Beranda Artikel Alergi Bayi Alergi Susu Sapi, Apa yang Perlu Bunda Lakukan?

Bayi Alergi Susu Sapi, Apa yang Perlu Bunda Lakukan?

2023/11/30 - 09:20:51am     oleh Morinaga Soya
Bayi Alergi Susu Sapi

Bunda, bayi yang mengalami alergi susu sapi dapat mengalami gangguan pada tumbuh kembangnya loh. Karena itu, Bunda perlu mengenali seperti apa alergi tersebut dan bagaimana mengatasinya. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di sini.

Apakah Alergi Susu Sapi Umum Terjadi pada Bayi?

Dilansir dari situs Kemenkes, 2-3% bayi di masyarakat umum mengalami alergi susu sapi. Jadi, hal ini memang cukup sering terjadi pada bayi, mengingat sistem imun mereka masih relatif belum matang. Akibatnya, tubuhnya seringkali berusaha melawan ketika terpapar protein susu sapi yang relatif asing untuknya.

Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi

Pada dasarnya, ciri-ciri bayi yang mengalami kondisi ini akan sama seperti alergi-alergi makanan lainnya, meliputi mengalami gangguan pada kulit, sistem pencernaan, ataupun sistem pernafasan. Namun terdapat ciri paling mencolok di mana gejala akan muncul setelah meminum atau memakan susu yang berasal dari sapi. Agar Bunda bisa membedakan tandanya, yuk kenali juga: Ciri Alergi Makanan yang Umum Dialami Anak.

Pada kulit, gangguan yang paling cepat muncul berupa gatal yang kadang-kadang disertai biduran. Sedangkan pada sistem pencernaan, timbul gejala berupa sakit perut, dan kadang-kadang mengeluarkan darah ketika buang air besar. Tak hanya itu, gangguan pernafasan seperti pilek dan batuk pun bisa saja muncul. Untuk mengetahui secara rinci alergi ini dan penanganannya, yuk baca: Ciri-ciri Anak Alergi Susu Sapi.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Di antara semua gejala, Bunda patut waspada jika Si Kecil menjadi terengah-engah dan terjadi bengkak pada bibirnya segera setelah ia meminum susu dari sapi. Terengah-engah menunjukkan bahwa nafasnya telah menjadi sesak, sedangkan bengkak menunjukkan tubuhnya sedang berusaha melawan alergen. Hal ini adalah pertanda bahwa ia mengalami reaksi gawat bernama anafilaksis.

Gejala anafilaksis sebenarnya lebih mudah dikenali ketika anak sudah besar, sedangkan pada bayi yang belum mampu mengatakan keluhannya, gejala yang muncul umumnya hanya sebatas terengah-engah dan bengkak. Jika kondisi ini terjadi, membawanya ke rumah sakit adalah hal yang perlu Bunda segera lakukan ya, Bun!

Penyebab

Kejadian ini terjadi karena sistem imun Si Kecil masih menganggap whey protein ataupun kasein dari sapi sebagai zat asing yang harus dilawan. Sebagai bentuk perlawanan, sistem imunnya membentuk antibodi untuk menghasilkan zat bernama histamin.

Selanjutnya, histamin akan bekerja di seluruh tubuh untuk memberikan perlawanan. Namun, efek dari adanya histamin yang berlebihan tadi akan menimbulkan gangguan pada beberapa bagian tubuhnya, yaitu pada kulit, sistem pencernaan, dan sistem pernafasan. Inilah sebabnya setiap kali tubuhnya bereaksi mengeluarkan histamin, Si Kecil menunjukkan ciri-ciri alergi seperti di atas.

Sistem imun Si Kecil dapat bereaksi seperti ini, karena secara genetik, tubuhnya memprogram demikian. Ayah atau Bunda juga memiliki sistem imun yang bereaksi sama terhadap protein, meskipun mungkin reaksi tersebut tidak terjadi lagi karena sistem imun Ayah dan Bunda telah dewasa.

Cara Mengatasi

Apabila Si Kecil nampak mengalami ciri-ciri alergi di atas setiap kali meminum susu yang berasal dari sapi dan produk turunannya, Bunda perlu membawanya ke dokter untuk mencari kepastian tentang penyebab pasti alergi. Kepastian ini penting karena akan mempengaruhi pola makan Si Kecil, apakah ia membutuhkan sumber nutrisi pengganti atau tidak.

Bayi ASI

Pada sebagian bayi, susu sapi diberikan karena ibu mereka mengalami kesulitan dalam menghasilkan ASI. Dalam kasus ini, ibu tersebut akan terus didorong untuk menghasilkan ASI kembali. Hal ini dilakukan mengingat ASI berperan dalam memenuhi nutrisi pada bayi tanpa ada efek alergi. Selain itu, ASI juga mengandung bermacam-macam antibodi guna meningkatkan sistem imun.

Namun, jika gejala alergi masih muncul, konsumsi susu dari sapi dan produk turunannya harus dihentikan sementara waktu. Sebab, apa yang dikonsumsi ibu selama menyusui akan mengalir juga ke ASI.

Bayi Susu Formula

Pada sebagian bayi lainya, mereka diberi susu yang berasal dari sapi, karena mereka telah berusia 6 bulan dan orangtuanya menganggap bayi memerlukan makanan lain untuk mendampingi ASI. Namun, jika timbul gejala alergi, perlu adanya konsultasi dengan dokter untuk membahas lebih lanjut tentang ada atau tidaknya kebutuhan mengkonsumsi susu lain, misalnya susu soya ataupun susu partial hydrolized protein.

Tujuan dari susu alternatif ini ialah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil dalam mendampingi ASI tanpa menimbulkan risiko alergi. Susu-susu tadi juga umumnya diperkaya nutrisi lain untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil dan melindunginya dari penyakit.

Apa Bedanya Bayi yang Alergi Susu Sapi dengan Intoleransi Laktosa?

Dikaji dari sisi penyebab, alergi terhadap susu yang berasal dari sapi terjadi akibat sistem imun menyerang whey protein ataupun kasein, karena menganggap protein-protein tersebut sebagai zat asing yang dapat membahayakan tubuh. Sedangkan intoleransi laktosa terjadi karena tubuh tidak mampu mencerna laktosa akibat kurangnya enzim laktase.

Tubuh juga akan menunjukkan reaksi berbeda. Jika dicurigai mengalami alergi susu sapi, maka gejalanya dapat meliputi gangguan kulit, gangguan pencernaan dan gangguan pernafasan. Sedangkan pada intoleransi laktosa, gejala timbul hanya pada gangguan pencernaan saja.

Alergi susu sapi selalu terjadi karena turunan gen pada tubuh. Sedangkan intoleransi laktosa dapat terjadi karena bawaan turunan, namun juga lebih banyak disebabkan gangguan usus yang terjadi setelah lahir.

Apakah Bayi Alergi Susu Sapi Bisa Sembuh?

Bunda, karena hal ini merupakan masalah genetik, maka gen tersebut tidak pernah hilang dari tubuh Si Kecil. Akan tetapi, reaksi alerginya akan berkurang seiring dengan pertumbuhan usia yang akan mematangkan juga sistem imunnya. Saat Si Kecil dewasa nanti, masih ada kemungkinan ia untuk kembali normal.

Namun, selama masih bayi dan sistem imunnya masih menganggap protein dari sapi sebagai zat yang harus dilawan, Bunda perlu menghindarkannya dari alergen tersebut. Sebagai alternatif agar Si Kecil tetap mendapatkan manfaat dan kebaikan dari susu, Bunda dapat memberikan susu soya.

Ada loh susu soya yang sangat baik untuk diberikan kepada bayi yang mengalami alergi terhadap susu sapi. Yuk, lihat rekomendasinya di sini: Rekomendasi Susu Soya yang Bagus untuk Bayi Alergi

Referensi:

  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mengenali Alergi Susu Sapi pada Anak. Diakses pada 18 November 2023. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenali-alergi-susu-sapi-pada-anak
  • Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Alergi Susu Sapi Pada Anak. Diakses pada 18 November 2023. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/914/alergi-susu-sapi-pada-anak
  • Kids Health. Milk Allergy in Infants. Diakses pada 23 November 2023. https://kidshealth.org/en/parents/milk-allergy.html





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu