Beranda Artikel 0-12 Bulan Yuk Bunda Cek Apakah Si Kecil Cocok Dengan Susu Formula atau Tidak

Yuk Bunda Cek Apakah Si Kecil Cocok Dengan Susu Formula atau Tidak

2021/10/18 - 12:26:31pm     oleh Morinaga Soya
Yuk Bunda Cek Apakah Si Kecil Cocok Dengan Susu Formula atau Tidak

Pertumbuhan tulang serta gigi yang paling optimal terjadi pada masa kanak-kanak bagi Si Kecil. Untuk menunjang pembentukan tulang yang kuat dan pertumbuhan yang baik, Si Kecil tentunya membutuhkan kalsium sebagai salah satu asupan. Salah satu sumber kalsium terbaik bagi Si Kecil tentunya berasal dari susu. Ketika berusia 0-12 bulan, asupan kalsium berasal dari ASI (air susu ibu), namun setelah menginjak usia 1 tahun ke atas, barulah Bunda bisa memberikan asupan tambahan berupa susu formula / susu pertumbuhan. Meskipun begitu, Bunda perlu lebih peka terhadap tanda yang diberikan oleh bayi karena bisa saja Si Kecil memberikan tanda bahwa ia tidak cocok dengan susu formula / susu pertumbuhan yang dikonsumsinya.

Memberikan ASI eksklusif memang merupakan pendekatan yang pasti diinginkan Bunda dan memang disarankan. Namun pada beberapa kasus, karena alasan medis dan lainnya, Bunda mungkin tidak dapat sepenuhnya menyusui Si Kecil sehingga perlu diberikan susu formula ini. Dalam beberapa kasus, susu formula sayangnya tidak dapat diterima oleh Si Kecil karena ia memiliki intoleransi laktosa ataupun alergi protein susu.

Ciri Bayi Alergi Susu Formula

Alergi susu formula adalah respon imun tubuh Si Kecil yang berlebih terhadap salah satu protein dalam susu formula. Sementara, intoleransi laktosa adalah reaksi yang diakibatkan ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa (gula alami dalam susu). Masalah pencernaan yang ditimbulkan keduanya bisa sangat mirip sehingga mungkin akan membuat Bunda bingung. Berikut merupakan ciri-ciri atau pertanda Si Kecil mungkin tidak cocok atau alergi dengan susu formula yang bisa Bunda perhatikan

  • Gumoh dan Muntah

Gumoh sebenarnya merupakan hal yang normal pada Si Kecil. Jika ia gumoh dan terlihat tanpa paksaan, tidak menyakitkan, serta berat badan normal, maka tidak ada yang perlu Bunda khawatirkan. Berbeda halnya bila Si Kecil muntah setiap kali setelah minum susu formula, hal ini bisa menjadi tanda ia tidak cocok dengan susu formula, sehingga menimbulkan reaksi alergi atau intoleransi laktosa.

Bila Si Kecil kerap muntah, terlihat tidak nyaman, rewel, berat badan tidak kunjung naik, serta kembung, maka sebaiknya Bunda mengganti susu formula yang dikonsumsi atau memeriksakan Si Kecil ke dokter.

  • Diare

Saat baru lahir, frekuensi buang air besar Si Kecil biasanya akan berkisar sebanyak delapan kali per hari. Namun jika ia buang air lebih sering, warna kotoran cenderung kehitaman atau kehijauan, tekstur feses bayi terlihat lebih cair, atau bahkan mulai muncul lendir, mungkin saja Si Kecil mengalami intoleransi susu formula atau alergi sehingga tidak cocok dengan susu formula yang dikonsumsi. Buang air besar yang berdarah juga bisa menjadi indikasi Si Kecil tidak cocok dengan susu formula yang ia konsumsi. Tapi, kondisi ini juga dapat menandakan adanya masalah yang lebih serius.

  • Muncul Ruam Merah

Kemunculan ruam merah di kulit bisa dikarenakan oleh banyak hal, mulai dari iritasi karena pakaian yang dikenakan, udara, atau masalah alergi lainnya. Namun, dalam sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition ditemukan bahwa 50% bayi yang mengidap alergi susu formula juga memiliki masalah dermatitis atopik. Masalah kulit ini ditandai dengan rasa gatal dan ruam kemerahan yang muncul di wajah, kulit kepala, lengan, bahkan kaki Si Kecil. Bila ruam merah kerap muncul usai Si Kecil mengonsumsi susu formula, baiknya Bunda periksakan ke dokter untuk mengetahui lebih pasti bahwa penyebab ruam ini dikarenakan alergi atau tidak cocok dengan susu formula.

  • Masalah Pernapasan

Napas yang berbunyi “ngik-ngik” atau biasa disebut dengan mengi (wheezing) disebabkan karena adanya peradangan atau penyempitan saluran udara. Peradangan atau penyempitan saluran udara seringkali disebabkan karena reaksi alergi. Menurut WebMD, kondisi ini terjadi pada sekitar 20-25% bayi dengan reaksi alergi makanan, termasuk tidak cocok susu formula. Gejala yang melibatkan saluran pernapasan lainnya yang terjadi akibat ketidak cocokan susu formula antara lain batuk kronis, hidung tersumbat, dan pilek.

  • Serangan Kolik

Kolik digambarkan ketika Si Kecil menjadi rewel dan menangis selama beberapa jam dalam sehari. Biasanya terjadi ketika Si Kecil menginjak usia tiga minggu hingga tiga bulan. Mengutip WebMD, serangan kolik dapat ditandai juga dengan perut kembung, bergas, dan Si Kecil terlihat seperti sakit perut (misalnya melakukan gerakan menarik kaki). Walau belum bisa diketahui secara pasti penyebab kolik, namun dalam beberapa kasus, hal ini bisa jadi tanda bahwa Si Kecil tidak cocok dengan susu formula. Si Kecil merasa tidak nyaman akibat intoleransi laktosa yang dialaminya.

Alternatif Pengganti Susu Formula

Ketika Si Kecil menunjukan tanda ia tidak cocok dengan susu formula, Bunda baiknya segera hentikan konsumsi susu tersebut dan berikan ASI untuk hasil optimal. Namun bila karena beberapa hal Bunda tidak bisa memberikan ASI kepada Si Kecil, maka ada beberapa alternatif pilihan yang bisa Bunda pilih sebagai pengganti agar kebutuhan gizi Si Kecil tetap terpenuhi.

  • Susu Kedelai

Mengutip dari National Health Service (NHS), susu yang berbasis kedelai kerap menjadi alternatif favorit saat Si Kecil tidak cocok mengonsumsi susu formula yang dibuat dari susu sapi. Hal ini karena susu kedelai memiliki segudang manfaat dan dapat memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil. Bunda bisa mendapatkan susu formula berbasis kacang kedelai secara mudah di pasaran. Pastikan Bunda memilih susu formula pertumbuhan dimana kandungannya sudah disesuaikan usia pertumbuhan anak pada usianya.

  • Susu Formula Hidrolisat Ekstensif

Susu formula jenis hidrolisat ekstensif ini juga dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebagai salah satu susu alternatif bila Si Kecil memiliki alergi terhadap susu sapi. Susu ini memberikan semua nutrisi penting yang dibutuhkan Si Kecil tanpa menimbulkan gejala alergi yang bisa membuatnya tidak nyaman.

Protein dalam susu formula terhidrolisa telah dipecah menjadi komponen yang lebih kecil. Metode ini dilakukan agar tubuh Si Kecil bisa menerima protein susu tanpa mendeteksinya sebagai sumber pencetus alergi.

Demikian merupakan ciri-ciri beserta alternatif yang bisa Bunda pilih ketika Si Kecil menunjukan tanda atau reaksi alergi terhadap susu formula. Bila Bunda ingin mengetahui seberapa besar risiko Si Kecil, Bunda dapat mengunjungi halaman ini tes alergi Morinaga Soya





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu