Beranda Artikel Alergi Apakah Berbahaya Jika Intoleransi Laktosa Minum Susu Sapi?

Apakah Berbahaya Jika Intoleransi Laktosa Minum Susu Sapi?

2023/09/01 - 06:56:11pm     oleh Morinaga Soya
Intoleransi laktosa

Ketika seorang anak memiliki intoleransi terhadap laktosa, maka ia akan merasa perutnya tidak nyaman. Misalnya, perutnya akan terasa kembung, kram, bahkan diare. Nah, apakah intoleransi laktosa ini berbahaya? Yuk, cari tahu jawaban lengkapnya di sini.

Apakah Intoleransi Laktosa Berbahaya?

Intoleransi laktosa bukanlah penyakit berbahaya. Namun, Bunda perlu memahami gejala penyakit ini. Jika Si Kecil mengalaminya, maka Bunda perlu mengelola konsumsi laktosanya dengan bijak.

Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana tubuh mengalami kesulitan mencerna suatu gula bernama laktosa yang terdapat dalam produk susu. Akibatnya, setiap kali ia mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa, sistem pencernaannya akan memberi reaksi berupa gejala yang tidak nyaman.

Gejalanya dapat meliputi perut kembung, sering buang angin, mual, muntah, nyeri, atau kram. Kadang-kadang, sebagian anak akan mengalami diare. Gejala ini muncul karena laktosa yang dikonsumsinya masuk ke usus besar, padahal seharusnya laktosa itu sudah terserap oleh tubuh sebelum masuk ke usus besar tersebut.

Umumnya, makanan memerlukan waktu antara 6-10 jam untuk mencapai usus besar setelah dikonsumsi, dan butuh waktu 24-36 jam lagi untuk bergerak melewati usus besar. Oleh karena itu, gejala bisa muncul dalam waktu satu hingga dua hari setelah Si Kecil mengonsumsi produk susu.

Komplikasi

Bunda tentu paham bahwa selain mengandung protein dan vitamin, susu juga mengandung mineral tertentu berupa magnesium dan zink. Fungsi dari magnesium dan zink ialah menguatkan tulang agar selalu sehat.

Umumnya, selain mengandung nutrisi-nutrisi di atas, susu dari bahan hewani juga mengandung laktosa. Manfaat pertama dari laktosa ini adalah sebagai sumber energi. Manfaat keduanya ialah membantu tubuh menyerap magnesium dan zink.

Bagi anak dengan intoleransi laktosa, tubuhnya akan mengalami malnutrisi, alias kekurangan nutrisi-nutrisi tersebut, meskipun ia telah mengonsumsi makanan yang mengandung seluruh nutrisi itu. Akibatnya, sehari-harinya ia akan merasa cepat lelah dan sulit untuk bermain dengan aktif. Sebab, selain ia kekurangan sumber energi, tulangnya juga lemah karena kekurangan mineral-mineral tadi.

Bahaya Tetap Minum Susu bagi Penderita Intoleransi Laktosa

Kebanyakan anak dengan kondisi ini masih dapat menikmati produk susu dengan memperhatikan saran diet dan pola makan yang bijak. Berikut beberapa tipsnya:

  • Mengonsumsi keju keras seperti cheddar dan parmesan yang memiliki kandungan laktosa rendah, sehingga lebih mudah dicerna. Keju cottage juga merupakan pilihan yang baik.
  • Minumlah susu dalam jumlah sedikit-sedikit. Bunda juga bisa memberikannya setelah makan, dan tidak saat perut Si Kecil sedang kosong.
  • Mengonsumsi produk fermentasi, seperti yogurt atau kefir. Produk ini mengandung bakteri hidup yang membantu mencerna laktosa. Bunda bisa mencampurkannya dalam smoothie atau oatmeal.
  • Batasilah konsumsi makanan yang membuat perut tidak nyaman.

Gejala Serius dan Bahaya

Namun, perlu diingat bahwa ada sebagian anak yang mengalami gejala serius ketika mengonsumsi produk susu. Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada dinding usus yang berfungsi menyerap nutrisi ke dalam darah. Akibatnya, tubuh tidak dapat menyerap dan memanfaatkan nutrisi dengan baik, sehingga menyebabkan malnutrisi.

Namun, kondisi ini sangat jarang, yaitu kurang dari 1% populasi. Sebagian besar hanya mengalami gejala sementara, seperti perut kembung, gas, dan diare. Ini biasanya mereda dalam 12-24 jam setelah konsumsi. Jika gejala seperti perut kembung ini tidak segera mereda, ada penanganan yang perlu Bunda berikan. Solusi lengkapnya, yuk baca: Obat Perut Kembung Alami untuk Anak.

Namun untuk keamanan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi produk susu. Bunda juga bisa mempertimbangkan alternatif bahan soya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil tanpa efek samping.

Apakah Intoleransi Laktosa Bisa Sembuh Sendiri?

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah intoleransi ini dapat sembuh sendiri atau memerlukan perawatan khusus. Jawabannya tergantung pada tipe serta tindakan yang diambil untuk mengatasinya.

Ada dua macam intoleransi laktosa, yaitu intoleransi sekunder dan primer.

Intoleransi Sekunder

Intoleransi ini terjadi sebagai akibat dari penyakit pada alat pencernaan, misalnya penyakit infeksi atau peradangan. Penyakit-penyakit ini berdampak mengurangi suatu enzim dalam usus yang bernama laktase. Padahal, seharusnya enzim laktase bertugas untuk menyerap laktosa dari susu.

Beberapa dokter memilih mengatasi intoleransi ini dengan memperbanyak pemberian suatu mineral bernama zink. Sebab, zink akan memperbaiki usus agar dapat menghasilkan enzim laktase kembali. Dengan demikian, tubuhnya akan mampu mencerna laktosa kembali.

Intoleransi Primer

Intoleransi primer ini lebih sulit disembuhkan oleh karena faktor genetik, dan kejadiannya sangat langka. Pada kondisi ini, tubuh cenderung menghasilkan laktase dalam jumlah minim sejak lahir, sehingga ia sulit mengonsumsi susu dari hewan, termasuk juga ASI.

Namun, meskipun tidak sepenuhnya bisa sembuh, ada langkah-langkah yang dapat membantu mengurangi gejala yang timbul. Salah satu cara adalah dengan membiasakan anak mengonsumsi produk susu secara bertahap dan rutin. Proses ini dapat merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak laktase, sehingga ia akan dapat mencerna laktosa.

Perawatan dan Penanganan

Penting untuk diingat bahwa meskipun kondisi ini tidak selalu bisa sembuh sepenuhnya, gejala dan ketidaknyamanan dapat diatasi dengan perawatan dan penanganan yang tepat. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  • Menghindari produk susu atau mengurangi konsumsinya. Pilihan alternatif seperti susu soya bisa menjadi pilihan, karena susu soya tidak berasal dari hewan, sehingga tidak mengandung laktosa.
  • Konsumsi yogurt atau kefir.
  • Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran dan panduan yang sesuai dengan kondisi Si Kecil.

Intoleransi laktosa tidak selalu mengharuskan anak untuk sepenuhnya menghindari susu. Dengan pengetahuan dan pengelolaan yang tepat, anak dapat tetap merasakan manfaat gizinya tanpa harus mengalami gejala yang tidak nyaman.

Sekarang Bunda sudah mengetahui bahwa tipe intoleransi sekunder dapat membaik dengan memperbaiki penyebab utama. Sedangkan gejala intoleransi primer dapat dikurangi dengan membiasakan tubuh mengonsumsi produk susu secara bertahap.

Lalu, makanan apa saja sih yang bisa dimakan Si Kecil dengan kondisi ini untuk pemenuhan asupan gizinya? Cari tahu di sini, yuk: Makanan yang Cocok Untuk Anak Intoleransi Laktosa.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu