Beranda Artikel Anjuran dan Pantangan Makan Saat Anak Diare

Anjuran dan Pantangan Makan Saat Anak Diare

2022/01/06 - 11:36:22pm     oleh Morinaga Soya
Anjuran dan Pantangan Makan Saat Anak Diare

Saat Si Kecil tengah sakit, Bunda pasti akan lebih selektif lagi dalam memilihkan makanan untuk Si Kecil. Terutama saat sakit diare, penting bagi Bunda untuk memberikan makanan yang tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak serta mencukupi kebutuhan cairannya yang hilang akibat diare. Selain itu, untuk yang anak terkena diare, Bunda juga tidak bisa asal pilih makanan. Salah-salah makanan ini malahan dapat menambah parah kondisi diarenya.

Saat mengalami diare, Si Kecil akan merasakan mulas yang diikuti dengan dorongan besar untuk BAB (buang air besar) dengan frekuensi yang cukup sering dibandingkan biasanya. Situasi ini sendiri pun bisa berlangsung beberapa hari dan tentunya menyebabkan rasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas.

Penyebab diare juga sangat beragam, namun yang umumnya sering terjadi adalah akibat konsumsi makanan dari sumber yang tidak bersih, alergi terhadap makanan, ataupun kebiasaan buruk seperti malas mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Kebiasaan ini akhirnya bisa mengakibatkan siapapun terjangkit diare.

Diare sendiri sebenarnya merupakan salah satu cara sistem imun bekerja dalam membersihkan tubuh dari kuman, virus, atau bahkan zat berbahaya yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Salah satu virus yang kerap ditemukan sebagai penyebab diare paling umum pada anak adalah rotavirus.

Makanan Untuk Anak Diare

Meskipun diare bukanlah merupakan penyakit yang membahayakan namun bisa menjadi fatal akibatnya bila tidak segera diatasi. Salah satu yang dapat Bunda lakukan adalah dengan memberikan Si Kecil asupan makanan yang baik bagi pencernaannya dan dapat membantu mendukung pemulihannya.

Adapun beberapa jenis makanan yang bisa Bunda berikan saat anak terkena diare:

Probiotik

Saluran pencernaan pada dasarnya merupakan benteng tubuh dari pengaruh lingkungan sekitar. Melansir dari laman Healthline, beberapa penelitian menunjukan adanya korelasi antara bakteri baik dengan proses pertahanan tubuh. Bakteri baik membantu menstabilkan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran cerna yang sekaligus akan meningkatkan respon pertahanan tubuh.

Bakteri baik di dalam saluran cerna ini juga terbukti bermanfaat mengatasi diare akibat infeksi dan mencegah diare yang diakibatkan karena konsumsi antibiotik. Bakteri baik ini bisa didapatkan dari beberapa produk makanan dan minuman yang telah melalui proses fermentasi seperti yoghurt, tempe, tahu, dan lainnya.

Selain itu, ada cara mudah untuk mendapatkan probiotik, yakni melalui susu Formula Pertumbuhan Morinaga Soya MoriCare Triple BIfidus yang diperkaya dengan Probiotik Triple Bifidus, yakni gabungan 3 bakteri baik yang salah satu manfaatnya adalah untuk menjaga kesehatan saluran cerna hingga mengurangi gejala alergi di area sistem pencernaan supaya Si Kecil lebih tenang dan tidak gelisah.

Terlebih Morinaga Soya MoriCare Triple Bifidus diperkaya dengan Prebiotik FOS di dalamnya yang membantu meningkatkan jumlah bakteri baik (probiotik) dalam saluran cerna. Karena terbuat dari isolat protein kedelai, susu formula ini cocok diminum oleh Si Kecil yang memiliki alergi terhadap susu sapi maupun intoleransi laktosa.

Buah Pisang

Salah satu makanan yang cocok untuk anak yang tengah diare adalah pisang. Melansir dari Medical News Today, pisang mengandung pektin atau serat larut air yang dapat membantu kinerja usus supaya bisa lebih mudah dan efisien mengolah sisa makanan menjadi feses yang lebih padat.

Selain itu, pisang juga memiliki kandungan kalium dan potasium yang berfungsi untuk menggantikan elektrolit tubuh yang banyak terbuang bersamaan dengan kotoran saat diare. Buah ini juga memiliki senyawa prebiotik yang dikenal dengan FOS. FOS dapat meningkatkan bakteri baik dalam usus sehingga mampu melawan bakteri jahat yang menyebabkan diare pada Si Kecil.

Pisang sendiri juga aman dikonsumsi sehari-hari karena dapat membantu menyerap cairan berlebih di usus tanpa membuat Si Kecil terjangkit sembelit atau kondisi susah BAB.

Oatmeal

Oatmeal mengandung serat yang dikenal dengan soluble fiber yang disinyalir dapat membantu mengatasi diare pada Si Kecil. Jenis serat ini sendiri akan menyerap air dan memperlambat proses pencernaan. Ketika Si Kecil terkena diare, Bunda bisa memberikan oatmeal polos dan hindari penggunaan pemanis buatan ataupun susu sebagai campurannya ya, Bunda.

Karbohidrat

Beberapa jenis karbohidrat yang mudah dicerna dan aman dikonsumsi saat Si Kecil terkena diare adalah nasi putih dan bubur. Kandungan serat yang cukup rendah dalam nasi tidak akan memancing kerja saluran cerna Si Kecil sehingga tidak akan memperparah diare yang dialaminya. Nasi sendiri juga akan membantu memadatkan feses.

Saat tengah terjangkit diare, Bunda bisa menyisipkan beberapa resep yang menggunakan nasi atau bubur sebagai bahan utama dalam menu makan anak. Tapi jangan terlalu memaksa Si Kecil untuk makan bila ia merasa mual dan ingin muntah. Biarkan Si Kecil menentukan sendiri seberapa banyak yang dapat ia makan.

Protein

Satu hal yang tak boleh luput saat Si Kecil terkena diare adalah Bunda harus memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pastikan ia tetap mendapatkan gizi seimbang selama proses penyembuhan. Salah satunya adalah dengan memberikan makanan yang mengandung protein.

Salah satu sumber protein yang bisa Bunda manfaatkan adalah daging ayam kukus. Pastikan daging benar-benar empuk supaya dapat dikonsumsi dengan mudah dan dicerna dengan baik oleh tubuh Si Kecil.

Asupan Cairan

Diare bisa membuat Si Kecil kehilangan banyak cairan dan elektrolit tubuh. Bila tidak ditangani segera, hal ini bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan Si Kecil karena dapat menyebabkan dehidrasi. Untuk mengatasinya, berikan cukup cairan pada Si Kecil, mungkin lebih banyak dibandingkan biasanya.

Bila belum diperkenalkan kepada MPASI, Bunda bisa memberikan lebih banyak ASI bagi Si Kecil. Sementara bila sudah dapat mengonsumsi makanan padat, maka Bunda bisa memberikan air putih, ASI, ataupun susu formula dan beberapa makanan yang aman dikonsumsi Si Kecil saat diare.

Makanan yang Harus Dihindari Saat Diare

Untuk menghindari agar diare tidak bertambah parah, ada beberapa makanan yang harus Bunda hindarkan dari Si Kecil, yakni:

Makanan Berminyak dan Berlemak

Ketika terkena diare, penyerapan makanan di area usus akan terganggu, khususnya untuk makanan berlemak. Lemak yang tak dapat diserap dengan baik akan mengakibatkan usus memproduksi lebih banyak cairan dan membuangnya melalui tinja. Oleh karenanya makanan berminyak dan berlemak tak disarankan ketika diare, karena dipercaya dapat memperparah gejalanya.

Makanan berminyak juga dapat menyebabkan otot-otot di dinding saluran cerna menjadi tegang yang akibatnya diare tidak akan membaik. Makanan berminyak ataupun berlemak juga bisa membuat Si Kecil menjadi kembung.

Sayuran yang Mengandung Gas

Sayur dan buah memang sangat baik untuk kesehatan. Banyaknya kandungan vitamin serta zat yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat bisa didapatkan dalam sayur. Tapi ternyata ketika sedang menderita diare, ada beberapa sayur yang disarankan untuk dijauhi karena ternyata bisa memperburuk kondisi diare.

Ada beberapa sayur yang bisa meningkatkan gas dalam usus, yakni paprika, buncis, jagung, sayuran berdaun hijau, brokoli, dan kembang kol. Ada pula beberapa buah yang baiknya Bunda hindari yakni nanas, anggur, ceri, dan buah ara. Buah dan sayur ini memiliki kandungan serat cukup tinggi yang justru akan membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Akibatnya, diare akan menjadi berkepanjangan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.



Selain itu, bila Bunda merasa diare yang dialami Si Kecil merupakan suatu reaksi alergi, Bunda bisa mengecek seberapa besar resiko Si Kecil memiliki alergi di cek alergi. Usai mengetahui seberapa besar resiko Si Kecil mengalami gejala alergi, Bunda bisa menentukan langkah penanganan selanjutnya dengan lebih mudah.

Apabila diare yang dialami Si Kecil tidak kunjung membaik, maka segeralah periksakan Si Kecil ke dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut atau perawatan secara medis bila memang diperlukan. Jaga asupan cairan dan makanan Si Kecil dan pastikan ia beristirahat dengan cukup setiap harinya untuk mempercepat proses penyembuhannya.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu