Beranda Artikel Alergi Si Kecil Diare Terus-menerus? Ini Beberapa Penyebabnya

Si Kecil Diare Terus-menerus? Ini Beberapa Penyebabnya

2023/09/01 - 07:05:06pm     oleh Morinaga Soya
diare

Mencret pada balita merupakan penyakit yang umum terjadi dan seringkali menjadi perhatian serius bagi para ibu. Ketika Si Kecil mengalami diare terus-menerus, pertanyaan mengenai penyebab, komplikasi, dan penanganan yang tepat muncul dalam pikiran setiap ibu. Bunda, mari ketahui beberapa penyebab umum diare persisten pada balita dan bahaya akibat penyakit ini.

Penyebab Diare Terus-menerus

Irritable Bowel Syndrome

Irritable bowel syndrome merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan diare, sekaligus nyeri perut, perut kembung, dan sembelit. Sebagian anak yang menderita penyakit ini lebih sering mengalami diare daripada gejala lainnya, namun sebagian lainnya lebih sering mengalami sembelit daripada diare meskipun sama-sama menderita irritable bowel syndrome.

Gejala ini umumnya dirawat dengan memberikan lebih banyak asupan serat. Jika usia Si Kecil masih terlalu muda, umumnya Bunda disarankan untuk tidak menggunakan laksatif dulu pada Si Kecil agar ia dapat buang besar secara alamiah.

Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus merupakan penyakit di mana saluran pencernaan menjadi meradang. Gejalanya umumnya berupa diare terus-menerus dengan darah pada tinjanya, yang disertai nyeri perut dan kram.

Ada beberapa macam jenis radang usus, antara lain penyakit Crohn, ulcerative colitis, dan indeterminate colitis. Umumnya, jika radang ini terjadi pada anak-anak, dokter memerlukan waktu yang agak lama untuk menentukan jenisnya.

Penyakit ini jarang terjadi pada anak-anak. Jika anak-anak mengalaminya di bawah usia 6 tahun, maka penyebabnya ialah mutasi genetik yang dapat diidentifikasi dengan tes darah. Risiko penyakit ini juga lebih sulit jika anak tersebut kekurangan zinc dalam tubuhnya.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan zinc agar terhindar dari risiko penyakit ini. Tahukan Bunda, nutrisi ini ternyata juga penting untuk Si Kecil. Informasi selengkapnya, yuk baca: Manfaat Zinc untuk Tumbuh Kembang Si Kecil.

Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa merupakan penyakit di mana saluran pencernaan tidak mampu mencerna zat laktosa. Penyebabnya ialah karena tubuhnya kekurangan suatu enzim bernama laktase yang diperlukan untuk mencerna laktosa.

Gejala intoleransi laktosa ini berupa diare setiap kali Si Kecil baru meminum susu sapi ataupun produk olahannya. Kadang-kadang, ia juga muntah.

Mencret ini terjadi karena laktosa yang tidak tercerna dari susu sapi menetap di dalam usus Si Kecil. Akibatnya, laktosa ini berinteraksi dengan bakteri di dalam usus, lalu menghasilkan asam lemak yang akan mengencerkan feses. Dampaknya, ia menjadi mencret.

Bahaya Diare pada Anak

Bahaya paling serius dari diare atau mencret adalah dehidrasi. Sebab, selama diare, banyak cairan yang hilang dari tubuh berupa air dan elektrolit (yang terdiri atas natrium, klorida, kalium, dan bikarbonat) melalui tinja cair.

Ada tiga tingkatan dehidrasi yang dapat terjadi, yaitu:

1) Dehidrasi parah, ditandai lesu, tidak mau minum, dan kulit yang tidak kembali pulih setelah diremas.

2) Dehidrasi sedang, ditandai gelisah, rewel, mata yang cekung, namun masih mau minum dengan lahap.

3) Tidak dehidrasi, yang diketahui dari tidak adanya gejala-gejala tadi pada Si Kecil.

Karena mencret ini dapat menyebabkan dehidrasi, maka dehidrasi ini perlu dicegah dengan banyak memberikan minuman kepada Si Kecil. Ingin tahu solusi tepat masalah ini? Yuk Bun baca artikel ini: Gejala Dehidrasi pada Anak dan Cara Mengatasinya.

Apakah Diare Boleh Minum Susu?

Sebagian diare pada Si Kecil perlu ditolong dengan membatasi penggunaan susu tertentu. Namun, pada sebagian diare lainnya, pemberian susu pada anak-anak justru dapat menolong mereka.

Jika diare dapat ditolong dengan memberikan serat (misalnya pada penyakit irritable bowel syndrome), maka susu yang banyak mengandung serat akan dapat menolong diare tersebut. Susu tersebut juga tentu akan menolong bahaya dehidrasi yang terjadi, karena susu mengandung banyak elektrolit yang dapat menggantikan elektrolit yang hilang.

Jika diare pada Si Kecil terjadi karena intoleransi laktosa, maka susu yang diberikan kepadanya tidak boleh mengandung laktosa dulu. Bunda perlu memilih produk susu dengan label tidak memiliki kandungan laktosa.

Jadi, diare tidak boleh dibiarkan terus-menerus, tapi harus dicari solusinya ya, Bunda. Nah, jika penyebab diare pada Si Kecil ini berupa intoleransi laktosa, Bunda dapat tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan susu bebas laktosa. Yuk, simak pilihan susu bebas laktosa berikut ini: Dua Pilihan Susu Non Laktosa yang Aman untuk Anak





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu