Beranda Artikel 13-36 Bulan Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

2022/01/03 - 04:06:25pm     oleh Morinaga Soya
Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

Bagi orang tua, diare pada anak bisa menjadi momok menakutkan, terutama karena dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Diare sendiri dapat disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi bakteri, kebersihan lingkungan yang buruk, intoleransi laktosa, alergi makanan, hingga masalah kesehatan.

Dengan mengetahui penyebabnya, Bunda bisa segera memberikan pertolongan pada Si Kecil. Diare pada anak sendiri hampir tak ada bedanya dengan orang dewasa, kondisi ini umumnya ditandai dengan meningkatnya frekuensi BAB menjadi lebih dari tiga kali sehari serta konsistensi tinja yang lebih cair. Untuk lebih jelasnya, baca artikel ini sampai habis ya.

Penyebab Diare

Diare pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus, bakteri, atau parasit, hingga konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Penyebab umum diare pada anak meliputi:

  • Infeksi virus seperti rotavirus atau norovirus
  • Infeksi bakteri seperti salmonella atau E. coli
  • Infeksi parasit seperti giardia
  • Reaksi terhadap antibiotik
  • Alergi makanan
  • Intoleransi laktosa
  • Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri atau parasit

Gejala Diare pada Anak

Diare pada anak dapat ditandai dengan beberapa gejala, termasuk:

  • Frekuensi buang air besar yang meningkat
  • Konsistensi tinja yang lebih encer dari biasanya
  • Perut kembung atau nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Demam ringan hingga sedang
  • Kehilangan nafsu makan

Cara Mengatasi Diare Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Setiap jenis diare pada anak membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam penanganannya. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi diare berdasarkan jenisnya.

Diare Ringan Tanpa Muntah

Diare seringkali akan sembuh dalam beberapa hari dengan sendirinya. Sebagian besar anak dengan diare ringan tidak perlu mengubah pola makan mereka dan tidak perlu memberikan cairan elektrolit. Bunda dapat terus memberikan ASI, susu formula, atau susu sapi kepada Si Kecil.

Diare Ringan Disertai Muntah

Diare yang disertai muntah membutuhkan perhatian khusus. Bunda perlu memastikan Si Kecil tetap terhidrasi dengan baik dengan memberikan larutan oralit dalam jumlah yang cukup. Selain itu, hindari memberikan makanan padat terlebih dahulu dan berikan makanan ringan seperti bubur atau sereal yang mudah dicerna.

Setelah muntah berkurang, secara perlahan kembalikan pola makan Si Kecil seperti biasa. Jika diare dan muntah-muntah pada anak diakibatkan oleh alergi susu sapi, maka Bunda perlu memberikan susu alternatif lain yang tidak menyebabkan diarenya kambuh. Simak rekomendasinya di artikel berikut: Merk Susu Formula untuk Anak Diare Akibat Alergi Susu Sapi

Diare Parah

Jika Si Kecil mengalami diare parah dengan gejala dehidrasi yang serius seperti mulut kering, mata cekung, atau urin yang sangat sedikit, segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Anak-anak yang mengalami diare setiap 1 hingga 2 jam, atau lebih sering, dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi mungkin perlu berhenti diberi makan untuk sementara waktu agar bisa fokus untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare tersebut. Bunda juga perlu menghindari minuman yang tinggi gula, tinggi garam, atau sangat rendah garam seperti teh.

Setelah mengetahui berbagai cara mengatasi diare berdasarkan tingkat keparahannya, sebaiknya Bunda mulai menyediakan obat diare di rumah sebagai antisipasi bila hal tersebut terjadi sewaktu-waktu. Simak informasinya di sini ya: Obat Diare Anak yang Aman dan Mudah Didapatkan

Gejala Dehidrasi Akibat Diare yang Perlu Diwaspadai

Dehidrasi adalah komplikasi serius yang bisa terjadi pada Si Kecil akibat diare. Bunda perlu waspada terhadap gejala dehidrasi seperti:

  • Demam yang berlangsung lebih dari 24 hingga 48 jam
  • Feses berdarah
  • Frekuensi buang air kecil berkurang hingga urin berwarna gelap
  • Muntah yang berlangsung lebih dari 12 hingga 24 jam
  • Muntah yang berwarna hijau, berbercak darah, atau seperti bubuk kopi
  • Perut yang terlihat membengkak
  • Tidak mau makan atau minum
  • Nyeri perut yang parah
  • Mulut kering
  • Mata cekung
  • Kelelahan yang berlebihan

Jika Bunda melihat gejala tersebut, penting untuk segera memberikan pertolongan secepatnya, misalnya memberinya minuman yang cukup dan memberinya istirahat. Untuk mengetahui apa saja anjuran yang perlu diberikan terkait dehidrasi pada anak, yuk baca artikel berikut: Ciri Dehidrasi pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Mencegah Diare pada Anak

Untuk mencegah diare pada anak, Bunda dapat melakukan beberapa langkah pencegahan, antara lain:

  • Menjaga kebersihan tangan Si Kecil dan mengajarkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air.
  • Memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh Si Kecil bersih dan aman.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, terutama jika Si Kecil belum divaksinasi terhadap penyakit tertentu seperti rotavirus.
  • Memberikan vaksinasi sesuai jadwal yang disarankan oleh dokter.

Dengan memperhatikan penyebab, gejala, cara mengatasi, serta langkah pencegahan di atas, Bunda dapat lebih siap menghadapi masalah diare pada Si Kecil dengan tenang dan percaya diri. Ingatlah bahwa penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika Si Kecil mengalami diare yang berat atau tidak kunjung membaik.

Selain itu, penting bagi Bunda untuk menyiapkan makanan yang tepat untuk mempercepat proses pemulihan Si Kecil dari diare. Cari tahu di artikel berikut yuk: Pilihan Makanan untuk Anak Diare dan Pantangannya

Referensi:

  • Healthy Children. Diarrhea in Children.
    https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Diarrhea.aspx (Diakses pada 18 Maret 2024)




medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu