Beranda Artikel 13-36 Bulan Bunda, Ini yang Perlu Disimak Selama Masa Golden Age Anak

Bunda, Ini yang Perlu Disimak Selama Masa Golden Age Anak

2021/11/03 - 12:57:40am     oleh Morinaga Soya
Bunda, Ini yang Perlu Disimak Selama Masa Golden Age Anak

Menurut Sigmund Freud masa ketika anak berusia di bawah lima tahun merupakan periode emas bagi perkembangan atau tumbuh kembangnya, pasalnya pertumbuhan anak di usia ini sangatlah pesat. Golden age anak atau periode emas pada anak merupakan saat penting yang tidak boleh dilewatkan oleh Bunda karena Si Kecil berada dalam tahapan dimana ia menyerap ilmu dan belajar mengenai hal di sekitarnya dengan cepat.

Melansir dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), tumbuh kembang Si Kecil di 1000 hari pertama kehidupannya merupakan momen penting. 1000 hari ini dihitung dari saat pembuahan di dalam rahim hingga saat Si Kecil menginjak usia 48 bulan. Di saat berusia 2 tahun, tinggi badan Si Kecil bisa mencapai hampir setengahnya orang dewasa, dan perkembangan otaknya juga sudah mencapai 80% dari otak dewasa. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memaksimalkan periode ini

Tentu saja tidak ada cara yang paling benar ataupun salah bagi setiap Bunda dalam membesarkan Si Kecil, karena setiap orangtua pasti akan melakukan yang terbaik untuk anaknya. Kuncinya adalah kesabaran dan percaya diri. Tak kalah penting Bunda juga perlu menikmati masa-masa membesarkan Si Kecil dan menyaksikan tumbuh kembangnya hingga ia beranjak dewasa. Karena, apapun yang terbentuk di masa emas Si Kecil akan terpatri dan terbawa hingga ia beranjak semakin dewasa.

Yang Harus Diperhatikan Di Masa Golden Age Anak

Meskipun tengah berkembang dengan pesat, namun, perkembangan ini juga memerlukan peran orangtua guna mendukung dan mengoptimalkan kemampuan anak di masa golden age sejak usia dini, terutama karena golden age ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Perkembangan otak anak yang cukup pesat pada saat berumur di bawah 48 bulan juga merupakan saat yang tepat untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan pada tumbuh kembang Si Kecil.

Masa ini adalah saat yang tepat untuk melakukan pemulihan atau pencegahan bila memang ditemukan gangguan yang menghambat pertumbuhan Si Kecil. Lalu apa saja yang harus Bunda perhatikan di periode ini?

  • Stimulasi Anak Sesuai Umur Pada Masa Golden Age

Menurut Seattle Children Hospital, penting bagi Bunda untuk menciptakan lingkungan yang aman guna mengoptimalkan perkembangan Si Kecil di periode emas ini. Meskipun sebenarnya tidak ada patokan mengenai seberapa intens stimulasi yang diberikan, namun yang pasti penting untuk menstimulasi Si Kecil sesuai dengan umurnya dan kemampuannya, karena perkembangan Si Kecil memiliki alur yang berurutan.

Misalnya saja untuk perkembangan motorik kasar, mulai dari belajar mengangkat kepala, berpindah tempat, merangkak, dan lainnya harus dilakukan perlahan. Karena tidak bijak untuk memaksa Si Kecil belajar berdiri di saat belum waktunya, karena otot-ototnya belum cukup kuat. Jadi selalu ada tahapan yang harus dilalui Si Kecil sebelum memasuki tahap pembelajaran selanjutnya.

Perihal intensitas atau frekuensinya, semakin sering Bunda mengajarkan Si Kecil atau memberi stimulasi pada masa golden age, maka hal ini akan lebih mudah diingat olehnya. Misalnya, ketika Bunda mengajarkan untuk menerima sesuatu dengan tangan kanan, atau mengembalikan mainan kepada tempatnya seusai dimainkan. Makin sering diterapkan, hal ini akan lebih mudah dan cepat melekat di memori atau pusat otak Si Kecil.

Tapi ketika mencoba mengajarkan hal-hal pada Si Kecil, amati juga kondisi dan responnya ya Bunda. Observasi apakah ia sudah paham atau merasa letih. Bila perlu, ambil rehat dulu sejenak dan jangan memaksanya untuk memahami apa yang tengah Bunda ajarkan. Perlu dipahami bahwa daya tangkap dan kemampuan setiap anak berbeda dan tidak dapat disamakan. Jika ia belum berhasil atau belum dapat melakukan hal yang seharusnya dapat dilakukan anak seusianya, jangan langsung khawatir ya Bunda. Yang perlu Bunda lakukan tetap responsif dan ambil keputusan yang sesuai dengan kondisi Si Kecil.

  • Membacakan Cerita atau Dongeng

Buku merupakan salah satu sumber kosakata baru untuk dipelajari atau diketahui Si Kecil. Terutama di masa periode emas ini, banyak-banyaklah mengajak Si Kecil membaca bersama, atau membacakan dongeng sebelum tidur kepadanya. Selain itu, Bunda juga bisa mencoba membacakan sajak anak-anak juga kepadanya.

  • Quality Time dengan Si Kecil

Baik bila Bunda ataupun Ayah mengurus anak sambil bekerja di luar rumah ataupun tidak, selalu sempatkan untuk memiliki waktu berkualitas (quality time) bersama Si Kecil. Main bersama Si Kecil, mengobrol, ataupun berinteraksi dengannya. Bila Bunda memiliki lebih dari 1 anak, pastikan untuk meluangkan waktu one on one dengan setiap anak. Tidak perlu lama, 5-15 menit setiap harinya juga dapat dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mempererat sekaligus menjaga ikatan orangtua dan anak

  • Mengobrol dengan Anak

Sering mengobrol dengan Si Kecil akan teramat membantu dalam memperkaya kosakata serta kemampuannya berinteraksi di usia golden age ini. Lalu, ajak juga Si Kecil untuk melatih pendengarannya. Hal ini akan membantunya dalam mengobservasi sesuatu nantinya ketika ia sudah mulai dapat mengikuti kelompok belajar atau bahkan saat ia masuk ke taman kanak-kanak.

  • Melatih Perkembangan Kognitif Si Kecil

Sederhananya, kemampuan kognitif merupakan perkembangan yang mengacu kepada kemampuan Si Kecil untuk memperoleh makna ataupun pengetahuan dari pengalaman serta informasi. Kemampuan ini tentunya harus dilatih sedini mungkin. Salah satu hal yang bisa Bunda lakukan guna melatihnya adalah dengan mengajak Si Kecil mengunjungi kebun binatang atau tempat rekreasional lainnya.

Sesampainya di rumah, coba Bunda tanyakan kepada Si Kecil untuk menceritakan ulang mengenai pengalamannya atau apa saja yang dilihatnya. Hal ini sangat berguna untuk melatih kemampuan oral serta kemampuan kognitifnya. Kemampuan kognitif ini cukup krusial untuk melatih kemampuan berpikir logis Si Kecil serta melatihnya untuk bertutur bahasa yang baik.

  • Mendukung Potensi Anak

Peran orangtua dalam mengembangkan potensi yang dimiliki anak nyatanya sangatlah penting. Di masa periode emas, Si Kecil biasanya sudah mulai menunjukan minat dan bakatnya. Sangatlah penting bagi Bunda untuk mendukung dan membantunya mengasah potensinya. Misalnya, Si Kecil sudah mulai menunjukan potensi linguistik yang cukup baik, maka Bunda bisa membantu menyediakan buku-buku yang dapat dibaca oleh Si Kecil. Atau misalnya Si Kecil menunjukan bakatnya di area musik, maka Bunda bisa memberikannya alat musik mainan atau membiarkannya bermain dengan alat musik yang ada di rumah. Jangan lupa juga memperdengarkan musik-musik yang dapat mengasah potensinya di ranah musik.

  • Lengkapi Kecukupan Gizi

Faktor yang tak kalah penting untuk menunjang tumbuh kembang Si Kecil adalah asupan gizi serta nutrisi yang didapatkannya. Bunda bisa menyiapkan makanan yang memiliki kandungan vitamin, mineral, dan lainnya yang dibutuhkan Si Kecil untuk memaksimalkan perkembangan otaknya. Terutama bila Si Kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu, tentu Bunda perlu memberikan asupan yang bisa menjadi alternatif untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Selain makanan padat dan ASI, Bunda juga bisa memberikan susu formula yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Morinaga Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifidus terbuat dari isolat protein kedelai, dan mengandung AHA DHA yang untuk perkembangan otak. Ada pula kolin yang menunjang perkembangan sel saraf serta menguatkan daya ingat Si Kecil. Tak kalah penting, ada juga omega 3 dan 6, Zat besi, serta vitamin B12.


Demikian merupakan hal-hal yang perlu Bunda ketahui mengenai periode emas atau golden age pada anak. Kuncinya adalah tetap sabar dalam mengajarkan Si Kecil hal-hal yang perlu ia ketahui dan jangan memaksanya atau mengharapkannya untuk segera bisa menerapkan apa yang diajarkan secara segera. Bila Bunda merasakan sesuatu yang janggal atau sepertinya pertumbuhannya tampak lebih lambat dibanding teman sebayanya, Bunda bisa segera mengecek kondisi Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan observasi lebih lanjut guna mengetahui apakah ada kondisi atau penyakit yang mengakibatkan demikian.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu