Beranda Artikel 13-36 Bulan Si Kecil Alami Alergi Serbuk Bunga? Hindari Bunga Jenis Ini Ya, Bunda

Si Kecil Alami Alergi Serbuk Bunga? Hindari Bunga Jenis Ini Ya, Bunda

2022/01/26 - 12:06:46pm     oleh Morinaga Soya
Si Kecil Alami Alergi Serbuk Bunga? Hindari Bunga Jenis Ini Ya, Bunda

Bunda, ada banyak jenis alergi yang bisa saja diderita Si Kecil, salah satu yang paling umum adalah alergi musiman atau acap kali disebut sebagai rhinitis alergi. Rhinitis ini juga sering disebut hay fever. Ini merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada rongga hidung dan umumnya dipicu oleh berbagai jenis alergen antara lain debu, bulu hewan, atau bahkan yang jarang banyak diketahui, serbuk sari. Walau memiliki kemampuan untuk memberikan keceriaan dan tampilan estetik, pada kenyataannya bunga bisa menimbulkan reaksi alergi serbuk bunga pada Si Kecil, Bunda.

Alergi serbuk bunga diakibatkan karena adanya kelainan respon sistem imun terhadap pemicu alergi atau dapat kita sebut alergen, dan dalam kasus ini adalah serbuk sari dari tanaman. Pada anak normal tanpa alergi, zat atau alergen tersebut tidak akan dianggap berbahaya bagi sistem imun. Akan tetapi lain halnya bila Si kecil alergi terhadap serbuk bunga, maka sistem imun akan langsung mendeteksinya sebagai ancaman dan berbahaya bagi tubuh sehingga muncul reaksi alergi yang dilancarkan tubuh untuk memproteksi Si Kecil dari bahaya.

Reaksi alergi yang dipicu alergi musiman ini berpusat di sistem pernapasan karena alergen di udara terhirup oleh Si Kecil melalui hidung. Reaksi yang sering terjadi adalah hidung gatal, berair, tersumbat, dan bersin-bersin. Namun beberapa reaksi alergi juga meliputi munculnya ruam pada kulit, mata menjadi merah dan berair, dan sakit di tenggorokan. Akan ada kemungkinan juga bahwa Si kecil bakal mengalami gangguan pada telinga, seperti merasakan telinganya sakit, berdenging, infeksi yang disertai dengan keluarnya cairan dari telinga tengah.

Apakah rhinitis alergi berbahaya bagi Si Kecil? Secara umum, rhinitis alergi tidak berbahaya karena gejala yang ditimbulkan terbilang ringan dan cukup mudah untuk ditangani tanpa harus melalui tindakan medis khusus. Namun, dalam beberapa kejadian, bisa saja gejala yang muncul cukup berat dan membuat Si Kecil menjadi tidak nyaman dan semakin rewel.

Hindari Bunga Jenis Ini

Serbuk bunga adalah bagian reproduksi jantan dari tumbuh-tumbuhan atau pohon yang berfungsi untuk menyuburkan tanaman lain dari jenis yang serupa. Serbuk ini berbentuk butiran kecil yang sangat ringan sehingga mudah terbawa oleh serangga serta angin. Karena rentan terbawa oleh angin, maka serbuk sari cenderung akan berada di udara dalam waktu lama. Akibatnya, akan sangat mudah bagi Si Kecil yang mengalami alergi serbuk sari saat berada di luar ruangan.

Berikut ini adalah beberapa jenis bunga yang bisa Bunda hindari dari jangkauan Si Kecil bila ia mengalami alergi.

Bunga Aster

Bunga jenis ini harus dihindari bila Si Kecil mengidap alergi terhadap serbuk bunga. Walaupun tidak diserbuki oleh angin, namun beberapa penderita alergi memiliki sensitivitas cukup tinggi terhadap serbuk sari bunga Aster. Tidak jarang, gejala alergi yang diakibatkan oleh bunga ini meliputi bersin hingga demam.

Baby’s Breath

Merupakan salah satu jenis bunga favorit yang umum dijadikan buket, dekorasi, atau sebagai penambah nilai estetik di rumah hunian. Meskipun berbentuk kecil, namun Baby’s Breath bisa mengepakkan serbuk sari dalam jumlah banyak sehingga perlu diwaspadai bagi penderita alergi.

Bunga Dahlia

Salah satu bunga yang harus dihindari adalah Dahlia, bunga yang masih satu keluarga dengan bunga Aster ini merupakan favorit serangga pemburu serbuk sari sehingga penyebarannya di udara bisa menjadi cukup banyak. Di sisi lain, serbuk sari bunga ini juga bisa menyebabkan demam berkepanjangan selama musim panas bagi para penderita alergi.

Bunga Daisy

Meski terlihat cantik dan tidak berbahaya, namun Daisy merupakan bunga penghasil serbuk sari terbanyak pada keluarga Aster. Meskipun tidak diserbukkan oleh angin, namun ada baiknya untuk menjauhi bunga ini bila Si Kecil menderita alergi sebagai upaya untuk meminimalisasi terjadi peradangan di saluran pernapasannya.

Bunga Gerbera Daisy

Bunga ini merupakan salah satu anggota keluarga Aster yang memiliki warna cukup mencolok. Tapi, dibalik warna indahnya, bunga ini memiliki serbuk sari yang cukup banyak dan kemungkinan besar bisa memicu reaksi alergi mulai dari bersin hingga sesak napas bila berkontak terlalu dekat dan lama dengan bunga ini.

Bunga Chamomile

Salah satu jenis bunga paling umum yang umum digunakan sebagai bahan pembuat teh yang bisa membantu tidur agar menjadi lebih nyenyak. Namun apabila Si Kecil memiliki alergi terhadap serbuk bunga, maka hindari ia dari bunga jenis ini ya, Bunda. Bahkan bila dikonsumsi dalam bentuk teh, akan tetap berbahaya bagi Si Kecil.

Bunga Krisan

Bunga Krisan ini memiliki kemiripan dengan Aster, selain keindahannya, namun juga bahayanya bila Si Kecil penderita alergi serbuk bunga berkontak langsung dengannya, pasalnya bunga jenis ini memproduksi serbuk sari yang cukup banyak.

Bunga Matahari

Bunda pasti cukup familiar dengan bunga matahari. Serbuk sari bunga ini juga merupakan salah satu bahan utama camilan kuaci. Selain itu, bunga ini terkenal memiliki serbuk sari yang cukup banyak sehingga membuatnya berbahaya bagi Si Kecil bila memiliki rhinitis alergi. Terlebih, serbuk sari bunga matahari sangat mudah diterbangkan oleh angin dan dapat dengan mudah dihirup Si Kecil. Tapi, ada beberapa jenis bunga matahari yang tidak berbahaya, yakni Apricot Twist dan Joker. Keduanya memiliki jenis serbuk sari yang berat sehingga tidak mudah diterbangkan oleh angin.

Pohon Monoecious

Pohon ini merupakan pohon yang memiliki bunga jantan dan bunga betina terpisah sehingga untuk melakukan penyerbukan, serbuk sari harus diterbangkan oleh angin. Beberapa jenis Pohon Monoecious ini yang perlu dihindari adalah pohon Ash, Aspen, Beech, Birch, Boxelder, Cedar, Cottonwood, Elm, dan Hickory.

Ragweed

Ragweed atau Ambrosia Artemisiifolia merupakan salah satu keluarga Aster. Ragweed bukan merupakan tanaman hias yang umum ditemui dalam rumah, tapi, tanaman ini menyerupai Goldenrod, atau Solidago yang merupakan tanaman hias. Bunga Ragweed umumnya tumbuh di pinggir jalan. Ragweed memiliki serbuk sari yang diserbuki oleh angin dan cukup berbahaya bila terhirup oleh penderita alergi.

Mengatasi Alergi Serbuk Bunga

Nah Bunda, beberapa sudah disebutkan tumbuhan yang bisa dihindari untuk ditanam di rumah atau dihindari dengan Si Kecil bila ia menderita alergi serbuk bunga. Hingga saat ini belum ada cara untuk sembuh dari rhinitis alergi. Hanya saja, Bunda bisa membantu untuk meminimalisasi gejala dan potensi kambuhnya alergi dengan berbagai cara. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangkal alergi serbuk bunga adalah:

Irigasi Hidung

Bila Si Kecil mengalami alergi serbuk bunga, maka salah satu cara penanganannya adalah dengan irigasi hidung atau mencuci hidung. Dengan melakukan ini, lendir dan alergen dapat dibasuh langsung dengan air asin atau larutan air garam. Cuci hidung juga cukup efektif untuk mengurangi penggunaan obat-obatan anti alergi sekaligus mencegahnya kambuh. Untuk menggunakan obat sederhana ini, Bunda bisa mendapatkan larutan cuci hidung dalam bentuk semprotan di apotik terdekat.

Menjaga Sirkulasi Udara

Memastikan rumah terbebas dari zat alergen seratus persen merupakan sesuatu yang tidak mudah namun merupakan langkah paling mudah yang dapat Bunda lakukan. Cobalah untuk menutup jendela guna mencegah serbuk sari masuk. Selain itu usahakan untuk Si Kecil agar tetap berada di dalam rumah saat pagi dan tengah hari ketika angin tengah bertiup kencang. Sebab saat itulah penyebaran serbuk sari cukup tinggi, hingga resiko terhirup oleh Si Kecil cukup besar.

Menjaga Makan Si Kecil

Bila Si Kecil memiliki alergi terhadap serbuk sari tertentu, gejalanya bisa saja bertambah buruk setelah mengkonsumsi buah atau produk yang mengandung protein atau zat serupa. Misalnya, apel, teh kamomil, ataupun ceri. Jika sudah dipastikan akan menimbulkan reaksi alergi tertentu, hindari Si Kecil untuk memakannya terutama dalam keadaan mentah. Cara terbaik adalah dengan merebus sebelum Si Kecil dapat mengkonsumsinya, suhu panas atau tinggi akan membantu memecah protein yang menjadi pemicu alergi.

Konsumsi Probiotik

Probiotik dapat ditemukan dalam susu, yoghurt, tempe, ataupun kefir. Sebuah studi menemukan bahwa mengkonsumsi probiotik akan meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh sehingga bisa membantu mencegah atau bahkan meredakan gejala alergi. Bunda dapat memberikan produk yang memiliki kandungan probiotik sebagai langkah pencegahan kambuhnya alergi pada Si Kecil.

Sarana paling mudah untuk mendapatkan asupan probiotik adalah lewat susu formula atau susu pertumbuhan yang memiliki kandungan ini. Bakteri baik seperti Lactobacillus dan bifidobacterium yang kerap digunakan sebagai probiotik akan membantu meregulasi dan menguatkan sistem imun dalam tubuh Si Kecil. Ketika sistem imun menguat, maka reaksi anak terhadap alergen dapat diminimalisasi.

Suntikan alergi

Suntikan ini dapat membantu Bunda menangkal alergi pada Si kecil. Hanya saja, cara ini membutuhkan waktu yang tidak instan dan perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Konsumsi obat

Bila diperlukan, dokter akan meresepkan obat yang bekerja untuk menghambat aksi histamin, kimia yang diproduksi oleh tubuh selama alergi. Tujuannya untuk meminimalisasi efek yang terjadi ketika reaksi alergi mulai muncul. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini kepada Si Kecil.

Gunakan masker dan Lakukan Pencegahan Sedini Mungkin

Beraktivitas di luar rumah berpotensi membuat Si Kecil cukup riskan dengan berbagai alergen. Gunakan setidaknya masker kain kepada Si Kecil untuk mengurangi persentase paparan alergen. Cek selalu berita mengenai cuaca ataupun kadar serbuk sari di udara. Selalu hindari bepergian ke luar atau terpapar lama udara luar saat kadar serbuk sari sedang tinggi.

Bila gejala alergi pada Si Kecil tergolong berat dan tidak mudah hilang, Bunda sebaiknya memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut ataupun resep obat bila memang diperlukan.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu