Beranda Artikel 13-36 Bulan 7 Cara Untuk Melatih Si Kecil Agar Bisa Cepat Berbicara.

7 Cara Untuk Melatih Si Kecil Agar Bisa Cepat Berbicara.

2021/10/29 - 12:14:00pm     oleh Morinaga Soya
7 Cara Untuk Melatih Si Kecil Agar Bisa Cepat Berbicara.

Salah satu momen membanggakan dan membahagiakan bagi Bunda dan Ayah adalah ketika Si Kecil mulai mengeluarkan suara dan bisa memanggil Bunda ataupun Ayah. Hal ini pasti langsung membuat Bunda tersenyum dan merasa senang. Namun, proses mulai berbicara pada Si Kecil ini bisa bisa berbeda pada setiap anak. Sebagai orangtua, tentunya Bunda pasti akan sedikit merasa panik ataupun khawatir ketika Si Kecil mengalami keterlambatan dalam perihal komunikasi. Namun, sebelum terlalu panik, ada beberapa cara yang bisa Bunda terapkan secara mandiri untuk melatih kemampuan anak dalam berbicara.

Cara Melatih Anak Berbicara

Umunya, Si Kecil akan mulai berbicara ketika ia memasuki usia 5 bulan. Walaupun ia belum berbicara dengan jelas dan hanya mengeluarkan satu dua patah kata yang tidak memiliki arti ataupun pelafalan yang tidak terlalu jelas. Ketika hampir menginjak 1 tahun, Si Kecil akan mulai bisa mengingat atau mengetahui kosakata dan bisa melafalkan sesuatu lebih jelas dan lebih panjang. Barulah ketika berusia 1-3 tahun Si Kecil bisa menjadi semakin fasih dalam berbicara, dan akan semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Memang, setiap anak memiliki masa pertumbuhan yang berbeda. Namun, bila memasuki usia 2 tahun namun Si Kecil masih belum bisa melafalkan sesuatu dengan jelas ataupun tidak dapat mengucapkan satu patah kata, kondisi ini sebaiknya perlu Bunda waspadai. Bunda bisa memeriksakan Si Kecil atau lakukan hal di bawah ini untuk melatih atau merangsang anak berbicara dengan kegiatan simpel berikut:

  • Berinteraksi Dengan Anak

Walau belum bisa banyak mengerti perihal komunikasi di saat dirinya masih bayi, tapi nyatanya, Bunda tidak perlu menunggu hingga Si Kecil cukup umur untuk diajak berbicara kok Bunda! Bahkan setelah Si Kecil lahir, Bunda sudah bisa mengajaknya berbicara. Bunda bisa melakukan interaksi ini kapanpun dan dimanapun. Misalnya saat Si Kecil sedang memegang suatu benda, Bunda bisa memberi tahu benda apa yang ia pegang, atau memberi tahu nama benda yang ada di sekitar Si Kecil.

Memang ketika diajak berbicara, Si Kecil tidak akan menjawab ataupun mengerti tapi, dengan cara ini, sel-sel saraf pada otak Si Kecil sudah merekam dan mengingat apa yang terjadi di dalam memori. Semakin dini Bunda mengajaknya berkomunikasi, maka Si Kecil akan semakin mengingat kosakata yang Bunda sebutkan. Di samping itu, dengan sering mengajak Si Kecil berbicara seperti ini dapat membuatnya mudah berinteraksi dan bisa menjadi lebih komunikatif kedepannya.

  • Membacakan Dongeng

Salah satu cara agar Si Kecil cepat berbicara adalah dengan membacakan buku cerita atau dongeng. Ada banyak sekali dongeng yang bisa Bunda bacakan untuk Si Kecil mulai dari dongeng legenda, atau dongeng fabel. Saat mulai membacakan cerita, sebaiknya Bunda membacanya secara perlahan dan dengan ekspresi atau intonasi yang tepat untuk menarik perhatian Si Kecil. Supaya lebih seru dan menyenangkan untuk Si Kecil, Bunda bisa juga memanfaatkan boneka atau lainnya untuk bercerita. Atau tak lupa, perlihatkan juga gambar yang ada di dalam buku bila ada supaya Si Kecil bisa terhibur.

Menurut penelitian yang sudah dipublikasikan di Sage Journal, sebuah riset menunjukan bahwa anak-anak yang lebih sering dibacakan cerita atau dongeng oleh orangtuanya nyatanya kemungkinan besar akan dapat menyerap kosakata yang dapat membantunya berbicara.

  • Mencoba Bernyanyi Bersama

Selain membacakan dongeng, ternyata bernyanyi bersama Si Kecil bisa menjadi kegiatan menyenangkan yang bisa menstimulasi kecerdasan berkomunikasi Si Kecil loh Bunda. Walaupun merupakan lagu anak-anak, namun, melalui lagu inilah, Si Kecil bisa belajar mengenal kata baru dan membantunya mengucap ketika mencoba ingin mengikuti bernyanyi bersama. Bunda bisa memutar video yang memiliki suara dan gambar bergerak yang mampu diikuti oleh Bunda dan Si Kecil. Balita pada umumnya mudah meniru kata-kata yang dipasangkan dengan gerakan. Ajak juga Si Kecil meniru gerakannya untuk membuatnya semakin bersemangat sekaligus melatih motoriknya.

  • Menggunakan Bahasa Tubuh

Salah satu medium untuk memperkenalkan kosakata baru untuk Si Kecil yang tak kalah penting adalah dengan menggunakan gesture tubuh atau bahasa tubuh. Misalnya saja Bunda ingin memperkenalkan kata makan, Bunda bisa menunjukan bahasa isyarat menyuap makanan dengan tangan atau gerakan mengunyah supaya Si Kecil bisa mengingat kata-katanya dengan lebih baik. Lebih dari itu, diharapkan juga Si Kecil bukan hanya pintar berinteraksi dan berbicara, namun juga pandai dalam mengekspresikan dirinya dengan gerakan tubuh.

  • Kurangi Penggunaan Teknologi

Tak dapat dipungkiri bahwa penggunaan televisi ataupun ponsel di era sekarang ini cukup membantu dalam menciptakan aktivitas untuk Si Kecil. Misalnya saja video atau musik yang bisa Bunda putarkan untuk menghibur Si Kecil atau untuk turut serta mengajaknya bernyanyi, dan bergerak sesuai arahan video, dan hal lainnya.

Akan tetapi, tentu saja penggunaan teknologi itu sendiri sebaiknya dibatasi. Bila dibiarkan terlalu banyak menonton melalui layar, Si Kecil bisa menjadi malas berbicara karena terlalu terpaku dengan film atau video. Alih-alih mengajaknya menonton melalui layar, Bunda bisa mengajaknya bermain bersama melakukan aktivitas fisik, mengajaknya berinteraksi dan berbicara, maupun menyanyikan lagu-lagu kesukaannya bersama.

  • Mengulang Kata yang Sama

Bila Bunda ingin Si Kecil dapat dengan segera mengucap kata-kata pertamanya, Bunda bisa menggunakan beberapa kosakata dalam rutinitas harian secara berulang setiap harinya. Bunda bisa memilih kata yang mudah untuk dipelajari dan diketahui. Misalnya untuk memanggil panggilan untuk Bunda atau suami, dan juga kata mudah sehari-hari seperti makan, minum, tidur, main, dan lainnya. Teruslah mengucap kata-kata tersebut setiap hari, sebab semakin banyak diulang semakin mudah bagi Si Kecil untuk mengingatnya.

  • Mencukupi Kebutuhan Nutrisinya

Bila cara-cara di atas sudah Bunda coba, faktor yang tak kalah penting lainnya adalah untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil secara seimbang. Selalu pilihkan makanan dengan kandungan gizi dan vitamin yang bisa mampu mendukung pertumbuhan Si Kecil. Selain makanan, Bunda bisa memenuhi kebutuhan gizinya dengan memberikan susu formula yang tepat. Terutama bila Si Kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu, maka penting bagi Bunda untuk menemukan nutrisi yang dapat melengkapi kebutuhan gizinya.

Nutrisi pelengkap yang bisa diberikan salah satunya adalah susu formula pertumbuhan seperti Morinaga Soya Chil Kid MoriCare with Triple Bifidus yang memiliki 14 vitamin dan 9 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya agar tumbuh kembangnya semakin optimal. Selain itu kandungan kolin di dalamnya mampu menunjang perkembangan sel saraf serta memperkuat daya ingat agar apapun yang dipelajari Si Kecil mudah diserap ke otak. Tak kalah penting terdapat juga zat besi yang bisa membantu Si Kecil meningkatkan konsentrasi dan menstimulasi kecerdasannya. Karena terbuat dari isolat kedelai yang berkualitas.

Bila Bunda merasa pertumbuhan Si Kecil sepertinya lambat atau terhambat, segeralah konsultasikan ke dokter perihal proses belajar bicara dan alternatif atau pemeriksaan yang mungkin dilakukan untuk mengecek kondisi Si Kecil. Supaya bila ada kendala kesehatan baik kesehatan fisik maupun psikis pada Si Kecil dapat segera diatasi dan ditangani. Semoga saran-saran di atas dapat membantu, ya, Bunda.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu