gangguan kesehatan, tulang dan gigi rapuh serta rentan bengkok atau patah, kulit dan rambut kering, kuku rapuh, bahkan kram otot dan mengalami kejang.

Memenuhi kebutuhan kalsium Si Kecil bisa dengan cara mengonsumsi bayam, kacang kedelai, alpukat, ikan salmon, sarden, susu kedelai, buah jeruk, sayuran hijau (bok choy, selada air, brokoli), dan sebagainya.

Alternatif Pengganti Susu Sapi

Susu Kacang Kedelai

Susu kacang kedelai terbuat dari kacang kedelai yang direndam, dihaluskan, kemudian direbus. Setelahnya, susu disaring dan jadilah susu kacang kedelai.

Kandungan susu kacang kedelai hampir mirip dengan susu sapi. Namun, susu kedelai tidak mengandung laktosa, protein, dan gluten. Inilah yang membuat susu kacang kedelai bisa menjadi alternatif pengganti susu sapi bagi Si Kecil, yang alergi susu sapi maupun yang menderita intoleransi laktosa.

Susu Terhidrolisa Parsial

Susu terhidrolisa parsial adalah susu yang dalam pengolahannya sudah mengalami proses hidrolisis sebagian. Di mana protein casein dan whey dalam susu sapi dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga bisa diserap oleh tubuh Si Kecil yang alergi susu sapi.

Susu terhidrolisa parsial membantu memenuhi nutrisi penting bagi tubuh Si Kecil, tanpa memicu munculnya gejala alergi.

Sekarang Bunda sudah tahu ya jika Si Kecil mengalami alergi susu sapi, Bunda bisa memberikan makanan yang mengandung vitamin A,B,C,D, zat besi, zinc, kalium, susu soya dan susu terhidrolisa. Nah berikut beberapa pilihan susu soya dan terhidrolisa yang bisa Bunda pilih. Cek di sini yuk: 3 Rekomendasi Susu Formula untuk Si Kecil yang Alergi Susu.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu