Beranda Artikel Alergi Ruam Merah pada Si Kecil Pertanda Alergi Susu Sapi?

Ruam Merah pada Si Kecil Pertanda Alergi Susu Sapi?

2022/10/05 - 01:23:57pm     oleh Morinaga Soya
Ruam Merah pada Si Kecil Pertanda Alergi Susu Sapi?

Ruam merah adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami Si Kecil. Dalam istilah medis, ruam merah bisa berarti muncul rona merah pada kulit disertai rasa gatal, nyeri, atau peradangan/iritasi. Nah, munculnya ruam merah pada kulit Si Kecil apakah pertanda Si Kecil mengalami alergi susu sapi? Biar tak salah penanganan, cari tahu lebih banyak tentang ruam merah pada artikel ini yuk, Bun.

Si Kecil Mengalami Ruam Merah, Apakah Alergi Susu Sapi?

Ruam adalah reaksi kulit terhadap suatu hal, sehingga muncul warna kemerahan pada kulit. Bisa disertai bentol-bentol, bisa pula tidak. Umumnya juga akan memunculkan rasa gatal atau membuat kulit jadi kering dan bersisik ketika digaruk. Ruam merah bisa terjadi pada sebagian area kulit, misalnya siku bagian dalam, sebagian atau seluruh wajah, belakang leher, lutut bagian belakang, atau di kulit kepala. Dalam kasus lain, ruam merah juga bisa terjadi di seluruh tubuh.

Apakah ruam merah sudah pasti gejala alergi susu? Belum tentu. Ada banyak penyebab yang bisa membuat Si Kecil mengalami ruam merah selain alergi susu, misalnya gigitan serangga, akibat pemakaian popok, Si Kecil sedang demam, infeksi virus dan bakteri, atau bisa pula karena biang keringat. Untuk itu, cari tahu dulu apa yang menyebabkan Si Kecil mengalami ruam merah. Beda penyebab, beda pula penanganannya.

Penyebab Ruam Merah pada Si Kecil

1. Biang Keringat

Pernahkah Bunda mendengar istilah cholinergic urticaria? Arti cholinergic urticaria adalah munculnya ruam merah pada kulit ketika tubuh dalam keadaan berkeringat karena terlalu lama berdiam di tempat yang panas, setelah berolahraga, terlalu banyak menangis, atau penyebab lain yang membuat muncul biang keringat pada kulit Si Kecil. Ciri-ciri ruam karena biang keringat ditandai munculnya bintil-bintil berwarna merah pada bagian tubuh tempat menumpuknya keringat, misalnya di leher, lipatan lengan, dan sebagainya. Ruam diikuti rasa gatal dan perih. Penyebabnya, tubuh melepaskan terlalu banyak senyawa histamin ketika suhu tubuh mengalami peningkatan.

2. Jerawat Bayi

Pernahkah Bunda menemukan bintil putih atau merah yang dikelilingi warna kemerahan pada pipi, dahi, dagu, atau punggung Si Kecil? Jika pernah, bisa jadi Si Kecil mengalami jerawat. Penyebab munculnya jerawat pada Si Kecil bisa karena kulit masih terlalu sensitif, pertumbuhan bakteri pada kulit ketika kulit terlalu berminyak sehingga terjadi penyumbatan pada pori-pori kulit.

Selain itu, jerawat yang muncul pada Si Kecil bisa pula disebabkan hormon dari Bunda yang masuk ke plasenta dan merangsang kelenjar minyak pada kulit Si Kecil, dan membuat Si Kecil mengalami jerawat setelah dilahirkan. Sama seperti jerawat yang dialami orang dewasa, jerawat pada Si Kecil bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari atau beberapa minggu, namun bisa muncul lagi di kemudian hari.

3. Infeksi Virus dan Bakteri

Ruam merah pada kulit Si Kecil bisa pula disebabkan adanya bakteri, virus, atau jamur. Misalnya, ruam merah karena infeksi jamur akan menyebabkan kandidiasis (kurap) dengan tampilan ruam berbentuk seperti cincin dan terasa sangat gatal. Sementara jika disebabkan infeksi bakteri (contoh: selulitis) atau virus tertentu, akan muncul kemerahan, terjadi pembengkakan di sekitar kulit yang mengalami ruam, dan terasa sakit ketika disentuh.

Untuk memastikannya, Bunda perlu membawa Si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut sekaligus mencari tahu penyebab infeksinya karena virus, bakteri, atau jamur. Penyebab yang berbeda akan membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Khusus untuk infeksi selulitis, butuh penanganan khusus karena dapat menyebar dan bisa mengancam jiwa Si Kecil.

4. Gigitan Serangga

Gigitan serangga, misalnya kutu kecil yang menyebabkan penyakit kudis (tungau Sarcoptes scabiei), bisa menyebabkan ruam merah. Biasanya, ada di bantal, sprei, tempat tidur, gorden, selimut, pakaian yang sudah terinfeksi kutu, bahkan boneka yang jarang dicuci. Kutu kudis ini kemudian berpindah ke kulit Si Kecil, lalu tinggal dan bersembunyi di kulit manusia.

Ciri-ciri Si Kecil terinfeksi tungau baru muncul setelah 2-6 minggu setelah kena pertama kali. Umumnya, akan muncul ruam menyerupai jerawat, rasa gatal yang membuat anak rewel, terutama di malam hari, muncul luka akibat garukan atau lecet dan muncul sisik pada kulit.Meskipun terlihat sepele, jangan dibiarkan ya, Bunda. Tetap lakukan pemeriksaan ke dokter supaya proses penyembuhan ruam bisa lebih cepat dan tidak menularkan penyakit.

5. Alergi

Penyebab ruam merah yang paling sering terjadi disebabkan alergi. Ada banyak alergen yang bisa jadi pemicu alergi pada Si Kecil, seperti serbuk sari, tanaman beracun, alergi makanan atau minuman tertentu, zat pewarna pakaian, sabun cuci atau sabun mandi, klorin kolam renang, bahkan bisa pula karena alergi susu sapi.

Namun ruam merah yang muncul karena Si Kecil menderita alergi, biasanya diikuti dengan gejala alergi lainnya, seperti:

  1. Mata dan hidung berair.

  2. Berat badan sulit naik, sering muntah, dan diare.

  3. Bersin dan hidung tersumbat, sulit bernafas.

  4. Sulit buang air besar.

  5. Muncul ruam merah di sekitar mulut dan terasa gatal.

Tanda lain ruam merah muncul karena alergi susu sapi, biasanya reaksi alergi akan langsung muncul seketika, tak lama setelah Si Kecil mengonsumsi susu yang mengandung alergen (pemicu munculnya reaksi alergi).

Cara Menangani Ruam Merah Alergi Susu Sapi

Apa yang perlu Bunda lakukan untuk mencegah Si Kecil mengalami alergi susu sapi, atau menangani Si Kecil yang terlanjur mengalami alergi? Berikut caranya:

  1. Mencegah lebih baik daripada mengobati Si Kecil yang mengalami alergi. Caranya, berikan ASI eksklusif pada Si Kecil selama enam bulan pertama hidupnya.

  2. Selama masa mengASIhi, usahakan Bunda juga menghindari asupan makan maupun minuman yang mengandung susu sapi beserta produk olahan susu sapi, seperti keju, yoghurt, dan sebagainya.

  3. Jika sudah waktunya Si Kecil minum susu formula, berikan susu yang mengandung hypoallergenic untuk mengurangi risiko Si Kecil mengalami reaksi alergi. Susu jenis ini bisa pula diberikan bagi Si Kecil yang sudah terlanjur mengalami alergi susu sapi, untuk memenuhi asupan nutrisinya.

  4. Pilihan susu pertumbuhan lainnya, berikan susu berbahan dasar soya atau kacang kedelai, seperti Morinaga Soya.

  5. Cari tahu alergen yang memicu muncul reaksi alergi dan hindari supaya gejala alergi tidak muncul pada Si Kecil.

Sementara jika Si Kecil terlanjur mengalami alergi susu sapi sehingga muncul ruam merah pada kulitnya, ikuti beberapa tips berikut untuk menangani ruam merah akibat alergi susu sapi:

  1. Hindari menyentuh area kulit yang mengalami ruam dengan tangan yang belum dicuci bersih. Bakteri pada tangan yang tidak higienis bisa memperparah kondisi ruam kulit.

  2. Cari tahu pemicu alergi dan hindari memberikannya kepada Si Kecil.

  3. Jika ruam merah disertai rasa perih atau sangat gatal, kompres bagian kulit dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air dingin.

  4. Mandikan Si Kecil dengan air yang mengalir untuk menenangkan area kulit yang mengalami ruam.

  5. Bunda bisa membuat oatmeal koloid (oatmeal yang telah ditumbuk dan dicampur dengan air sehingga menjadi bubur), kemudian balurkan pada bagian ruam merah.

  6. Gunakan lotion khusus untuk Si Kecil yang bisa meredakan gatal.

  7. Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan tipis agar tidak memperparah kondisi ruam pada kulit Si Kecil.

Nah, sekarang Bunda udah tahu kan, apakah ruam Si Kecil disebabkan alergi susu sapi atau tidak. Jika masih ragu, apakah Si Kecil alergi atau tidak, Bunda bisa melakukan tes alergi secara mandiri dan gratis. Cek alergi sekarang disini, yuk: Cek Alergi





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu