Beranda Artikel Alergi Penyebab Pilek Alergi pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Pilek Alergi pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya

2022/09/22 - 05:36:21pm     oleh Morinaga Soya
Penyebab Pilek Alergi pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya

Ketika Si Kecil mengalami pilek, Bunda biasanya berpikir bahwa Si Kecil sedang flu. Namun, tahukah Bunda bahwa pilek juga bisa disebabkan oleh alergi makanan. Beberapa faktor pemicu pilek alergi antara lain kacang dan susu sapi. Meskipun pilek alergi dan pilek akibat flu memiliki beberapa gejala yang sama, namun kedua penyakit tersebut berbeda. Cari tahu lebih banyak tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasi pilek alergi, yuk.

Penyebab Pilek Alergi

Pilek akibat alergi adalah reaksi yang terjadi pada area mata, hidung, dan tenggorokan yang disebabkan oleh paparan alergen atau benda asing. Pilek alergi dapat terjadi saat Si Kecil kontak langsung dengan pemicu alergi, sehingga sistem kekebalan tubuh akan menganggapnya sebagai benda berbahaya. Akibatnya, sistem imun akan melepaskan senyawa histamin sebagai reaksi perlawanan. Histamin adalah zat kimia yang dilepaskan sistem imun ketika mengalami alergi ataupun infeksi. Reaksi inilah yang menimbulkan gejala alergi, seperti pilek dan gatal-gatal di hidung.

Adapun alergen yang dimaksud dapat berupa:

  • Di luar ruangan: serbuk sari, gigitan serangga.
  • Di dalam ruangan: bulu hewan peliharaan, tungau debu, jamur
  • Iritan: asap rokok, parfum, asap knalpot
  • Alergi makanan: kacang tanah, telur, susu sapi.

Gejala Pilek Alergi

Selain itu, Bunda juga perlu mengetahui gejala pilek yang disebabkan alergi, yang meliputi:

  • Gatal di hidung, tenggorokan, dan mata
  • Hidung berair dan tersumbat
  • Bersin-bersin
  • Batuk
  • Mata bengkak atau berair
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit atau biduran

Selain gejala di atas, Bunda juga bisa membedakan pilek alergi dengan pilek flu dengan melihat tanda-tanda pada Si Kecil berikut:

  • Gejala pilek alergi bisa langsung muncul segera setelah penderitanya terpapar alergen. Sedangkan gejala pilek flu baru akan muncul beberapa hari setelah terinfeksi virus atau bakteri.
  • Pilek alergi bisa terjadi kapan saja. Sedangkan pilek infeksi lebih sering terjadi saat musim hujan dan musim pancaroba, meskipun bisa juga terjadi di luar musim tersebut.
  • Meskipun sama-sama bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan, gejala pilek alergi akan terus berlangsung selama Si Kecil masih terpapar zat pemicu alergi. Sedangkan gejala pilek infeksi umumnya berlangsung selama 3-14 hari.

Cara Mengatasi Pilek Alergi pada Si Kecil

  • Mencuci Baju Anak setelah Beraktivitas di Luar

Tahukah Bunda, serbuk sari dapat menempel pada pakaian Si Kecil setelah beraktivitas di luar. Cara terbaik untuk mengatasi pilek alergi adalah dengan menghindari alergen penyebab alergi. Oleh sebab itu Bunda perlu memastikan untuk selalu mengganti dan mencuci baju Si Kecil setelah beraktivitas di luar.

  • Mengganti Perlengkapan Tidur Si Kecil

Tungau debu dapat menempel pada kasur Si Kecil. Bunda perlu mengganti perlengkapan tidur kasur Si Kecil secara teratur untuk mencegah Si Kecil terpapar alergen penyebab alergi.

  • Obat Alergi

Ketika Si Kecil mengalami pilek alergi, Bunda bisa berkonsultasi ke penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Pengobatan alergi biasanya tergantung pada usia, riwayat medis, ukuran keparahan penyakit, serta lama alergi. Petugas layanan kesehatan biasanya akan memberikan pilihan pengobatan.

Namun, Bunda juga bisa melakukan langkah pencegahan, yaitu:

  • Mengontrol lingkungan Si Kecil, seperti memakaikan masker pada Si Kecil selama musim serbuk sari;
  • Menghindari area yang berdebu, atau daerah-daerah lembab yang berjamur;
  • Menghindarkan Si Kecil dari hewan peliharaan.

Dengan mengetahui penyebab pilek alergi, Bunda diharapkan mampu mengetahui cara tepat mengatasi gejala alergi pada Si Kecil. Selain pilek, umumnya alergi juga menunjukan gejala lain seperti mual muntah setelah makan. Cari tahu lebih lanjut tentang mual muntah setelah makan, yuk.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu