Beranda Artikel Alergi Perawatan pada Si Kecil dengan Intoleransi Laktosa

Perawatan pada Si Kecil dengan Intoleransi Laktosa

2023/12/29 - 12:16:41pm     oleh Morinaga Soya
Perawatan pada Si Kecil dengan Intoleransi Laktosa

Jika Si Kecil memang belum mampu mencerna laktosa, Bunda tidak perlu panik. Sebab, sebagian besar kasus intoleransi laktosa pada anak-anak bisa diatasi, selama bukan merupakan bawaan lahir. Ada beberapa langkah perawatan bagi intoleransi laktosa yang dapat Bunda kerjakan. Yuk, perhatikan cara-caranya di sini, Bun.

Pembatasan Konsumsi Olahan Susu Sapi

Jika Si Kecil memang intoleran terhadap laktosa, Bunda perlu membatasi Si Kecil dari konsumsi susu sapi atau olahannya, seperti keju atau es krim. Sebagai gantinya, Bunda bisa memilih susu dari bahan nabati dan produk bebas laktosa.

Agar Si Kecil tidak sampai terpapar susu sapi, sebaiknya Bunda membaca label produk dengan cermat ya, Bunda. Sebab, susu sapi seringkali terkandung dalam makanan olahan yang biasanya dikonsumsi anak-anak, seperti sereal.

Selain itu, perlu diingat, ada berbagai macam produk nabati yang dapat dijadikan pengganti susu sapi. Contohnya berupa susu dari bahan-bahan soya, almon, kelapa, dan oat. Bunda bisa mencoba variasi produk ini untuk menemukan yang paling disukai oleh Si Kecil.

Pemberian Produk Susu Sapi

Meskipun jumlahnya dibatasi, Bunda tidak perlu sepenuhnya menghilangkan produk turunan susu sapi dari konsumsi hariannya. Si Kecil masih diperbolehkan mengonsumsi produk ini, selama masih dalam porsi kecil.

Misalnya, jika Si Kecil biasa mengonsumsi 150-300 ml susu dalam sekali minum, coba kurangi porsinya menjadi 100 ml saja. Berikan dalam porsi kecil selama beberapa waktu, kemudian tambahkan porsinya secara bertahap jika gejalanya sudah jarang muncul.

Pemberian dalam jumlah rendah akan membuat tubuh Si Kecil berupaya menyesuaikan diri. Sel-sel dalam usus halus akan berubah secara perlahan untuk mulai menghasilkan enzim laktase yang diperlukan untuk mencerna laktosa. Jika jumlah laktasenya sudah semakin banyak, maka tubuh mampu mencerna laktosa dengan baik.

Selama proses ini, pastikan untuk memantau reaksi Si Kecil terhadap setiap perubahan dalam pola makannya ya Bun.

Suplemen Laktase

Laktase merupakan suatu protein enzim yang membantu tubuh mencerna laktosa. Untuk membantu anak menoleransi laktosa, Bunda bisa mempertimbangkan untuk memberikan suplemen laktase. Suplemen ini dapat membantu menambah kekurangan laktosa di dalam tubuh, sehingga tidak terjadi gejala intoleransi saat anak mengonsumsi produk susu.

Jika tubuh kekurangan enzim laktase, laktosa tidak mampu tercerna dengan tuntas di usus. Laktosa yang tidak tercerna akan menuju ke usus besar, lalu difermentasi oleh bakteri di usus besar sehingga menghasilkan gas.

Bunda bisa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika ingin memberikan suplemen laktase. Suplemen ini penting untuk memastikan dosis yang tepat dan memahami apakah suplemen tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan anak.

Probiotik

Probiotik merupakan mikroba bersifat baik, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Konsumsi probiotik ini bisa membantu meredakan peradangan dalam sistem pencernaan, yang terjadi saat anak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Bunda dapat menjumpainya dalam minuman yoghurt.

Selain itu, Bunda juga dapat mempertimbangkan makanan fermentasi lainnya, seperti tempe. Variasikan makanan ini ke dalam asupan makan anak sehari-hari agar Si Kecil dapat menggunakannya untuk meningkatkan kesehatan pencernaan mereka.

Prebiotik

Prebiotik merupakan serat makanan yang tidak bisa dicerna tubuh, tetapi dapat menjadi makanan bagi probiotik. Mengonsumsi makanan kaya prebiotik akan mampu membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Contoh makanan yang kaya prebiotik ini antara lain bawang putih, bawang merah, pisang, dan beras merah.

Bunda dapat mencoba menambahkan makanan ini ke dalam asupan makanan anak. Sebagai contoh, bawang putih bisa dicampur ke dalam sup, sementara pisang dapat dijadikan camilan sehat di antara waktu makan utama.

Susu Soya

Susu soya menjadi pilihan yang baik untuk anak dengan intoleransi laktosa. Susu ini tidak mengandung laktosa dan memiliki banyak nutrisi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan Si Kecil. Namun, Bunda perlu memastikan bahwa susu soya yang Bunda pilih memang diformulasikan khusus untuk anak-anak dan memenuhi standar nutrisi yang diperlukan.

Selain dikonsumsi dalam bentuk minuman, susu soya juga dapat menjadi alternatif yang lezat dalam berbagai resep, seperti smoothie, bubur, atau kue. Bunda bisa mencoba variasi resep untuk menemukan cara terbaik agar Si Kecil dapat menikmatinya sebagai bagian dari pola makan mereka.

Jadi, perawatan intoleransi laktosa pada Si Kecil memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, Bunda bisa memulainya dengan memperbaiki pola makan, serta mengenalkan asupan makanan atau minuman alternatif, agar ia tetap mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya.

Salah satu asupan pengganti susu sapi yang kaya akan nutrisi pertumbuhan ini ialah susu seperti Morinaga Soya. Karena tidak mengandung laktosa, maka susu ini aman dikonsumsi Si Kecil. Ada nutrisi apa saja di dalamnya? Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang minuman ini di sini: Morinaga Soya, Susu untuk Si Kecil yang Intoleransi Laktosa ya.

Referensi:

Kementerian Kesehatan. Intoleran Laktosa. Diakses pada 22 Desember 2023. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1604/in-toleran-laktosa





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu