Beranda Artikel 13-36 Bulan Tahapan Tumbuh Kembang Anak yang Ideal Sesuai Usia

Tahapan Tumbuh Kembang Anak yang Ideal Sesuai Usia

2023/08/14 - 06:01:44pm     oleh Morinaga Soya
tumbuh kembang anak

Ingin Si Kecil menjadi semakin tinggi dan aktif, Bunda? Yuk, ketahui dulu tahap tumbuh kembang Si Kecil di sini. Tahap-tahap ini terbagi menjadi beberapa periode berdasarkan usianya, Bun.

Tahapan Tumbuh Kembang Anak Sesuai Usia

Pertumbuhan Si Kecil dapat dilihat melalui pertambahan tinggi badan dan beratnya. Namun perkembangannya dilihat melalui apa saja yang dapat ia lakukan pada usia tertentu. Setiap fase memiliki karakteristik unik, di mana karakteristik ini akan mempengaruhi keterampilan motorik, kognitif maupun sosial-emosional. Berikut penjelasan beberapa periode tumbuh kembang.

Periode Neonatal (0-1 bulan)

Periode ini dimulai ketika bayi baru lahir hingga bulan pertama. Pada tahap ini, bayi sedang beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim, mencari kenyamanan, serta merespons rangsangan dasar. Beberapa tahap tumbuh kembang yang terjadi, antara lain sebagai berikut:

  • Perkembangan motoriknya ditandai kemampuan lengannya yang berusaha menggapai-gapai. Selain itu, kakinya juga mulai menendang-nendang.

Hal ini berhubungan dengan berbagai refleks yang dialami Si kecil yang baru lahir. Meskipun merupakan gerakan spontan, tetapi gerakan tersebut membantu Si Kecil untuk menyusu, bertumbuh, dan berkembang, Bun. Baa selengkapnya di sini: Gerak Refleks pada Bayi yang Dukung Tumbuh Kembangnya

  • Pada perkembangan kognitifnya, nampak bahwa ia bereaksi dengan otomatis jika diberi rangsangan. Misalnya, jika pipi kanannya Bunda sentuh, maka ia akan menoleh ke arah kanan juga.

  • Keterampilan sosialnya juga dapat dianggap berkembang ketika ia belajar untuk tenang saat Bunda berusaha menenangkannya.

Bayi Usia Dini (1-12 bulan)

Dalam rentang usia 1-12 bulan, perkembangan Si Kecil meningkat pada aspek kemampuan motorik, kognitif, serta sosial emosional. Peningkatannya terlihat dalam setiap periode beberapa bulan.

  • Pada saat usianya 1-3 bulan, perkembangan motoriknya baru sebatas belajar mengangkat kepalanya sendiri, dan ini memang wajar. Tetapi ketika usianya antara 3-6 bulan, ia mulai dapat menoleh-noleh dan mengangkat lehernya, lalu mulai belajar berguling hingga telungkup.
    Saat usianya 6-9 bulan, ia mulai bisa duduk tanpa ganjalan, serta belajar merangkak. Pada 3 bulan kemudian, dia juga mulai bisa berdiri tanpa bantuan.

  • Peningkatan keterampilan kognitifnya sudah dapat terlihat dalam usia 1-3 bulan, karena ia mulai memperhatikan lingkungannya, ketika ia tersenyum mendengar suara yang mengajaknya bermain. Lalu ketika umurnya 3-6 bulan, ia mencoba melakukan eksplorasi dengan berusaha meraih benda lalu memasukkannya ke mulut.
    Memasuki usia 6-9 bulan, ia akan mengulurkan tangan jika disapa, dan merespons ketika namanya dipanggil. Ketika ia sudah berumur 9-12 bulan nanti, ia akan mulai mengangkat, memukul, melempar atau mengguncang sesuatu untuk mengeksplorasi sebab-akibat.

  • Keterampilan emosi Si Kecil terlihat pada usia 1-3 bulan, ketika ia mengeluarkan tangisan yang berbeda sesuai kebutuhannya misal saat lapar, lelah atau mengompol. Kemudian, saat umurnya 3-6 bulan, ia akan senang ketika digendong Bunda atau Ayah, serta bereaksi takut terhadap orang asing.

Pada saat usianya 6-9 bulan, ia akan merespons dengan suara untuk mengekspresikan emosi, misalnya kesenangan, kesedihan, atau amarah. Lalu menjelang ia berulang tahun nanti, ia akan mulai berusaha mengucapkan kata-kata untuk mengungkapkan kemauannya, bahkan mulai memanggil mama atau papa.

Nah, agar tumbuh kembang Si Kecil optimal sejak dini, Bunda perlu mengetahui apa saja aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar mampu memberikan stimulasi yang tepat sehingga anak tumbuh menjadi cerdas. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini: Aspek Perkembangan Anak Usia Dini dan Contohnya.

Batita (1-3 tahun)

Batita dikenal sebagai usia dimana anak mulai aktif mengeksplorasi dunia disekitarnya. Perkembangan sosial dan emosional terlihat menonjol pada tahap ini.

  • Keterampilan motoriknya terlihat berkembang pesat pada periode ini, memasuki usia satu tahun Si Kecil sudah berdiri sendiri maupun berjalan tanpa bantuan. Ia juga mulai dapat menaiki tangga meskipun dengan merangkak atau pegangan teralis tangga.
    Ketika memasuki usia dua hingga tiga tahun, otot kaki Si Kecil sudah mulai kuat sehingga mencoba melompat, menendang serta melempar bola. Secara bersamaan, perkembangan motorik halusnya ditunjukkan saat ia mencoba belajar makan sendiri, atau memegang krayon untuk mencorat-coret.

  • Dalam aspek kognitif, di usia satu tahun Si Kecil mungkin belum banyak mengucapkan kata, namun ia sudah dapat mengikuti instruksi sederhana serta mengetahui nama benda disekitarnya. Pemahaman kata ini dikembangkan di usia dua tahun, ketika Si Kecil sering mengulangi kata yang didengar sambil membentuk sebuah kalimat sederhana.
    Pada umumnya di periode ini, Si Kecil sadar dapat melakukan kegiatan tanpa bantuan orang dewasa. Kesadarannya ini sering mendorongnya untuk tidak patuh dalam beberapa kesempatan. Meskipun terlihat seperti itu, situasi ini menandakan bahwa ia mulai belajar mandiri.

  • Batita juga menunjukkan perkembangan sosial dan emosional dengan mengekspresikan emosinya melalui bahasa tubuh. Ia juga menunjukkan emosinya melalui mimik wajah maupun suara. Bahkan ia juga bisa menunjukkan rasa marah atau frustasi dengan cara mengamuk.

Untuk medukung Si Kecil untuk mengekplorasi dunia sekitarnya, pastikan untuk memberikan imunisasi dasar sejak ia lahir agar kekebalan tubuhnya terbentuk ya Bun. Simak apa saja yang termasuk imunisasi dasar dan jadwal pemberiannya di sini: Jadwal Imunisasi Anak Usia 0 - 2 Tahun Anjuran IDAI

Balita (3-5 tahun)

Perkembangan pada fase ini menarik, karena perubahan fisik, kognitif, sosial dan emosional Si Kecil akan lebih terlihat. Berikut beberapa perkembangan utama pada Si Kecil.

  • Otot di dalam tubuh Si Kecil mulai terbentuk optimal, ini mendukung perkembangan motorik kasar dan halus. Ia sudah mulai mencoba berjalan lebih cepat hingga berlarian. Tak hanya itu Si Kecil mulai bisa menjaga keseimbangan ketika harus berjongkok. Perkembangan kemampuannya menggunakan mengendalikan jari-jemarinya ditunjukkan ketika dia menggambar dan menggunting.

  • Si Kecil mulai menggunakan kalimat panjang, mencapai tiga kalimat sekaligus. Tak hanya untuk komunikasi, terkadang kalimat tersebut merupakan imajinasi buatannya sendiri. Kemampuan bahasa dan imajinasi yang berkembang ini merupakan pertanda bahwa keterampilan kognitifnya telah meningkat. Ia juga sudah mulai memahami konsep waktu seperti hari ini, besok atau kemarin.
    Dorongan melakukan kegiatan secara mandiri bertambah besar ketika balita, seperti tetap mau memakai sepatu sendiri walaupun sedang terburu-buru. Di usia ini, Si Kecil sudah memilih menggunakan toilet hingga mengganti pakaian sendiri.

  • Lingkungan baru sering membuat Si Kecil merasa khawatir bahkan takut, karena di usia ini mereka sudah mengenal lingkungan sosial. Seringnya ia sudah mampu berinteraksi dengan teman sebayanya, bermain sambil mengobrolkan topik seru.
    Ia juga mulai dapat menunggu, seperti mengantri atau giliran bermain. Dalam aspek emosional, Si Kecil mulai mengenali perasaannya dan mengaturnya. Seperti ketika ia marah dan mencoba menarik napas dalam saat mainannya direbut.

Usia Prasekolah (5-6 tahun)

Perkembangan di usia ini mempersiapkan Si Kecil untuk masuk ke fase pendidikan formal. Mereka terlihat semakin mandiri dan mampu mengikuti aturan. Perkembangan kognitif dan sosial terlihat semakin meningkat.

  • Keterampilan motorik ditunjukkan dengan kemampuan Si Kecil mengatur gerakan badan, tangan dan kaki sekaligus. Umumnya di usia ini sudah berkembang dengan sangat baik, sehingga dapat menyeimbangkan tubuh.

  • Konsep abstrak seperti waktu, angka maupun ruang sudah mulai dipahami secara lebih baik oleh Si Kecil. Ia memiliki daya tangkap ketika mengetahui informasi baru, sehingga lebih mudah paham. Selain itu, ia juga dapat memusatkan perhatiannya lebih lama, sehingga ia dapat mengerjakan sesuatu hingga selesai.
    Di usia prasekolah, Si Kecil mulai menunjukkan ketertarikan dalam mencoba hal baru. Ia juga mulai bertanggung jawab dalam melakukan tugas sehari-hari.

  • Pada perkembangan sosial yang baik, Si Kecil mulai nyaman berteman. Pertemanan ini membantunya memahami perasaan orang lain maupun menunjukkan empati.

Usia Sekolah Dasar (6-12 tahun)

Memasuki usia enam tahun, Si Kecil terlihat memiliki kemajuan signifikan dalam berbagai aspek perkembangan.

  • Perkembangan fisik dan motorik kasar yang optimal membuat Si Kecil makin terampil dalam berolahraga seperti berenang, bermain bola atau bersepeda. Sedangkan pada motorik halusnya, otot-otot jari tangannya lebih kuat, sehingga memungkinkannya menggambar lebih detail dan menulis dengan baik.

  • Kemampuan membaca, menulis dan berhitung sudah mulai terlihat. Kemampuan ini digunakan untuk mencari dan mengolah informasi yang didapat. Proses berpikir logis Si Kecil mulai terbentuk, sehingga ia mulai dapat memecahkan masalah sederhana.
    Rasa tanggung jawab akan barang miliknya, serta upayanya membantu pekerjaan sehari-hari, menunjukkan bahwa ia semakin mandiri. Ia juga mulai memiliki minat dan kecenderungan pribadi dalam mengambil keputusan.

  • Keterampilan sosial-emosional di usia ini ditunjukkan dengan kemampuannya mengelola emosi lebih baik dari periode sebelumnya. Si Kecil dapat mengidentifikasi perasaan, menenangkan diri dan mengungkapkannya secara lebih tenang. Ia juga lebih erat berteman dengan anak lain.

Demikian tahapan tumbuh kembang yang bisa Bunda perhatikan saat Si Kecil beraktivitas. Kemudian, salah satu tanda bahwa tumbuhkembangnya semakin ideal, dapat nampak dalam kesehariannya yang mau makan dengan lahap. Yuk, Bunda, simak ciri-ciri lainnya pada tumbuh kembang yang sehat di sini: Ciri-ciri Tumbuh Kembang Anak yang Sehat dan Optimal





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu