Beranda Artikel 0-12 Bulan Ketahui Komposisi dan Manfaat ASI Bagi Tumbuh Kembang Anak

Ketahui Komposisi dan Manfaat ASI Bagi Tumbuh Kembang Anak

2022/10/05 - 05:08:21pm     oleh Morinaga Soya
Ketahui Komposisi dan Manfaat ASI Bagi Tumbuh Kembang Anak

ASI eksklusif yang diberikan Bunda kepada Si Kecil memang menyediakan gizi penting bagi Si Kecil, apalagi di beberapa bulan pertama kehidupannya. Kandungan ASI sendiri terdiri dari paduan sempurna antara lemak, karbohidrat, protein, zat antibodi, enzim, serta vitamin juga mineral yang diperlukan Si Kecil selama masa pertumbuhannya.

Melansir dari laman Kid’s Health, disebutkan bahwa kandungan ASI ini sendiri juga lebih mudah dicerna dan diserap sehingga ASI selalu menjadi pilihan utama sumber nutrisi Si Kecil. ASI sendiri sudah didaulat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai sumber nutrisi paling ideal dan merupakan makanan terbaik bagi Si Kecil sejak dini dan menyarankan pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan pertama dalam kehidupannya.

Komposisi kandungan ASI yang sarat akan nutrisi penting juga disinyalir mampu mengurangi resiko Si Kecil mengalami penyakit tertentu seperti diabetes, asma, obesitas, ISPA, pneumonia, ataupun diare. Makanya tak heran kalau seluruh dokter, tenaga medis, ataupun lembaga kesehatan menyarankan semua ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada Si Kecil karena kandungan ASI yang memang memiliki segudang manfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil.

Jenis Pembagian ASI

ASI memiliki tekstur serta warna yang menyerupai susu formula atau susu sapi pada umumnya. Hanya saja, wujud ASI ternyata berbeda dan tidak selalu sama sejak pertama kali Bunda mulai menyusui Si Kecil. Ada beberapa jenis ASI dengan warna, tekstur, dan kandungan yang berbeda seiring dengan berjalannya waktu, berikut merupakan jenis pembagian ASI beserta dengan penjelasannya:

  • Kolostrum

Kolostrum merupakan ASI yang keluar pertama kali dan memiliki warna putih kekuningan, teksturnya pun cenderung kental sehingga mungkin sering disalahpahami sebagai ekstraksi ASI yang kurang baik. Padahal justru yang terjadi merupakan kebalikannya, ada banyak sekali gizi penting yang terdapat dalam ASI jenis kolostrum ini. Menurut IDAI, kolostrum umumnya diproduksi sekitar 1-5 hari sejak kelahiran Si Kecil.

Bukan hanya protein, kolostrum juga kaya akan vitamin larut lemak, mineral, sel darah putih, vitamin A, antibodi, serta immunoglobulin. Bahkan, imunitas pasif yang terdapat dalam ASI ini disebut bisa melindungi Si Kecil dari serangan bakteri maupun virus penyebab penyakit. Itulah mengapa krusial bagi Bunda untuk memberikan kolostrum ini karena kaya akan kebaikan untuk Si Kecil.

  • ASI Transisi

Memasuki hari ke 7-14 usai Si Kecil lahir dan diberikan ASI pertama kalinya, jenis ASI akan kembali berubah karena produksi kolostrum biasanya sudah habis di saat ini. Perubahan ASI ini sering dikenal dengan ASI transisi. Jenis ASI ini merupakan fase peralihan dari kolostrum menjadi cairan ASI yang sesungguhnya.

Pada ASI transisi ini, jumlah persentase karbohidrat akan mengalami peningkatan, khususnya kandungan laktosa. Dibandingkan dengan kolostrum yang mengandung lebih banyak protein, ASI transisi berisikan lebih banyak lemak dan laktosa atau sejenis gula dalam susu. Di awal, ASI transisi memiliki warna kekuningan dengan tekstur agak kental. Tapi, seiring dengan waktu dan warnanya perlahan akan berubah menjadi putih dengan tekstur lebih cair.

  • ASI Matur

ASI matur atau disebut sebagai ASI matang merupakan salah satu jenis ASI yang diproduksi di tahap terakhir. Jenis ASI ini baru akan diproduksi sekitar 2 minggu usai kelahiran Si Kecil. Melansir dari laman American Pregnancy Association, sekitar 90% jenis ASI matur terdiri atas air dan 10% lainnya merupakan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak. Banyaknya kandungan air di dalam ASI matur amat berguna untuk menjaga agar Si Kecil tidak mengalami dehidrasi.

ASI matur memiliki warna putih selayaknya susu sapi atau formula pada umumnya. Namun, tak jarang ASI matur bisa juga berwarna sedikit oren, kuning, ataupun hijau. Perubahan warna ini tak jarang disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi Bunda. Selama masa menyusui apapun yang Bunda konsumsi secara tidak langsung akan mempengaruhi kandungan dan kualitas ASI yang dihasilkan Bunda.

Bila ASI terlihat tampak kemerahan atau kecoklatan, jangan langsung panik ya Bunda, ini bisa terjadi lantaran terdapat darah pada ASI melalui saluran susu atau puting BUnda yang terluka sehingga malah tercampur dengan ASI. Tapi apabila Bunda kerap merasakan kesakitan atau area puting kerap berdarah, segeralah periksakan ke dokter untuk memastikan tidak ada hal yang serius.

  • Foremilk

Ada 2 jenis ASI matur/matang yang baik, yakni hindmilk dan foremilk yang tentunya memiliki kandungan berbeda. Pada foremilk, warnanya sendiri cenderung jernih kebiru-biruan. Warna ini mengindikasikan bahwa ASI memiliki kandungan lemak cukup rendah

Foremilk adalah jenis air susu ibu yang keluar di awal-awal masa menyusui. Kandungan lemak yang tidak terlalu banyak menjadikan teksturnya cenderung encer dan warnanya lebih jernih.

  • Hindmilk

Kontras dengan tekstur foremilk, hindmilk memiliki tekstur yang jauh lebih kental. Inilah mengapa warna ASI jenis ini tampak putih agak kekuningan sebagai tanda bahwa kandungan lemaknya cukup tinggi. Makin banyak dipompa, kandungan lemak di dalam susu hindmilk ini akan semakin meningkat dan membuatnya terlihat lebih kental. Terutama bila Bunda memompa hingga habis.

Agar mendapatkan manfaat serta kebaikan semua jenis ASI, ada baiknya Si Kecil menyusu sampai akhir, hal ini tentu bertujuan agar Si Kecil bisa mendapatkan semua kandungan yang sarat akan nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Bila Bunda menyusui langsung dan Si Kecil sudah kenyang sebelum menyusu sampai akhir, akali dengan menggunakan pompa ASI untuk mengosongkan payudara.

Apa Saja Komponen Kandungan ASI

Hal yang cukup menakjubkan tentang kandungan ASI adalah, karakteristiknya yang dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan Si Kecil. Kandungan ASI pada Bunda yang baru saja melahirkan akan berbeda dengan kandungan ASI pada ibu yang melahirkan prematur. Komposisi ASI ini sendiri juga akan berubah seiring dengan waktu.

Nutrisi serta kandungan gizi di dalamnya akan berubah sesuai dengan kebutuhan Si Kecil di setiap tahap tumbuh kembangnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kandungan ASI di awal masa menyusui banyak didominasi oleh air dan laktosa, sementara, di akhir sesi menyusu, kandungan ASI banyak didominasi oleh lemak dan kalori. Lebih jelasnya, berikut merupakan komponen yang terdapat dalam kandungan ASI

  • Protein

ASI merupakan sumber protein tinggi yang bahkan bisa melebihi susu sapi karena kandungan asam aminonya yang lebih lengkap. Adapun kualitas protein dalam ASI terbagi atas 60% protein whey dan kasein sekitar 40%.

Banyaknya protein whey ini membuat ASI menjadi lebih mudah larut di dalam air sehingga tidak sulit bagi Si Kecil untuk menyerapnya. Kelebihan protein whey lainnya adalah adanya faktor anti-infeksi sehingga bisa memberikan Si Kecil proteksi agar tidak terserang infeksi. Lebih spesifik, beberapa protein dalam ASI terdiri dari:

  • IgA, IgG, dan IgM Sekretonik

    ketiga protein ini bekerja sebagai antibodi yang berperan melindungi Si Kecil dri bakteri, virus, bahkan untuk mencegah alergi.

  • Lysozim

    Lysozim bekerja selayaknya enzim yang bertugas untuk melindungi tubuh dari bakteri seperti salmonella dan colli

  • Laktoferin
    Protein ini dapat membantu menghambak perkembangan bakteri di saluran pencernaan

  • Faktor Bifidus

    Faktor bifidus merupakan protein yang mendukung perkembangan laktobasilus yang melindungi tubuh dari bakteri berbahaya.

  • Karbohidrat

Laktosa dalam ASI merupakan jenis karbohidrat utama dan menyumbang sekitar 42% total energi pada ASI. Setelah masuk ke sistem tubuh Si Kecil, maka laktosa akan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa sebagai salah satu sumber energi bagi otak. Kadar laktosa dalam ASI sendiri juga hampir 2 kali lipat. Namun, terkadang terdapat kasus langka yang mana Si Kecil tidak dapat memproses galaktosa dalam tubuhnya. Kelainan ini disebut dengan galaktosemia. Jika Bunda ingin mengetahui lebih dalam tentang galaktosemia, baca artikel berikut yuk: Galaktosemia, Kelainan Metabolisme Langka

Sebagian laktosa yang masuk ke dalam tubuh bayi akan diubah menjadi asam laktat. Asam laktat sendiri mampu membantu mencegah pertumbuhan bakteri jahat, sekaligus melancarkan proses penyerapan kalsium serta berbagai mineral lainnya. Dibandingkan laktosa pada susu formula, laktosa pada ASI pun jauh lebih mudah diserap oleh tubuh.

  • Lemak

Kualitas lemak di dalam ASI dipercaya memiliki kualitas yang sangat baik dan cukup banyak. Kandungan asam lemak esensial yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Keduanya merupakan bahan utama pembentuk asam lemak rantai panjang seperti asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (AA)

AA dan DHA ini adalah salah satu zat gizi yang memegang pernaan penting dalam perkembangan jaringan saraf serta retina mata pada Si Kecil. Selain itu ada juga asam lemak omega 3 dan 6 yang juga membantu mengoptimalkan perkembangan otak bayi.

  • Karnitin

Karnitin pada ASI memiliki fungsi penting untuk membangun antibodi pada Si Kecil dan membentuk energi untuk proses metabolisme tubuh Si Kecil yang masih bayi. Karnitin akan sering dijumpai dalam kurun waktu 3 minggu pertama menyusui. Bahkan, saat kolostrum masih bisa diproduksi, kadar karnitin bisa jauh lebih tinggi.

  • Vitamin

Vitamin yang terdapat dalam ASI antara lain adalah Vitamin A, D, E, K, C, niasin, serta riboflavin yang sangat krusial untuk kesehatan serta pertumbuhan bayi.

  • Mineral

Ada beragam jenis mineral yang terkandung di dalam ASI. misalnya saja, zat besi, zinc, kalsium, natrium, magnesium, dan klorida. Mineral tentu saja memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan Si Kecil. Mulai dari memperkuat tulang, otot, saraf, hingga membantu proses penyerapan nutrisi.

Selain yang telah disebutkan di atas, tentu saja diperkirakan masih ada sekitar 200 elemen yang terkandung dalam ASI, dan manfaatnya masih harus diteliti lebih dalam. Tapi yang pasti, kandungan dalam ASI sudah diketahui efektif dalam mengurangi resiko kematian bayi secara mendadak (SIDS), sementara bagi tumbuh kembangnya, ASI bisa membantu menstimulasi kecerdasan dan memperkuat sistem imun Si Kecil. Jadi jangan ragu memberikan ASI eksklusif pada Si Kecil.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu