Beranda Artikel 13-36 Bulan Kenali Rhinitis Alergi Pada Anak

Kenali Rhinitis Alergi Pada Anak

2022/01/06 - 11:53:49pm     oleh Morinaga Soya
Kenali Rhinitis Alergi Pada Anak

Hay fever atau biasa dikenal dengan rhinitis merupakan suatu kondisi dimana terjadinya peradangan di area rongga hidung atau saluran pernapasan. Rhinitis akan terpicu saat alergen di udara memicu pelepasan histamin dalam tubuh dan merupakan salah satu reaksi berlebihan tubuh dalam merespon alergen yang masuk ke dalam tubuh dan menganggapnya sebagai zat berbahaya.

Ketika terjadi gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan sakit pilek. Pasalnya, rhinitis bisa menyebabkan gatal, inflamasi, serta produksi cairan yang berlebih di daerah saluran hidung, sinus, serta kelopak mata. Tapi berbeda dengan flu ataupun pilek, rhinitis tentu saja bukan disebabkan oleh infeksi virus.

Menurut sebuah studi dalam jurnal yang dimuat dalam jurnal Asia Pacific Allergy, disebutkan bahwa kasus rhinitis alergi merupakan kondisi yang relatif umum diderita kelompok usia anak yang berusia di bawah 6 tahun. Kondisi ini juga akan berlangsung selama lebih dari satu jam setiap kali SI Kecil bersinggungan dengan alergen.

Secara umum, hay fever sendiri merupakan kondisi yang umum dan dialami semua kelompok usia, menurut data statistik dari American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, setidaknya terdapat 10% hingga 30% persentase penduduk dunia yang mengidap rhinitis.

Penyebab Rhinitis

Penyebab utama rhinitis tentunya adalah proses alergi. Ketika sel imun tubuh mulai bereaksi terhadap suatu partikel yang masuk ke dalam tubuh, sel imun akan terbentuk dan menganggap elemen tersebut harus dikeluarkan dan alhasil mengakibatkan reaksi inflamasi lokal maupun sistemik. Zat ini biasanya dikenal dengan sebutan alergen, yaitu sesuatu yang menjadi pencetus alergi.

Alergi merupakan respon berlebihan dari sistem imun tubuh saat melawan zat asing atau yang dianggap berbahaya dalam tubuh. Meskipun dalam banyak situasi sistem imun tubuh kita bisa mendeteksi mana zat yang berbahaya, namun bagi Si Kecil yang menderita alergi, sistem pertahanan tubuhnya tidak mampu atau keliru membedakan zat biasa seperti debu, serbuk sari, dan lainnya sebagai ancaman. Dalam upaya untuk mengeluarkan zat tersebut muncullah reaksi alergi, seperti rhinitis.

Walau amat sangat berguna dalam mencegah penyakit dan melawan virus ataupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh, histamin dan respon kekebalan tubuh yang bereaksi ketika alergi Si Kecil kambuh ini nyatanya bisa mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas hariannya. Tak jarang bila reaksi alergi dibiarkan berlarut tanpa ditangani hal ini malahan bisa berakibat fatal bagi Si Kecil.

Gejala Alergi Rhinitis

Saat mengalami rhinitis alergi, Si Kecil akan menunjukan gejalanya segera setelah bersinggungan dengan partikel alergen. Tapi, perlu diingat bahwa Si Kecil yang mengidap rhinitis tidak akan selalu menunjukan gejala. Bisa saja gejala baru akan muncul di musim tertentu atau ketika terpapar alergen dalam jumlah besar.

Mengutip dari laman Mayo Clinic, secara umum gejala rhinitis atau hay fever yang seringkali muncul adalah seperti berikut:

  • Hidung mulai meler dan terasa tersumbat
  • Mata berair, muncul rasa gatal, dan mata menjadi merah
  • Bersin
  • Batuk
  • Area hidung, langit-langit mulut, serta tenggorokan terasa gatal
  • Kulit di bawah mata menjadi bengkak, terkadang bahkan bisa berwarna biru
  • Kulit terasa gatal dan terkadang muncul ruam kemerahan
  • Merasa cepat lelah

Allergic Rhinitis and Its Impact on Asthma (ARIA) juga mengelompokan rhinitis menjadi rhinitis alergi dan rhinitis non alergi berdasarkan sensitivitas terhadap sumber pencetus alergi. Rhinitis alergi pun dibagi menjadi dua, yakni rhinitis musiman yang terjadi pada musim penyerbukan serbuk sari. Ataupun rhinitis non musiman yang kerap kali terjadi sepanjang tahun dan sering dialami oleh balita. Gejala alergi tersebut antara lain

Gejala Alergi Perennial (Terjadi Sepanjang Tahun)

Si Kecil yang mengalami rhinitis ini dapat menunjukan gejala sepanjang tahun ketika terpapar pencetus alergi seperti tungau, bulu hewan peliharaan, ataupun jamur. Dalam beberapa kasus, anak-anak bisa mengalami sinusitis, kondisi dimana rongga di dekat tulang pipi dan alis mata penuh dengan cairan yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Pada anak anak sinusitis bisa menyebabkan komplikasi berupa telinga yang lengket (glue ear). Pasalnya, tabung yang menghubungkan tenggorokan dan telinga berada di dekat tenggorokan yang tersumbat. Pendarahan di area hidung juga bisa menjadi hal lumrah saat mengidap rhinitis alergi. Hal ini bisa terjadi karena selaput hidung yang terasa gatal sehingga tidak sengaja tergosok atau tergores.

Rhinitis Alergi Musiman

Rhinitis alergi musiman pada anak ini bisa disebabkan oleh pohon, rumput, ataupun tanaman lainnya. Alergi musiman ini umumnya muncul beberapa kali dalam setahun akibat musim penyerbukan dan Si Kecil akan menunjukan gejala pada masa tertentu. Alergi musiman ini juga bisa menyebabkan kondisi berupa infeksi telinga hingga sinusitis.

Rhinitis musiman ini biasanya disebabkan karena Si Kecil memiliki alergi terhadap serbuk sari yang berasal dari bunga dan beberapa tumbuhan lainnya. Alergi serbuk sari ini sendiri bukan hanya akan mulai muncul ketika musim semi, namun juga bisa muncul memasuki kemarau, saat hari terasa panas, berangin, dan kering. Banyak serbuk sari yang terbawa angin sehingga bisa terhirup oleh Si Kecil.

Cara Mencegah Rhinitis Alergi

Bila Si Kecil sudah menderita alergi, maka hal yang bisa Bunda lakukan adalah mencegah gejala alergi supaya tidak selalu kambuh, memberikan nutrisi terbaik bagi Si Kecil yang dapat mendukung daya tahan tubuhnya. Banyak juga hal lain yang bisa Bunda lakukan ketika Si Kecil mengidap rhinitis alergi, seperti:

Menghindari Alergen

Salah satu cara untuk meminimalisasi timbulnya gejala alergi adalah dengan menghindarkan Si Kecil dari paparan faktor pencetus. Namun, tentu saja Bunda harus mengenal terlebih dahulu apa yang bisa menyebabkan Si Kecil mengalami alergi, atau bahkan memeriksakan terlebih dahulu apakah memang SI Kecil memiliki alergi terhadap substansi tertentu.

Untuk mengetahuinya Bunda bisa mengamati kegiatan sehari-hari Si Kecil, apa saja yang SiKecil lakukan atau makan setiap kali sebelum gejala terjadi. Selain itu, Bunda bisa membawa SI Kecil melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui apakah SI Kecil mengalami alergi atau tidak dengan melakukan tes uji darah ataupun uji kulit.

Bila masih ragu untuk membawa Si Kecil ke dokter, Bunda bisa mengetahui seberapa besar resiko Si Kecil mengalami alergi dengan memeriksakannya secara gratis di cek alergi . usai mengetahui berapa besar resiko Si Kecil memiliki alergi, mungkin akan lebih mudah bagi Bunda untuk menentukan apakah memerlukan langkah penanganan yang lebih intensif atau tidak.

Menerapkan Pola Hidup Baik

Cukup penting bagi Bunda untuk mengamati dan membiasakan pola hidup Si Kecil. Si Kecil yang memiliki alergi perlu mendapatkan istirahat yang cukup, olahraga teratur, serta menghindari lingkungan yang bisa memicu alerginya.

Selain itu, penting juga untuk mengajarkan Si Kecil supaya selalu menjaga kebersihannya sendiri. Mulai dari mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas ataupun ketika akan makan. Tak lupa, biasakan Si Kecil untuk mandi atau membersihkan dirinya usai seharian beraktivitas di luar rumah.

Menjaga Kebersihan Rumah

Rumah merupakan salah satu tempat dimana Si Kecil harusnya bisa merasa nyaman dan aman. Oleh karenanya ciptakanlah lingkungan yang bisa membuatnya beraktivitas tanpa gangguan gejala alergi. Bunda bisa melakukan pembersihan berkala dan dengan rutin membersihkan permukaan perabot yang sering terkena debu. Jangan lupa untuk mengganti sprei serta sarung bantal dan guling yang digunakan Si Kecil secara berkala ya Bunda.

Karena rhinitis bisa disebabkan oleh debu serta serbuk sari, tutuplah jendela rumah saat cuaca kering, berangin, atau bahkan berdebu. Dan pastikan Si Kecil mengenakan masker bila harus beraktivitas di lingkungan yang penuh dengan alergen. Selain itu, bila memiliki hewan peliharaan di rumah, Bunda perlu membersihkan bulu hewan peliharaan secara rutin dan memandikannya bila memang perlu.

Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Salah satu cara meringankan gejala hay fever pada Si Kecil adalah dengan memberikannya ASI dari sejak ia lahir hingga Si Kecil berusia 2 tahun. Bila tidak dapat memberikan ASI, maka Bunda juga bisa menggunakan susu formula pertumbuhan lainnya, seperti Morinaga Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifidus yang dapat membantu perkembangan sistem imunitas tubuh serta kesehatan saluran cerna Si Kecil.

Keberadaan gabungan 3 bakteri baik yakni Triple Bifidus disinyalir juga dapat mengurangi gejala alergi di saluran napas, terutama yang disebabkan oleh rhinitis alergi. Bakteri baik ini juga mampu membantu meringankan gejala alergi yang muncul di permukaan kulit seperti munculnya ruam merah ataupun sensasi gatal.

Tak kalah penting, triple bifidus juga berfungsi membantu meredakan gejala alergi yang mempengaruhi saluran cerna supaya Si Kecil lebih tenang dan tidak gelisah. Selain itu menjaga kesehatan saluran cerna juga sangat baik untuk kesehatan Si Kecil. Karena saluran cerna yang sehat bisa menguatkan sistem imun tubuh.

Tak kalah penting, susu formula pertumbuhan ini juga terbuat dari isolat protein kedelai sehingga sangat aman dikonsumsi Si Kecil yang memiliki alergi susu sapi ataupun intoleransi laktosa. Lebih dari itu, adanya kandungan AA & DHA, kolin, Zinc, juga 14 vitamin serta 9 mineral dapat menunjang pertumbuhan Si Kecil supaya makin optimal.

Nah demikianlah Bunda beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami mengenai rhinitis alergi. Bila gejala semakin berat dan Si Kecil tidak kunjung membaik dan kerap menunjukan gejala alergi yang mencemaskan, segeralah periksakan Si Kecil ke dokter untuk diberikan penanganan.

Secara umum, kondisi rhinitis alergi ini sendiri bisa dihindari selama Si Kecil terhindar dari kontak dengan alergen. Namun bila memang perlu berikanlah obat yang memang sudah diresepkan dan disarankan oleh dokter untuk menangani kondisi Si Kecil. Apabila bisa, hindarkanlah penggunaan obat sebisa mungkin kecuali bila memang terpaksa. Pasalnya pemakaian obat sejak usia dini tentu bisa memberikan efek tidak baik bagi kesehatan SI Kecil dalam jangka panjang.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu