Beranda Artikel 13-36 Bulan Pertolongan Pertama Pada Alergi Anak yang Harus Bunda Simak

Pertolongan Pertama Pada Alergi Anak yang Harus Bunda Simak

2022/03/18 - 12:34:03pm     oleh Morinaga Soya
Pertolongan Pertama Pada Alergi Anak yang Harus Bunda Simak

Karena sistem imun tubuh anak masih dalam tahap atau proses berkembang jadi sangatlah normal bila Si Kecil terkadang mengalami alergi. Bunda tak perlu khawatir karena hal ini cukup lumrah dialami oleh anak-anak. Namun yang paling penting adalah Bunda selalu siaga dan siap untuk memberikan pertolongan pertama pada anak ketika alergi melanda.

Alergi sendiri adalah situasi dimana sistem imun anak memberikan reaksi berlebihan terhadap substansi yang dinilai membahayakan bagi tubuh (allergen). Namun, allergen ini tidak melulu berarti zat yang masuk ke tubuh Si Kecil merupakan zat beracun ya Bunda. Seringnya allergen ini berupa makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari, tungau, debu, serbuk sari, atau beberapa hal lainnya.

Faktor genetik juga memegang andil penting pada situasi alergi ini. Biasanya apabila Bunda dan Ayah memiliki riwayat alergi di dalam keluarga, maka akan ada kemungkinan bahwa Si Kecil mungkin saja akan memiliki alergi juga.

Gejala alergi bisa timbul ketika faktor pencetus ini terhirup dan karena adanya kontak langsung baik karena tersentuh atau dimakan. Reaksinya juga bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Inilah mengapa amat penting bagi Bunda untuk tidak panik dan bisa mempraktekkan langkah pemberian pertolongan pertama supaya efek dari reaksi alergi ini bisa diminimalisasi. Karena bila tidak ditangani segera, alergi bisa membahayakan nyawa Si Kecil.

Pertolongan Pertama pada Alergi

Reaksi alergi pada setiap orang pasti akan berbeda satu dan lainnya. Kebanyakan cukup ringan, namun tetap akan membuat Si Kecil merasa tak nyaman, dan pada ujungnya membuat anak menjadi rewel. Namun dalam beberapa kasus, reaksi alergi bisa sangat parah hingga cukup beresiko membahayakan kesehatan Si Kecil.

Celakanya, Si Kecil mungkin tidak akan segera menunjukan gejala parah yang bisa memberi indikasi bahwa ia mengalami gejala yang lebih serius. Reaksi alergi akan muncul sedikit demi sedikit. Bisa dimulai dari hidung tersumbat yang perlahan berubah menjadi sesak napas karena adanya pembengkakkan di saluran pernapasan. Bila tak ditangani dengan sigap hal ini bisa mengakibatkan Si Kecil tak dapat bernapas.

Memang terdengar sangat serius, namun, saat terjadi, Bunda dituntut untuk tetap tenang supaya bisa memberikan pertolongan pertama kepada anak dengan baik dan benar. Semakin panik dan kalut, Bunda malah tidak akan bisa berpikir dengan jernih. Maka dari itu, Bunda perlu mengetahui apa saja yang harus dilakukan sebagai langkah pertolongan saat anak mengalami alergi.

Reaksi imun sendiri sebenarnya bisa muncul di berbagai area tubuh. Apabila Si Kecil memiliki alergi terhadap debu, tungau, ataupun serbuk sari, maka saat terhirup, maka gejala yang ia alami pasti akan berpusat di sekitar saluran pernapasan. Atau, apabila Si Kecil memiliki alergi terhadap makanan, maka reaksi yang muncul bisa melebar dan mencakup beberapa organ tubuh. Untuk mengantisipasi, Bunda juga harus tahu apa saja hal-hal yang umum menjadi allergen bagi anak, yakni :

  • Makanan (susu sapi, makanan laut, kacang-kacangan, telur)
  • Debu
  • Tungau
  • Bulu hewan
  • Serbuk sari
  • Gigitan serangga
  • Obat-obatan tertentu
  • Produk berbahan kimia (deterjen, losion, sabun, dan lainnyaa

Lebih lanjut, beberapa reaksi alergi yang biasanya sering terjadi adalah :

  • Pembengkakkan di area bibir, lidah, mata, ataupun area wajah lainnya
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Muncul ruam merah atau gatal di permukaan kulit
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Sesak nafas
  • Mata dan hidung berair
  • Hilang Kesadaran

Lantas, langkah apa yang harus Bunda lakukan dalam mengatasi hal ini, berikut penjelasannya:

Mengenali dan Menghindarkan Anak dari Faktor Pencetus Alergi

Salah satu hal yang paling penting dalam memberikan pertolongan pertama bagi anak yang mengalami alergi adalah dengan mengenali pemicunya. Dengan mengetahui betul apa yang menyebabkan Si Kecil mengalami reaksi alergi, maka akan lebih mudah bagi Bunda untuk menghindarkannya dari faktor pencetus dan melakukan langkah penanganan terlebih dahulu. Kenyataannya, Bunda tak bisa betul-betul menghindari alergi bila sumbernya tak diketahui.

Misalnya saja saat Si Kecil mengalami alergi terhadap makanan tertentu, maka hindari Si Kecil dari mengonsumsi makanan yang mungkin akan memicu alerginya. Selain itu, penting bagi Bunda untuk selalu memeriksa komposisi makanan yang diberikan kepada Si Kecil karena pada beberapa anak, alergi terhadap makanan bisa menimbulkan reaksi yang cukup parah. Lain halnya bila ia mengalami alergi debu atau tungau, bersihkanlah rumah secara berkala, terutama di area dimana Si Kecil sering beraktivitas.

Lalu bila Si Kecil memiliki alergi terhadap suatu benda dan kerap menimbulkan rasa gatal ataupun ruam di kulit, maka pertolongan pertama yang bisa Bunda berikan adalah dengan menghindarkannya dari substansi tersebut. Membasuh area kulit yang bermasalah atau mengoleskan krim yang bersifat hypoallergenic juga bisa membantu meredakan rasa gatal, panas, ataupun rasa tak nyaman yang ditimbulkan oleh ruam tersebut.

Apabila Bunda masih ragu perihal apakah gejala yang ditunjukan Si Kecil merupakan reaksi alergi, Bunda bisa mulai melakukan observasi terhadap kegiatan Si Kecil sehari-hari. Catat apa saja yang ia makan atau ia sentuh beberapa saat sebelum reaksi alergi terjadi. Langkah lainnya tentu saja dengan memeriksakan Si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih akurat.

Namun, bila Bunda ingin mengetahui kemungkinan Si Kecil mengalami alergi dengan segera, Bunda bisa mengecek seberapa besar resiko Si Kecil mungkin mengalami alergi di cek alergi . Usai mengetahui seberapa besar resikonya, Bunda bisa dengan lebih mudah menentukan langkah penanganan selanjutnya

Mengonsumsi Obat

Melansir dari Klikdokter, disebutkan bahwa untuk kasus reaksi alergi yang ringan, biasanya gejalanya akan membaik dengan sendirinya. Tapi dalam beberapa kasus, mungkin Si Kecil akan membutuhkan bantuan obat untuk meredakan gejala alerginya. Tapi tentunya dengan catatan bahwa penggunaan obat sebagai pertolongan pertama dalam kasus alergi hanya dilakukan sebagai upaya terakhir bila cara yang diinstruksikan dokter ataupun cara lainnya tak berhasil.

Hampir tak berbeda dengan obat-obatan umum lainnya yang beredar di pasaran, obat alergi juga memiliki sejumlah efek samping yang harus diwaspadai, apalagi saat diberikan kepada Si Kecil. Penggunaan obat secara sembarangan tanpa instruksi petugas medis professional malahan bisa meningkatkan resiko efek samping dan malahan dapat membuat gejala alergi menjadi semakin parah.

Belum lagi penggunaan obat terutama pada anak-anak bisa memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan apalagi bila digunakan dalam jangka waktu panjang. Bunda juga disarankan untuk menggunakan obat sesuai dengan anjuran serta instruksi yang sudah diberikan oleh dokter.

Obat alergi ini cukup beragam, baik yang dioleskan ke area kulit bermasalah, diteteskan ke mata, ataupun diminum langsung. Kebanyakan obat ini sering digunakan untuk mengatasi problema bengkak di area wajah, gatal-gatal, ataupun masalah pernapasan seperti hidung tersumbat.

Waspada Anafilaksis

Bagi Si Kecil yang memiliki alergi, mereka beresiko mengalami suatu reaksi parah yang biasa disebut dengan syok anafilaksis. Reaksi yang cukup langka ini bisa mengakibatkan saluran nafas menyempit dan tekanan darah turun secara drastis. Hal ini bisa semakin parah dan mengancam kesehatan Si Kecil bila tak ditangani dengan segera.

Anafilaksis sendiri bisa ditangani dengan suntikan epinefrin. Namun tentunya, Bunda harus mendapatkan persetujuan dan petunjuk dari dokter agar dapat memberikan suntikan ini bila memang diperlukan. Obat ini biasa berfungsi untuk membalikan reaksi parah tersebut, sehingga sistem tubuh dapat kembali berfungsi dengan normal. Apabila Si Kecil mulai menunjukan gejala yang cukup parah dan sulit bernapas, Bunda bisa melakukan langkah antisipasi berikut ini :

  • Menghubungi ambulans ataupun membawanya segera ke rumah sakit terdekat.
  • Baringkan Si Kecil dalam kondisi telentang
  • Mengendurkan pakaian anak bila terlalu ketat
  • Apabila Si Kecil muntah, maka posisikan tubuhnya agar menghadap ke samping supaya tidak tersedak dengan muntahannya
  • Saat gejala mulai mereda, tetap pastikan untuk menjaga dan mengawasi Si Kecil. Karena syok anafilaksis bisa muncul kembali usai beberapa jam
  • Bila Bunda memiliki suntikan epinefrin dari anjuran dokter dan sudah paham betul bagaimana cara penggunaanya, segera berikan dan suntikan saat gejala mulai menyerang.

Alergi memang bisa sangat berbahaya dan membatasi keseharian Si Kecil karena ia harus berhati-hati terhadap beberapa hal atau makanan yang bisa menimbulkan reaksi alergi terhadapnya. Selain itu, belum ada penelitian atau cara yang dapat membantu menghilangkan alergi secara permanen. Sehingga, yang bisa Bunda lakukan adalah melakukan pencegahan dan mengetahui langkah antisipasi yang tepat.

Melansir dari Healthline, disebutkan bahwa dalam beberapa kasus, alergi makanan pada anak-anak bisa berangsur membaik atau bahkan menghilang saat mereka menginjak usia 16 tahun. Meski ada kemungkinan toleransi Si Kecil terhadap allergennya meningkat. Tapi sangat penting bagi Bunda untuk mengajarkan Si Kecil berdamai dengan alerginya dan memberi edukasi kepadanya perihal alergi yang dideritanya. Apa yang boleh dan tak boleh dilakukan.

Selain itu, penuhi selalu nutrisi harian Si Kecil agar tubuhnya tetap kuat. Terutama pada anak yang memiliki alergi terhadap makanan, Bunda juga harus memilihkan asupan nutrisi alternatif karena akibat alergi ini, Si Kecil memiliki asupan gizi yang mungkin saja terbatas. Tak boleh tertinggal, berikanlah ASI eksklusif bagi Si Kecil. ASI disinyalir mampu menguatkan imun tubuh sehingga dapat mengurangi resiko alergi pada anak.

Tak hanya memberikan ASI, namun paling penting juga adalah untuk berhati-hati dalam memilihkan produk pengganti atau alternatif nutrisi yang sesuai untuk mengakomodir riwayat alerginya terhadap susu sapi.

Namun, bila karena satu dan lain hal Bunda tak dapat memberikan ASI eksklusif sepenuhnya, Bunda bisa mempercayakan Morinaga Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifidus yang diformulasi dari isolat protein kedelai sehingga sangat aman dikonsumsi bagi Si Kecil yang memiliki alergi terhadap susu sapi.

Sinergi prebiotik FOS dan probiotik triple bifidus di dalamnya juga dapat membantu kesehatan saluran cerna Si Kecil sekaligus menguatkan sistem imun tubuhnya agar kuat menangkal ragam penyakit yang mengintai. Selain itu, bakteri baik yang tergabung di dalam Triple Bifidus ini bisa membantu meringankan gejala alergi yang kerap menyerang saluran pernapasan, permukaan kulit, atau bahkan sistem pencernaan agar Si Kecil tetap tenang dan tak merasa gelisah.

Itulah Bunda, beberapa cara yang bisa Bunda lakukan dalam memberikan pertolongan pertama kepada anak saat gejala alergi mulai timbul. Semoga tipsnya dapat bermanfaat dan membantu Bunda ketika memang diperlukan





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu