Beranda Artikel Alergi 3 Cara Menangani Alergi Makanan pada Si Kecil

3 Cara Menangani Alergi Makanan pada Si Kecil

2022/11/07 - 05:19:57pm     oleh Morinaga Soya
3 Cara Menangani Alergi Makanan pada Si Kecil

Ada banyak jenis alergi yang bisa dialami Si Kecil. Tetapi yang paling sering terjadi memang alergi yang disebabkan makanan. Alergi makanan adalah reaksi imun tubuh terhadap suatu makanan tertentu. Bahkan mengonsumsi makanan yang mengandung alergen dalam jumlah sangat kecil, dapat menyebabkan reaksi alergi pada Si Kecil. Apakah alergi makanan bisa hilang? Bunda, simak yuk 3 cara mengobati alergi makanan pada Si Kecil dari artikel ini.

Apakah Alergi Makanan dapat Hilang secara Permanen?

Hasil riset yang ditayangkan di Web MD menemukan fakta bahwa alergi yang dialami Si Kecil memang kebanyakan berasal dari makanan. Bahkan ditemukan pula anak laki-laki lebih rentan mengalami alergi dibandingkan anak perempuan. Ketika Si Kecil sudah terdiagnosis memiliki alergi makanan, apalagi kalau ada genetik bawaan atau memiliki bakat alergi, maka Si Kecil bisa saja mengalami alergi hingga dewasa, dan jenis alerginya bisa berubah-ubah sejalan dengan perkembangan usianya.

Berdasarkan tingkat keparahan gejala alergi yang dialami Si Kecil, memang ada berbagai jenis obat yang umumnya diberikan kepada penderita alergi. Sayangnya, obat-obatan tersebut hanya untuk meredakan gejala alergi saja, bukan untuk menyembuhkan atau menghilangkan alergi. Satu-satunya cara agar Si Kecil tidak mengalami alergi, Bunda perlu menjauhkannya dari alergen pemicu munculnya reaksi alergi.

Cara Menangani Alergi Makanan

1. Mengonsumsi Obat

Berdasarkan referensi dari HealthLine, Bunda bisa memberikan obat alergi yang mengandung antihistamin atau memberikan makanan yang mengandung antihistamin alami untuk meredakan reaksi alergi yang dialami Si Kecil. Hanya saja, pemberian antihistamin ini bisa dilakukan jika gejala alergi yang muncul dalam kondisi ringan, seperti gatal, bintik-bintik merah atau ruam pada kulit, hidung berair, atau gejala alergi ringan lainnya.

Sementara kalau gejala alergi yang ditunjukkan berat, seperti sesak nafas, denyut nadi lemah, batuk, Si Kecil terlihat lemas seperti mau pingsan, atau ada indikasi terjadi syok anafilaksis, maka bisa diatasi segera dengan suntikan epinefrin atau adrenalin pada paha. Setelahnya, Bunda tetap harus mencari pertolongan medis, ya. Karena reaksi alergi berat hingga menyebabkan syok anafilaksis bisa membahayakan jiwa Si Kecil. Jika Bunda belum memahami apa itu syok anafilaksis dan bagaimana ciri-cirinya, baca artikel berikut yuk: Syok Anafilaksis: Reaksi Alergi yang Membahayakan Si Kecil

2. Imunoterapi Oral

Dilansir dari situs US Food and Drugs Administration (FDA), alergi pada Si Kecil disebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang dianggap berbahaya atau alergen masuk ke tubuh. Pada tahun 2017, FDA menyetujui pemberian imunoterapi oral yang diletakkan di bawah lidah sebagai upaya mengatasi reaksi alergi.

Hal yang sama juga dijelaskan dalam Web MD, bahwa pemberian imunoterapi oral aman dan efektif untuk mengatasi alergi makanan pada Si Kecil, bahkan mulai dari Si Kecil berusia 1 tahun. Imunoterapi oral sudah terbukti dapat menurunkan kepekaan Si Kecil terhadap alergi.

3. Tidak Mengonsumsi Makanan Pemicu Alergi

Cara terakhir untuk mengatasi alergi pada Si Kecil, Bunda bisa berupaya menghindarkan Si Kecil dari berbagai jenis makanan pemicu alergi. Dengan catatan, Bunda sudah mengetahui secara pasti alergen pemicu alergi dengan melakukan tes alergi. Contoh: Si Kecil alergi susu sapi, maka hindari semua produk makanan yang mengandung susu sapi, bahkan olahan susu sapi, seperti es krim, coklat, keju, dan sebagainya.

Nah, itulah beberapa cara mengobati alergi makanan. Perlu diingat, pengobatan ini hanya mengurangi reaksi alergi, tidak menghilangkan alergi secara permanen. Oleh karena itu, alangkah baiknya Bunda menghindari makanan pemicu alergi dengan tidak memberikannya kepada Si Kecil serta menggantinya dengan jenis makanan lain. Berikut makanan pengganti yang aman untuk Si Kecil. Simak yuk.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu