Beranda Artikel Alergi Makanan Penyebab Eksim yang Harus Dihindari Anak

Makanan Penyebab Eksim yang Harus Dihindari Anak

2023/02/02 - 04:52:28pm     oleh Morinaga Soya
Si Kecil Kena Eksim

Eksim adalah gangguan kulit yang ditandai dengan peradangan, gatal, dan kadang-kadang timbulnya ruam merah. Kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa faktor termasuk makanan. Bila Si Kecil memiliki riwayat eksim, Bunda harus mencegah anak mengonsumsi berbagai makanan penyebab eksim kambuh seperti kacang-kacangan, telur, hingga susu sapi. Yuk, baca penjelasan selengkapnya.

Pantangan Makanan Penderita Eksim

Jika Si Kecil merupakan anak yang atopik, eksim dapat menyebabkan munculnya ruam merah dan terasa gatal pada kulit. Untuk menghindari memburuknya eksim, dokter biasanya menyarankan Si Kecil untuk tidak mengonsumsi makanan yang dapat memicu timbulnya gejala.

Dikutip dari Medical News Today, beberapa jenis makanan dapat memicu pelepasan histamin oleh sistem imun yang memicu reaksi radang. Reaksi ini dapat menyebabkan eksim dan biasanya akan timbul sekitar 6-24 jam setelah mengonsumsi makanan tertentu. Beberapa jenis makanan yang diketahui dapat memicu eksim diantaranya:

1. Ayam

Dikutip dari Healthline, eksim akibat ayam dapat terjadi pada berbagai usia. Dalam beberapa kasus, Si Kecil yang mengalami eksim terhadap ayam juga akan bereaksi terhadap telur.

Untuk menghindari eksim, pastikan Si Kecil tidak mengonsumsi ayam dan produk olahannya. Contoh produk olahan ayam ini misalnya kaldu ayam, daging korned ayam.

Kadang-kadang, beberapa anak bahkan tidak hanya alergi ayam, tetapi juga alergi unggas lain, misalnya angsa. Mereka mengalami reaksi alergi pada bahan dari unggas, misalnya bantal dari bulu angsa.

2. Telur

Telur merupakan pemicu eksim yang umum pada Si Kecil. Eksim dapat terjadi dari kuning telur. Namun, lebih banyak lagi eksim yang terjadi karena putih telurnya.

Untuk menghindari eksim, pastikan Si Kecil tidak mengonsumsi telur dan olahannya. Contoh olahan telur ini antara lain roti, kue, permen, dan makanan-makanan lainnya.

Biasanya eksim yang dipicu oleh telur akan sembuh ketika Si Kecil beranjak dewasa.

3. Kacang

Dikutip dari Halodoc, alergi kacang umumnya sering ditemukan pada Si Kecil yang berusia 14 bulan sampai 2 tahun. Eksim tidak hanya kambuh ketika Si Kecil mengonsumsi kacang. Terkadang pada kulit yang sangat sensitif, reaksi bisa muncul ketika ia menghirup aroma kacang ataupun ketika tidak sengaja menyentuh kacang. Reaksi eksim dapat timbul dalam hitungan detik hingga beberapa jam setelah mengonsumsi atau menyentuh kacang.

4. Susu Sapi

Susu sapi adalah salah satu penyebab eksim yang paling sering ditemukan pada Si Kecil. Namun, menghilangkan susu dari asupan nutrisi Si Kecil dapat mengakibatkan ia kekurangan berbagai nutrisi penting yang terkandung dalam susu.

5. Seafood (Makanan Laut)

Ikan dan makanan laut bercangkang (seperti udang, kepiting, dan lobster) adalah pemicu histamin yang kuat. Reaksi alergi terhadap seafood cenderung bertahan hingga dewasa dan sering kali menyebabkan ruam eksim yang cukup hebat jika tidak dihindari dengan ketat.

6. Makanan yang Mengandung Gluten

Gluten adalah protein yang ditemukan pada gandum, jelai (barley), dan gandum hitam (rye). Pada beberapa anak, gluten dapat menyebabkan peradangan sistemik yang memperburuk kondisi kulit. Jika Si Kecil sering mengalami kekambuhan setelah makan mi atau roti berbahan terigu, mungkin ia sensitif terhadap gluten.

7. Kacang-kacangan

Berbeda dengan kacang tanah (yang termasuk polong-polongan), kelompok tree nuts seperti almon, kenari, mete, dan hazelnut juga sering menjadi pemicu eksim yang persisten. Pastikan Bunda memeriksa label kemasan camilan Si Kecil untuk memastikan tidak ada kandungan kacang-kacangan ini.

Tips Menyusun Menu Bergizi Seimbang Tanpa Pemicu Eksim

Menghindari makanan pemicu eksim seperti susu sapi, telur, atau gandum sering kali membuat Bunda khawatir Si Kecil akan kekurangan nutrisi. Padahal, dengan kreativitas dalam memilih sumber pangan alternatif, Si Kecil tetap bisa mendapatkan gizi seimbang untuk tumbuh kembang optimalnya. Berikut adalah strategi menyusun menu aman nan bergizi:

1. Temukan Alternatif Protein yang Aman

Jika Si Kecil harus menghindari telur dan ayam, Bunda bisa beralih ke sumber protein nabati yang kaya nutrisi seperti tempe dan tahu (selama Si Kecil tidak alergi kedelai). Untuk protein hewani, daging sapi tanpa lemak atau ikan air tawar (seperti ikan kembung yang kaya Omega-3) bisa menjadi pilihan selama tidak memicu reaksi. Omega-3 sangat penting karena bersifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan kulit dari dalam.

2. Ganti Sumber Karbohidrat Ber-Gluten

Apabila Si Kecil sensitif terhadap gluten (gandum), Bunda tidak perlu bingung. Indonesia kaya akan sumber karbohidrat alami yang bebas gluten. Berikan variasi menu dengan nasi merah, ubi jalar, singkong, atau kentang. Ubi jalar khususnya, mengandung Beta-karoten (Vitamin A) yang sangat baik untuk mendukung regenerasi sel kulit yang rusak akibat eksim.

3. Optimalkan Vitamin dan Mineral untuk Imunitas

Sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, serta buah-buahan seperti pepaya atau jeruk (jika tidak memicu asam lambung/alergi), mengandung Vitamin C dan E yang tinggi. Antioksidan ini berfungsi sebagai pelindung sel-sel kulit dan membantu memperkuat sistem imun agar tidak mudah bereaksi berlebihan terhadap alergen.

4. Pilih Susu Pertumbuhan Isolat Protein Kedelai

Susu adalah sumber kalsium dan fosfor utama bagi anak. Jika susu sapi menjadi pantangan karena eksim, Bunda bisa memberikan Morinaga Chil Kid Soya. Susu ini menggunakan isolat protein kedelai berkualitas tinggi yang diperkaya dengan nutrisi penting lainnya. Dengan begitu, kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi Si Kecil tetap terpenuhi meski ia sedang menjalani diet eliminasi susu sapi.

Tips Praktis Mengurangi Gejala Eksim pada Si Kecil

Selain menjaga asupan dari dalam, penanganan dari luar juga sangat krusial untuk mencegah rasa gatal yang mengganggu kualitas tidur dan aktivitas Si Kecil. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Bunda terapkan di rumah:

1. Jaga Kelembapan Kulit

Kunci utama penderita eksim adalah menjaga skin barrier. Kulit eksim cenderung sangat kering dan mudah retak, yang menjadi pintu masuk bakteri. Gunakan pelembap khusus bayi yang bebas pewangi dan pewarna segera setelah mandi (saat kulit masih lembap). Mengoleskan pelembap minimal 2-3 kali sehari akan sangat membantu mengurangi rasa gatal dan mencegah luka akibat garukan.

2. Atur Waktu dan Suhu Air Mandi

Mandi terlalu lama dengan air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan memperburuk eksim. Batasi waktu mandi Si Kecil maksimal 5-10 menit saja, dan gunakan air suam-suam kuku. Pilihlah sabun mandi cair yang bersifat lembut, hipoalergenik, dan memiliki pH seimbang agar tidak merusak lapisan pelindung kulitnya yang sensitif.

3. Pilih Pakaian Berbahan Katun Lembut

Hindari memakaikan baju berbahan wol atau sintetis yang kasar dan panas. Bahan-bahan ini dapat memicu keringat berlebih dan gesekan yang merangsang rasa gatal. Pilihlah pakaian berbahan katun 100% yang menyerap keringat dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Pastikan juga Bunda menggunakan detergen khusus bayi yang lembut untuk mencuci pakaiannya.

4. Kelola Lingkungan Kamar Si Kecil

Debu dan tungau adalah pemicu eksim yang sering terabaikan. Pastikan kamar Si Kecil memiliki sirkulasi udara yang baik dan rutinlah mengganti seprai serta membersihkan boneka bulu. Jika memungkinkan, gunakan air purifier untuk menjaga kebersihan udara dari partikel pemicu alergi yang dapat membuat kulit Si Kecil meradang.

5. Hindari Garukan Berlebih

Rasa gatal eksim memang sangat hebat, namun menggaruk hanya akan memperparah peradangan dan risiko infeksi bakteri. Pastikan kuku Si Kecil selalu pendek dan bersih. Jika ia sering menggaruk saat tidur, Bunda bisa memakaikan sarung tangan katun yang lembut untuk melindungi kulitnya.

Bunda, jangan buru-buru ya melakukan pantangan hanya karena Si Kecil mengalami eksim. Karena melakukan pantangan tanpa bukti malah akan mengurangi Si Kecil mendapatkan nutrisi dari makanan-makanan yang dipantangnya. Oleh karena itu, Bunda perlu memastikan terlebih dahulu apakah Si Kecil benar-benar mengalami eksim atau tidak dengan melalukan tes alergi secara mandiri. Yuk, simak panduannya di sini: Cara Tes Alergi pada Si Kecil.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu
bannerinside bannerinside
allysca