Beranda Artikel 13-36 Bulan Makanan Penyebab Sembelit pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Makanan Penyebab Sembelit pada Bayi dan Cara Mengatasinya

2023/07/28 - 07:33:30pm     oleh Morinaga Soya
Makanan yang Menyebabkan Sembelit pada Bayi

Terdapat beberapa makanan yang dapat memicu sembelit pada Si Kecil, seperti sereal beras, roti putih, dan olahan kentang. Solusi untuk mengatasi sembelit ini adalah memberikan makanan yang kaya serat. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang sembelit ini dalam artikel ini.

Ciri-Ciri Bayi Mengalami Sembelit (Konstipasi)

Mengenali tanda sembelit sejak dini sangat penting agar Bunda bisa segera memberikan penanganan yang tepat. Berikut adalah penjelasan mendalamnya:

1. Perubahan Frekuensi Buang Air Besar (BAB)

Setiap bayi memiliki pola BAB yang berbeda, namun Bunda perlu waspada jika frekuensinya berkurang drastis dari biasanya.

  • Bayi ASI Eksklusif: Umumnya jarang sembelit, namun jika ia tidak BAB lebih dari 5-7 hari dengan tekstur yang keras, Bunda perlu waspada.
  • Bayi Susu Formula/MPASI: Jika ia BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu atau jauh lebih jarang dari pola biasanya, ini bisa menjadi indikasi sembelit.

2. Kelainan Konsistensi pada Tinja

Bukan hanya frekuensi, tekstur adalah kunci utama menentukan sembelit.

  • Tekstur: Tinja terasa keras, kering, dan padat.
  • Bentuk: Terkadang berbentuk seperti kerikil kecil yang terpisah-pisah (mirip kotoran kambing) dan tidak lagi lembek atau cair seperti biasanya.

3. Mengejan dengan Usaha Keras

Jika si Kecil tampak mengerahkan tenaga ekstra untuk BAB, perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Wajah memerah saat berusaha mengeluarkan tinja.
  • Menarik kaki ke arah perut atau melengkungkan punggung saat mengejan.
  • Terlihat sangat kesulitan meskipun tinja yang keluar hanya sedikit.

4. Rewel dan Gelisah

Sembelit menimbulkan rasa tidak nyaman yang luar biasa pada perut bayi.

  • Perilaku: Si Kecil terlihat jauh lebih rewel dari biasanya, sering menangis tanpa alasan yang jelas, dan tampak gelisah terutama saat akan atau sedang BAB.
  • Gangguan Tidur: Rasa tidak enak di perut sering kali membuat bayi sulit tidur nyenyak.

5. Nyeri Perut dan Perut Tegang

Penumpukan tinja dan gas dapat menyebabkan tekanan pada saluran cerna.

  • Gejala: Si Kecil mungkin merengek atau menjerit kesakitan karena kram perut.
  • Tanda Fisik: Saat Bunda meraba perutnya, terasa lebih keras atau tampak sedikit kembung (membuncit).

6. Perubahan Nafsu Makan

Rasa penuh dan tidak nyaman akibat tinja yang tertahan membuat sinyal lapar si Kecil terganggu.

  • Ia mungkin menolak menyusu atau tidak bersemangat saat diberikan MPASI. Kondisi ini biasanya akan membaik setelah ia berhasil BAB.

Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan sembelit. Mari ketahui kemungkinan penyebabnya di sini: Penyebab Bayi Susah BAB dan Cara Menanganinya.

Tanda-Tanda yang Lebih Serius (Waspada!)

Bunda, pastikan segera konsultasikan ke dokter jika sembelit disertai dengan gejala-gejala berikut ini:

  • Darah pada Feses: Adanya bercak darah segar biasanya disebabkan oleh fisura ani, yaitu robekan kecil pada jaringan kulit di lubang anus akibat dipaksa melewati feses yang sangat keras.
  • Muntah dan Demam: Jika sembelit disertai muntah (terutama yang berwarna hijau) dan demam tinggi, ini bisa menjadi tanda adanya penyumbatan atau infeksi pada usus.
  • Benjolan di Anus: Munculnya benjolan atau pembengkakan di area sekitar anus bisa mengindikasikan adanya wasir atau iritasi kronis akibat sering sembelit.
  • Berat Badan Tidak Naik: Jika sembelit dibarengi dengan pertumbuhan yang terhambat, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis.

Makanan yang Dapat Menyebabkan Sembelit pada Si Kecil

Beberapa makanan dapat memicu sembelit jika diberikan secara berlebihan, sehingga sebaiknya Bunda waspadai. Berikut beberapa makanan tersebut:

  • Sereal beras. Meskipun praktis dan banyak diberikan kepada bayi, sereal beras dapat memicu sembelit karena rendah serat. Alternatifnya, Bunda bisa memberikan sereal oatmeal yang lebih tinggi serat.
  • Pisang. Pisang mentah mengandung jenis pati yang sulit dicerna oleh tubuh, yang bisa memicu sembelit.
  • Susu sapi dan produk olahannya, seperti yoghurt, es krim, dan keju jika dikonsumsi dalam jumlah besar bisa memicu sembelit.
  • Wortel. Wortel yang dikukus atau dimasak bisa memicu sembelit karena dapat membuat tinja menjadi padat.
  • Roti putih, yang dibuat dengan tepung serbaguna dan minim serat.
  • Keripik kentang, yang diolah dengan mentega dan krim asam.
  • Nasi.

Makanan yang Dapat Mencegah Sembelit

Agar Si Kecil yang masih berusia 6-36 bulan terhindar dari sembelit, sebaiknya ia mengonsumsi 11-19 gram serat setiap harinya. Beberapa sumber makanan yang baik dalam mencegah sembelit antara lain roti gandum, pasta, kacang-kacangan, kedelai, buncis, buah pir, jeruk, brokoli, kacang polong, dan okra.

Yuk, bantu jaga pencernaan Si Kecil dengan asupan serat yang cukup! Kalau Si Kecil masih suka menolak makanan pokok seperti nasi, cari tahu penyebabnya di artikel berikut: Anak Tidak Mau Makan Nasi.

Cara Mengatasi Sembelit

Mengatasi sembelit pada Si Kecil perlu dibedakan menurut kelompok umurnya. Cara yang disarankan untuk bayi berusia 6-12 bulan adalah berkonsultasi dengan dokter untuk menggunakan zat yang dapat melembutkan tinja. Umumnya, zat ini dapat ditambahkan ke dalam buburnya sebanyak 3 kali dalam sehari.

Sedangkan jika ia telah berusia 1-2 tahun, maka caranya sebagai berikut:

  • Membiasakan pergi ke toilet secara teratur.

Coba biasakan Si Kecil untuk duduk di toilet sekitar 3-5 menit setelah makan. Hal ini perlu dilakukan meskipun ia tidak merasa ingin buang air besar. Ciptakan suasana nyaman agar ia tidak ragu setiap harus buang air di toilet.

  • Memberikan makanan tinggi serat.

Serat dapat ditambahkan pada menunya dengan memberikan 3 porsi sayuran dan 2 porsi buah setiap hari. Utamakan memberikannya asupan serat dari buah-buahan berkulit yang bisa langsung dikonsumsi, seperti buah plum, aprikot, persik, atau prune.

Buah naga juga bisa menjadi alternatif makanan tinggi serat yang bisa diberikan bila anak mengalami sembelit. Roti gandum, biji chia, dan susu yang telah difortifikasi dengan serat juga bisa diberikan kepada Si Kecil. Cari tahu lagi informasi tentang makanan kaya serat beserta penjelasannya dalam artikel berikut yuk: 6 Makanan Tinggi Serat yang Bagus untuk Pencernaan Anak.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu
bannerinside bannerinside
allysca