Beranda Artikel 13-36 Bulan Kenali Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia 1 - 5 Tahun

Kenali Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia 1 - 5 Tahun

2021/12/29 - 12:45:33pm     oleh Morinaga Soya
Kenali Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia 1 - 5 Tahun

Setelah Si Kecil lahir, setiap tahapan perkembangan yang ditunjukan Si Kecil pasti menjadi momen yang membahagiakan bagi Bunda. Seiring berjalannya waktu, banyak kejutan yang merupakan salah satu tahap perkembangannya yang ditunjukan. Ada banyak sekali pada anak, salah satunya adalah perkembangan motorik. Perkembangan motorik sendiri terdiri atas dua, yakni motorik kasar dan halus.

Motorik kasar merupakan gerakan yang dilakukan Si Kecil dan melibatkan kelompok otot-otot besar, seperti lengan, kaki, betis, atau seluruh tubuhnya. Jadi, gerakan motorik kasar pada dasarnya meliputi gerakan merangkak, berlari, berolahraga, atau aktivitas fisik lainnya.

Sementara, motorik halus merupakan gerakan motorik Si Kecil yang yang melibatkan otot-otot kecilnya, seperti tangan, jari, ataupun pergelangan tangan. Motorik halus juga berhubungan dengan kemampuan tubuh Si Kecil untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu yang dilakukan otot-otot kecil, serta memerlukan koordinasi yang cermat.

Bagi Si Kecil yang memiliki alergi, terutama susu sapi, Bunda bisa mendukung tahapan perkembangan motorik Si Kecil dengan memberikan stimulasi yang sama. Hanya saja, Bunda tentu memerlukan kesabaran ekstra, membimbingnya penuh kasih sayang, dan memberikan asupan gizi yang dibutuhkan, terutama jika tanda alergi pada Si Kecil kerap muncul.

Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia 0-12 Bulan

0 - 3 Bulan

Selama tiga bulan pertama hidupnya, Si Kecil akan mulai memiliki kemampuan dan kekuatan yang dibutuhkan untuk bergerak. Di masa-masa ini, Si Kecil akan bisa perlahan mengangkat kepala ketika ia tengkurap. Bunda tentu bisa membantu Si Kecil untuk melatih Si Kecil melakukan gerakan ini agar otot lehernya semakin kuat. Caranya adalah dengan meletakkan Si Kecil di posisi tengkurap untuk mengembangkan otot kepala serta leher. Hal ini tentu sebaiknya selalu diawasi oleh Bunda ya.

Memasuki usia ini juga, Si Kecil mulai aktif menendang-nendangkan kaki. Gerakan simpel ini ternyata berguna untuk menguatkan otot kakinya loh, Bunda. Selain itu, refleks Si Kecil juga mulai terlihat dari caranya merentangkan jari ketika mendengar suara. Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan untuk melatih motorik halusnya adalah dengan memberikannya benda yang dapat digenggam supaya otot tangannya semakin terlatih dan kuat.

4 - 6 Bulan

Menginjak usia 4 hingga 6 bulan, banyak sekali perkembangan Si Kecil yang akan semakin meningkat. Keseimbangan dan gerakan Si Kecil akan semakin terkoordinasi. Selain itu, Si Kecil juga sudah bisa berguling dari depan ke belakang dan kanan ke kiri maupun sebaliknya secara sengaja.

Kekuatan leher dan tubuhnya juga semakin kuat dan berkembang sehingga memungkinkan Si Kecil untuk mengangkat kepala serta dadanya ketika dibaringkan dalam posisi tengkurap. Kemampuan mendorong kepala serta dadanya ini pun sudah jauh lebih baik dan jauh ke atas dibandingkan ketika Si Kecil berusia 1-3 bulan. Di saat ini, Si Kecil juga sudah bisa dilatih untuk belajar duduk oleh Bunda. Bunda bisa memulai dengan cara memposisikan Si Kecil untuk duduk sambil masih bersandar pada Bunda atau di media lain yang tidak keras, seperti bantal.

Kemampuan motorik halus Si Kecil juga terlihat cukup berkembang. Hal ini bisa dilihat dari cara Si Kecil mulai bereksplorasi dengan mainannya. Bagaimana cara Si Kecil menggenggam atau menggapai mainan.

Cek selalu untuk mainan Si Kecil ya Bunda, pastikan mainannya yang digenggamnya tidak membahayakan atau terbuat dari bahan yang memiliki efek tidak baik pada kesehatan Si Kecil. Pasalnya, Si Kecil masih dalam tahap dimana ia cukup sering memasukan benda yang digenggamnya ke dalam mulut.

7 - 9 Bulan

Memasuki usia ini, koneksi sistem saraf terus terbentuk sehingga kendali atas ototnya akan menjadi semakin kuat. Si Kecil juga makin kuat untuk menopang tubuhnya sendiri ketika berdiri. Bunda bisa membantu Si Kecil meningkatkan kekuatan otot kakinya dengan melatihnya berdiri. Namun, jangan paksa Si Kecil bila ia sudah terlihat lelah ataupun tidak kuat.

Bunda bisa melatihnya berdiri dengan cara membantu Si Kecil berdiri dari posisi duduk dan menopangnya selama ia berdiri. Biasanya di usia ini Si Kecil akan sering berjinjit dan mencoba memantul-mantulkan tubuhnya naik turun. Usai Si Kecil dilatih berdiri, kembalikan lagi ia ke dalam posisi duduk.

Kemudian, untuk perkembangan motorik halusnya sendiri bisa terlihat dari cara Si Kecil menggunakan tangan untuk menyangga keseimbangan ketika ia duduk. Keseimbangan Si Kecil juga semakin membaik dan ia bisa mengambil benda di sekitarnya tanpa terjatuh. Si Kecil juga sudah mulai mampu meraih benda kecil dengan menggunakan ibu jari serta telunjuk.

10 - 12 Bulan

Di tahapan ini, Si Kecil sudah bisa mengubah posisi sendiri dari tengkurap kemudian merangkak. Si Kecil bisa mendorong tangan dan lututnya ke posisi dasar merangkak dan bergerak maju mundur di tempat. Hal ini disinyalir bisa melatih kekuatan otot tangan serta kaki Si Kecil.

Bunda bisa menstimulasi Si Kecil untuk berlatih merangkak sendiri dengan cara meletakkan mainan yang bisa diraih Si Kecil usai merangkak beberapa langkah. Semakin mendekati usia 1 tahun, Si Kecil tentu akan semakin bertambah kuat hingga ia bisa pelan-pelan berjalan sambil berpegangan pada Bunda atau benda di sekitarnya supaya seimbang.

Kemudian untuk perkembangan motorik halusnya, Si Kecil sudah mulai lebih terkoordinasi ketika mengambil benda di sekitarnya. Ia juga terlihat dapat melakukan gerakan melempar ataupun menepuk tangan. Seiring berjalannya waktu, Si Kecil juga akan bisa berjalan lebih lama, dan keseimbangannya akan membaik.

Perkembangan Motorik Anak Usia 1- 2 Tahun

Dari aspek motorik kasarnya, Si Kecil yang menginjak usia 1 tahun sudah bisa mulai berdiri secara mandiri meskipun belum bisa terlalu lama. Si Kecil juga sudah mulai belajar untuk berjalan sedari usia 11 bulan, dan akan semakin lancar saat ia menginjak usia 18 bulan.

Melansir dari halaman Somatic Practice, Si Kecil yang memasuki usia 12 bulan memang sudah bisa berpindah posisi dari telungkup, berguling, hingga akhirnya perlahan berdiri sendiri. Kemampuan Si Kecil untuk melompat, menendang, sampai melempar bola juga akan semakin membaik.

Sementara untuk motorik halusnya, Si Kecil sudah bisa lebih mudah mengambil benda dalam jangkauannya. Walaupun sudah bisa menggenggam benda, masih butuh waktu bagi Si Kecil untuk mengembalikan mainan kembali ke tempatnya. Memasuki usia 2 tahun, barulah Si Kecil mulai dapat menyusun balok sebanyak beberapa tingkat, menyusun beberapa benda secara vertikal, dan mulai bisa membuka lembaran buku sendiri.

Perkembangan Motorik Anak Usia 2-3 Tahun

Menginjak usia 24 bulan, Si Kecil bakal semakin aktif dan lincah bergerak yang menjadi pertanda bahwa kemampuan motorik kasarnya berkembang dengan baik. Mengutip dari Somatic Practice, dalam grafik perkembangan anak Denver II, motorik Si Kecil yang masih balita bisa dibilang berkembang dengan baik bila ia sudah mampu berjalan, berlari, berjalan mundur, melompat, hingga melakukan aktivitas melempar bola.

Si Kecil biasanya juga sudah bisa memungut barang dengan cara menekuk lutut, hampir seperti berjongkok. Bahkan di saat usia 30 bulan, keseimbangan Si Kecil sudah mencapai tahap dimana ia bisa berdiri menggunakan satu kaki walaupun hanya dalam hitungan 2-5 detik.

Kemampuan motorik halusnya juga terlihat dari kegiatan yang Si Kecil lakukan seperti mencoret-coret di media seperti kertas kosong atau media lainnya. Mata dan jari Si Kecil umumnya sudah bisa berkoordinasi dengan lebih baik sehingga Si Kecil bisa membuat suatu bentuk melalui coretan atau goresan tangannya meskipun belum terlalu jelas.

Selain itu, menurut grafik Denver II menunjukan bahwa Si Kecil akan semakin mahir menyusun balok, dari hanya beberapa tingkat hingga bisa membentuk menara yang terdiri dari 6-8 balok.

Perkembangan Motorik Anak 3 - 4 Tahun

Pada masa ini, Si Kecil akan semakin aktif dan lebih lancar menyeimbangkan tubuhnya. Si Kecil mulai bisa mengangkat satu kaki selama 5 detik atau kurang. Ia juga sudah mampu memanjat ataupun berlari sesukanya. Kegiatan menaiki tangga pun akan menjadi hal yang bisa dilakukan Si Kecil dengan mudah. Namun ketika menaiki tangga pastikan Bunda tetap memegang tangan Si Kecil dan menjaganya agar tetap aman dan tidak jatuh.

Lalu, bila Si Kecil semakin asik mencoret dan bermain dengan menggunakan pensil warna, krayon, dan menggambar di media kertas dan lainnya, ini salah satu pertanda bahwa kemampuan motorik halusnya berkembang dengan baik. Di usia 36 bulan ini juga, Si Kecil akan mulai menirukan atau mencontoh gambar bentuk seperti segitiga, kotak, lingkaran, persegi, dan lainya.

Sementara saat memasuki usia 48 bulan atau 4 tahun, kepandaian motorik halus Si Kecil akan nampak dari caranya mulai belajar menggambar sosok orang yang memiliki bagian tubuh seperti kepala, tangan, kaki, jari, mata, hidung, serta telinga. Caranya memegang peralatan menggambar atau menulisnya juga akan semakin baik dengan mengapitnya diantara jempol dan telunjuk.

Perkembangan Motorik Anak Usia 4-5 Tahun

Si Kecil nampaknya sudah semakin aktif dan bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan lebih baik bahkan ketika berlari sehingga resiko Si Kecil jatuh dan terluka bisa diminimalisasi dibanding sebelumnya. Si Kecil juga bisa melompat-lompat dan berimajinasi ketika bermain dan berlari. Misalnya berpura-pura bahwa sedang dikejar, mengejar, atau tengah bermain bola. Meskipun perkembangan motoriknya berkembang dengan pesat, Bunda tetap harus memperhatikan untuk menjaga Si Kecil supaya tetap aman ketika Si Kecil melakukan kegiatan fisik terutama.

Lalu, bagaimana dengan kemampuan motorik halusnya? Di umur ini, Si Kecil sudah bisa lebih fokus ketika melakukan kegiatan. Lalu, Si Kecil bisa menggunting kertas mengikuti pola atau garis putus-putus sebagai panduan. Si Kecil juga bisa meniru gambar yang dibikin oleh orang lain dan bisa menggambar manusia lengkap dengan anggota tubuhnya.

Inilah Bunda tahapan perkembangan Si Kecil hingga usia 5 tahun yang perlu Bunda pahami. Seluruh hal di atas memang bisa dijadikan patokan untuk mengukur seberapa pesat perkembangan motorik Si Kecil. Namun, perlu diingat bahwa tahapan pertumbuhan anak berbeda-beda dan tidak dapat disamakan.

Bila perkembangan Si Kecil terasa lambat, jangan langsung berkecil hati ya Bunda. Tetap sabar dan ajarkan Si Kecil untuk beraktivitas tanpa memaksa atau membebaninya. BIla memang perlu periksakanlah kondisi Si Kecil ke dokter, karena mungkin saja ada faktor lain yang menyebabkan perkembangan motorik Si Kecil tidak secepat teman sebayanya.

Bila Bunda memiliki kecurigaan bahwa perkembangan motorik Si Kecil mulai terganggu karena Si Kecil kerap menunjukan gejala alergi sehingga hal ini kerap menghambat aktivitasnya, Bunda bisa memeriksakan Si Kecil ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya


Atau, apabila masih ragu untuk membawanya ke dokter, Bunda bisa memeriksakan kesehatan Si Kecil dan mengetahui seberapa besar Si Kecil memiliki resiko alergi secara cuma-cuma di https://cekalergi.klikdokter.com/ . Usai mengetahui kemungkinannya, akan lebih mudah bagi Bunda untuk melakukan langkah antisipasi agar proses tumbuh kembang Si Kecil tetap optimal.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu