Beranda Artikel Alergi Perbedaan Prebiotik dan Probiotik serta Manfaatnya untuk Anak

Perbedaan Prebiotik dan Probiotik serta Manfaatnya untuk Anak

2023/07/25 - 11:45:41am     oleh Morinaga Soya
Segelas Susu

Bunda mungkin sering mendengar istilah probiotik dan prebiotik saat membaca informasi seputar nutrisi anak. Meski kerap disebut bersamaan, kedua komponen ini memiliki perbedaan yang mendasar. Probiotik dan prebiotik sama-sama mendukung kesehatan saluran cerna, tetapi memiliki bentuk, fungsi, dan cara kerja yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya akan membantu Bunda dalam memilih asupan yang tepat demi tumbuh kembang optimal Si Kecil.

Apa yang Dimaksud dengan Probiotik dan Prebiotik?

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi tubuh, terutama bagi kesehatan sistem pencernaan. Umumnya terdiri dari bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium, probiotik membantu menjaga keseimbangan mikroba dalam usus. Mereka hidup di saluran cerna dan berperan penting dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme jahat yang bisa menyebabkan infeksi.

Sebaliknya, prebiotik adalah jenis serat makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Serat ini menjadi sumber nutrisi bagi probiotik agar dapat berkembang dan bekerja secara optimal. Prebiotik ditemukan secara alami pada berbagai makanan, seperti bawang putih, bawang bombay, pisang, asparagus, dan gandum utuh. Fungsi utamanya adalah membantu meningkatkan populasi bakteri baik dalam usus, yang pada gilirannya mendukung sistem kekebalan tubuh dan penyerapan nutrisi.

Bagaimana Cara Probiotik dan Prebiotik Mendukung Kesehatan Anak?

Di dalam tubuh, probiotik bekerja dengan mempertahankan keseimbangan mikroorganisme baik dalam saluran cerna. Mereka memperbaiki mikrobiota usus yang terganggu akibat infeksi atau konsumsi antibiotik, serta membantu penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Dalam kondisi tertentu, seperti diare, probiotik dapat mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan gejala.

Prebiotik, meskipun tidak hidup seperti probiotik, memiliki peran vital sebagai bahan bakar bagi pertumbuhan bakteri baik. Dengan memberi makan probiotik, prebiotik memungkinkan mereka bertahan dan memperbanyak diri di dalam usus. Proses fermentasi serat prebiotik oleh bakteri baik akan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang mendukung integritas dinding usus, meningkatkan imun, serta menghambat mikroba jahat.

Jenis prebiotik yang sering digunakan dalam produk makanan anak, seperti FOS (Frukto-Oligosakarida) dan GOS (Galakto-Oligosakarida), telah terbukti aman dan efektif dalam membantu sistem pencernaan Si Kecil tetap sehat. Untuk informasi lebih lengkap mengenai jenis prebiotik, Bunda bisa membaca di sini: Prebiotik untuk Anak: Mengenal Berbagai Jenis dan Manfaatnya.

Manfaat Kombinasi Probiotik dan Prebiotik bagi Saluran Cerna Anak

Kombinasi probiotik dan prebiotik yang dikenal dengan istilah sinbiotik memiliki efek sinergis dalam menjaga keseimbangan flora usus. Dengan lingkungan usus yang sehat, penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal, risiko sembelit berkurang, dan daya tahan tubuh Si Kecil meningkat.

Probiotik tidak hanya membantu melancarkan buang air besar, tetapi juga efektif dalam meredakan gejala diare yang disebabkan oleh infeksi maupun antibiotik. Sementara itu, prebiotik memperkuat efek probiotik dengan mempercepat pertumbuhannya dan menjaga konsistensi feses agar lebih mudah dikeluarkan. Jika Bunda ingin mengetahui lebih dalam manfaat probiotik dalam kondisi seperti diare, bisa dibaca lebih lanjut di sini: Memahami Manfaat Probiotik dalam Mengatasi Diare pada Anak.

Sumber Alami Probiotik dan Prebiotik dalam Makanan Harian

Agar manfaatnya maksimal, penting bagi Bunda untuk menghadirkan makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik dalam menu harian Si Kecil. Probiotik dapat diperoleh dari makanan hasil fermentasi, seperti yoghurt, tempe, kefir, kimchi, dan keju fermentasi. Semua makanan ini mengandung bakteri hidup yang membantu menjaga mikrobiota usus tetap seimbang.

Di sisi lain, prebiotik terkandung dalam serat dari sayur dan buah tertentu. Bawang putih dan bawang bombay merupakan contoh yang kaya prebiotik. Pisang matang, asparagus, gandum utuh, serta kacang-kacangan juga merupakan sumber serat larut yang sangat baik. Makanan ini membantu mendukung lingkungan usus yang sehat dengan memberikan nutrisi yang dibutuhkan bakteri baik agar tetap aktif.

Bila diperlukan, Bunda juga bisa mempertimbangkan produk yang mengandung probiotik dan prebiotik dalam bentuk suplemen atau susu pertumbuhan. Salah satu produk yang bisa menjadi pilihan adalah Susu Morinaga Soya. Susu ini diformulasikan khusus untuk anak yang mengalami intoleransi laktosa atau alergi terhadap protein susu sapi. Kandungan sinbiotik dalam Susu Morinaga Soya dapat membantu mendukung kesehatan sistem pencernaan dan menjaga daya tahan tubuh Si Kecil secara alami. Untuk mengetahui lebih jauh manfaat lengkap dari produk ini, Bunda bisa membaca selengkapnya di sini: 5 Manfaat Susu Morinaga Soya untuk Si Kecil.

Dengan memahami perbedaan mendasar antara probiotik dan prebiotik, serta bagaimana keduanya bekerja secara sinergis dalam tubuh, Bunda bisa lebih percaya diri dalam memilih makanan dan nutrisi yang tepat untuk Si Kecil. Kesehatan saluran cerna adalah fondasi dari pertumbuhan anak yang optimal. Menyediakan asupan yang tepat akan membantu menjaga kekebalan tubuh, memperkuat pencernaan, dan memberikan energi yang cukup bagi aktivitas harian Si Kecil.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu
bannerinside bannerinside
allysca