Beranda Artikel Kenali Ciri Alergi Susu Sapi pada Bayi & Anak Sejak Dini, Yuk.

Kenali Ciri Alergi Susu Sapi pada Bayi & Anak Sejak Dini, Yuk.

2022/01/28 - 04:26:05pm     oleh Morinaga Soya
Kenali Ciri Alergi Susu Sapi pada Bayi & Anak Sejak Dini, Yuk.

Susu sapi sering menjadi salah satu bahan utama dalam susu formula yang tentunya memiliki peran penting pada tumbuh kembang Si Kecil. Tapi, menurut National Health Service (NHS) alergi susu sapi pada anak merupakan salah satu jenis alergi paling umum ditemui. Diperkirakan alergi susu sapi ini diderita 7% bayi yang berusia 1 tahun.

Alergi susu sapi juga merupakan kondisi yang cukup sulit untuk didiagnosa karena gejalanya hampir menyerupai gangguan kesehatan lainnya. Intoleransi laktosa misalnya, memiliki gejala serupa dengan alergi susu sapi meskipun keduanya merupakan hal yang berbeda. Keduanya memang merupakan situasi dimana Si Kecil tidak cocok dengan susu formula berbahan dasar susu sapi, tapi keduanya terjadi karena alasan berbeda.

Penyebab Alergi Susu Sapi

Penyebab utama alergi susu adalah karena terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh Si Kecil yang salah mengidentifikasi protein pada susu sapi sebagai zat yang berbahaya. Hal ini akan memicu sistem imun tubuh untuk memproduksi imunoglobulin E untuk menetralkan zat pemicu alergi tersebut dan melepaskan histamin ke darah sehingga munculah reaksi alergi terhadap Si Kecil.

Sementara, intoleransi laktosa dikarenakan tubuh Si Kecil belum mampu mencerna laktosa (gula alami pada susu) dan tidak berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Gejala dan pengobatan kedua penyakit ini tentunya juga berbeda. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang meningkatkan resiko alergi susu pada Si Kecil, antara lain:

1. Terdapat riwayat alergi pada anggota keluarga lainnya, misalnya saja asma, eksim, rhinitis, ataupun hay fever

2. Melansir dari NHS, usia bayi dan anak-anak dianggap lebih mudah mengidap alergi susu lantaran sistem pencernaan yang belum sempurna. Namun dalam beberapa kasus kondisi ini akan membaik seiring dengan pertambahan usia dan kematangan saluran pencernaan.

3. Adanya riwayat dermatitis atopik atau peradangan kulit yang disebabkan alergi pada anak

4. Mengidap alergi pada makanan atau minuman lain. Namun kondisi ini seringnya akan berkembang setelah alergi susu timbul

Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi

Setiap anak yang mengalami susu sapi akan mengalami gejala alergi yang berbeda-beda. Gejala bisa saja muncul segera setelah Si Kecil mengkonsumsi susu sapi atau produk yang terbuat dari susu sapi seperti yoghurt, keju, dan lainnya. Atau gejala bisa muncul beberapa jam usai mengkonsumsi produk susu. Oleh karenanya penting bagi Bunda untuk memperhatikan makananan apa yang dikonsumsi Si Kecil sesaat sebelum menunjukan reaksi alergi.

Hampir setiap alergi pasti akan segera memunculkan reaksi yang terkadang bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman atau menjadi rewel. Saat terjadi, Bunda bisa langsung melakukan penanganan secepatnya. Melansir dari NHS, ada dua tipe gejala alergi susu sapi pada anak, yakni :

1. Alergi Susu Sapi Langsung

Gejala akan langsung timbul dan dimulai segera setelah Si Kecil mengkonsumsi susu sapi atau produk berbahan dasar susu sapi

2. Alergi Tertunda

Gejala baru akan bereaksi beberapa jam setelah minum susu sapi atau produk susu atau bahkan dalam beberapa kasus beberapa hari setelahnya.

Lebih lengkapnya, ciri-ciri alergi susu sapi pada anak bisa dilihat dari muncul atau tidaknya ruam atau kelainan di kulit Si Kecil, pencernaan, serta demam yang ia alami. Berikut merupakan ciri-ciri yang umum ditemui bila Si Kecil mengalami alergi susu sapi

1. Gangguan pencernaan seperti kram, nyeri perut, muntah, perut kembung, diare, atau dalam beberapa kasus, Si Kecil bisa mengalami sembelit.

2. Gatal dan ruam di kulit

3. Bengkak-bengkak di beberapa bagian tubuh tertentu

4. Batuk-batuk

5. Hidung meler

6. Mata berair

7. Rewel dan sering menangis

Selain gejala di atas, ada juga salah satu gejala yang cukup berbahaya, yakni reaksi alergi parah atau anafilaksis. Reaksi ini ditandai dengan sesak napas, dan pembengkakkan di lidah, bibir, ataupun tenggorokan. Anafilaksis ini merupakan kondisi yang memerlukan penanganan medis segera karena bisa membuat Si Kecil kesulitan bernapas.

Bila gejala yang dialami Si Kecil membuatnya terlihat sangat tidak nyaman, kerap menangis, dan rewel, Bunda harus segera segera membawa Si Kecil untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Penanganan Alergi Susu Sapi

Belum ada penelitian akademis maupun medis yang menemukan cara mengobati alergi susu pada bayi ataupun penelitian yang menyatakan bahwa alergi susu sapi pada bayi bisa hilang. Hal yang bisa Bunda lakukan hanyalah meminimalisir kambuhnya alergi dengan menghindarkan Si Kecil dari makanan yang berbahan dasar susu sapi dan mengganti susu sapi dengan alternatif lain.

Susu sapi dan makanan yang berasal dari olahannya memang merupakan sumber kalsium dan cukup penting untuk tumbuh kembang Si Kecil. Tapi ternyata ada banyak hal yang bisa Bunda lakukan untuk memastikan agar nutrisi yang dibutuhkan guna tumbuh kembang Si Kecil bisa tetap terpenuhi secara maksimal walaupun tanpa asupan susu sapi, antara lain:

1. ASI Eksklusif

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik untuk Si Kecil yang bisa Bunda berikan minimal selama 6 bulan pertama hidupnya hingga beberapa tahun kedepan. Cara ini merupakan salah satu pilihan paling disarankan untuk menghindari Si Kecil dari bahaya alergi susu.

Ketika memberi ASI untuk Si Kecil, Bunda sebaiknya tidak mengkonsumsi asupan yang berasal dari susu sapi ataupun olahannya, seperti keju ataupun yoghurt. Sebab, selama masih menyusui, apa pun yang Bunda konsumsi akan mempengaruhi kandungan ASI yang diberikan kepada Si Kecil.

2. Susu Formula Hipoalergenik

Jika Si Kecil mengonsumsi susu formula atau susu formula campur ASI, pilihlah susu formula yang hipoalergenik. Susu formula jenis ini adalah susu yang memiliki peptida dengan berat molekul kecil yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada anak. Susu yang termasuk dalam golongan hipoalergenik adalah susu terhidrolisat ekstensif dan susu formula asam amino.

Susu terhidrolisat ekstensif umumnya bisa diberikan kepada anak yang menderita alergi susu dengan gejala klinis ringan atau sedang. Atau, sebagai alternatif lainnya, Bunda bisa memberikan susu formula yang mengandung isolat protein kedelai.

3. Susu Kedelai

Susu dengan bahan dasar soya atau kacang kedelai merupakan salah satu alternatif paling populer yang kerap digunakan bila Si Kecil mengalami alergi susu sapi. Susu soya memiliki protein, vitamin, serta kalium yang disinyalir dapat menunjang tumbuh kembang Si Kecil sehingga cocok dijadikan sebagai alternatif pengganti susu sapi.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) susu berbasis soya mengandung asam amino yang diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan Si Kecil. Asam amino ini terbentuk dari protein dan bahan lainnya yang mampu mendukung nutrisi anak. Salah satu susu formula pertumbuhan yang memiliki kandungan terbaik untuk Si Kecil adalah Morinaga Chil Kid MoriCare Triple Bifidus.

Lengkap dengan formulasi yang dapat mencerdaskan otak karena memiliki AA, DHA, Omega 3&6, Fosfolipid, kolin, serta zat besi. Tumbuh kembang anak juga semakin optimal karena mengandung protein, kalsium, sumber 14 vitamin, serta 9 mineral yang sangat dibutuhkan Si Kecil pada masa pertumbuhan. Lalu, paling penting tentunya pertahanan tubuh ganda, terutama di era pandemik ini berkat nukleotida, prebiotik FOS, dan probiotik triple bifidus yang bantu menjaga daya tahan tubuh Si Kecil.

Bila Si Kecil menunjukan tanda atau gejala alergi dan Bunda masih ragu untuk memeriksakannya, Bunda bisa mencoba mengecek seberapa besar potensi atau risiko alergi yang dialami Si Kecil dengan melakukan tes alergi. Dengan begitu, Bunda bisa mengetahui lebih dini perihal kemungkinan alergi yang dialami Si Kecil sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan selanjutnya.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu