Beranda Artikel Alergi Penyebab Stunting Menurut WHO dan Pencegahannya

Penyebab Stunting Menurut WHO dan Pencegahannya

2023/10/30 - 05:38:59pm     oleh Morinaga Soya
Gizi Buruk

Sebagai seorang ibu dari balita berusia satu tahun, Bunda perlu memahami cara mencegah stunting, supaya Si Kecil dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang produktif ya, Bun. Dalam artikel ini, Bunda akan memahami berbagai penyebab stungin pada Si Kecil dan langkah-langkah penting yang dapat dilakukan sebagai pencegahan sejak dini.

Namun, sebelum mengetahui penyebab dan pencegahannya, ketahui dulu apa itu stunting yuk.

Apa Itu Stunting pada Anak?

Stunting merupakan kondisi ketika seorang anak mengalami tinggi badan yang lebih pendek daripada standar anak-anak sebayanya.

Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa perkembangan otaknya sedang terhambat, termasuk pada kemampuan kognitifnya. Akibatnya, ketika sudah berusia sekolah, ia dapat mengalami gangguan belajar, sehingga sulit berprestasi dan sulit menjadi produktif ketika dewasa nanti.

Selain itu, pada saat dewasa nanti, risikonya mengalami berbagai penyakit juga cenderung lebih besar.

Karena risiko yang banyak menerpa anak-anak stunting, maka kondisi ini perlu dicegah dan diminimalisir faktor risiko yang menyebabkannya.

Penyebab Stunting Menurut WHO

Menurut WHO, banyak anak-anak mengalami stunting karena dampak gabungan dari gizi buruk, infeksi berulang, kondisi kesehatan ibu, sanitasi lingkungan yang buruk, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Berikut uraian lengkapnya:

Kondisi Keluarga yang Tidak Memadai

Rumah seringkali menjadi faktor penyebab stunting karena kondisi sanitasi dan pasokan air yang kurang memadai. Selain itu, rendahnya kesejahteraan dan status sosial ekonomi keluarga juga dapat berkontribusi, bersama dengan ketidakamanan pangan, peran perempuan yang rendah di dalam keluarga, pendidikan pengasuh yang kurang, serta alokasi pangan yang tidak tepat di dalam rumah tangga.

Makanan Berkualitas Rendah

Masalah makanan berkualitas rendah juga turut menyumbang terhadap stunting. Ini termasuk kualitas nutrisi yang rendah, kurangnya variasi asupan makanan, serta asupan makanan sumber hewani yang minim.

Kualitas Pangan dan Air

Pangan dan air yang terkontaminasi, praktik kebersihan yang kurang, serta penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak aman dapat memperburuk masalah stunting.

Infeksi

Infeksi seperti penyakit diare, infeksi saluran pernapasan, malaria, dan jenis infeksi lainnya dapat menyebabkan stunting. Infeksi juga memiliki dampak lain seperti menurunkan nafsu makan dan menyebabkan peradangan pada tubuh yang berkontribusi pada stunting.

Kondisi Kesehatan Ibu

Faktor yang berkaitan dengan ibu juga tidak boleh diabaikan. Gizi buruk selama sebelum hamil, masa kehamilan, dan masa menyusui, bersama dengan postur tubuh pendek, infeksi, kehamilan remaja, jarak kelahiran yang terlalu pendek, serta masalah kesehatan mental dan hipertensi pada ibu dapat berdampak pada stunting pada anak.

Perawatan Anak yang Tidak Baik

Perawatan yang tidak memadai juga dapat menyebabkan stunting, seperti praktik perawatan yang buruk, kurangnya stimulasi dan aktivitas anak, serta pemberian makan yang tidak responsif.

Anak Tidak Mendapatkan ASI yang Cukup

Jika inisiasi menyusui terlambat, pemberian ASI dilakukan tidak secara eksklusif, hingga berhenti menyusui terlalu dini juga berdampak pada pertumbuhan yang tidak optimal.

Pemberian Makanan Padat yang Tidak Tepat

Terakhir, pemberian makanan pendamping yang tidak memadai juga menjadi faktor risiko, seperti pemberian makanan yang jarang, tidak memadai selama dan setelah sakit, konsistensi makanan yang encer, dan pemberian makanan dalam jumlah yang tidak mencukupi.

Cara Mencegah Stunting

Berikut adalah 10 langkah yang dapat Bunda lakukan sebagai upaya mencegah stunting pada Si Kecil:

Pemberian ASI

ASI tetap penting bagi pertumbuhan Si Kecil yang telah berusia di atas setahun. Sebab, meskipun usianya sudah terhitung besar, ASI masih menyediakan banyak protein yang dapat memenuhi kebutuhan energinya.

ASI juga dapat membantu memenuhi kebutuhannya akan kalsium yang mendukung pertumbuhannya, serta memenuhi kebutuhannya akan vitamin A, B9, B12, dan C, yang dapat menjaga daya tahan tubuh. Dengan dukungan seperti ini, maka ia akan dapat terhindar dari stunting.

Bahkan ASI juga bermanfaat bagi otak loh. Mari simak penjelasan tentang manfaat ASI bagi otak ini di sini: Manfaat ASI bagi Si Kecil yang Masih Bayi

MPASI untuk Mencegah Stunting

Setelah Si Kecil berusia 1 tahun, penting untuk memberikan makanan pendamping ASI yang beragam untuk mencegahnya dari stunting. Bunda perlu memberikan beragam sayuran seperti bayam dan wortel, buah-buahan berwarna-warni seperti apel dan pisang, serta sumber protein seperti telur dan ikan.

Selain itu, penting juga untuk memasak dengan cara yang sehat, seperti mengukus atau merebus, untuk menjaga kualitas protein dalam makanan agar dapat tetap mendukung pertumbuhannya. Dengan memahami kebutuhan nutrisi yang beragam dan memberikan makanan dengan cara yang tepat, Bunda dapat membantunya tumbuh mencapai tinggi badan yang sesuai seperti anak-anak seumurannya.

Pemberian Susu Pertumbuhan

Bunda dapat melengkapi nutrisi Si Kecil dengan memberikan susu pertumbuhan untuk melengkapi ASI dan MPASI. Pastikan susu yang dipilih mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan Si Kecil untuk pertumbuhannya.

Sebelum memilih susu, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan kesehatan Si Kecil. Dengan memberikan susu pertumbuhan yang tepat, Bunda dapat membantu mencegah stunting terjadi pada Si Kecil.

Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Bunda perlu selalu memantau tumbuh kembang Si Kecil dengan memeriksakannya kepada dokter. Melalui pemeriksaan rutin bersama dokter, Bunda dapat memastikan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, bahasa, dan sosial Si Kecil sesuai dengan tahapan yang normal.

Dokter akan membantu mendeteksi dini potensi masalah kesehatan atau perkembangan, memberikan saran, dan mengambil tindakan yang diperlukan. Dengan melibatkan dokter, Bunda dapat merespons potensi masalah dengan cepat, memberikan dukungan, dan memastikan bahwa Si Kecil tumbuh dan berkembang secara optimal, mengurangi risiko stunting di masa pertumbuhan penting ini.

Pendidikan Nutrisi

Edukasi tentang nutrisi yang baik memainkan peran kunci agar Bunda dapat merencanakan makanan yang seimbang, sehingga Si Kecil mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimalnya. Bunda akan mampu mengidentifikasi makanan yang kaya akan zat gizi penting, seperti protein, vitamin, dan mineral.

Pemahaman tentang nutrisi juga dapat membantu menghindarkan Si Kecil dari kebiasaan makan yang kurang sehat yang dapat berpotensi menyebabkan stunting.

Suplemen Tambah Darah

Suplemen tambah darah dapat membantu mencegah stunting, karena berisi zat besi yang mendukung produksi suatu protein bernama hemoglobin. Hemoglobin ini membawa oksigen ke seluruh tubuh agar organ-organ tubuh dapat bertumbuh dengan sehat.

Kekurangan zat besi sendiri dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh Si Kecil, sehingga ia akan lebih rentan terhadap penyakit. Dengan memberikan suplemen tambah darah ini, kita tidak hanya mampu mendukung pertumbuhannya, tetapi juga mencegahnya dari penyakit.

Mengobati Penyakit pada Si Kecil

Pengobatan penyakit yang dialami oleh Si Kecil memegang peranan krusial dalam pencegahan stunting.

Beberapa penyakit, seperti tuberkulosis, dapat menghambat pertumbuhan jika tidak diatasi dengan cepat. Sebab, penyakit ini dapat menghalangi penyerapan nutrisi, mempengaruhi nafsu makan, dan menyebabkan kehilangan potensi tinggi badan yang signifikan.

Oleh karena itu, pengobatan yang tepat dan segera terhadap penyakit ini sangat penting untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Perilaku hidup bersih, seperti kebiasaan mencuci tangan secara teratur, memegang peranan penting dalam upaya pencegahan stunting. Mencuci tangan merupakan langkah efektif karena dapat mencegah penyakit diare pada anak-anak, yang merupakan penyumbang faktor risiko bagi stunting. Diare pada anak-anak dapat mengakibatkan kehilangan nutrisi yang signifikan, sehingga pertumbuhan mereka dapat terhambat jika tidak ditangani dengan baik.

Kebiasaan mencuci tangan seharusnya menjadi praktik rutin, dilakukan setiap kali sebelum dan sesudah makan, serta sebelum dan sesudah menggunakan toilet.

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan memegang peranan penting dalam mencegah stunting loh, Mom. Misalnya, memberi Si Kecil minuman dari sumber air minum yang tidak memadai, ataupun tinggal di lingkungan yang tidak menangani sampah dengan baik dapat meningkatkan risiko stunting pada Si Kecil.

Memiliki sumber air minum yang cukup baik dan pengelolaan limbah rumah tangga yang efektif dapat mencegah infeksi, sehingga akan membuat tubuh Si Kecil leluasa bertumbuh dengan sehat.

Imunisasi Rutin Lengkap

Kejadian stunting pada populasi anak yang tidak mendapatkan imunisasi ternyata lebih banyak daripada kelompok anak yang mendapatkan imunisasi lengkap. Selain itu, anak yang belum menyelesaikan imunisasi juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami stunting.

Sebab, anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit yang dapat menggerogoti sel-sel tubuh mereka. Akibatnya, pertumbuhannya dapat terganggu.

Nah, dengan memahami pencegahan tadi, mudah-mudahan Bunda dapat mengejar pertumbuhan Si Kecil agar tinggi badannya sama seperti anak-anak seumurannya ya, Bunda. Untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan ini, Bunda dapat memberinya susu pertumbuhan berbahan protein soya yang berkualitas tinggi, karena protein soya memiliki banyak asam amino esensial.

Dalam memilih susu berbahan protein soya, tentu Bunda perlu mendapatkan susu soya yang terbaik di kelasnya, agar Si Kecil tumbuh sehat dan tidak sampai mengalami stunting. Apa merk susu soya yang terbaik dan tersedia dengan mudah bagi Bunda ini? Mari cek merk susunya di sini yuk: Susu Soya Terbaik, Sehat, dan Minim Efek Samping

Referensi:

  • WHO. Stunting in a nutshell.
    https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell (Diakses 21 Maret 2024)

  • WHO. Childhood Stunting: Context, Causes and Consequences
    https://www.who.int/publications/m/item/childhood-stunting-context-causes-and-consequences-framework (Diakses 21 Maret 2024)





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu