Beranda Artikel 13-36 Bulan Makanan Penyebab Sembelit pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Makanan Penyebab Sembelit pada Bayi dan Cara Mengatasinya

2023/07/28 - 07:33:30pm     oleh Morinaga Soya
Makanan yang Menyebabkan Sembelit pada Bayi

Ada beberapa makanan yang dapat memicu sembelit pada bayi, seperti sereal beras, roti putih, dan olahan kentang. Solusi untuk mengatasi sembelit pada bayi adalah dengan memberikan makanan yang kaya serat. Mari kita pelajari lebih lanjut dalam artikel ini.

Ciri-ciri Bayi Sembelit pada Bayi

Bunda, mari kenali beberapa ciri-ciri bayi yang mungkin mengalami masalah sembeli, berikut ini:

  • Frekuensi Buang Air Besar Menurun: Jika bayi biasanya buang air besar setiap hari atau beberapa kali sehari, namun frekuensinya tiba-tiba menurun menjadi lebih jarang, ini bisa menjadi tanda sembelit.
  • Tinja Keras dan Kering: Tinja yang keras, kering, dan sulit dikeluarkan adalah tanda umum sembelit pada bayi. Anda mungkin melihat bahwa tinja bayi lebih padat dan terbentuk daripada biasanya.
  • Mengejan atau Kesulitan Buang Air Besar: Jika bayi terlihat menderita atau kesulitan saat mencoba buang air besar, bahkan sampai mengejan atau merengek saat melakukannya, ini bisa mengindikasikan sembelit.
  • Nyeri Perut atau Kram: Bayi yang mengalami sembelit mungkin menunjukkan tanda-tanda nyeri perut atau kram, seperti merengek atau menangis lebih sering.
  • Perubahan Nafsu Makan: Sembelit dapat memengaruhi nafsu makan bayi. Mereka mungkin menjadi kurang nafsu makan atau minum.

Bayi yang mengalami sembelit mungkin juga tampak lebih tidak nyaman dan mudah rewel, terutama sebelum atau setelah mencoba buang air besar.

Makanan yang Dapat Menyebabkan Sembelit pada Bayi

Beberapa makanan dapat memicu sembelit pada bayi. Berikut adalah beberapa makanan yang harus Bunda waspadai:

  • Sereal beras: Meskipun praktis dan umum diberikan kepada bayi, sereal beras dapat memicu sembelit karena rendah serat. Alternatifnya, Bunda bisa memberikan sereal oatmeal yang lebih tinggi serat.
  • Pisang: Pisang mentah mengandung jenis pati yang sulit dicerna oleh tubuh, yang bisa memicu sembelit pada Si Kecil.
  • Produk susu: Produk olahan susu seperti susu sapi, yoghurt, es krim, dan keju jika dikonsumsi dalam jumlah besar bisa memicu sembelit.
  • Nasi: Beberapa bayi mungkin mengalami kesulitan mencerna nasi, yang bisa menyebabkan sembelit.
  • Wortel: Wortel yang dikukus atau dimasak bisa memicu sembelit karena dapat membuat kotoran menjadi padat.
  • Apel: Apel, terutama apel kukus, dapat memicu sembelit karena memiliki protein yang dapat mengeraskan kotoran.
  • Roti putih: Roti putih yang dibuat dengan tepung serbaguna kurang serat, yang bisa memicu sembelit jika diberikan dalam jumlah banyak pada bayi.
  • Olahan kentang: Kentang olahan seperti keripik kentang atau kentang dengan mentega dan krim asam bisa memicu sembelit pada bayi.

Jika Si Kecil sembelit karena kesulitan makan nasi. Bunda perlu mempertimbangkan mencari asupan karbohidrat lain untuk memenuhi kebutuhan asupan energinya. Ketahui pilihannya di artikel berikut yuk: Anak Tidak Mau Makan Nasi? Coba 7 Cara Berikut Ini

Makanan yang Dapat Mencegah Sembelit pada Bayi

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, untuk mencegah sembelit, anak-anak setidaknya harus mengonsumsi 14 sampai 31 gram serat setiap harinya. Beberapa sumber makanan yang baik dalam mencegah sembelit pada Si Kecil antara lain: roti gandum, pasta, kacang-kacangan, kedelai, buncis, buah pir, jeruk, brokoli, kacang polong, dan okra.

Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

Mengatasi sembelit pada bayi perlu dibedakan menurut kelompok umurnya. Berikut adalah cara yang disarankan untuk mengatasi sembelit pada bayi berusia 6-12 bulan:

  • Mengubah atau Mengganti Susu Formula: Coba diskusikan dengan dokter perihal mengubah takaran susu formula atau mencari susu formula yang memang kaya akan serat.
  • Berikan Susu Sapi yang Diformulasi Khusus: Walau masih dianjurkan mengonsumsi ASI, namun bila Si Kecil yang berusia 1-2 tahun mengalami gejala sembelit, Bunda bisa berkonsultasi ke dokter untuk memberikan Si Kecil susu tinggi serat agar pencernaan nya lebih sehat.
  • Menggunakan Obat Pelembut Tinja: Sebelum memutuskan untuk menggunakan pelembut tinja ada baiknya Bunda berkonsultasi kepada dokter untuk petunjuk dan anjuran penggunaan. Pelembut tinja ini umumnya dapat ditambahkan ke dalam susu bayi untuk diberikan tiga kali dalam sehari.

Sedangkan untuk bayi berkisar usia 1-2 tahun, maka cara lebih baik untuk melakukan pencegahan sekaligus pertolongan pertama pada bayi yang sembelit adalah dengan melakukan hal berikut:

  • Membiasakan Ke Toilet Secara Teratur: Coba biasakan Si Kecil untuk duduk di toilet sekitar 3-5 menit setelah makan. Minta Si Kecil untuk duduk di toilet meskipun ia tidak merasa ingin BAB. Ciptakan suasana nyaman agar anak merasa nyaman tiap harus buang air di toilet.
  • Berikan Makanan Tinggi Serat: Bunda perlu memberikan makanan kaya serat dan mempersiapkan menu makan pada bayi agar tidak sembelit. Tambahkan serat dari tiga porsi sayuran dan dua porsi buah setiap hari. Utamakan memberikannya asupan serat dari buah-buahan berkulit yang bisa langsung dikonsumsi seperti buah plum, aprikot, persik, atau prune.

Buah naga juga bisa menjadi alternatif makanan tinggi serat yang bisa diberikan bila anak mengalami sembelit. Selain buah, roti gandum, chia seed, dan susu tinggi serat juga bisa diberikan kepada Si Kecil. Cari tahu lagi informasi tentang makanan kaya serat beserta penjelasannya dalam artikel berikut yuk: 7 Makanan Tinggi Serat Untuk Menjaga Kesehatan Si Kecil.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu