Beranda Artikel 37-72 Bulan 7 Makanan Tinggi Serat Untuk Menjaga Kesehatan Si Kecil

7 Makanan Tinggi Serat Untuk Menjaga Kesehatan Si Kecil

2022/07/19 - 04:27:26pm     oleh Morinaga Soya
7 Makanan Tinggi Serat Untuk Menjaga Kesehatan Si Kecil

Dalam kesehariannya, Si Kecil nggak hanya membutuhkan asupan lemak, protein, ataupun karbohidrat, tetapi juga makanan yang tinggi serat. Makanan tinggi serat bisa didapatkan dari beragam jenis buah dan sayur. Banyak sekali manfaat yang ditawarkan serat bagi kesehatan tubuh Si Kecil seperti penjelasan berikut ini.

Manfaat Serat Untuk Anak

Serat merupakan salah satu nutrisi yang wajib dikonsumsi oleh anak-anak, terutama di masa awal pertumbuhannya karena serat bisa membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Mengutip dari Healthline, setidaknya sebanyak 70% elemen sistem imun tubuh ada di sistem pencernaan. Inilah sebabnya, menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil amatlah penting.

Tak hanya sekedar memelihara kesehatan saluran cerna, tetapi makanan kaya tinggi serat juga bisa menjadi solusi bagi anak yang tengah mengalami susah BAB, kemudian juga serat bisa menekan resiko gangguan pencernaan seperti sembelit. Bahkan, menurut The Journal of Nutrition, makanan tinggi serat untuk anak bisa meningkatkan kecerdasan otak loh Bunda, tak ayal, ini bisa menstabilkan suasana hati atau mood Si Kecil supaya tak mudah tantrum. Berikut adalah manfaat serat bagi Si Kecil:

  • Membuat anak merasa kenyang lebih lama sehingga rasa lapar bisa lebih dikontrol

  • Membantu mengontrol berat badan Si Kecil

  • Menambah energi

  • Memelihara kesehatan saluran cerna

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Bun, banyak sekali manfaat serat yang bisa mendukung tumbuh kembang Si Kecil agar lebih optimal. Maka dari itu, selalu libatkan makanan kaya akan serat dalam menu sehari-hari Si Kecil. Tapi perlu diingat ya Bunda, ketika Si Kecil terkena diare, maka Bunda harus melakukan kebalikannya, yakni memberinya makanan rendah serat supaya frekuensi BAB nya bisa diredam.

Berapa Banyak Serat yang Dibutuhkan Anak?

Mengacu pada data yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, berikut merupakan standarisasi jumlah serat yang dibutuhkan anak-anak :

  • Bagi Balita yang berusia 1-3 tahun, minimal jumlah serat harian yang diperlukan berkisar di angka 19 gram

  • Sementara bagi anak berusia 4 -8 tahun, maka mereka harus mendapatkan setidaknya 25 gram sehari

  • Anak perempuan yang beranjak ke usia 9 -18 tahun harus mendapatkan paling tidak 26 gram serat per hari

  • Anak laki-laki berusia 9-13 tahun membutuhkan asupan serat sebanyak 31 gram sehari

  • Anak laki-laki berusia 14 -18 tahun memerlukan 38 gram serat per hari.

Makanan Tinggi Serat Untuk Anak

  1. Oatmeal

Bunda bisa mengawali hari Si Kecil dengan memberikannya oatmeal sebagai sarapan. Makanan serbaguna ini memiliki setidaknya 4 gram serat per mangkuk. Untuk membuat Si Kecil tertarik menyantap oatmeal, Bunda bisa memberikan tambahan pemanis alami seperti madu, sirup mapel, kismis, bubuk kayu manis, dan lainnya.

  1. Apel

Salah satu buah yang populer dikonsumsi baik orang dewasa maupun anak-anak ini ternyata nggak hanya memiliki rasa yang lezat, tetapi bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan vitamin A serta serat di dalamnya bisa menjaga kesehatan tubuh Si Kecil. Apel setidaknya memiliki kandungan 3.6 gram serat dalam porsi kecil. Sehingga mengkonsumsi 1 buah apel per hari pasti bisa memenuhi kebutuhan serat harian Si Kecil.

  1. Wortel

Ternyata wortel nggak hanya kaya vitamin A, tetapi juga kaya serat. Bunda bisa mengolah wortel menjadi makanan gurih ataupun smoothies. Wortel memiliki paling tidak 2,9 gram serat di setiap setengah cangkir jus wortel.

  1. Pisang

Pisang mengandung karbohidrat serta potasium yang mampu menyuplai tenaga supaya Si Kecil bisa beraktivitas. Selain itu, pisang ternyata mempunyai 3,1 gram serat.

  1. Roti Gandum

Selembar roti gandum disinyalir memiliki setidaknya 2 gram serat atau lebih. Untuk membuat Si Kecil tertarik mengkonsumsi roti gandum, Bunda bisa mengkreasikan menu sarapan ringan dengan mengoleskan selai atau mengolahnya menjadi roti lapis dengan berbagai isi dan topping supaya Si Kecil makin bersemangat menyantapnya.

  1. Beri-Berian

Beragam buah beri seperti blackberry, blueberry, stroberi dan raspberry. Melansir dari Web MD, raspberry dipercaya merupakan salah satu buah dengan kandungan serat tertinggi. Raspberry setidaknya memiliki 4 gram serat setiap setengah porsi. Sementara untuk stroberi dan blueberry, keduanya memiliki paling tidak 1.5 - 1.8 gram serat tiap porsinya.

  1. Buah Pir

Buah pir dengan ukuran medium bisa mengandung paling tidak 5.5 gram serat. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memasukan buah pir ke dalam menu makan Si Kecil agar pencernaanya lancar.

  1. Ubi Jalar

Setidaknya satu porsi ubi jalar mampu menyediakan paling tidak 3.8 gram serat yang baik bagi kesehatan Si Kecil. Bunda bisa mengolah ubi jalar menjadi beragam menu camilan ataupun menu utama. Bahkan Bunda bisa mengkreasikannya menjadi makanan penutup seperti biji salak. Menarik bukan?

  1. Popcorn

Kalau Si Kecil kerap kali menolak sayur ataupun buah, tapi mungkin Si Kecil tidak akan menolak popcorn atau berondong jagung. Camilan yang terbuat dari jagung ini memiliki setidaknya 2 gram serat dalam 3 mangkuk popcorn. Tapi hati-hati jangan memberikan Si Kecil terlalu banyak ya Bunda dan variasikan dengan menu sehat lainnya supaya menu harian Si Kecil tetap seimbang

  1. Kacang-Kacangan

Coba untuk memberi Si Kecil asupan ragam kacang dalam menunya. Bunda bisa memberikan kacang merah serta kacang hitam yang mengandung 16 gram serat per porsinya. Selain itu, ada juga kacang almond yang bisa Bunda berikan sebagai camilan. Kacang almond setidaknya memiliki 3.5 gram serat per porsinya.

Ketika memberikan Si Kecil banyak jenis makanan, terutama makanan yang belum pernah ia makan, berikan perlahan dan sedikit demi sedikit untuk melihat apakah Si Kecil memiliki reaksi alergi terhadap makanan tersebut. Bila Bunda melihat gejala yang tidak biasa usai Si Kecil memakan makanan tertentu, maka jangan ragu untuk membawanya ke dokter ya Bunda.

Atau cara yang lebih praktis, Bunda bia memeriksakan seberapa besar kemungkinan resiko Si Kecil mengalami alergi di cek alergi.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu