Beranda Artikel 37-72 Bulan Cara Menghilangkan Napas Berbunyi Ngik-Ngik dan Grok-Grok

Cara Menghilangkan Napas Berbunyi Ngik-Ngik dan Grok-Grok

2023/07/25 - 11:06:10am     oleh Morinaga Soya
Cara Menghilangkan Napas Berbunyi Ngik-Ngik dan Grok-Grok

Jika napas Si Kecil berbunyi ngik-ngik ataupun grok-grok seperti orang ngorok, jangan disepelekan begitu saja ya Bun. Sebab bisa jadi hal tersebut merupakan indikasi adanya masalah pernapasan. Oleh karena itu, Bunda perlu memperhatikan kondisi Si Kecil dan mengetahui cara menghilangkan napas berbunyi ngik-ngik dan grok-grok.

Untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi kondisi ini, baca artikel ini sampai selesai ya.

Penyebab Napas Si Kecil Berbunyi

Pada sebagian bayi normal yang baru lahir, nafasnya masih berbunyi ketika baru lahir. Sebab, saluran nafasnya masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dari rahim tempatnya biasa tinggal.

Bayi-bayi yang baru lahir prematur bahkan punya saluran pernafasan yang belum berkembang sempurna. Akibatnya, di dalam saluran tersebut, lendir akan bertumpuk, sehingga nafasnya berbunyi. Seiring bertambah usia, bunyi ini akan menghilang dengan sendirinya.

Jenis Napas Bunyi pada Si Kecil

Berikut merupakan jenis-jenis nafas pada Si Kecil yang perlu Bunda ketahui:

Napas Si Kecil Berbunyi seperti Ngorok

Bunyi nafas ini disebut juga dengan stridor.

Penyebab

Penyebab dari nafas Si Kecil seperti ngorok ini ialah saluran nafasnya yang tersumbat. Kemungkinan penyebab lainnya, ialah salurannya menyempit pada bagian tertentu.

Situasi ini dapat terjadi karena kelainan bawaan lahir. Contohnya, kelainan pada pita suara atau tenggorokan. Umumnya pada bayi-bayi yang punya kelainan ini, suaranya juga serak.

Ngorok juga dapat terjadi jika Si Kecil baru tersedak. Umumnya pada situasi ini, selain serak, dia juga batuk dan nafasnya jadi sesak. Jika Si Kecil mengalami sesak, penting bagi Bunda untuk tahu apa yang harus dilakukan untuk menanganinya, pelajari di sini yuk: Kenapa Anak Tiba-tiba Sesak Napas? Ini Penyebabnya!

Penyebab ngorok lainnya ialah infeksi, misalnya penyakit epiglotitis atau batuk kering (croup). Pada infeksi ini, selain suara Si Kecil menjadi serak, batuk, maka Si Kecil juga demam.

Nafas Si Kecil Berbunyi Ngik-ngik

Ngik-ngik sering juga disebut mengi. Artinya, bunyi nafas yang terdengar seperti melengking dengan nada tinggi. Si Kecil umumnya akan tampak lemas, batuk-batuk, dan sesak nafas.

Penyebab

Bunyi nafas ngik-ngik dapat disebabkan oleh alergi. Gejalanya kadang-kadang terjadi batuk dan pilek. Misalnya, alergi protein susu sapi.

Kemungkinan penyebab lainnya ialah peradangan atau infeksi pada saluran nafas. Misalnya, karena pneumonia dan bronkiolitis. Pada infeksi ini, selain batuk dan pilek, juga hampir selalu ada demam. Bunda juga harus mengetahui jenis-jenis batuk yang mungkin menyebabkan suara nafas bayi jadi berbunyi. Yuk, pelajari di sini: 8 Jenis Batuk Pada Bayi dan Cara Mengatasinya. Apa Saja?

Cara Menghilangkan Nafas Berbunyi pada Si Kecil

Sebelum panik saat nafas Si Kecil kerap kali berbunyi, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan sebagai penanganan mandiri di rumah, antara lain:

Mengeluarkan Lendir Dari Hidungnya

Bunda bisa mencoba untuk mengeluarkan lendir dari hidung Si Kecil dengan alat penghisap lendir khusus bayi. Untuk membantu mengencerkan dahak atau lendirnya, Bunda bisa meneteskan beberapa tetes larutan saline (air garam steril) sebelum mengeluarkan lendirnya.

Untuk melakukan penetesan saline ini pastikan Bunda sudah berkonsultasi dulu dengan dokter ya. Selain cara di atas, Bunda juga dapat mencoba alternatif lain untuk mengeluarkan dahak pada bayi. Baca selengkapnya di sini yuk: Cara Aman Mengeluarkan Dahak pada Bayi.

Menjaga Kebersihan Kelembaban Udara

Jaga udara di sekitar Si Kecil agar tetap bersih dan lembab. Bila perlu, Bunda bisa menggunakan alat pelembab udara (humidifier), hal ini penting dilakukan terutama bila Bunda menggunakan AC di dalam ruangan.

Hindarkan Si Kecil dari paparan polusi, seperti asap rokok, kendaraan bermotor, atau asap pembakaran sampah. Jauhkan Si Kecil dari parfum juga ya, Bunda, karena parfum bisa mengiritasi saluran pernapasannya.

Penerapan cara-cara seperti ini ternyata juga efektif untuk mengatasi radang tenggorokan pada Si Kecil. Ingin tahu penjelasan selengkapnya? Yuk Bun baca artikel ini: Penyebab Radang Tenggorokan pada Anak dan Cirinya.

Menidurkan Bayi Dalam Posisi yang Tepat

Selalu letakkan Si Kecil dalam posisi telentang ketika tidur, untuk mempermudah jalan nafasnya dan menghindari terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Memberikan ASI Lebih Banyak

Cobalah berikan Si Kecil ASI lebih sering karena ASI mengandung at pembentuk kekebalan tubuh yang dapat mencegah Si Kecil terkena infeksi. Pemberian ASI yang cukup juga dapat mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi.

Bunda tetap harus awas dan waspada terhadap semua gejala saat nafas Si Kecil berbunyi, segera bawa Si Kecil ke IGD terkedekat atau ke dokter saat ia menunjukan tanda-tanda berikut ini:

  • Bernapas lebih dari 60 kali dalam semenit
  • Terlihat kesulitan bernapas. Tandanya, Si Kecil akan terus mendengus dan lubang hidungnya kembang kempis saat bernapas.
  • Mengeluarkan suara serak bernada tinggi dan batuk terus menerus.
  • Otot-otot di dada dan leher tampak naik turun atau tertarik kencang saat bernapas
  • Nafasnya terhenti selama lebih dari 10 detik
  • Bibir, mulut, dan kulit tampak kebiruan. Ini menandakan kadar oksigen dalam tubuhnya mulai berkurang
  • Tidak nafsu makan
  • Terlihat lesu
  • Demam

Ciri-ciri Bunyi Napas Bayi Normal

Bunyi napas bayi normal adalah bunyi yang halus, teratur, dan tidak terlalu keras. Beberapa ciri bunyi napas bayi normal meliputi:

  • Napas Terdengar Lembut: Napas bayi yang normal terdengar lembut dan tidak mengeluarkan suara yang keras atau berisik.
  • Ritme Napas Teratur: Napas bayi normal memiliki ritme yang teratur, dengan interval antara satu napas dan napas berikutnya relatif konstan.
  • Bunyi Napas Alami: Bayi mungkin mengeluarkan beberapa suara napas yang halus atau ringan, seperti "mengendus" atau "mengorok" yang normal terjadi saat mereka bernapas.
  • Tidak Ada Kesulitan Napas: Bayi yang bernapas normal tidak tampak mengalami kesulitan napas, seperti pernapasan cepat, napas dangkal, atau napas yang terdengar berat.
  • Warna Kulit Normal: Bayi yang bernapas normal memiliki kulit yang normal, tidak pucat, kebiruan (sianosis), atau terlalu merah.

Penting untuk dicatat bahwa setiap bayi memiliki karakteristik napasnya sendiri, dan ada variasi normal antara satu bayi dan bayi lainnya. Namun, jika Ayah dan Bunda memiliki kekhawatiran tentang bunyi napas bayi atau ada tanda-tanda kesulitan napas, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional medis untuk evaluasi lebih lanjut.

Salah satu cara untuk mengatasi nafas berbunyi yang disebabkan oleh alergi tentunya adalah menghindarkannya dari faktor pencetus. Bunda perlu hati-hati, bisa jadi nafas berbunyi ini mejadi salah satu gejala asma pada Si Kecil. Untuk cari tahu lebih lanjut, baca konten ini yuk: Gejala Asma pada Si Kecli yang Patut Diwaspadai.

Setelah mengetahui seberapa besar resiko kemungkinan Si Kecil mengalami alergi, niscaya akan lebih mudah bagi Bunda untuk melakukan pencegahan dan antisipasi.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu