Beranda Artikel 0-12 Bulan Manfaat ASI bagi Bayi dan Kandungan Nutrisinya

Manfaat ASI bagi Bayi dan Kandungan Nutrisinya

2022/10/05 - 05:08:21pm     oleh Morinaga Soya
Manfaat ASI Bagi Tumbuh Kembang Anak

Manfaat ASI untuk bayi sangatlah beragam, mulai dari melindunginya dari risiko infeksi hingga membuatnya cerdas. Hal ini terjadi karena terdapat kandungan nutrisi yang istimewa sehingga sangat baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil sejak dini.

Mengingat peran ASI sangat penting, maka Bunda harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar produksinya melimpah. Ingin tahu penjelasan lengkap terkait hal ini? Yuk baca hingga selesai.

Manfaat ASI bagi Bayi

Berbagai penelitian menunjukkan, manfaat terbesar ASI terletak pada antibodi yang dikandungnya. Namun, banyak juga penelitian menyatakan manfaat ASI berada pada proteinnya yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang Si Kecil.

Untuk penjelasan selengkapnya, berikut peran penting ASI untuk bayi, antara lain:

Memelihara Sistem Pencernaan Bayi

ASI bermanfaat untuk memelihara sistem pencernaan Si Kecil karena ASI ini mengandung bakteri-bakteri probiotik. Jika bakteri probiotik ini terminum oleh Si Kecil ketika menyusu, maka bakteri ini akan memasuki sistem pencernaannya dan meningkatkan populasi bakteri baik yang mampu menjaga pencernaan tersebut.

Dengan terpeliharanya sistem pencernaan Si Kecil, maka selama menyusu eksklusif pun pencernaanya jarang terganggu. Probiotik yang menjaga pencernaannya juga akan memudahkan organ tersebut mencerna nutrisi lain, sehingga nutrisi lain tersebut dapat digunakan oleh tubuh Si Kecil.

Menjaga Kekebalan Tubuh

Kegunaan ASI bagi Si Kecil yang masih bayi juga menjaga kekebalan tubuhnya. Sebab, ASI mengandung antibodi dari Bunda yang akan membuat sistem kekebalannya yang masih kecil menjadi berkembang.

Dengan sistem kekebalan seperti ini, tentu Si Kecil akan terlindungi dari penyakit seperti infeksi (misalnya pneumonia). Bahkan, ASI juga memberikan kekebalan untuk melindunginya dari polusi yang sewaktu-waktu menerpa Si Kecil.

Mendukung Perkembangan Otak

Meminum ASI memberikan fungsi mendukung perkembangan otak. Posisi menyusu menyebabkan Si Kecil terus-menerus menatap Bunda, sehingga menciptakan rasa aman yang menjadi awal dari perkembangan emosional Si Kecil.

Menyusu juga menciptakan komunikasi antara Si Kecil dan Bunda, sehingga memberi Si Kecil informasi awal tentang interaksi antar manusia. Hal ini merupakan bentuk stimulasi untuk perkembangan sosialnya.

Kandungan ASI

Ada banyak zat nutrisi yang terkandung dalam ASI. Bahkan, ASI juga mengandung probiotik. Kandungan air susu setiap ibu berbeda-beda, sesuai kebutuhan anaknya. Kandungan ASI pada ibu yang melahirkan cukup bulan dengan ibu yang melahirkan prematur pun berbeda. Inilah nutrisi yang terkandung dalam ASI:

Protein

ASI mengandung protein dengan asam amino yang lebih lengkap daripada protein susu sapi. Sekitar 60% proteinnya berupa whey protein, sedangkan sisa 40% proteinnya berupa kasein.

Banyaknya whey protein akan memudahkan ASI untuk larut di dalam air, sehingga ASI ini lebih mudah dicerna oleh usus. Selain itu, whey protein ini juga dapat melawan infeksi, sehingga mampu melindungi Si Kecil juga.

Protein whey juga dapat ditemukan di dalam susu terhidrolisa parsial loh Bunda. Susu ini diformulasikan khusus untuk Si Kecil dengan riwayat alergi agar alerginya tidak kambuh lagi dan lebih mudah dicerna. Pelajari selengkapnya di sini yuk: Mengapa Susu Terhidrolisa Parsial Lebih Baik

Imunoglobulin

Di dalam ASI, terkandung senyawa berupa imunoglobulin berjenis IgA, IgG, dan IgM sekretonik. Imunoglobulin ini juga digunakan tubuh untuk melindungi Si Kecil dari mikroba yang sewaktu-waktu dapat menyerangnya.

Lysozyme

Lysozyme dalam ASI memberi bayi kekebalan dari bakteri-bakteri seperti salmonela dan Eschericia coli.

Laktoferin

ASI juga berisi zat bernama laktoferin yang mampu menghambat perkembangan bakteri jahat di saluran pencernaan.

Karbohidrat

Karbohidrat dalam ASI didominasi karbohidrat berjenis laktosa. Laktosa yang diminum ini akan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa yang nantinya memberikan energi bagi otak.

Sebagian laktosa yang masuk ke dalam tubuh bayi akan diubah menjadi asam laktat, yang nantinya membantu mencegah pertumbuhan bakteri jahat, sekaligus melancarkan proses penyerapan kalsium dan berbagai mineral lainnya. Dibandingkan laktosa pada susu formula, laktosa pada ASI pun jauh lebih mudah diserap oleh tubuh.

Namun, ada kondisi kesehatan yang menyebabkan Si Kecil tidak dapat mencerna galaktosa sehingga ia tidak bisa mengonsumsi ASI atau susu formula loh Bunda. Kenali penjelasannya di artikel ini yuk: Galaktosemia: Kelainan Metabolisme Langka

Asam Lemak

ASI mengandung asam lemak esensial, yaitu lynoleic acid dan alpha lynoleic acid, yang merupakan bahan utama untuk membentuk asam lemak lainnya, yaitu DHA dan AA. Baik DHA dan AA bekerja membantu perkembangan saraf dan retina mata Si Kecil. Ingin tahu apa saja peran penting DHA untuk Si Kecil? Baca informasi selengkapnya di sini yuk: 5 Manfaat DHA untuk Kecerdasan dan Kesehatan Si Kecil

Selain itu, ASI juga berisi asam lemak omega-3 dan omega-6 yang juga mendukung perkembangan Si Kecil agar optimal.

Karnitin

Karnitin pada ASI memiliki fungsi penting untuk membangun antibodi pada Si Kecil dan membentuk energi untuk proses metabolisme tubuh Si Kecil yang masih bayi. Karnitin akan sering dijumpai dalam kurun waktu 3 minggu pertama menyusui.

Vitamin

ASI banyak mengandung berbagai macam vitamin, seperti vitamin A, D, E, K, C, B1, dan B5 yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi.

Mineral

Ada beragam jenis mineral yang terkandung di dalam ASI, seperti zat besi, zinc, kalsium, natrium, magnesium, dan klorida. Mineral juga memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan Si Kecil, seperti memperkuat tulang, otot, saraf, hingga membantu proses penyerapan nutrisi.

Jenis Pembagian ASI

ASI sendiri terdiri dari bermacam-macam ASI, yang dibedakan dari warna, tekstur, dan kandungannya, yang akan berubah sesuai tahap menyusui Bunda.

Kolostrum

Kolostrum merupakan ASI yang keluar pertama kali dan memiliki warna putih kekuningan. Teksturnya pun cenderung kental sehingga mungkin sering disalahpahami sebagai ekstraksi ASI yang kurang baik. Padahal, kolostrum sendiri kaya akan vitamin larut lemak, mineral, vitamin A, sel darah putih, dan antibodi.

Kolostrum ini melindunginya dari bakteri maupun virus penyebab penyakit, sehingga Bunda perlu memberikan kolostrum ini secepatnya pada Si Kecil.

ASI Transisi

Memasuki hari ke 7-14 usai Si Kecil lahir dan diberikan ASI, jenis ASI akan kembali berubah karena produksi kolostrum biasanya sudah habis di saat ini. Perubahan ASI ini sering dikenal dengan ASI transisi. Jenis ASI ini merupakan fase peralihan dari kolostrum menjadi cairan ASI yang sesungguhnya.

Pada ASI transisi ini, jumlah persentase karbohidrat akan mengalami peningkatan, khususnya kandungan laktosa. Dibandingkan dengan kolostrum yang mengandung lebih banyak protein, ASI transisi berisikan lebih banyak lemak dan laktosa atau sejenis gula dalam susu. Di awal, ASI transisi memiliki warna kekuningan dengan tekstur agak kental. Tapi, seiring dengan waktu dan warnanya perlahan akan berubah menjadi putih dengan tekstur lebih cair.

ASI Matur

ASI matur atau disebut sebagai ASI matang merupakan salah satu jenis ASI yang diproduksi di tahap terakhir. Jenis ASI ini baru akan diproduksi sekitar 2 minggu usai kelahiran Si Kecil. Melansir dari laman American Pregnancy Association, sekitar 90% jenis ASI matur terdiri atas air dan 10% lainnya merupakan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak. Banyaknya kandungan air di dalam ASI matur amat berguna untuk menjaga agar Si Kecil tidak mengalami dehidrasi.

ASI matur memiliki warna putih selayaknya susu sapi atau formula pada umumnya. Namun, tak jarang ASI matur bisa juga berwarna sedikit oren, kuning, ataupun hijau. Perubahan warna ini tak jarang disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi Bunda. Selama masa menyusui apapun yang Bunda konsumsi secara tidak langsung akan mempengaruhi kandungan dan kualitas ASI yang dihasilkan Bunda.

Bila ASI terlihat tampak kemerahan atau kecoklatan, jangan langsung panik ya Bunda, ini bisa terjadi lantaran terdapat darah pada ASI melalui saluran susu atau puting BUnda yang terluka sehingga malah tercampur dengan ASI. Tapi apabila Bunda kerap merasakan kesakitan atau area puting kerap berdarah, segeralah periksakan ke dokter untuk memastikan tidak ada hal yang serius.

Foremilk

Warna zat ini cenderung jernih kebiru-biruan, sebagai tanda bahwa kandungan lemak di dalamnya juga masih cukup rendah. Foremilk ini merupakan jenis ASI yang keluar di awal-awal masa menyusui. Kandungan lemak yang tidak terlalu banyak menjadikan teksturnya cenderung encer dan warnanya lebih jernih.

Hindmilk

Hindmilk memiliki tekstur yang jauh lebih kental, sehingga warnanya putih agak kekuningan akibat tingginya lemak yang terkandung di dalamnya. Makin banyak dipompa, kandungan lemak di dalam susu hindmilk ini akan semakin meningkat dan membuatnya terlihat lebih kental.

Makanan Pelancar ASI

Mengingat peran ASI yang penting untuk tumbuh kembang Si Kecil, tentu Bunda perlu memastikan agar produksi ASI lancar dan berkualitas. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat dijadikan pilihan untuk memperlancar ASI:

  • Daun katuk
  • Bayam
  • Wortel
  • Daun kelor
  • Alpukat
  • Jahe
  • Ikan, contohnya salmon dan teri
  • Pepaya
  • Kacang mete

Bunda, pada bayi yang telah selesai dari mengonsumsi ASI eksklusif selama 6 bulan, seringkali ia menunjukkan tanda bahwa ia masih ingin menyusu. Keinginan bayi ini dapat bertentangan dengan keinginan orangtuanya yang menganggap bayi memerlukan susu pertumbuhan meskipun bayi tersebut hanya ingin menyusu saja.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat mencoba tetap menyusu, namun juga memberikan susu pertumbuhan pilihan Bunda. Hanya berikan selang waktu yang cukup jauh antara ASI dan susu pertumbuhan tersebut, agar organ tubuh Si Kecil dapat beradaptasi secara perlahan dalam mencernanya.

Nah, berapa sih jarak antara pemberian ASI dan susu pertumbuhan ini? Yuk, simak jawabannya di sini: Jarak Pemberian ASI dan Susu Formula, Bunda Perlu Wajib Tahu

Referensi:

  • CDC. Breastfeeding Benefits Both Baby and Mom. Diakses pada tanggal 10 Januari 2024. https://www.cdc.gov/nccdphp/dnpao/features/breastfeeding-benefits/index.html

  • Cleveland Clinic. Benefits of Breastfeeding. Diakses pada tanggal 10 Januari 2024. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15274-benefits-of-breastfeeding

  • Healthline. Galactagogues: 23 Foods That Increase Breast Milk. Diakses pada tanggal 10 Januari 2024. https://www.healthline.com/health/galactagogues





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu