Beranda Artikel 13-36 Bulan Yuk Kenali 10 Jenis Bakteri Baik Dan Manfaatnya Untuk Tubuh.

Yuk Kenali 10 Jenis Bakteri Baik Dan Manfaatnya Untuk Tubuh.

2021/12/21 - 03:35:36pm     oleh Morinaga Soya
Yuk Kenali 10 Jenis Bakteri Baik Dan Manfaatnya Untuk Tubuh.

Selama menjaga kesehatan Si Kecil, pasti tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa penyakit yang diderita Si Kecil pasti disebabkan oleh adanya infeksi bakteri. Meskipun bakteri seringkali disandingkan dengan hal negatif, tapi ternyata tidak semua bakteri itu jahat loh Bunda.

Beberapa diantaranya bahkan cukup diperlukan dan amat krusial bagi kesehatan Si Kecil. Bakteri baik yang terdapat dalam tubuh bahkan disinyalir dapat membantu melawan penyakit.

Tubuh manusia pada dasarnya menjadi tempat bernaung bagi kurang lebih 10 triliun bakteri baik atau yang dikenal dengan nama probiotik. Kebanyakan bakteri baik tersebut berdiam di saluran pencernaan dan berfungsi untuk membantu mencerna sekaligus menyerap nutrisi yang terdapat dalam makanan yang dikonsumsi.

Probiotik merupakan penghasil asam laktat yang ditemukan di dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri ini juga nantinya digunakan untuk mengatasi diare, iritasi usus, bahkan hingga penyakit kulit, dan lainnya.

Lebih lanjut, melansir dari klikdokter, ada 10 bakteri baik yang menguntungkan bagi tubuh manusia beserta dengan manfaatnya.

Lactobacillus Acidophilus

Lactobacillus acidophilus merupakan salah satu bakteri yang umum ditemukan di saluran pencernaan manusia. Bakteri baik ini bisa membantu menurunkan kolesterol jahat serta mengatasi penyakit diare.

Bagi Bunda, bakteri jenis ini juga dinilai mampu untuk mengatasi infeksi bakteri maupun keputihan di area kewanitaan. Bakteri baik ini bisa ditemukan di makanan seperti tempe, ataupun makanan olahan susu seperti keju dan yoghurt.

Lactobacillus Salivarius

Bakteri jenis ini merupakan salah satu mikroba yang muncul paling awal di dalam rongga mulut dan usus tak lama setelah Si Kecil lahir. Bakteri ini kerap kali ditemukan terdapat dalam saluran pencernaan dan terdapat di dalam makanan hasil fermentasi.

Contohnya seperti tahu, tempe, ataupun yoghurt dan lainnya. Salah satu fungsi lactobacillus salivarius sendiri bagi tubuh Si Kecil adalah menghambat pertumbuhan helicobacter pylori, salah satu bakteri jahat penyebab tukak lambung.

Tak lupa, probiotik lactobacillus salivarius ini juga bisa membunuh patogen lain yang terdapat dalam mulut yang sering menjadi penyebab mulut berbau tidak sedap.

Lactobacillus Rhamnosus

Usus, baik usus halus maupun besar merupakan rumah bagi beragam bakteri baik yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan Si Kecil. Salah satu diantaranya adalah lactobacillus rhamnosus yang dinilai mampu membantu menjaga kesehatan usus dan hati, serta mengatasi gejala gangguan pencernaan, misalnya saja diare.

Tak hanya itu, bakteri ini juga mampu mencegah infeksi pada gusi. Tak hanya bagi Si Kecil, ternyata lactobacillus rhamnosus ini kerap kali dimanfaatkan untuk mengatasi diare bahkan pada orang dewasa serta diare pada Si Kecil yang diakibatkan oleh infeksi akibat bakteri clostridium difficile, ataupun diare yang dipicu karena konsumsi antibiotik.

Fakta tak kalah penting, bakteri baik ini juga membantu menguatkan sistem imun dan mampu mencegah gejala alergi tertentu serta mencegah eksim pada Si Kecil. Bakteri baik ini bisa Bunda temukan dalam produk olahan susu dan yoghurt.

Lactobacillus Plantarum

Salah satu bakteri baik yang kerap dimanfaatkan oleh produsen makanan adalah lactobacillus plantarum yang kerap digunakan untuk membuat acar sayuran dalam kemasan ataupun biang roti. Ketika berada di dalam tubuh, bakteri ini akan membantu menguatkan sistem pertahanan tubuh yang akan melawan bakteri penyebab penyakit.

Lebih dari itu, probiotik ini juga mempunyai efek antioksidan yang sangat bermanfaat bagi saluran cerna Si Kecil. Dalam tubuh Si Kecil bakteri ini bisa menghambat perkembangan mikroba yang menghasilkan gas dan kerap kali menyebabkan perut menjadi kembung.

Streptococcus Thermophilus

Agar dapat mencerna laktosa, gula yang terdapat dalam susu, tubuh manusia membutuhkan enzim laktase. Salah satu penghasil enzim tersebut di dalam tubuh adalah streptococcus thermophilus. Probiotik ini bisa temukan di dalam saluran cerna ataupun dalam makanan olahan susu seperti keju ataupun yoghurt.

Karena memiliki bakat menghasilkan laktase, probiotik ini diyakini bisa menjadi solusi bagi Si Kecil yang mengalami intoleransi laktosa, yakni kondisi di mana tubuh tidak dapat mencerna laktosa dalam susu. Kelebihan lainnya adalah streptococcus thermophilus juga menghasilkan zat yang mampu membantu tubuh melawan patogen penyebab pneumonia serta tukak lambung.

Saccharomyces Boulardii

Saccharomyces boulardii ini sebenarnya tidak termasuk dalam kategori bakteri, namun lebih tepatnya saccharomyces boulardii. Ini adalah ragi yang memiliki sifat menyerupai probiotik atau bakteri baik. Mikroba ini sering digunakan untuk mengatasi dan mencegah diare, termasuk diare yang diakibatkan oleh rotavirus pada Si Kecil.

Saccharomyces boulardii juga disinyalir berguna untuk mengatasi jerawat dan infeksi helicobacter pylori yang diakibatkan karena bakteri helicobacter pylori yang dapat menyerang serta merusak dinding lambung. Mikroba ini juga dianggap memiliki kemampuan tersendiri untuk mencegah pembentukan luka pada jaringan kulit.

Bifidobacterium Infantis

Bakteri jenis bifidobacteria merupakan jenis mikroba bermanfaat yang paling banyak menghuni usus. Bakteri ini sudah terbentuk sejak Si Kecil lahir dan berfungsi mengurangi gejala irritable bowel syndrome (IBS) misalnya saja perut kembung ataupun sakit perut.

Sebuah penelitian dalam jurnal Gut Microbes juga menjabarkan potensial bifidobacterium infantis untuk meredakan peradangan. Aman untuk dikatakan bahwa probiotik ini mampu membantu meredakan gejala radang usus besar serta penyakit kulit psoriasis, kondisi dimana sel kulit menumpuk dan menghasilkan bercak bersisik yang terasa kering dan gatal.

Tak ketinggalan, bifidobacterium infantis dapat mengurangi gejala alergi di saluran cerna sehingga Si Kecil lebih tenang dan tidak terlalu gelisah.

Bifidobacterium Longum

Dalam usus besar, bifidobacterium longum akan memfermentasi gula menjadi asam laktat. Hal ini sangat membantu tubuh untuk mengatur serta menurunkan pH di dalam usus. Mengutip dari Mygenegood, probiotik jenis ini telah terbukti membantu meningkatkan kinerja kognitif serta suasana hati.

Bifidobacterium Longum sendiri merupakan strain bakteri dengan banyak potensi untuk dunia medis dan kesehatan tubuh manusia karena mampu mencegah perkembangan bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi serius dan menetralkan racun di usus.

Lebih lanjut, probiotik ini juga disinyalir dapat membantu mengurangi gejala alergi di saluran pernapasan seperti rhinitis, batuk, hidung gatal dan tersumbat, serta asma.

Bifidobacterium animalis

Melansir dari laman ScienceDirect, bifidobacterium animalis adalah bakteri gram positif yang bisa ditemukan di dalam usus. Probiotik ini terkenal karena manfaatnya yang mampu memperbaiki gerak usus.

Dihimpun dari Selfhacked, susu formula yang mengandung bifidobacterium animalis yang diberikan kepada 50 anak dengan diare akut ternyata menunjukan efek baik menurunkan frekuensi serta durasi diare. Kebaikan bifidobacterium animalis ini sangat menonjol dalam membantu mencegah dan mengatasi kasus diare yang disebabkan oleh rotavirus.

Bakteri baik ini juga kerap digunakan dalam dunia medis untuk membantu terapi orang yang mengalami kasus sindrom iritasi usus besar atau konstipasi kronis. Probiotik jenis bifidobacterium animalis ini banyak digunakan produsen yoghurt yang beredar luas di pasaran. Nama paten bakteri ini adalah bifidus regularis.

Bifidobacterium Breve

Salah satu jenis bifidobacterium ini mudah ditemukan di dalam beberapa produk olahan susu seperti yoghurt. B. Breve ini kerap kali digunakan untuk mengobati pasien yang memiliki penyakit IBD (Inflammatory Bowel Disease) seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif. Kedua kondisi ini kerap menyebabkan peradangan kronis pada saluran cerna.

Bahkan, menurut Japanese Journal of Allergology, Bifidobacterium Breve mampu membantu mengurangi gejala alergi yang terjadi di area kulit. Salah satu manfaatnya adalah menghilangkan kemerahan dan gatal pada kulit. Selain itu, B.Breve dianggap mampu meredakan dan mencegah gejala dermatitis atopik ataupun eksim pada Si Kecil.

Nah, itulah Bunda beberapa jenis bakteri dari sekian banyak yang memberikan manfaat positif bagi tubuh Si Kecil. Bakteri baik ini bisa Bunda dapatkan melalui asupan makanan yang memang mengandung probiotik tersebut. Untuk Si Kecil, Bunda bisa mengecek kandungan produk yang dijual bebas di pasaran untuk memastikan apakah terdapat probiotik yang mampu menunjang pertumbuhan Si Kecil.

Salah satu produk yang mengandung bakteri baik ini adalah susu formula Morinaga Soya MoriCare Triple Bifidus. Terdapat tiga bifidobacteria di dalam susu formula pertumbuhan ini yang dapat membantu mengurangi gejala alergi yang dialami Si Kecil.

Kandungan triple bifidus yakni gabungan tiga bakteri baik (Bifidobacterium Longum, Bifidobacterium Breve, dan Bifidobacterium Infantis) akan membantu meningkatkan fungsi kesehatan pencernaan Si Kecil serta mendukung daya tahan tubuh yang lebih optimal sebagai salah satu bentuk proteksi untuk membantu meringankan gejala alergi yang terjadi di saluran pencernaan.

Bila saluran Cerna Si Kecil sehat maka bisa dipastikan bahwa sistem imun Si Kecil akan kuat.

Karena terbuat dari isolat protein kedelai, maka susu formula ini sangat aman dikonsumsi Si Kecil yang memiliki alergi susu sapi ataupun intoleransi laktosa. Tambahan 14 vitamin, serta 9 mineral di dalamnya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil yang tentu saja sangat penting untuk tumbuh kembangnya





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu