Beranda Artikel Alergi Penyebab Konjungtivitis (Alergi Mata) pada Si Kecil

Penyebab Konjungtivitis (Alergi Mata) pada Si Kecil

2022/09/22 - 06:09:09pm     oleh Morinaga Soya
Penyebab Konjungtivitis (Alergi Mata) pada Si Kecil

Tahukah Bunda, konjungtivitis adalah infeksi mata yang paling umum ditemui pada Si Kecil yang berusia dibawah 5 tahun. Konjungtivitis dapat terjadi akibat alergi ataupun infeksi bakteri atau virus. Kenali lebih jauh tentang alergi konjungtivitis pada Si Kecil, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya. Pelajari di sini yuk, Bunda.

Penyebab Alergi Konjungtivitis pada Si Kecil

Penyebab konjungtivitis dapat dibagi atas konjungtivitis akibat infeksi dan konjungtivitis akibat alergi.

  • Konjungtivitis akibat infeksi

Konjungtivitis dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan sangat menular. Si Kecil dapat terkena konjungtivitis apabila melakukan kontak, yang meliputi:

  • Cairan dari mata, hidung, atau tenggorokan orang yang terinfeksi melalui sentuhan, batuk, atau bersin
  • Jari atau benda yang terkontaminasi
  • Air atau handuk yang terkontaminasi saat berenang.

Jika Si Kecil mengalami konjungtivitis akibat infeksi, jangan biarkan ia berbagi obat tetes mata, tisu, handuk, atau sarung bantal dengan orang lain. Pastikan Si Kecil mencuci tangan dengan bersih untuk mencegah infeksi menyebar ke orang lain.

  • Konjungtivitis akibat alergi

Konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi. Konjungtivitis alergi tidak menular dan terjadi pada Si Kecil dengan riwayat alergi. Si Kecil juga akan menunjukkan gejala demam jika konjungtivitis adalah akibat dari alergi. Tanda-tandanya bisa berupa hidung gatal atau berair, bersin, serta mata terasa gatal dan berair. Si Kecil dengan konjungtivitis alergi akan sering menggosok-gosok matanya.

Gejala Alergi Konjungtivitis

Jika Si Kecil mengalami konjungtivitis, beberapa gejala yang dapat ditemukan antara lain:

  • Mata merah pada salah satu atau kedua mata;
  • Kemerahan pada bagian dalam kelopak mata;
  • Pembengkakan kelopak mata;
  • Keluar air mata berlebih;
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya;
  • Perasaan mata seperti berpasir;
  • Rasa gatal pada mata.

Gejala biasanya akan berkembang dalam 24 hingga 72 jam setelah terinfeksi, dan dapat berlangsung selama dua hari hingga tiga minggu.

Cara Mengobati Si Kecil Saat Terkena Alergi Konjungtivitis

Pengobatan pada konjungtivitis akibat alergi dilakukan bergantung pada tingkat keparahannya.

  • Episode mata merah atau konjungtivitis alergi yang intermiten atau kurang serius biasanya dapat diobati dengan obat tetes mata. Walau begitu, jika kondisi Si Kecil tidak membaik, Bunda perlu membawa Si Kecil ke layanan kesehatan.
  • Bentuk konjungtivitis alergi yang lebih parah akan memerlukan obat tetes mata steroid. Obat tetes ini sangat efektif untuk mengobati peradangan yang lebih parah tetapi perlu dipantau dengan hati-hati, karena tetes steroid dapat menyebabkan efek samping jika digunakan untuk waktu yang lama tanpa pengawasan. Segera bawa Si Kecil ke layanan kesehatan apabila gejala yang ditunjukkan tidak membaik atau semakin parah.

Alergi konjungtivitis bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan Si Kecil. Selain konjungtivitis, umumnya Si Kecil juga rentan terkena alergi lainnya seperti alergi susu sapi. Kenali ciri alergi susu sapi pada Si Kecil sejak dini, yuk.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu