Beranda Artikel 13-36 Bulan Bunda Wajib Tahu, 9 Cara Aman Mengeluarkan Dahak pada Bayi.

Bunda Wajib Tahu, 9 Cara Aman Mengeluarkan Dahak pada Bayi.

2022/02/16 - 03:28:31pm     oleh Morinaga Soya
Bunda Wajib Tahu, 9 Cara Aman Mengeluarkan Dahak pada Bayi.

Banyak hal yang harus Bunda pelajari dan ketahui saat Si Kecil sudah hadir di dalam keluarga, termasuk dalam cara perawatan praktis yang bisa Bunda lakukan dalam menangani situasi dan kondisi tertentu, salah satunya termasuk cara menghilangkan lendir baik pada bayi baru lahir ataupun yang berusia beberapa bulan saat ia terserang batuk pilek. Dikutip dari WebMD, dahak pada Si Kecil umumnya jarang disebabkan oleh kasus yang serius, akan tetapi keberadaan dahak atau lendir ini bisa membuat nafasnya kurang nyaman sehingga membuat Si Kecil lebih rewel.

Virus flu ataupun penyebab dahak lain cenderung lebih mudah menyerang Si Kecil yang masih bayi ataupun kanak-kanak karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum terlalu kuat. Apalagi di tengah cuaca yang tidak menentu ini, Si Kecil juga bisa lebih rentan mengalami batuk ataupun pilek. Ketika terjangkit, Si Kecil belum bisa mengeluarkan dahaknya sendiri, sehingga masih membutuhkan bantuan Bunda untuk membantu menghilangkan dahaknya.

Penyebab Terbentuknya Dahak pada Si Kecil

Dahak merupakan lendir yang dikeluarkan oleh tubuh atas refleks akibat gangguan di saluran pernapasan atas. Selain batuk maupun pilek, dahak juga bisa dipicu oleh reaksi alergi. Selain nafasnya menjadi tidak nyaman, Si Kecil juga bisa mengalami kesulitan saat melakukan gerakan menelan. Walau bukan masalah serius, namun tentu saja bila dibiarkan berlarut, bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan Si Kecil. Berikut merupakan beberapa kondisi yang bisa membuat Si Kecil berdahak :

1. Flu dan Pilek

Salah satu penyebab paling umum Si Kecil terkena batuk berdahak adalah akibat paparan virus atau bakteri yang menyebabkan batuk dan pilek. Biasanya Si Kecil akan mulai menunjukan gejala seperti batuk berdahak, tenggorokannya mulai sakit, hidung akan menjadi tersumbat, mengalami sakit kepala, badan atau otot terasa nyeri, hingga mengalami demam ringan.

2. Menghirup Polutan

Bila Si Kecil tidak sengaja menghirup polutan seperti asap rokok, udara kotor, bahan kimia, ataupun iritan lainnya, ini bisa memicu batuk berdahak yang tentu saja akan mengganggu saluran pernapasannya sehingga menimbulkan dahak berlebih. Selain itu, hal ini bisa menimbulkan gejala lain seperti batuk terus menerus atau sesak napas. Dalam beberapa kasus, dahak atau lendir yang ada di sistem pernapasan Si Kecil bisa menjadi indikasi penyakit serius. Bila Bunda tidak yakin, sebaiknya segera periksakan Si Kecil ke dokter sedini mungkin.

3. Penyakit Asma
Asma memang jarang ditemukan terjadi pada Si Kecil yang masih berusia di bawah 2 tahun. Tapi, hal ini bisa saja terjadi apalagi kalau Bunda atau pasangan memiliki riwayat keluarga yang memiliki asma. Ketika terjangkit, Si Kecil akan mengalami penyempitan saluran pernapasan yang bisa mengakibatkan batuk berdahak, pilek, hidung tersumbat, ataupun mata gatal dan berair. Akan tetapi, bila Si Kecil belum mendapatkan diagnosa asma, kondisi yang ia alami mungkin saja merupakan penyakit saluran udara reaktif. Sebaiknya segera bawa Si Kecil ke dokter untuk segera diperiksakan guna mengetahui diagnosis yang lebih lanjut.

4. Batuk Rejan

Adanya infeksi bakteri bisa membuat saluran pernapasan serta paru-paru meradang disebut juga dengan batuk rejan. Kondisi ini bisa membuat Si Kecil mengalami batuk yang hebat dalam waktu yang panjang. Gejalanya adalah batuk berdahak, bersin, hidung tersumbat, batuk panjang selama 20 hingga 30 detik tanpa henti, mengalami demam, bahkan dalam beberapa kasus, bayi akan mengeluarkan dahak yang kental dengan cara muntah. Saat mengalami batuk rejan, baiknya Bunda segera membawanya ke dokter sesegera mungkin, penyakit ini cukup berbahaya terutama pada Si Kecil yang masih berusia di bawah 1 tahun.

5. Bronkiolitis

Penyebab batuk berdahak lain adalah bronkiolitis, yang biasanya muncul usai flu biasa. Penyakit ini sendiri umum terjadi saat cuaca dingin dengan gejala demam ringan disertai hilangnya nafsu makan. Bila Si Kecil kedapatan kesulitan bernapas, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mengeluarkan Dahak atau Lendir pada Bayi

Cara mengeluarkan dahak pada Si Kecil memang tidak selalu mudah, namun Bunda pasti tidak tega melihat Si Kecil mengalami kesulitan bernapas atau makan selama masih ada dahak di sistem pernapasannya. Berikut cara-cara yang bisa Bunda lakukan guna mengeluarkan lendir dari Si Kecil

1. Menggunakan Nebulizer

Salah satu upaya mengeluarkan dahak pada Si Kecil yang paling sering dijumpai adalah dengan menggunakan terapi uap (nebulisasi) caranya adalah dengan memanfaatkan bantuan terapi obat pengencer dahak pada bayi berwujud uap. Penggunaan nebulizer ini sendiri bisa Bunda lakukan di rumah sakit atau di rumah. Meski bisa dilakukan secara mandiri, tetap lakukan sesuai dengan petunjuk dari dokter ya, Bunda. Dan perhatikan obat apa yang digunakan untuk mengatasi lendir Si Kecil.

2. Menggunakan Uap

Metode lain untuk mengeluarkan dahak pada Si Kecil adalah dengan menggunakan uap panas. Cara ini bekerja mirip dengan metode penguapan menggunakan nebulizer. Hanya saja bedanya, cara uap panas ini tidak menggunakan obat kimia. Langkahnya pun cukup mudah, pertama, sediakan baskom yang diisi air hangat, sebagai opsi, Bunda bisa menambahkan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam baskom.

Posisikan Si Kecil dalam posisi tengkurap dengan kepala yang lebih rendah dari tubuh. Letakkan baskom di dekat Si Kecil namun, hati-hati agar Si Kecil tidak mudah untuk menjangkau baskom dengan tangan. Cara ini akan membuatnya lebih mudah untuk menghirup uap yang dihasilkan. Metode mengeluarkan dahak ini mirip dengan terapi uap yang berguna untuk mengencerkan dahak dan sekaligus melegakan pernapasannya. Saat pernapasan dan saluran hidung yang lebih lega disertai dahak yang lebih encer, tentunya akan lebih mudah bagi Bunda membantu Si Kecil mengeluarkan lendir.

Selama proses penguapan ini berlangsung, Bunda bisa menepuk-nepuk pelan punggungnya untuk membantu mendorong dahak di saluran pernapasannya, sehingga lendir yang sudah encer menjadi lebih mudah untuk dikeluarkan

3. Menepuk Punggung

Cara mengeluarkan dahak Si Kecil juga bisa dilakukan dengan menepuk punggungnya saja. Pertama, posisikan Si Kecil dalam keadaan tengkurap. Lalu tepuk punggung kanan dan kiri Si Kecil perlahan. Letakkan Si Kecil pada posisi miring ke kiri maupun ke kanan. Tepuk lagi bagian dada samping Si Kecil dengan lembut.

Bila dahak atau lendir dalam tubuh Si Kecil terbilang banyak, biasanya usai ditepuk dada serta punggung sampingnya, Si Kecil bisa memuntahkan dahak. Atau bisa saja dahak tersebut sudah mengencer, luruh, kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan. Dengan demikian, dahak bisa terbuang melalui feses.

Perlu diingat bahwa cara ini sebaiknya dilakukan sebelum Bunda menyusui Si Kecil untuk menghindari Si Kecil memuntahkan kembali susu atau ASI yang sudah ia konsumsi.

4. Menggunakan Daun Sirih

Salah satu cara mengeluarkan dahak pada bayi adalah dengan menggunakan daun sirih yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Daun sirih dalam keadaan hangat usai dipanaskan harus ditempel ke dada dan punggung Si Kecil. Biarkan hangat dari daun sirih membantu mengencerkan dahak Si Kecil yang kemudian akan keluar melalui kotoran.

5. Menghangatkan Tubuh Si Kecil

Dahak yang mengental di area saluran pernapasan Si Kecil bisa membuat Si Kecil menjadi gelisah dan rewel, terutama saat ia ingin tidur atau waktunya makan. Penumpukan dahak ini bisa membuatnya kesulitan menelan dan bernapas, inilah alasan mengapa Si Kecil kerap menjadi rewel.

Bunda bisa mencoba memakaikan Si Kecil baju hangat dan mengoleskan minyak telon agar hawa panas yang dihasilkan tubuh Si Kecil bisa membantu proses pengenceran dahak sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Buat juga kondisi ruangan agar tetap hangat, bersih, dan steril dari debu untuk mencegah penumpukan dahaknya.

6. Posisi Tidur

Cara mengeluarkan dahak pada Si Kecil yang bisa Bunda coba adalah dengan menidurkan Si Kecil dalam posisi yang berbeda. Jika biasanya Si Kecil tidur dengan posisi kepala sejajar dengan badan, maka coba rubah dengan memberikan alas bantal di bawah kepala Si Kecil agar posisi kepalanya lebih tinggi. Posisi tersebut bisa membantu Si Kecil mengatasi hidung tersumbat dan membantu proses pengeluaran dahak di saluran pernapasannya.

Tak hanya itu, Bunda bisa memposisikan Si Kecil secara tengkurap untuk membantu mengeluarkan dahaknya. Namun, pastikan ketika tengkurap saluran pernapasan Si Kecil tidak terhalang sehingga ia bisa tetap bernapas dengan lega.

7. Menjemur di Bawah Sinar Matahari

Salah satu cara mengeluarkan dahak pada bayi yang baru lahir atau berusia 1-3 bulan adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Sinar hangat matahari dari jam 8 pagi hingga 9 pagi disinyalir bisa memberikan dampak yang baik untuk kesehatan pernapasan dan tulang Si Kecil

Hangatnya sinar mentari akan segera terserap ke tubuh Si Kecil dan membantu pengenceran dahak di saluran pernapasannya. Hal ini bisa memudahkan Bunda dalam mengeluarkan dahak. Caranya, cukup dengan menjemur Si Kecil di bawah sinar matahari sekitar pukul 7-8 pagi selama 10 menit saja. Tepuk pelan punggung Si Kecil dengan lembut. Dahak yang tidak keluar melalui tenggorokan, biasanya tertelan dan akan dikeluarkan bersama dengan feses maupun urin.

Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), saat menjemur Si Kecil, sebaiknya Bunda tetap memakaikan baju, topi, dan tabir surya khusus untuk bayi selama proses menjemur.

8. Konsumsi Banyak Cairan

Dahak merupakan lendir yang terletak di dalam tenggorokan. Dahak ini bisa juga dikeluarkan dengan mengonsumsi banyak cairan loh, Bunda. Berikanlah Si Kecil ASI ataupun air hangat bila ia sudah mengonsumsi makanan lain selain ASI. Untuk Si Kecil yang berusia di bawah 6 bulan, tentunya pemberian ASI sangatlah disarankan karena ASI merupakan obat yang efektif untuk membantu memperkuat sistem pertahanan tubuh Si Kecil.

Sementara untuk Si Kecil yang berusia 6 bulan, Bunda tetap bisa memberikan ASI, menu makanan berkuah, ataupun air hangat. Pemberian ASI serta air hangat ini dinilai cukup ampuh dalam membantu mengeluarkan dahak pada Si Kecil. Namun, bila karena satu hal dan lainnya Bunda tidak bisa memberikan ASI, pastikan untuk memilih susu formula yang aman dan dapat menunjang kesehatan Si Kecil ya Bunda

Sementara, bagi Si Kecil yang memiliki alergi susu sapi, Bunda bisa tetap memenuhi kebutuhan gizinya dengan memberikan susu formula pertumbuhan yaitu Morinaga Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifidus, yang merupakan Susu Formula pertumbuhan usia 1-3 Tahun diformulasikan oleh Morinaga Research Center JAPAN. 100% Isolat Protein Soya berkualitas dilengkapi Probiotik Triple Bifidus, Prebiotik FOS, vitamin C, D, E, Zinc, AA/DHA, Omega 3 & 6, Kolin, dan tinggi protein yang baik untuk bantu daya tahan tubuh, mendukung kecerdasan dan Tumbuh Kembang Optimal anak yang alergi susu sapi.

9. Menggunakan Humidifier

Bunda pasti sudah familiar dengan alat pelembab ruangan atau yang biasa disebut humidifier. Sesuai dengan namanya, humidifier ini berfungsi untuk menjaga tingkat kelembaban udara di dalam ruangan. Banyak yang menggunakannya bersamaan dengan essential oil untuk melegakan saluran pernapasan sekaligus mengeluarkan dahak.

Bunda bisa mencoba cara untuk mengeluarkan lendir pada Si Kecil dengan cara yang disebutkan di atas. Akan tetapi, bila setelah dicoba hal tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan, sebaiknya Bunda segera berkonsultasi dengan dokter. Si Kecil kemungkinan butuh diperiksa dengan seksama agar penyebab penumpukan dahak bisa diketahui dan diobati dengan cepat.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu