Beranda Artikel 37-72 Bulan Apakah nafas Bayi Berbunyi? Begini Sebab dan Cara Mengatasinya

Apakah nafas Bayi Berbunyi? Begini Sebab dan Cara Mengatasinya

2022/10/05 - 05:22:23pm     oleh Morinaga Soya
Apakah nafas Bayi Berbunyi? Begini Sebab dan Cara Mengatasinya

Saat bayi mulai mengeluarkan nafas yang berbunyi, biasanya ini bukanlah hal yang berbahaya. Tapi, Bunda juga perlu waspada dan memperhatikan apakah ada gejala yang menyertainya. Bila nafas yang berbunyi disertai dengan sesak nafas, batuk, demam, dan Si Kecil tampak lemas, kondisi ini mungkin membutuhkan penanganan medis segera.

Nafas Si Kecil berbunyi bisa juga dikarenakan paru-paru dan saluran pernapasannya masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dengan rahim. Selain itu, hal ini juga dapat terjadi akibat adanya penumpukan lendir di saluran pernapasan. Kondisi ini tergolong normal terjadi terutama pada Si Kecil yang baru lahir karena saluran pernapasannya belum berkembang sempurna. Namun, umumnya, seiring bertambah usia, keluhan ini akan menghilang dengan sendirinya.

Penyebab Nafas Bunyi Pada Bayi

Mungkin Bunda sudah mengetahui bahwa saluran pernapasan memang akan selalu memproduksi lendir, hal ini berlaku pada setiap orang, termasuk Si Kecil. Produksi lendir secara tidak langsung dapat membantu dalam membersihkan saluran pernapasan sekaligus meminimalisasi terjadinya infeksi kuman ataupun virus dalam tubuh.

Umumnya, nafas berbunyi yang terjadi sesekali merupakan hal yang cukup normal. Bunyi nafas ini mungkin saja terjadi karena saluran pernapasan Si Kecil yang masih sempit dan belum bisa batuk atau mengeluarkan lendir di saluran nafas seperti pada orang dewasa. Pada bayi yang baru lahir, kondisi ini akan membuat lendir dalam hidung mudah terjebak dan menghambat aliran udara sehingga Si Kecil akan otomatis mengeluarkan bunyi saat bernapas.

Selain itu, nafas yang berbunyi akibat lendir atau dahak yang tersangkut di saluran pernapasan ini bisa membuat tidur Si Kecil tidak nyenyak, atau bahkan kadang bisa menyebabkan wajahnya memerah karena sulit bernapas. Di luar faktor lendir, nafas bayi berbunyi grok-grok memang dikarenakan saluran pernapasannya berukuran kecil. Hal ini akan hilang secara sendirinya seiring bertambahnya usia Si Kecil karena saluran pernapasannya akan bertambah besar seiring dengan perkembangannya.

Keberadaan lendir ini merupakan kondisi yang wajar terjadi selama tidak mengganggu aktivitas keseharian Si Kecil atau mempengaruhi kesehatannya. Misalnya, berat badan masih berada di angka normal, pola tidur yang terjaga, lendir berwarna bening dan tidak berbau, dan paling penting asupan makanan dan minuman masih sangat baik.

Terjadinya peningkatan produksi lendir di saluran pernapasan yang memicu nafas berbunyi grok-grok pada bayi biasanya disebabkan karena hal berikut ini

  • Memiliki alergi terhadap makanan yang Bunda konsumsi, sehingga saat mengonsumsi ASI, reaksi alergi langsung terjadi
  • Terjadi penumpukan ASI pada saluran pernapasan
  • Adanya infeksi yang terjadi di saluran pernapasan
  • Memiliki alergi terhadap sesuatu, misalnya bulu hewan, tungau, serbuk sari, atau bahkan debu

Sementara itu, nafas bayi tergolong normal bila berbunyi seperti ini :

  • Suara seperti kumur-kumur, hal ini terjadi karena adanya air liur yang terkumpul di bagian mulut dan tenggorokannya
  • Suara seperti mengendus, terjadi saat Si Kecil sedang tertidur nyenyak
  • Suara cegukan, Si Kecil yang baru lahir memang rentan mengalami cegukan ketika ia minum susu terlalu banyak dan cepat, atau saat menelan banyak udara
  • Suara seperti siulan, terjadi karena saluran hidung Si Kecil masih sempit sehingga mengeluarkan suara siul ketika menarik nafas

Bila nafas Si Kecil tetap terdengar seperti grok-grok dan tidak kunjung hilang apalagi disertai dengan beberapa gejala yang membuatnya terlihat tidak nyaman, jangan ragu untuk segera mengkonsultasikannya ke dokter ya, Bunda.

Jenis Nafas Berbunyi Pada Anak

Nafas yang berbunyi bisa menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pernapasan pada Si Kecil loh Bunda. Sangat krusial bagi Bunda untuk bisa menentukan jenis nafas pada Si Kecil, ketika nafasnya berbunyi apakah pertanda normal atau tidak, berikut merupakan jenis-jenis nafas pada Si Kecil yang perlu Bunda ketahui:

  • Bunyi Nafas Mendengkur

Bunyi nafas ini disebut juga dengan stridor. Kondisi ini terjadi ketika ada sumbatan atau penyempitan pada saluran nafas pada Si Kecil. Bunyi ini biasanya juga disebabkan oleh epiglotitis, batuk kering (croup), kelainan bawaan lahir pada pita suara dan tenggorokan, atau karena masuknya benda asing pada saluran nafas Si Kecil, misalnya akibat tersedak. Selain bunyi nafas yang berbeda dari biasanya, Si Kecil yang mengalami stridor juga bisa mengalami batuk, suara serak, sesak nafas, dan demam.

  • Bunyi Nafas Mengi

Mengi adalah bunyi nafas yang terdengar seperti melengking dengan nada tinggi. Berbeda dengan bunyi siulan yang normal, Si Kecil dengan bunyi nafas mengi biasanya akan tampak sesak, lemas, batuk-batu, dan terlihat sedikit bersusah payah untuk bernapas. Bunyi nafas ini bisa diakibatkan oleh peradangan atau infeksi pada saluran nafas, misalnya karena pneumonia dan bronkiolitis. Infeksi akan muncul disertai dengan demam, batuk, dan pilek. Jika bunyi nafas mengi pada Si Kecil disertai dengan demam, kemungkinan besar ini disebabkan oleh alergi.

Penanganan Nafas Berbunyi

Sebelum panik saat nafas Si Kecil kerap kali berbunyi, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan sebagai penanganan mandiri di rumah, antara lain:

  • Mengeluarkan Lendir Dari Hidungnya

Bunda bisa mencoba untuk mengeluarkan lendir dari hidung Si Kecil dengan alat penghisap lendir khusus bayi. Untuk membantu mengencerkan dahak atau lendirnya, Bunda bisa meneteskan beberapa tetes larutan saline (air garam steril) sebelum mengeluarkan lendirnya. Untuk melakukan penetesan saline ini pastikan Bunda sudah berkonsultasi dulu dengan dokter ya. Selain cara di atas, Bunda juga dapat mencoba alternatif lain untuk mengeluarkan dahak pada bayi. Baca selengkapnya di sini yuk: Cara Aman Mengeluarkan Dahak pada Bayi.

  • Menjaga Kebersihan Kelembaban Udara

Jaga udara di sekitar Si Kecil agar tetap bersih dan lembab. Bila perlu, Bunda bisa menggunakan alat pelembab udara (humidifier), hal ini penting dilakukan terutama bila Bunda menggunakan AC di dalam ruangan. Hindarkan Si Kecil dari paparan polusi, seperti asap rokok, kendaraan bermotor, atau asap pembakaran sampah. Jauhkan Si Kecil dari parfum juga ya, Bunda, karena parfum bisa mengiritasi saluran pernapasannya.

  • Menidurkan Bayi Dalam Posisi yang Tepat

Selalu letakkan Si Kecil dalam posisi telentang ketika tidur, untuk mempermudah jalan nafasnya dan menghindari terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

  • Memberikan ASI Lebih Banyak

Cobalah berikan Si Kecil ASI lebih sering karena ASI mengandung at pembentuk kekebalan tubuh yang dapat mencegah Si Kecil terkena infeksi. Pemberian ASI yang cukup juga dapat mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi.

Bunda tetap harus awas dan waspada terhadap semua gejala saat nafas Si Kecil berbunyi, segera bawa Si Kecil ke IGD terkedekat atau ke dokter saat ia menunjukan tanda-tanda berikut ini:

  • Bernapas lebih dari 60 kali dalam semenit
  • Terlihat kesulitan bernapas. Tandanya, Si Kecil akan terus mendengus dan lubang hidungnya kembang kempis saat bernapas.
  • Mengeluarkan suara serak bernada tinggi dan batuk terus menerus.
  • Otot-otot di dada dan leher tampak naik turun atau tertarik kencang saat bernapas
  • Nafasnya terhenti selama lebih dari 10 detik
  • Bibir, mulut, dan kulit tampak kebiruan. Ini menandakan kadar oksigen dalam tubuhnya mulai berkurang
  • Tidak nafsu makan
  • Terlihat lesu
  • Demam


Salah satu cara untuk mengatasi nafas berbunyi yang disebabkan oleh alergi tentunya adalah menghindarkannya dari faktor pencetus. Bunda perlu hati-hati, bisa jadi nafas berbunyi ini mejadi salah satu gejala asma pada Si Kecil. Untuk cari tahu lebih lanjut, baca konten ini yuk: Gejala Asma pada Si Kecli yang Patut Diwaspadai. Setelah mengetahui seberapa besar resiko kemungkinan Si Kecil mengalami alergi, niscaya akan lebih mudah bagi Bunda untuk melakukan pencegahan dan antisipasi.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu