Beranda Artikel Alergi Alergi Protein: Ciri, Penyebab, dan Cara Menanganinya

Alergi Protein: Ciri, Penyebab, dan Cara Menanganinya

2022/08/30 - 05:01:58pm     oleh Morinaga Soya
Alergi Protein: Ciri, Penyebab, dan Cara Menanganinya

Protein memiliki peran penting dalam membangun dan memelihara jaringan tubuh, membentuk struktur tubuh, bahkan bisa meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh. Sayangnya, protein juga bisa menyebabkan reaksi alergi yang mengganggu Si Kecil, bahkan bisa berpotensi menyebabkan kematian. Bunda, kenali ciri-ciri dan penyebab alergi protein, yuk.

Apa Itu Alergi Protein?

Menurut situs National Library of Medicine, alergi protein adalah alergi yang disebabkan reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap protein yang masuk ke tubuh. Bagaimana bisa terjadi alergi? Prosesnya kurang lebih begini, ketika Si Kecil dengan alergi protein mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung protein, tubuh akan melepaskan antibodi immunoglobulin E (IgE). Fungsi IgE untuk melawan protein yang dideteksi sebagai zat berbahaya bagi tubuh. Di lain waktu, saat Si Kecil kembali mengonsumsi makanan atau minuman yang sama, IgE akan langsung melepaskan histamin dalam jumlah besar ke seluruh tubuh, sehingga memunculkan reaksi alergi.

Ciri-Ciri Alergi Protein pada Si Kecil

Bunda perlu mengenali ciri-ciri alergi protein pada Si Kecil untuk bisa mengantisipasi risiko terjadinya alergi. Bahkan jika tahu apa saja tanda-tanda yang ditunjukkan Si Kecil, Bunda bisa memberi penanganan yang tepat untuk mengatasi reaksi alergi yang muncul. Tetapi perlu dipahami, bahwa setiap orang dengan alergi protein yang alergennya sama, bisa jadi memunculkan reaksi alergi yang berbeda.

Itu sebabnya, alangkah baiknya kalau Bunda punya catatan sendiri mengenai riwayat alergi Si Kecil, mulai dari jenis alergen, menu makanan dan minuman yang pernah dikonsumsi dan langsung memunculkan tanda alergi, bahkan penanganan untuk setiap gejala alergi yang muncul. Dengan cara ini, Bunda bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada Si Kecil, misalnya meminimalisir potensi terjadinya syok anafilaksis (syok akibat terjadi penurunan tekanan darah secara drastis disertai penyempitan saluran pernapasan).

Nah, beberapa ciri alergi protein yang umum terjadi pada Si Kecil, di antaranya:

  1. Reaksi alergi muncul seketika setelah Si Kecil mengonsumsi jenis makanan atau minuman tertentu.
  2. Si Kecil muntah setelah minum susu sapi.
  3. Mata dan hidung Si Kecil berair, mata bengkak, atau Si Kecil jadi pilek dan batuk setelah mengonsumsi jenis makanan atau minuman yang mengandung protein.
  4. Muncul ruam kemerahan dan gatal pada sebagian kulit atau seluruh kulit di tubuh.
  5. Biduran di seluruh tubuh.
  6. Mengalami gatal nyaris di seluruh bagian tubuh, termasuk mulut, tenggorokan, maupun kuping.
  7. Terjadi angioedema, yaitu pembengkakan di wajah, mata, termasuk di bibir, lidah, dan langit-langit mulut.
  8. Dalam kondisi yang lebih parah, muncul gejala berat, seperti penurunan tekanan darah secara drastis disertai penyempitan saluran pernapasan, hingga membuat Si Kecil tampak lemas atau hilang kesadaran (pingsan).

Cara Mengetahui Bahwa Si Kecil Alergi Protein

Untuk Si Kecil jangan asal coba-coba? Pernah mendengar jargon iklan ini? Ya, untuk mengetahui apakah Si Kecil alergi protein atau tidak, sebaiknya Bunda jangan main tebak-tebakan atau asal coba-coba ya. Kesalahan mengenali alergen bisa memperbesar risiko terjadinya reaksi alergi. Jadi, bagaimana cara mengetahui Si Kecil alergi protein?

  1. Kenali dan catat riwayat makanan dan minuman yang dikonsumsi Si Kecil dan reaksi yang muncul setelahnya. Misalnya, Si Kecil minum susu sapi, lalu tak lama kemudian muntah dan diare, maka ada kemungkinan Si Kecil alergi protein.
  2. Tak ada salahnya Bunda mengunjungi dokter dan berkonsultasi berdasarkan catatan riwayat makanan dan minuman yang telah dibuat.
  3. Lakukan tes alergi untuk memastikan jenis alergen pemicu alergi. Beberapa tes alergi yang bisa dilakukan, antara lain tes tempel, tes tusuk, tes darah, dan sebagainya. Bunda juga bisa melakukan cek alergi di sini.

Makanan yang Memicu Reaksi Alergi Protein

1. Susu Sapi

Cukup banyak Si Kecil yang mengalami alergi susu sapi. Hal ini karena kandungan protein di dalam susu sapi menjadi alergen yang memicu reaksi alergi. Adakalanya, gejala yang muncul pada anak yang alergi protein mirip dengan intoleransi laktosa, padahal kondisi keduanya berbeda. Untuk memahaminya, Bunda harus mencari tahu dulu perbedaan antara alergi makanan (terutama makanan yang mengandung protein) dan intoleransi makanan (khusus untuk intoleransi laktosa). Kenali dan pelajari saja penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

2. Telur

Telur juga menjadi salah satu makanan yang bisa menyebabkan alergi protein pada Si Kecil. Ini berlaku baik pada bagian putih telur maupun kuningnya. Khusus untuk Si Kecil yang masih mendapatkan ASI, alergi protein bisa terjadi karena Bunda mengonsumsi telur.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung protein tinggi yang menjadi penyebab alergi protein. Beberapa jenis kacang-kacangan yang umum memicu alergi, seperti pistachio, walnut, kacang almond, kacang tanah, dan kacang mede.

4. Makanan Laut

Ada berbagai jenis makanan laut yang memiliki kandungan protein tinggi dan bisa memicu alergi pada sebagian orang yang memang menderita alergi protein. Jika Si Kecil juga sudah dipastikan memiliki alergi protein, sebaiknya hindari beberapa jenis makanan laut, seperti cumi-cumi, lobster, kepiting, tiram, udang, dan gurita. Pada banyak kasus alergi, gejala alergi akibat konsumsi makanan laut terjadi seketika lho, Bun. Misalnya, seluruh tubuh Si Kecil langsung biduran, pembengkakan mata, mulut, bersin-bersin, atau hidung berair.

5. Terigu dan Gandum

Di dalam tepung terigu dan gandum terdapat yang namanya gluten. Zat ini bisa memicu reaksi alergi, khususnya bagi Si Kecil yang alergi protein. Gejala yang muncul biasanya berupa ruam merah pada kulit, mata dan hidung berair, atau diare. Jika Si Kecil alergi protein, sebaiknya hindari semua makanan yang mengandung terigu dan gandum, seperti roti, kue kering, oat, dan sebagainya.

Cara Menangani Alergi Protein pada Si Kecil

1. Diet Eliminasi Protein

Cara menangani alergi protein pada Si Kecil bisa dengan melakukan diet eliminasi protein. Untuk bisa melakukannya secara tepat, Bunda perlu berkonsultasi dan mendapatkan arahan terkait tata laksana diet eliminasi protein dari dokter, ahli gizi, atau ahli diet. Di saat yang sama, dibutuhkan pula pemantauan tumbuh kembang, mengingat protein berperan dalam pembentukan struktur, membangun dan memelihara jaringan tubuh, serta pembentukan dan pemeliharaan sistem kekebalan tubuh.

2. Mengonsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Cara lain menangani alergi protein, bisa pula dengan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Karena pemberian obat harus melalui prosedur pemeriksaan terlebih dahulu, mengenali gejala, mengenali alergen, termasuk mengenali kondisi tubuh Si Kecil secara keseluruhan.

Nah, jika Bunda sudah mengetahui makanan apa yang menyebabkan alergi pada Si Kecil, segeralah mencari alternatif pengganti protein yang aman. Hal ini sangat dianjurkan, sebab protein berperan penting dalam tumbuh kembang Si Kecil. Berikut beberapa makanan pengganti protein yang aman untuk Si Kecil. Simak, yuk.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu