Beranda Artikel 13-36 Bulan Apakah Alergi pada Anak Bisa Sembuh?

Apakah Alergi pada Anak Bisa Sembuh?

2024/05/02 - 04:47:27pm     oleh Morinaga Soya
cara mengatasi alergi pada anak

Mencari tahu tentang gejala alergi pada Si Kecil sebaiknya dilakukan sejak dini. Hal ini untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila Bunda terlambat mengetahuinya. Cara utama mengatasi alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen yang dapat memicu reaksi alergi. Selain itu, ada beberapa obat yang dapat digunakan, tetapi pemakaiannya harus sesuai anjuran dokter.

Kenali juga yuk Bunda, berbagai pengobatan yang dapat dilakukan jika reaksi alergi muncul pada Si Kecil berikut ini.

Apakah Alergi Bisa Sembuh?

Untuk saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan alergi ya Bun. Namun, gejala alergi pada Si Kecil dapat dikendalikan secara efektif selama mengikuti langkah-langkah penanganan yang sesuai dengan reaksi yang muncul. Menghindari kontak atau paparan pada pemicu alergi juga dapat mencegah munculnya reaksi alergi.

Umumnya, reaksi alergi pada Si Kecil akan berkurang seiring bertambahnya usia, terutama ketika sistem imun mereka sudah sempurna dan mampu beradaptasi terhadap alergen tertentu. Selain itu, pilihan pengobatan seperti imunoterapi alergi secara bertahap dapat mengurangi tingkat keparahan reaksi alergi yang terjadi.

Meskipun belum dapat disembuhkan, Bunda tidak perlu khawatir karena ada beberapa langkah pencegahan dan cara mengatasi yang bisa Bunda ikuti dalam menangani kondisi alergi Si Kecil.

Cara Mengatasi Alergi pada Anak

Pengelolaan alergi pada Si Kecil sebaiknya dimulai dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicu alergi, sebelum mengandalkan pengobatan. Cara tersebut merupakan langkah pertama dan paling efektif dalam mengurangi risiko reaksi alergi.

Hindari Paparan dengan Alergen

Bunda, langkah pertama yang sangat penting dalam mengelola alergi pada Si Kecil adalah dengan menghindari paparan dengan alergen yang memicu reaksi alergi. Ini bisa berarti melakukan perubahan dalam lingkungan sehari-hari, seperti menghilangkan bahan pemicu alergi dari rumah atau memastikan Si Kecil tidak terpapar dengan alergen di sekolah atau tempat lainnya.

Misalnya, jika Si Kecil alergi terhadap debu tungau, Bunda dapat memastikan untuk membersihkan rumah secara teratur dan menggunakan penutup kasur anti-alergi. Mengidentifikasi alergen yang tepat dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi paparannya bisa sangat membantu mengurangi gejala alergi Si Kecil.

Selain itu, Bunda juga bisa mengajari Si Kecil cara menghindari alergen sendiri. Ini akan memberikan pengetahuan yang penting bagi Si Kecil saat mereka tumbuh dewasa dan harus mengelola alergi mereka sendiri. Misalnya, jika Si Kecil alergi terhadap makanan tertentu, Bunda dapat membantu mereka memahami label makanan dan mengidentifikasi makanan yang aman untuk dikonsumsi.

Antihistamin

Bunda, antihistamin adalah obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala alergi pada Si Kecil. Obat ini bekerja dengan menghambat pelepasan histamin dalam tubuh. Histamin merupakan zat kimia yang menyebabkan gejala alergi seperti gatal-gatal, bersin, dan hidung tersumbat. Penggunaan antihistamin bisa sangat efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi gejala alergi Si Kecil.

Namun, sebelum memberikan antihistamin pada Si Kecil, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan membantu menentukan dosis yang tepat sesuai dengan usia dan berat badan Si Kecil serta memastikan tidak ada interaksi obat yang berbahaya.

Bunda harus memahami bahwa antihistamin tidak mengobati alergi itu sendiri, tetapi hanya mengurangi gejala yang timbul akibat reaksi alergi. Jadi, bersamaan dengan pemberian antihistamin, menerapkan langkah-langkah lainnya juga mungkin diperlukan untuk mengelola alergi secara menyeluruh.

Dekongestan

Dekongestan adalah jenis obat yang digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan menyempitkan pembuluh darah di saluran hidung, sehingga membantu mengurangi hidung tersumbat yang sering kali terjadi pada reaksi alergi.

Bunda dapat memberikan dekongestan dalam bentuk sirup atau semprotan hidung ketika Si Kecil mengalami kesulitan bernapas akibat alergi.

Dekongestan membuka jalur napas dengan menyempitkan pembuluh darah, namun penggunaannya lebih dari beberapa hari bisa memperparah kondisi hidung tersumbat. Konsultasi dengan dokter bisa membantu mendapatkan panduan terbaik tentang kapan dan bagaimana cara menggunakan dekongestan ini secara efektif.

Natrium Kromolin

Natrium kromolin bekerja dengan menghambat zat yang melepaskan histamin dan peradangan lain saat terpapar alergen. Obat ini bekerja dengan menghambat pelepasan zat yang menyebabkan inflamasi, sehingga sangat bermanfaat dalam situasi di mana Si Kecil terpapar alergen yang sulit dihindari.

Penggunaan natrium kromolin sebelum pergi ke tempat-tempat yang mungkin memiliki alergen bisa membantu mengurangi reaksi alergi dan kebutuhan penggunaan obat lain.

Kortikosteroid

Kortikosteroid membantu mengurangi peradangan yang lebih serius dan kronis yang berhubungan dengan alergi, seperti asma atau dermatitis atopik. Obat ini dapat diaplikasikan secara topikal, dihirup, atau bahkan diminum, tergantung pada keparahan dan gejala reaksi alergi.

Penggunaannya harus selalu di bawah pengawasan dokter ya Bunda, karena efek obat ini memiliki potensi efek samping seperti penipisan kulit hingga perubahan hormon.

Imunoterapi Alergi

Imunoterapi atau yang sering disebut sebagai suntikan alergi adalah proses jangka panjang yang melibatkan pemaparan bertahap terhadap jumlah kecil alergen untuk membangun toleransi.

Dengan terapi ini, sistem imun Si Kecil secara bertahap dilatih untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap alergen tertentu seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, dan dapat mengurangi keparahan reaksi alergi Si Kecil secara signifikan.

Meskipun memerlukan komitmen waktu dan konsistensi dalam pemberian terapi, hasilnya sering kali sangat membantu dalam mengurangi kebutuhan obat dan memperbaiki kondisi Si Kecil.

Epinefrin (Injeksi Adrenalin)

Injeksi epinefrin adalah pengobatan darurat yang penting untuk reaksi alergi yang mengancam jiwa, seperti anafilaksis. Bunda harus selalu membawa injeksi epinefrin jika Si Kecil memiliki riwayat reaksi alergi yang parah.

Bunda juga perlu memastikan bahwa pengasuh dan guru Si Kecil terlatih dalam penggunaan injeksi epinefrin dan memahami protokol darurat jika terjadi reaksi alergi.

Melalui pemahaman dan penerapan cara-cara ini, Bunda dapat membantu mengelola alergi Si Kecil dengan lebih efektif. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis alergi untuk mendapatkan langkah pengelolaan yang paling tepat dan aman bagi Si Kecil.

Bila Si Kecil kerap kali menunjukan gejala alergi namun Bunda masih ragu, Bunda bisa memeriksakan kemungkinan resiko alergi Si Kecil secara gratis dengan melakukan tes alergi di Website Morinaga Soya. Sesudah mengetahui seberapa besar resiko Si Kecil memiliki alergi, Bunda bisa menentukan langkah antisipasi selanjutnya dengan lebih mudah. Tes di sini yuk: Cek Alergi Anak

Referensi:

  • Healthy Children. Allergy Medicine for Children. Diakses tanggal 25 April 2024.
    https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/allergies-asthma/Pages/Allergy-Medicines.aspx

  • Raising Children. Allergies in children and teenagers. Diakses tanggal 25 April 2024.
    https://raisingchildren.net.au/toddlers/health-daily-care/allergy-intolerance/allergies-kids-teens




medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu