Beranda Artikel Alergi Batuk Akibat Alergi Dingin pada Musim Hujan

Batuk Akibat Alergi Dingin pada Musim Hujan

2024/03/28 - 03:08:07pm     oleh Morinaga Soya
Batuk Akibat Alergi Dingin

Si Kecil yang batuk akibat alergi dingin pada musim hujan dapat menjadi tanda bahwa kesehatannya terganggu. Sebab, batuk ini menunjukkan bahwa tubuhnya cenderung menolak udara dingin dan lembap yang seharusnya dapat dihadapinya dengan normal. Yuk, simak mengapa tubuhnya bereaksi begini, Bun.

Ciri-ciri Batuk karena Alergi Dingin

Batuk karena alergi dingin pada anak memiliki ciri-ciri yang bisa dibedakan batuk lainnya yang disebabkan oleh infeksi atau asma. Umumnya, batuk ini terasa seperti gatal atau iritasi yang terus-menerus di tenggorokan bagian belakang, dan tidak disertai dengan lendir atau dahak.

Selain itu, batuk ini biasanya disertai gejala lainnya seperti pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, kelelahan, dan sakit kepala. Gejala ini terutama muncul pada rongga hidung.

Sesak akibat Batuk pada Alergi Dingin

Ketika Si Kecil mengalami alergi dingin, batuknya mungkin berubah menjadi sesak napas. Sebab, reaksi tubuh terhadap alergen dingin yang menghasilkan zat-zat kimia seperti histamin, akan mengiritasi dan menyempitkan saluran napas, sehingga membuat napasnya terasa sulit.

Tak jarang, batuk akibat alergi dingin bisa memicu serangan asma pada Si Kecil, jika ia memiliki penyakit asma. Asma menyebabkan saluran napas meradang dan menyebabkan sesak napas. Ketika terpapar alergen dingin, saluran napas dapat semakin menyempit, memperburuk gejala sesak napas dan bahkan bisa menyebabkan serangan asma yang lebih parah.

Jadi, jika Si Kecil sering mengalami batuk atau alergi dingin, sangat penting untuk memperhatikan kondisinya dengan cermat, agar ia tidak menjadi sesak napas dan mengalami serangan asma.

Mengapa Terjadi Alergi Dingin?

Ketika Si Kecil terpapar udara dingin, sistem kekebalan tubuhnya memberikan respons yang berlebihan karena menganggapnya sebagai alergen. Misalnya, ketika terpapar serbuk sari atau partikel lain yang terbawa oleh udara dingin, tubuhnya akan membuat zat bernama immunoglobulin E (IgE), yang memicu reaksi alergi.

Ketika IgE terbentuk, itu akan memicu pelepasan histamin yang merupakan zat kimia utama dalam menyebabkan gejala alergi. Histamin membuat pembuluh darah kecil di hidung dan sinus melebar dan menyebabkan cairan bocor ke jaringan di sekitarnya.

Akibatnya, hidungnya akan tersumbat dan mengeluarkan ingus atau lendir. Selain itu, histamin juga bisa merangsang tubuh untuk menghasilkan lebih banyak lendir, yang kemudian bisa turun dari hidung ke tenggorokan belakang dan memicu batuk.

Cara Mengatasi

Ada beberapa pengobatan alami yang bisa Bunda coba untuk meredakan gejalanya. Bunda bisa menyajikan sebagian besar dari obat alami di bawah ini dalam bentuk teh, agar Si Kecil merasa lebih hangat dan tenggorokannya lebih tenang. Obat alami tersebut antara lain madu, kunyit, marjoram, bawang putih, jahe, dan thyme.

Batuk alergi mengganggu tidur Si Kecil? Bunda dapat mempertimbangkan untuk memberikannya antihistamin sebelum tidur. Efek samping mengantuknya bisa membantunya tidur lebih nyenyak.

Jika tidak kunjung membaik meski telah mencoba berbagai pengobatan di atas dan menghindari pemicu alergi, segera konsultasikan dengan dokter, ya, Bun. Tujuannya, agar Si Kecil mendapatkan saran medis dan pengobatan yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Selain itu, tetap memerhatikan kondisi Si Kecil sangatlah penting, karena batuk terus-menerus bisa menjadi tanda-tanda asma. Waspadai gejala asma pada Si Kecil dengan membaca artikel berikut yuk: Gejala Asma Pada Bayi dan Cara Mengatasinya.

Sumber:

  • Very Well Health. Cough Allergy. Diakses 20 Maret 2024. https://www.verywellhealth.com/allergy-cough-5204689
  • Health Partners. Is it a cold or allergies? How to tell the difference between symptoms. Diakses 20 Maret 2024. https://www.healthpartners.com/blog/cold-or-allergies/
  • American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology. Colds, Allergies and Sinusitis - How to Tell the Difference. Diakses 20 Maret 2024. https://www.aaaai.org/tools-for-the-public/conditions-library/allergies/colds-allergies-sinusitis




medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu