Beranda Artikel Alergi Mata Si Kecil Bengkak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mata Si Kecil Bengkak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

2022/08/30 - 04:53:52pm     oleh Morinaga Soya
Mata Si Kecil Bengkak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mata merupakan panca indera vital yang penting untuk tumbuh kembang Si Kecil. Mata yang sehat akan mendukung Si Kecil belajar dan mengeksplorasi banyak hal di sekitarnya. Tetapi, mata juga merupakan bagian tubuh yang sensitif sehingga rentan mengalami masalah yang mengganggu aktivitas Si Kecil. Salah satu gangguan mata yang sering dialami Si Kecil adalah mata bengkak. Apa yang menyebabkan mata Si Kecil bengkak? Cari tahu penyebab mata bengkak dan cara menanganinya yuk, Bun.

Penyebab Mata Bengkak pada Si Kecil dan Cara Menanganinya

1. Reaksi Alergi

Salah satu penyebab mata bengkak bisa karena gejala alergi, yang diikuti dengan mata dan hidung berair, kemerahan, serta gejala lainnya, seperti bersin-bersin, batuk, atau muncul ruam pada kulit. Oleh karena itu, Bunda perlu benar-benar mengenali alergen, yaitu pemicu munculnya reaksi alergi. Apakah Si Kecil alergi susu? Apakah karena bulu hewan, serbuk sari dari bunga atau tanaman, atau dari makanan dan minuman tertentu? Bahkan debu, polusi, dan paparan asap rokok juga bisa jadi alergen lho, Bun.

Mata bengkak yang disebabkan reaksi alergi, meski terlihat ringan, jangan dibiarkan ya, Bun. Segera cari tahu penyebabnya. Lalu segera jauhkan Si Kecil dari alergen yang memicu reaksi alergi. Kalau kondisi semakin parah, tidak ada salahnya Bunda membawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Kalazion

Mata bengkak yang disebabkan kalazion atau chalazion akan terlihat mirip seperti bintitan. Meski benjolannya tampak serupa, kalazion bukan bintitan (bintil/hordeolum). Bintitan terjadi karena infeksi bakteri, sedangkan kalazion terjadi akibat tersumbatnya kelenjar minyak (sebum/sebaceous).

Benjolan kalazion tumbuh di kelopak mata atas (dalam kondisi tertentu bisa tumbuh di kelopak mata bawah). Ketika ukurannya kecil akan berwarna merah, lunak, terlihat bengkak, dan terasa sakit. Lama kelamaan, benjolan akan membesar hingga seukuran kacang polong, berwarna merah, dan tidak lagi terasa sakit.

Pada umumnya, kalazion terjadi pada orang dewasa, namun tidak menutup kemungkinan bisa pula dialami Si Kecil. Beberapa tanda mata bengkak karena disebabkan kalazion, di antaranya:

  • Benjolan pada kelopak mata, bisa kelopak mata atas atau bawah, berwarna kemerahan, berukuran sebesar kacang polong, dan tidak terasa sakit.
  • Pembengkakan terjadi pada area di sekitar kalazion, membuat mata berair atau menyebabkan iritasi ringan.
  • Jika benjolan terus tumbuh dan semakin membesar, dapat menekan bola mata, sehingga membuat penglihatan kabur.

Beberapa cara mengatasi kalazion yang bisa Bunda lakukan:

  • Hindari memecahkan benjolan kalazion, karena bisa menyebabkan infeksi.
  • Kompres mata Si Kecil yang bengkak dengan kompres hangat untuk mempercepat proses penyembuhan.
  • Pastikan Si Kecil tidak mengucek mata yang bengkak.
  • Jika kalazion terjadi berulang dan terlalu sering kambuh, alangkah baiknya Bunda segera membawa Si Kecil berkonsultasi ke dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan salep mata yang aman untuk Si Kecil.

3. Bintitan

Penyebab mata bengkak pada Si Kecil bisa juga karena bintitan (bahasa medisnya hordeolum) atau dikenal pula dengan nama bintil. Bintitan atau stye adalah munculnya benjolan pada ujung kelopak mata Si Kecil. Terlihat seperti jerawat, namun kadang berukuran lebih besar dari jerawat. Penyebab bintitan bukan karena suka mengintip ya, Bun, melainkan karena adanya penumpukan bakteri Staphylococcus aureus di bagian ujung kelopak mata, yang kemudian menyebabkan infeksi pada kelenjar air mata yang terdapat di bawah bulu mata. Umumnya, bintitan bisa terjadi pada bagian luar kelopak mata atau pada bagian dalam kelopak mata, dan menyebabkan pembengkakan, gatal, sensasi terbakar atau rasa tidak nyaman, dan nyeri.

Cara mengatasi bintitan, kompres area bintitan dengan air hangat tiga hingga lima kali sehari untuk meredakan pembengkakan. Selain itu, Bunda perlu memastikan kebersihan area mata tetap terjaga. Jika bintitan berlangsung lebih dari seminggu, bawa Si Kecil ke dokter. Untuk kondisi ringan, dokter bisa saja merekomendasikan salep antibiotik. Sementara kalau kondisinya lebih parah, ada kemungkinan dokter melakukan tindakan bedah ringan untuk mengeluarkan nanah yang terdapat dalam bintitan.

4. Si Kecil Mengalami Cedera pada Mata

Si Kecil yang aktif bergerak sepanjang waktu memang rentan mengalami berbagai cedera, seperti jatuh yang mengakibatkan cedera kepala, benturan atau lupa di dekat mata, terkena sabun, bahkan mata kemasukan debu atau kotoran. Semua ini bisa menyebabkan pembengkakan pada mata.

Jika cedera yang dialami Si Kecil masih termasuk ringan, misalnya mata kemasukan debu atau kotoran, segera bersihkan mata dengan air atau cairan pembersih mata. Jika terdapat luka kecil, pastikan luka sudah dibersihkan sebelum diobati. Namun jika cedera yang dialami Si Kecil termasuk parah, lebih baik segera bawa ke dokter ya, Bun.

5. Penyumbatan Saluran Air Mata

Mata bengkak juga bisa terjadi akibat penyumbatan saluran air mata. Kasus mata bengkak ini lebih sering terjadi pada Si Kecil berusia kurang dari 12 bulan. Penyebabnya, karena air mata sulit keluar akibat adanya penyumbatan. Padahal seharusnya, air mata mengalir dari saluran nasolacrimal (saluran yang menghubungkan kelopak mata ke hidung) dan keluar dari mata. Tetapi karena tersumbat, terjadilah pembengkakan pada mata dan ujung mata Si Kecil terlihat banyak serpihan kering seperti kotoran mata.

Untuk mengurangi bengkak, bisa saja Bunda melakukan kompres menggunakan kain bersih yang dicelupkan ke air hangat, kemudian diletakkan pada area yang bengkak. Tetapi dalam beberapa kasus, dokter akan merekomendasikan tindakan operasi.

6. Konjungtivitis

Konjungtivitis atau disebut juga pink eyes adalah mata merah karena adanya peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva mata). Selain membuat mata menjadi merah, biasanya konjungtivitis disertai pembengkakan, mata berair, terasa gatal, dan keluar kotoran mata (belek).

Namun, gejala konjungtivitis biasanya tergantung penyebabnya, apakah karena infeksi bakteri, virus, atau iritasi akibat mata kemasukan kotoran atau akibat penggunaan produk tertentu.

Jika konjungtivitis karena alergi, biasanya disertai dengan munculnya gejala alergi lainnya, seperti hidung berair, mata bengkak dan berwarna merah, ruam pada kulit, dan sebagainya.

Bunda bisa meredakan mata bengkak akibat konjungtivitis dengan melakukan kompres menggunakan kain bersih yang sudah dibasahi air hangat atau handuk yang dihangatkan. Jika mata Si Kecil banyak mengeluarkan kotoran mata, rutin bersihkan supaya tidak menular ke mata lainnya (jika hanya satu mata saja yang mengalami gangguan). Selain itu, hindari berbagi handuk ya, Bunda, mengingat konjungtivitis bisa menular.

7. Mengucek Mata Secara Berlebihan

Cukup banyak Si Kecil yang punya kebiasaan mengucek mata, terutama saat mereka merasa lelah, mengantuk, terlalu banyak menangis, mata terasa gatal, atau karena mata kemasukan benda asing. Akibat mengucek mata secara berlebihan, mata bisa jadi bengkak. Kalau hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani, bisa menyebabkan iritasi.

Bagaimana mengatasinya? Bunda bisa mengalihkan perhatian Si Kecil sehingga kebiasaannya mengucek mata berangsur berkurang atau bahkan hilang. Jika Si Kecil mengucek mata karena mata terasa gatal, coba lakukan irigasi dengan cara membasahi mata Si Kecil dengan air yang steril (bisa menggunakan cairan pembersih mata yang aman untuk Si Kecil). Tetapi kalau terlanjur ada iritasi atau cedera akibat Si Kecil mengucek mata secara berlebihan, langsung berkonsultasi ke dokter untuk menemukan cara terbaik mengatasinya.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu