Beranda Artikel Alergi Penyebab dan Cara Mengatasi Alergi Keringat pada Anak

Penyebab dan Cara Mengatasi Alergi Keringat pada Anak

2024/01/24 - 10:47:40am     oleh Morinaga Soya
Cara Mengatasi Alergi Keringat

Alergi keringat merupakan istilah awam untuk reaksi ruam yang terasa gatal setiap kali berkeringat. Banyak ahli kedokteran belum menganggapnya sebagai alergi, dan baru menyebut reaksi ini sebagai biduran saja. Alergi keringat ini berbeda dengan biang keringat, berdasarkan ukuran ruam dan lama sembuhnya.

Nah, pada uraian ini, Bunda akan memahami apakah seorang anak memang bisa mengalami alergi terhadap keringat, dan bagaimana membedakan ukuran ruamnya dari biang keringat.

Penyebab Alergi Keringat

Kondisi yang disebut orang awam sebagai alergi keringat ini disebabkan tubuh yang berusaha melawan suhunya sendiri yang terasa panas.

Sistem tubuhnya menganggap suhu panas sebagai hal berbahaya, sehingga tubuhnya bereaksi dengan mengeluarkan zat-zat kimiawi tertentu. Zat ini kemudian bereaksi pada kulit berupa ruam, bentol, dan kadang-kadang bengkak, sehingga seringkali disebut juga biduran.

Penyakit ini umumnya diturunkan dari orangtuanya. Para ibu atau ayah yang juga mengalami ruam tiap kali berada dalam suhu panas, sangat mungkin memiliki anak-anak yang nantinya juga mengalami ruam-ruam juga pada situasi yang sama. Situasi yang dapat menyebabkan suhu panas ini antara lain sedang berolahraga, sedang bermain di hawa panas, sedang berada di dapur tempat terjadinya masak-memasak, dan semacamnya.

Gejala yang Muncul pada Anak

Gejala alergi keringat pada anak-anak ini berupa ruam, terutama pada lengan. Ruamnya membesar menjadi bentol-bentol yang dapat membesar, hingga terjadi bengkak atau biduran (urticaria).

Namun, ruamnya tidak berlangsung lama, bahkan dapat menghilang sendiri dalam beberapa jam, terutama ketika suhu tubuh mereka kembali normal lagi, atau setelah mereka pindah ke ruangan yang lebih sejuk.

Banyak dokter belum menganggapnya sebagai alergi, karena seringkali ruam dan bentolnya cepat sembuh tanpa harus diobati. Namun, para ahli tetap meminta para orangtua yang memiliki anak penderita ruam dan bentol ini untuk waspada jika terjadi gejala lain yang lebih serius, misalnya sesak nafas. Sebab, gejala sesak yang menyertai ruam ini merupakan situasi anafilaksis yang dapat mengancam nyawa.

Perbedaan Biang dan Alergi Keringat

Terdapat perbedaan besar antara biang keringat dengan alergi terhadap keringat. Biang keringat atau miliaria merupakan ruam yang diakibatkan gangguan pada penghasil keringat di lapisan kulit. Ruamnya berupa bintik merah kecil-kecil, namun tidak menjadi bentol. Sembuhnya seringkali berhari-hari. Karena itu, biang keringat ini dapat menjadi tempat tinggal bakteri, sehingga menimbulkan infeksi.

Sedangkan alergi terhadap keringat terjadi karena seluruh tubuh (bukan hanya kulitnya saja) berusaha melawan suhu panas. Ruamnya sendiri hampir selalu berupa bentol-bentol besar, sehingga sering disebut biduran. Namun jarang sekali bentolnya ini menjadi tempat tinggal bakteri, karena sembuhnya cepat sekali, dalam hitungan jam.

Cara Mengatasi Alergi Keringat pada Anak

Terdapat beberapa langkah yang dapat Bunda ambil untuk mengatasi kondisi Si Kecil jika ia memang mengalami ruam-ruam dan bentol akibat suhu panas ini.

Ketika Si Kecil mengalami ruam, Bunda dapat memberikan bantuan cepat dengan metode rumahan. Misalnya, memberinya kompres dingin, memilih pakaian yang longgar, dan menjaga agar tubuh tetap sejuk.

Bunda juga perlu berkonsultasi dengan dokter, karena aktivitas keseharian Si Kecil pasti memang dapat meningkatkan suhu tubuhnya, sehingga bisa memicu ruam dan bentol ini kapan saja. Karena itu, mungkin saja ia memerlukan obat antihistamin demi melawan ruam tersebut, yang tentunya memerlukan saran dari dokter untuk menentukan dosisnya.

Langkah-langkah Pencegahan yang Efektif

Langkah yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah situasi ruam dan bentol akibat suhu panas ini hanyalah menghindarkan Si Kecil dari pemicu suhu tinggi. Untuk itu, Bunda perlu membatasi Si Kecil dari kegiatan yang bisa meningkatkan suhu tubuhnya, seperti bermain yang banyak menggunakan fisik, berendam dalam air hangat, atau mengonsumsi minuman hangat.

Jika ia masih saja mengalami ruam tiap kali ia berkeringat, Bunda juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk betul-betul memastikan bahwa ia memang mengalami alergi terhadap keringat, mengingat cairan yang keluar sendiri dari kulit ini sebenarnya jarang sekali menyebabkan alergi. Karena bisa jadi sebetulnya Si Kecil memang mengalami alergi, namun pemicunya bukanlah keringat, melainkan zat lain yang perlu diselidiki lebih lanjut (misalnya makanan, tungau, serbuk sari, dan lain sebagainya).

Untuk memastikannya, Bunda dapat mengajak Si Kecil melakukan pemeriksaan alergi loh. Melalui pemeriksaan ini, Bunda akan mengetahui hal apa yang sesungguhnya membuat Si Kecil sampai mengalami ruam-ruam ini. Agar Bunda mengetahui perkiraan biaya pemeriksaannya, baca di sini yuk: Perkiraan Biaya Tes Alergi yang Perlu Bunda Ketahui.

Referensi:

  • KlikDokter. Cholinergic Urticaria, Gangguan Kulit yang Dialami V BTS. Diakses 11 Januari 2024. https://www.klikdokter.com/info-sehat/berita-kesehatan/cholinergic-urticaria-gangguan-kulit-yang-dialami-v-bts

  • Creu Blanca. Sweat allergy: causes and symptoms. Diakses 11 Januari 2024. https://creu-blanca.es/en/news/sweat-allergy-causes-symptoms/

  • Very Well Health. What Is Cholinergic Urticaria?. Diakses 11 Januari 2024. https://www.verywellhealth.com/cholinergic-urticaria-6890795

  • Medical News Today. What is cholinergic urticaria and how is it treated? Diakses 11 Januari 2024. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320916





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu