Beranda Artikel Alergi 4 Cara Tes Alergi Susu Sapi pada Si Kecil

4 Cara Tes Alergi Susu Sapi pada Si Kecil

2022/10/20 - 09:55:09am     oleh Morinaga Soya
tes alergi susu sapi

Cara tes alergi susu sapi pada Si Kecil dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti tes darah, tes intradermal, tes skin prick, dan tes elimination diet. Tes ini penting dilakukan untuk memastikan apakah Si Kecil memiliki alergi susu sapi atau tidak. Dengan demikian, gejala-gejala seperti bentol berwarna kemerahan pada kulit, mata bengkak, dan gejala alergi lainnya dapat dihindari sedini mungkin. Sebab, jika alergi semakin parah, Si Kecil bisa mengalami anafilaksis (syok akibat reaksi alergi berat) dan ini membahayakan jiwanya.

Nah, selain dari ciri-cirinya, alergi susu sapi pada Si Kecil bisa Bunda ketahui dengan melakukan tes alergi agar mendapatkan hasil akurat. Bagaimana cara tes alergi susu sapi pada Si Kecil?

1. Tes Alergi Melalui Tes Darah

Tes alergi melalui tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah konsentrasi antibodi IgE dalam darah. Antibodi IgE atau immunoglobulin E adalah protein penting dalam sistem kekebalan tubuh yang diproduksi sel plasma dan limfosit. Jumlah IgE dalam darah biasanya sedikit (dalam kondisi tubuh normal). Nah, ketika Si Kecil mengalami alergi, maka tubuh akan memproduksi lebih banyak antibodi IgE.

Itu sebabnya, ketika melakukan tes alergi melalui tes darah, dokter akan melihat jumlah antibodi IgE yang ditemukan dalam darah. Jika jumlah antibodi IgE yang ditemukan banyak, berarti ada alergi. Biasanya, dokter akan menyarankan tes lanjutan untuk mengetahui pemicu alergi pada si Kecil, apakah alerginya karena susu sapi atau karena alergen jenis lain.

2. Tes Intradermal

Alergi pada si Kecil ada beragam pemicunya. Untuk memastikannya, Bunda bisa melakukan intradermal skin test atau tes intradermal. Dalam tes alergi ini, dokter akan menyuntikkan sedikit larutan alergen ke bawah kulit lengan. Jika setelah 15 menit tidak terjadi reaksi alergi pada bekas suntikan, maka perlu dilakukan tes alergi lainnya, sampai pemicu alergi ditemukan.

3. Tes Skin Prick

Skin prick test dalam bahasa Indonesia artinya tes tusuk kulit. Ini jenis tes alergi yang paling sering dilakukan untuk mencari tahu pemicu alergi pada Si Kecil. Dengan kata lain, skin prick test adalah tes alergi yang tujuannya untuk mengidentifikasi zat pemicu alergi (alergen), sehingga muncul reaksi alergi pada tubuh.

Dalam menjalankan tes ini, dokter akan menandai kulit berdasarkan jenis alergen yang akan dites. Biasanya, ada 10-12 jenis alergen yang akan diteteskan berdasarkan kemungkinan penyebab tanda alergi muncul. Misalnya, Bunda mengeluhkan adanya ciri-ciri alergi setelah Si Kecil minum susu sapi, maka salah satu alergennya berkaitan dengan susu sapi.

Setelah proses menandai kulit selesai, dokter akan meneteskan larutan bercampur alergen pada kulit lengan Si kecil. Lalu, area kulit yang sudah terkena alergen akan ditusuk dengan jarum yang sangat tipis agar larutan alergen masuk ke bawah kulit. Reaksi alergi akan muncul setelah 15-20 menit, baru kemudian dokter memberi diagnosis penyebab alergi Si Kecil dan cara mengatasinya.

Dilansir dari website idai.or.id, skin prick test (SPT) aman dilakukan dan hasilnya pun bisa didapatkan dengan lebih cepat dibandingkan tes alergi lainnya. Namun, tes SPT ini tidak bisa dilakukan, jika:

  • Si Kecil memiliki kelainan kulit yang luas, sementara skin prick test harus dilakukan pada kulit yang sehat.
  • Si Kecil dalam kondisi sudah menderita alergi tertentu dan tidak bisa menghentikan konsumsi obat anti alergi (obat antihistamin).
  • Penderita dermatografisme, yaitu keadaan kulit menjadi merah atau muncul bentol ketika ditekan atau digores sesuatu.

4. Elimination Diet

Elimination diet biasanya dilakukan untuk tes alergi makanan. Beberapa jenis makanan yang sering menjadi penyebab alergi, antara lain, susu sapi, produk olahan susu sapi, gandum, telur, jagung, kacang, coklat, atau bisa juga karena seafood.

Proses elimination diet berlangsung kurang lebih 5-6 minggu, dan harus dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

  • Tahap pertama disebut tahap eliminasi. Proses ini akan memakan waktu kurang lebih 2-3 minggu. Tes dimulai dengan cara pengamatan jenis makanan apa saja yang dicurigai menyebabkan munculnya tanda alergi dan melakukan pencatatan. Setelahnya, coba hentikan konsumsi satu jenis makanan yang dicurigai paling berpotensi jadi penyebab alergi. Apakah gejala alergi berkurang atau malah bertambah parah? Jika bertambah parah dan gejalanya tak kunjung hilang, segera bawa Si Kecil ke dokter ya, Bunda.
  • Tahap kedua disebut tahap pengenalan ulang. Tahap ini perlu dilakukan jika tanda alergi tidak muncul setelah Si Kecil mengkonsumsi satu jenis makanan. Untuk itu, Bunda perlu melakukan eliminasi lagi untuk jenis makanan berikutnya, sampai ditemukan jenis makanan yang memicu alergi pada Si Kecil.

Itulah beberapa cara tes yang bisa Bunda lakukan untuk mengetahui, apakah Si Kecil alergi susu sapi atau tidak? Jika Si Kecil alergi susu sapi, Bunda bisa mengganti susu sapi dengan susu soya yang 100% mengandung protein kedelai. Bunda bisa cari tahu produk susu soya milik Morinaga, dengan klik di link berikut ini ya: Chil Kid Soya MoriCare+ Triple Bifidus Vanila





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu