Beranda Blog Gejala Alergi yang Harus Bunda Kenali

Gejala Alergi yang Harus Bunda Kenali

2021/12/31 - 12:39:36pm     oleh Morinaga Soya
Gejala Alergi yang Harus Bunda Kenali

Bunda mungkin sudah familiar dengan istilah alergi yang merupakan reaksi sistem imun tubuh kepada zat atau benda yang dinilai sebagai ancaman terhadap tubuh. Gejala alergi tersebut bisa muncul dalam bentuk pilek ringan hingga berat, munculnya ruam di area kulit yang bahkan bisa terasa gatal atau panas. Dalam beberapa kasus gejala alergi yang muncul bisa juga berupa sesak napas.

Penyebab Alergi

Alergi sendiri dicetuskan oleh salah satu antibodi yang ada di dalam tubuh bernama imunoglobulin E (IgE). Antibodi ini sebenarnya memiliki peran untuk melawan zat dari luar yang bisa membahayakan tubuh. Tapi sayangnya, dalam kasus Si Kecil yang memiliki alergi, IgE ini malah kerap kali teraktivasi saat terpapar zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Misalnya beberapa jenis makanan, minuman, udara dingin, serbuk sari, dan lainnya.

Penyebab mengapa antibodi tubuh bereaksi demikian sampai sekarang masih belum bisa diketahui secara pasti. Namun, selain faktor tersebut, ada juga beberapa hal yang membuat Si Kecil lebih rentan memiliki riwayat alergi seperti adanya riwayat penyakit asma dalam keluarga Bunda maupun suami, Si Kecil memiliki asma, kurang paparan sinar matahari, atau lahir melalui operasi sesar.

Diagnosis Alergi

Meskipun Si Kecil kerap kali menunjukan gejala alergi usai memakan jenis makanan tertentu atau usai menyentuh sesuatu, supaya lebih pasti mengenai kondisi alergi Si Kecil ada baiknya Bunda memeriksakan Si Kecil ke dokter. Umumnya dokter akan melakukan wawancara medis lengkap yang menyeluruh untuk mengetahui reaksi atau gejala seperti apa yang dialami, seberapa sering terjadi, dan paparan yang dialami sesaat sebelum gejala alergi muncul.

Selain hanya dengan melakukan pengamatan dan wawancara medis, ada beberapa pemeriksaan medis yang bisa dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah Si Kecil mengalami alergi atau tidak. Beberapa caranya antara lain:

  • Pemeriksaan dengan cara mengambil sampel darah untuk memeriksakan IgE spesifik
  • Pemeriksaan uji sampel kulit dengan cara mencukil atau mencongkel sedikit bagian kecil dari kulit kemudian memaparkannya kepada zat yang dicurigai menimbulkan reaksi alergi pada Si Kecil
  • Uji patch test atau uji tempel dengan cara menempelkan zat yang diduga menjadi penyebab timbulnya reaksi alergi terhadap Si Kecil di area kulit.

Bila Si Kecil kerap kali menunjukan gejala alergi namun Bunda masih ragu, Bunda bisa memeriksakan kemungkinan resiko alergi Si Kecil secara gratis di https://morinagasoya.com/id/cek-alergi, sesudah mengetahui seberapa besar resiko Si Kecil memiliki alergi, Bunda bisa menentukan langkah antisipasi selanjutnya dengan lebih mudah.

Gejala Alergi

Gejala alergi pada anak tentunya sangat beragam dan tidak dapat diprediksi. Tak jarang gejala alergi ini sendiri kerap kali mirip dengan penyakit lainnya. Tapi yang pasti, gejala yang muncul selalu bergantung pada paparan zat pencetus. Misalnya Si Kecil mengalami alergi debu, maka ketika terpapar, gejalanya akan ditandai dengan gangguan di area pernapasan.

Gejala reaksi alergi seringnya akan muncul dalam waktu hitungan menit hingga beberapa jam usai melakukan kontak dengan sumber pemicu. Gejala yang muncul kadang juga tergantung dengan bagaimana Si Kecil melakukan kontak dengan alergen. Meskipun begitu, ada beberapa gejala alergi yang acap kali terjadi pada penderita sebagai berikut:

  • Bersin-bersin, hidung terasa gatal, berair, serta tersumbat
  • Batuk, bengek, atau sesak napas
  • Mata terlihat memerah, gatal, dan berair
  • Area bibir, lidah, serta kelopak mata akan membengkak
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Kulit memerah, muncul ruam, terasa gatal atau panas
  • Sakit perut, muntah, diare

Karena gejala alergi akan selalu berbeda tergantung dengan pemicu, berikut merupakan rinciannya yang bisa Bunda simak:

  • Alergi Makanan

Alergi makanan dapat menyebabkan sensasi gatal di dalam mulut dan seringkali diikuti dengan bibir, lidah, tenggorokan, bahkan wajah yang membengkak. Selain itu, alergi terhadap jenis makanan tertentu bisa menimbulkan ruam merah di area kulit, membuat Si Kecil merasa mual, sakit perut, hingga mengakibatkan diare.

  • Alergi Terhadap Serangga atau Gigitan Serangga

Saat digigit serangga, tak hanya muncul pembengkakkan di area yang terkena gigitan, namun gigitan serangga bisa menyebabkan munculnya rasa gatal di seluruh tubuh. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, bahkan Si Kecil bisa batuk-batuk, dada terasa sesak, serta menimbulkan reaksi alergi parah (anafilaksis).

  • Alergi Dingin

Salah satu gejala alergi dingin yang utama adalah biduran. Biduran merupakan bentol yang timbul di permukaan kulit berwarna kemerahan dan terasa gatal. Ukuran bentol yang timbul pun bisa beragam, mulai dari sekecil kacang hijau hingga sebesar buah anggur. Gejala ini akan timbul saat Si Kecil berada di lingkungan dengan suhu dingin, baik itu karena udara atau iklim sekitar, ataupun terkena air dingin.

Tak jarang alergi dingin ini kerap kali menimbulkan gejala serupa pilek terhadap SI Kecil, misalnya hidung berair dan terasa gatal atau tersumbat.meskipun tidak berakibat fatal, namun ini akan mengganggu keseharian Si Kecil dan membuatnya tak nyaman. Tak jarang, hidung tersumbat ini bisa mengganggu waktu tidurnya akibat sulit bernapas saat berbaring.

  • Alergi Terhadap Partikel di Udara

Reaksi alergi terhadap beberapa elemen yang tersebar di udara seperti debu, serbuk sari, atau bahkan tungau umumnya akan ditandai dengan bersin, hidung terasa gatal, berair, tersumbat atau bahkan sesak napas.

Gejala Alergi yang Harus Diwaspadai

Pada beberapa kasus yang langka, alergi bisa menimbulkan reaksi berbahaya yang disebut dengan syok anafilaksis. Syok anafilaksis ini bisa terjadi dalam hitungan menit atau bahkan detikusai Si Kecil terpapar dengan alergen. Reaksi ini akan mempengaruhi berbagai sistem tubuh secara bersamaan sehingga gejalanya akan bervariasi.

Namun gejala paling umum antara lain adalah mulut, lidah, serta tenggorokan yang membengkak, sesak napas cukup parah, menurunnya tekanan darah secara drastis, muncul ruam merah di kulit, mual serta muntah, pusing juga kepala terasa berkunang-kunang, hingga jantung yang berdebar dengan detak relatif lemah.

Anafilaksis merupakan kondisi darurat yang harus ditangani sesegera mungkin. Pasalnya pembengkakan yang terjadi di area tenggorokan bisa menyebabkan Si Kecil kesulitan bernafas hingga berakibat fatal. Penurunan darah secara mendadak ini tentunya juga tidak akan berdampak baik terhadap organ-organ vital dalam tubuh Si Kecil.

Seringnya, bila kejadian anafilaksis ini sudah berlangsung selama beberapa kali, Bunda mungkin akan dibekali suntikan epinefrin dari dokter yang dapat digunakan kapan saja Si Kecil kambuh. Epinefrin ini akan mencegah pembengkakan di saluran napas sehingga Si Kecil bisa bernapas dengan normal. Namun tentu saja suntikan ini hanya bisa digunakan bila memang disarankan oleh dokter ya, Bun.

Meski sudah memiliki suntikan epinefrin ini, jangan lengah mengawasi gejala yang timbul usai menyuntikannya ya Bunda, tetap bawa Si Kecil ke rumah sakit supaya ia bisa mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut serta mengantisipasi kalau-kalau gejalanya akan muncul kembali.

Demikian Bunda, beberapa gejala alergi yang perlu Bunda ketahui, selalu waspadai gejala yang timbul usai Si Kecil mengonsumsi sesuatu, apakah gejalanya selalu berulang atau tidak. Bila keadaan tidak membaik dan Si Kecil terlihat sangat tidak nyaman atau merasa sakit segeralah bawa ia ke dokter untuk diberikan penanganan secepatnya.

Selain itu, pastikan Bunda menghindari Si Kecil dari pencetus alergi. Bila Si Kecil alergi terhadap makanan tertentu, berikan alternatif pengganti yang tentunya tetap akan memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil supaya tumbuh kembangnya tetap optimal tanpa harus membuatnya mengalami gejala alergi.

Penuhi nutrisi harian Si Kecil yang alergi susu sapi dengan Morinaga Soya MoriCare Triple Bifidus yang terbuat dari isolat protein kedelai sehingga aman dan cocok diminum bagi Si Kecil yang memiliki alergi atau intoleransi laktosa susu sapi. Diperkaya dengan gabungan tiga bakteri baik, triple bifidus yang akan meningkatkan fungsi kesehatan saluran cerna dan mendukung daya tahan tubuh supaya makin maksimal.

Tambahan 14 vitamin serta 9 mineral di dalamnya akan membantu memenuhi nutrisi harian Si Kecil. Tak kalah, adanya AA & DHA yang akan membantu mengasah perkembangan otak. Ada juga kebaikan asam lemak esensial omega 3 dan 6 yang cukup penting untuk menunjang kecerdasan multitalenta Si Kecil.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu
Baca Juga Yang Lainnya

Kenali Berbagai Jenis Alergi Kulit Pada Anak dan Cara Menanganinya

Si Kecil Alami Alergi Serbuk Bunga? Hindari Bunga Jenis Ini Ya, Bunda