Beranda Artikel Alergi Seputar Alergi Susu pada Anak yang Perlu Bunda Ketahui

Seputar Alergi Susu pada Anak yang Perlu Bunda Ketahui

2023/11/30 - 09:19:03am     oleh Morinaga Soya
Alergi Susu pada Anak

Banyak anak tercatat mengalami alergi susu. Karena itu, umumnya tiap kali produsen makanan hendak menjual produknya, mereka harus mencantumkan pada label produknya bahwa produk tersebut mengandung susu.

Sebetulnya, apa itu alergi terhadap susu, dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, pelajari lebih detail di artikel ini.

Apa Itu Alergi Susu?

Alergi susu merupakan respons sistem kekebalan tubuh tak lazim terhadap susu dan produk turunannya, terutama susu sapi. Dikutip dari Kementerian Kesehatan, tercatat 2-3% bayi mengalaminya.

Reaksi alergi ini umumnya dapat hilang setelah anak beranjak besar. Namun, Bunda perlu memahami penyakit ini, karena sewaktu-waktu dapat mengancam jiwa Si Kecil.

Gejala

Gejala penyakit ini akan berbeda-beda pada tiap anak. Biasanya, gejalanya diketahui dalam beberapa menit, atau maksimal dalam 2 jam, setelah mengkonsumsi asupan dengan alergen (zat pemicu) di dalamnya.

Gejalanya antara lain berupa:

  • Gangguan pernafasan, antara lain pilek, batuk, atau mengi. Gejala ini terjadi karena tubuh bereaksi dengan meningkatan produksi lendir pada organ-organ pernafasan.
  • Gangguan pencernaan, berupa sakit perut, muntah, mencret ataupun feses yang berdarah.
  • Gangguan kulit seperti gatal, bengkak dan biduran.

Sebagian anak cenderung mengalami gejala gangguan kulit saja, atau hanya mengalami gangguan pencernaan saja. Namun, sebagian anak juga dapat mengalami gangguan pencernaan, gangguan kulit, dan masalah pernafasan secara bersamaan. Untuk Bunda yang ingin tahu lebih lengkap ciri alergi ini, yuk baca: Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Formula.

Penyebab

Respons sistem imun tubuh terhadap alergen menjadi penyebabnya. Nantinya, respons ini menghasilkan suatu senyawa berupa imunoglobulin E (IgE), kemudian senyawa tadi akan disalurkan ke seluruh tubuh.

Di seluruh tubuh, IgE akan menghasilkan suatu zat lain bernama histamin yang akan berusaha melawan alergen tadi. Namun, histamin ini juga berinteraksi dengan organ-organ tubuh lain, sehingga menghasilkan macam-macam gejala seperti gatal, muntah, dan lain-lain.

Faktor Risiko

Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya alergi terhadap susu sapi, antara lain:

  • Keturunan. Si Kecil lebih mungkin mengalami alergi pada susu sapi ini jika ternyata Ayah atau Bunda juga alergi.
  • Umur. Anak-anak dalam usia bayi lebih rentan mengalaminya karena memang ia berada dalam usia di mana sistem imun dan sistem pencernaannya masih dalam masa perkembangan. Ketika sistem-sistem ini matang pada usia yang lebih besar, maka umumnya reaksi alerginya juga jauh berkurang.
  • Atopic dermatitis, yaitu suatu penyakit kulit yang terjadi secara turunan karena memiliki suatu faktor bernama atopy. Anak-anak dengan atopy lebih sering mengalami alergi terhadap susu.

Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi berupa kekurangan nutrisi maupun gangguan perkembangan emosional.

Si Kecil dapat kekurangan nutrisi ini karena Si Kecil wajib menghindari produk susu dan turunannya. Padahal, terdapat banyak nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, lemak, yang terkandung di dalamnya. Pertumbuhannya dapat terhambat jika asupan nutrisi tadi tidak terpenuhi.

Gangguan perkembangan emosional juga dapat terjadi akibat Si Kecil menghindari makanan-makanan favorit anak-anak yang umumnya berupa produk olahan susu. Contoh produk ini antara lain es krim, sereal, kue, dan lain sebagainya. Akibatnya, ia akan mudah cemas karena takut reaksi alerginya timbul kembali, sehingga ia mudah stres.

Bagaimana Cara Mengetahui bahwa Anak Memiliki Alergi terhadap Susu?

Jika Bunda menemukan gejala-gejala alergi tadi, Bunda wajib berkonsultasi ke dokter agar segera mendapatkan penanganan. Nantinya, dokter akan melakukan wawancara terstuktur dengan Bunda untuk mencari tahu apakah ada atau tidak resiko terjadinya alergi susu.

Setelah mendapatkan data melalui wawancara, selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda kelainan pencernaan, gangguan pernafasan, atau gejala kulit yang mirip dengan gejala alergi.

Jika memang hasilnya relevan, Si Kecil dinyatakan alergi terhadap susu dan dilakukan tindakan pengobatan untuk menghilangkan gejala-gejalanya. Sebaliknya, jika tidak relevan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan metode prick test atau tes darah IgE. Metode ini digunakan untuk memastikan lagi ada atau tidaknya alergi terhadap bahan tersebut.

Cara Mengatasi Reaksi Alergi Susu

Cara mengatasi yang dikerjakan akan bergantung pada gejala yang ditimbulkan. Umumnya ada 3 gejala yang bisa Bunda ketahui, meliputi hal berikut:

  • Jika gejalanya berupa gatal, maka Bunda bisa menggunakan pertolongan anti gatal, baik berupa bahan alami seperti oatmeal koloid, ataupun obat kimia seperti antihistamin sesuai pengawasan dokter.
  • Lain halnya dengan gejala pilek, Bunda bisa memberikan pertolongan anti pilek berupa minyak aromaterapi.
  • Jika gejalanya berupa mencret, maka Bunda bisa memberikannya oralit agar Si Kecil tidak mengalami dehidrasi.

Apakah Alergi Susu Bisa Disembuhkan?

Sebagian besar kasus alergi bersifat genetik atau diturunkan dalam keluarga, sehingga tidak dapat disembuhkan. Namun, Bunda tetap bisa mencegah reaksi alerginya sampai Si Kecil bertambah usia dan tidak adanya reaksi.

Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari Anak Alergi Susu

Jika Si Kecil sudah terbukti positif, langkah selanjutnya Bunda perlu tahu susu apa yang memicu alerginya. Karena tidak hanya produk sapi, namun produk dari domba, kambing, kerbau, dan mamalia lainnya juga dapat menimbulkan reaksi alergi.

Jika pemicunya sudah diketahui dengan pasti, maka Bunda harus menghindarinya. Misalnya, jika Si Kecil memiliki alergi terhadap susu sapi, Bunda perlu menghindarkannya dari makanan yang mengandung bahan ini pula.

Bunda merasa kesulitan mencari alternatif asupan yang sama baiknya dengan minuman dari sapi tersebut? Tenang, karena susu soya bisa jadi pilihan Bunda. Yuk cek merk apa yang menjadi produk terbaik untuk minuman tersebut di sini: Rekomendasi Susu Soya yang Bagus untuk Bayi Alergi

Referensi:

  • Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Alergi Susu Sapi pada Anak. Diakses pada 20 November 2023. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/914/alergi-susu-sapi-pada-anak .
  • Cleveland Clinic. When Might My Child Outgrow His Milk Allergy?. Diakses pada 20 November 2023. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11315-milk-allergy
  • News Medical. Allergies and Genetics. Diakses pada 20 November 2023. https://www.news-medical.net/health/Allergies-and-Genetics.aspx




medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu