Beranda Artikel 13-36 Bulan Alergi Serbuk Bunga: 10 Bunga Pemicu dan Cara Mengatasinya

Alergi Serbuk Bunga: 10 Bunga Pemicu dan Cara Mengatasinya

2022/07/19 - 04:36:14pm     oleh Morinaga Soya
Alergi Serbuk Bunga: 10 Bunga Pemicu dan Cara Mengatasinya

Ada banyak jenis alergi yang bisa saja diderita Si Kecil, salah satu yang paling umum adalah alergi musiman alias rhinitis alergi atau hay fever. Ini merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada rongga hidung dan umumnya dipicu oleh berbagai jenis alergen antara lain debu, bulu hewan, atau bahkan yang jarang banyak diketahui, serbuk sari.

Alergi serbuk bunga diakibatkan karena adanya kelainan respon sistem imun terhadap serbuk sari dari tanaman. Oleh karena itu, sistem imun akan langsung mendeteksinya sebagai ancaman yang berbahaya bagi tubuh sehingga muncul reaksi alergi untuk memproteksi Si Kecil dari bahaya. Reaksi alergi yang dipicu alergi musiman ini berpusat di sistem pernapasan karena alergen di udara terhirup oleh Si Kecil melalui hidung.

Apakah Rhinitis Berbahaya Bagi Si Kecil?

Secara umum, rhinitis tidak berbahaya karena gejala yang ditimbulkan terbilang ringan dan cukup mudah untuk ditangani tanpa harus melalui tindakan medis khusus. Namun, dalam beberapa kejadian, bisa saja gejala yang muncul cukup berat dan membuat Si Kecil menjadi tidak nyaman dan semakin rewel.

Bunga Yang Dapat Memicu Alergi Serbuk Sari

Berikut ini adalah beberapa jenis bunga yang bisa Bunda hindari dari jangkauan Si Kecil bila ia mengalami alergi.

1. Bunga Aster

Walaupun tidak diserbuki oleh angin, tetapi beberapa penderita alergi memiliki sensitivitas cukup tinggi terhadap serbuk sari bunga Aster. Tidak jarang, gejala alergi yang diakibatkan oleh bunga ini meliputi bersin hingga demam.

2. Baby’s Breath

Merupakan salah satu jenis bunga favorit yang umum dijadikan buket, dekorasi, atau sebagai penambah nilai estetik di rumah hunian. Meskipun berbentuk kecil, namun Baby’s Breath bisa mengepakkan serbuk sari dalam jumlah banyak sehingga perlu diwaspadai bagi penderita alergi.

3. Bunga Dahlia

Bunga yang masih satu keluarga dengan bunga Aster ini merupakan favorit serangga pemburu serbuk sari sehingga penyebarannya di udara bisa menjadi cukup banyak. Di sisi lain, serbuk sari bunga ini juga bisa menyebabkan demam berkepanjangan selama musim panas bagi para penderita alergi.

4. Bunga Daisy

Meski terlihat cantik dan tidak berbahaya, tetapi Daisy merupakan bunga penghasil serbuk sari terbanyak pada keluarga Aster. Meskipun tidak diserbuki oleh angin, tetapi ada baiknya untuk menjauhi bunga ini bila Si Kecil menderita alergi untuk meminimalisasi terjadi peradangan di saluran pernapasannya.

5. Bunga Gerbera Daisy

Bunga ini merupakan salah satu anggota keluarga Aster yang memiliki warna cukup mencolok. Tapi, dibalik keindahanya, bunga ini memiliki serbuk sari yang cukup banyak dan kemungkinan besar bisa memicu reaksi alergi mulai dari bersin hingga sesak napas bila berkontak terlalu dekat dan lama dengan bunga ini.

6. Bunga Chamomile

Namun apabila Si Kecil memiliki alergi terhadap serbuk bunga, maka hindari ia dari bunga jenis ini ya, Bunda. Bahkan bila dikonsumsi dalam bentuk teh, akan tetap berbahaya bagi Si Kecil.

7. Bunga Krisan

Selain indah, bunga Krisan juga berbahaya bila Si Kecil penderita alergi serbuk bunga berkontak langsung dengannya. Pasalnya bunga jenis ini memproduksi serbuk sari yang cukup banyak.

8. Bunga Matahari

Bunda pasti cukup familiar dengan bunga matahari. Bunga ini terkenal memiliki serbuk sari yang cukup banyak sehingga berbahaya bagi Si Kecil yang memiliki rhinitis alergi. Terlebih, serbuk sari bunga matahari sangat mudah diterbangkan oleh angin dan dapat dengan mudah dihirup Si Kecil. Tapi, ada beberapa jenis bunga matahari yang tidak berbahaya, yakni Apricot Twist dan Joker. Keduanya memiliki jenis serbuk sari yang berat sehingga tidak mudah diterbangkan oleh angin.

9. Pohon Monoecious

Pohon ini merupakan pohon yang memiliki bunga jantan dan bunga betina terpisah sehingga untuk melakukan penyerbukan, serbuk sari harus diterbangkan oleh angin. Beberapa jenis Pohon Monoecious yang perlu dihindari adalah pohon Ash, Aspen, Beech, Birch, Boxelder, Cedar, Cottonwood, Elm, dan Hickory.

10. Ragweed

Ragweed atau Ambrosia Artemisiifolia merupakan salah satu keluarga Aster. Ragweed bukan merupakan tanaman hias yang umum ditemui dalam rumah, tapi, tanaman ini menyerupai Goldenrod, atau Solidago yang merupakan tanaman hias. Bunga Ragweed umumnya tumbuh di pinggir jalan. Ragweed memiliki serbuk sari yang diserbuki oleh angin dan cukup berbahaya bila terhirup oleh penderita alergi.

Mengatasi Alergi Serbuk Bunga

Hingga saat ini belum ada cara untuk sembuh dari rhinitis alergi. Selain menjauhi Si Kecil dari bunga pemicu alergi, Bunda bisa meminimalisir gejala dan potensi kambuhnya alergi dengan cara berikut ini:

1. Irigasi Hidung

Bila Si Kecil mengalami alergi serbuk bunga, maka salah satu cara penanganannya adalah irigasi hidung atau mencuci hidung. Dengan melakukan ini, lendir dan alergen dapat dibasuh langsung dengan air asin atau larutan air garam. Cuci hidung juga cukup efektif untuk mengurangi penggunaan obat-obatan anti alergi sekaligus mencegahnya kambuh. Untuk menggunakan obat sederhana ini, Bunda bisa mendapatkan larutan cuci hidung dalam bentuk semprotan di apotik terdekat.

2. Menjaga Sirkulasi Udara

Memastikan rumah terbebas dari zat alergen seratus persen merupakan sesuatu yang tidak mudah tetapi merupakan langkah paling mudah yang dapat Bunda lakukan. Cobalah untuk menutup jendela guna mencegah serbuk sari masuk. Selain itu usahakan untuk Si Kecil agar tetap berada di dalam rumah saat pagi dan tengah hari ketika angin tengah bertiup kencang. Sebab saat itulah penyebaran serbuk sari cukup tinggi, hingga resiko terhirup oleh Si Kecil cukup besar.

3. Menjaga Makanan Si Kecil

Bila Si Kecil memiliki alergi terhadap serbuk sari, gejalanya bisa saja bertambah buruk setelah mengkonsumsi buah atau produk yang mengandung protein atau zat serupa. Misalnya, apel, teh kamomil, ataupun ceri. Jika sudah dipastikan akan menimbulkan reaksi alergi tertentu, hindari Si Kecil untuk memakannya terutama dalam keadaan mentah. Cara terbaik adalah dengan merebus sebelum Si Kecil dapat mengkonsumsinya, suhu panas atau tinggi akan membantu memecah protein yang menjadi pemicu alergi.

4. Konsumsi Probiotik

Probiotik dapat ditemukan dalam susu, yoghurt, tempe, ataupun kefir. Sebuah studi menemukan bahwa mengkonsumsi probiotik akan meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh sehingga bisa membantu mencegah atau bahkan meredakan gejala alergi. Bunda dapat memberikan produk yang memiliki kandungan probiotik sebagai langkah pencegahan kambuhnya alergi pada Si Kecil.

Sarana paling mudah untuk mendapatkan asupan probiotik adalah lewat susu formula atau susu pertumbuhan yang memiliki kandungan ini. Bakteri baik seperti Lactobacillus dan bifidobacterium yang kerap digunakan sebagai probiotik akan membantu meregulasi dan menguatkan sistem imun dalam tubuh Si Kecil. Ketika sistem imun menguat, maka reaksi anak terhadap alergen dapat diminimalisasi. Bunda, berikan susu formula soya dan susu formula terhidrolisa ini untuk Si Kecil yang memiliki risiko alergi, yuk.

5. Suntikan alergi

Suntikan ini dapat membantu Bunda menangkal alergi pada Si kecil. Hanya saja, cara ini membutuhkan waktu yang tidak instan dan perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

6. Konsumsi obat

Bila diperlukan, dokter akan meresepkan obat yang bekerja untuk menghambat aksi histamin, kimia yang diproduksi oleh tubuh selama alergi. Tujuannya untuk meminimalisasi efek yang terjadi ketika reaksi alergi mulai muncul. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini kepada Si Kecil.

7. Gunakan Masker dan Lakukan Pencegahan Sedini Mungkin

Gunakan setidaknya masker kepada Si Kecil untuk mengurangi persentase paparan alergen saat berada diluar ruangan. Cek selalu berita mengenai cuaca ataupun kadar serbuk sari di udara. Selalu hindari bepergian ke luar atau terpapar lama udara luar saat kadar serbuk sari sedang tinggi.

Bila gejala alergi pada Si Kecil tergolong berat dan tidak mudah hilang, Bunda sebaiknya memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut ataupun resep obat bila memang diperlukan.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu