Ditinjau oleh: dr. Theresia Sugiarto
Mata merah pada anak tidak selalu disebabkan infeksi, bisa juga karena konjungtivitis alergi, yaitu bentuk alergi mata yang paling sering ditemukan. Ciri utamanya adalah rasa gatal, biasanya pada kedua mata, disertai mata berair bening tanpa kotoran kental. Keluhan ini sering muncul bersamaan dengan bersin atau hidung gatal, dan kambuh saat anak terpapar pemicu seperti debu atau bulu hewan.
Sebaliknya, konjungtivitis akibat virus biasanya diawali pada satu mata, sering disertai batuk-pilek, dan mudah menular. Konjungtivitis akibat bakteri umumnya ditandai kotoran mata kental kekuningan yang membuat kelopak mata lengket saat bangun tidur.
Ciri Mata Alergi yang Membedakannya dari Infeksi
| Ciri | Infeksi virus | Infeksi bakteri | Alergi |
|---|---|---|---|
| Rasa gatal | Ringan | Ringan | Sangat gatal |
| Kotoran atau cairan mata | Berair bening | Kental, kekuningan atau kehijauan, kelopak lengket saat bangun tidur | Berair bening, kadang berlendir |
| Tampilan mata | Merah | Merah | Merah, selaput putih mata bisa tampak bengkak |
| Benjolan kecil di depan telinga | Sering ada | Jarang | Tidak ada |
| Gejala penyerta | Sering disertai demam, sakit tenggorokan, batuk, atau pilek | Kadang disertai demam | Bersin, hidung gatal atau berair, tanpa demam |
| Pola kemunculan | Mendadak, sering mulai di satu mata lalu menyebar ke mata sebelahnya | Mendadak, bisa di satu atau kedua mata | Biasanya kedua mata, kambuh setiap terpapar pemicu seperti debu atau bulu hewan |
| Menular? | Ya, sangat mudah menular | Ya | Tidak |
Apa yang Memicu Konjungtivitis Alergi pada Anak
Di Indonesia, pemicu konjungtivitis alergi yang paling sering pada anak adalah tungau debu rumah, yang banyak ditemukan di kasur, bantal, karpet, dan boneka berbulu. Pemicu lain meliputi bulu hewan peliharaan, jamur di ruangan lembap, dan serbuk sari. Anak yang punya asma, rinitis alergi, atau eksim, atau yang orang tuanya punya riwayat alergi, juga lebih berisiko mengalaminya.
Selain alergen, ada juga faktor yang bukan pemicu alergi tetapi dapat memperberat keluhan mata, seperti asap rokok, asap kendaraan, air kolam berklorin, serta paparan panas dan sinar matahari.
Konjungtivitis alergi juga sering muncul bersamaan dengan rinitis alergi, sehingga keluhan mata gatal dan berair kerap disertai bersin serta hidung gatal atau tersumbat. Kondisi ini disebut rinokonjungtivitis alergi. Keduanya muncul bersamaan karena alergen yang sama mengenai selaput lendir hidung dan mata sekaligus.
Karena tungau debu ada di dalam rumah sepanjang tahun, keluhan mata pada anak dengan alergi tungau cenderung hilang timbul tanpa mengenal musim. Meski begitu, udara yang lembap, misalnya saat musim hujan, dapat mendukung pertumbuhan tungau dan jamur. Mencatat kapan dan di mana keluhan anak kambuh dapat membantu dokter menelusuri pemicunya.
Cara Meredakan Mata Gatal Akibat Alergi di Rumah
- Kompres dingin kelopak mata selama 5-10 menit dengan kain bersih yang dibasahi air matang dingin, jangan menempelkan es langsung. Kompres boleh diulang beberapa kali sehari.
- Bilas mata dengan tetes air mata buatan untuk membantu membersihkan alergen dari permukaan mata. Untuk anak, pilih yang bebas pengawet dan simpan di kulkas agar terasa lebih sejuk.
- Cegah anak mengucek mata, karena justru memperberat gatal dan peradangan. Potong kuku anak agar tidak melukai kulit di sekitar mata.
- Jaga kebersihan tangan dan wajah. Biasakan anak mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, dan mencuci muka setelah bermain di luar rumah.
- Gunakan obat tetes mata hanya sesuai resep dokter. Hindari tetes mata "pereda mata merah" yang dijual bebas dan tetes mata yang mengandung steroid, karena tidak aman dipakai anak tanpa pengawasan dokter.
Mengurangi paparan pemicu adalah kunci untuk mencegah kekambuhan. Bersihkan debu kamar secara rutin, cuci sprei dan sarung bantal dengan air panas setiap minggu, dan jauhkan anak dari bulu hewan maupun asap rokok. Hindari juga paparan asap kendaraan, karena dapat memperberat keluhan mata. Jika anak memakai kacamata, bersihkan lensa dan bingkainya secara rutin.
Periksakan anak ke dokter bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, sering kambuh, atau disertai nyeri, penglihatan kabur, dan silau terhadap cahaya.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter Mata atau Dokter Anak
Segera periksakan anak hari itu juga bila mata merah disertai nyeri mata yang berat, penglihatan kabur atau terganggu, silau atau sangat tidak nyaman saat melihat cahaya, riwayat mata terbentur atau kemasukan benda asing, atau mata merah pada bayi baru lahir.
Jadwalkan pemeriksaan ke dokter bila kotoran mata kental kekuningan atau kehijauan, mata merah disertai demam, atau keluhan tidak membaik dalam beberapa hari meski pemicu sudah dihindari. Kondisi ini bisa mengarah ke infeksi atau alergi yang memerlukan obat dari dokter.
Waspadai juga bila anak mengalami gatal mata yang sangat hebat dan berlangsung berbulan-bulan, disertai kotoran mata seperti benang lengket dan silau terhadap cahaya. Keluhan ini bisa menjadi tanda keratokonjungtivitis vernalis, yaitu bentuk alergi mata yang lebih berat dan lebih sering dialami anak laki-laki usia sekolah. Kondisi ini perlu ditangani dan dipantau dokter mata karena dapat mengganggu penglihatan.
Dokter anak dapat menjadi tempat pemeriksaan pertama. Selain menentukan pengobatan yang sesuai, dokter anak juga akan mengevaluasi kemungkinan alergi lain yang menyertai, seperti rinitis alergi, asma, atau eksim. Bila diperlukan, dokter anak akan merujuk ke dokter mata untuk pemeriksaan yang lebih mendalam.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah konjungtivitis alergi menular seperti infeksi mata?
Tidak. Konjungtivitis alergi bukan disebabkan virus atau bakteri sehingga tidak menular ke orang lain, berbeda dari konjungtivitis akibat infeksi yang bisa menyebar lewat kontak.
Bolehkah anak pakai obat tetes mata dewasa?
Sebaiknya tidak. Obat tetes mata untuk dewasa bisa mengandung dosis atau bahan yang tidak sesuai untuk anak, sehingga perlu obat tetes mata khusus anak sesuai resep dokter.
Apakah alergi mata bisa jadi tanda alergi lain?
Bisa. Konjungtivitis alergi sering muncul bersamaan dengan rinitis alergi, asma, atau eksim, karena berasal dari kecenderungan atopik yang sama pada anak.
Berapa lama konjungtivitis alergi biasanya berlangsung?
Tergantung jenisnya. Konjungtivitis alergi musiman biasanya membaik saat pemicu hilang, sementara jenis yang lebih menetap bisa berlangsung berbulan-bulan hingga anak lebih besar.
Referensi
- Leonardi A, Bogacka E, Fauquert JL, et al. Ocular allergy: recognizing and diagnosing hypersensitivity disorders of the ocular surface. Allergy. 2012;67(11):1327-1337.
- Yeu E, Hauswirth S. A review of the differential diagnosis of acute infectious conjunctivitis: implications for treatment and management. Clin Ophthalmol. 2020;14:805-813. doi:10.2147/OPTH.S236571
- Azari AA, Barney NP. Conjunctivitis: a systematic review of diagnosis and treatment. JAMA. 2013;310(16):1721-1729. doi:10.1001/jama.2013.280318
- Gurnani B, Le PH. Allergic Conjunctivitis. [Updated 2026 Sep 14]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026.
- Arlian LG. Water balance and humidity requirements of house dust mites. Exp Appl Acarol. 1992;16(1-2):15-35.
- Leonardi A, Silva D, Perez Formigo D, et al. Management of ocular allergy. Allergy. 2019;74(9):1611-1630.
- Varu DM, Rhee MK, Akpek EK, et al. Conjunctivitis Preferred Practice Pattern. Ophthalmology. 2019;126(1):P94-P169.
- Bonini S, et al. Vernal keratoconjunctivitis. Eye (Lond). 2004;18(4):345-351.