Beranda Artikel Kenali Ciri Alergi Daging Sapi pada Si Kecil

Kenali Ciri Alergi Daging Sapi pada Si Kecil

2024/06/04 - 11:51:50am     oleh Morinaga Soya
alergi-daging-sapi

Meski daging sapi termasuk menu yang lezat bagi sebagian besar keluarga, namun ternyata kejadian alergi terhadap daging sapi juga dapat terjadi. Umumnya, anak-anak dengan alergi tersebut mengalami gatal-gatal, muntah bahkan diare. Bagaimana cara menanganinya? Lebih lengkapnya, yuk Bunda, cari tahu penjelasannya di artikel ini.

Gejala Alergi Daging Sapi pada Si Kecil

Menurut penjelasan pada situs Yale Medicine, gejala alergi daging sapi antara lain gatal-gatal dan ruam. Si Kecil juga bisa mengalami sakit perut yang parah, mual dan muntah sampai diare. Bahkan, sesak napas hingga pingsan pun mungkin terjadi. Umumnya gejala dimulai dalam 3-6 jam setelah Si Kecil makan daging, susu atau produk turunan lainnya dari sapi.

Pada beberapa kasus, meskipun jarang, alergi ini juga dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Reaksi ini adalah reaksi alergi yang mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Gejalanya ditandai dengan pembengkakan pada mulut, tenggorokan atau kelopak mata, kemudian anak menjadi sulit bernapas.

Penting bagi Bunda untuk mengenali gejala alergi daging sapi agar bisa memberikan penanganan yang maksimal dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jika Si Kecil mengalami gejala setelah makan daging sapi, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter, ya.

Penyebab dan Faktor Risiko Alergi Daging Sapi

Menurut situs Cleveland Clinic, alergi daging sapi dapat terjadi pada seseorang karena ia terinfeksi oleh seekor kutu. Kutu ini masuk ke tubuhnya, lalu mengeluarkan air liur yang mengandung suatu molekul bernama alpha gal. Molekul alpha gal ini kemudian mengubah darah penderita menjadi jauh lebih sensitif terhadap daging merah, termasuk daging sapi.

Dampaknya, setiap kali penderita ini mengonsumsi daging merah, maka alpha gal ini membuat tubuhnya bereaksi seperti gatal-gatal dan bengkak pada beberapa area kulit. Karena itulah kejadian alergi daging sapi ini seringkali disebut juga alpha gal syndrome.

Umumnya, alpha gal syndrome ini tidak hanya memicu alergi terhadap daging sapi, tetapi juga dapat terjadi jika orang ini mengonsumsi susu sapi dan produk turunannya seperti yoghurt, keju, dan mentega. Kejadian ini cukup jarang terjadi di Indonesia, tetapi lebih sering terjadi di Asia Timur atau Amerika.

Pencegahan Gejala Alergi Daging Sapi

Tidak ada pengobatan khusus untuk alergi daging sapi, karena itu jika Si Kecil sampai pernah mengalami alergi ini, maka Bunda perlu mencegahnya. Cara pencegahannya antara lain menghindari daging sapi. Penghindaran ini dilakukan agar alpha gal dalam darah tidak sampai bereaksi kembali untuk menimbulkan reaksi alergi pada Si Kecil.

Bunda juga perlu berkonsultasi dengan dokter ahli alergi untuk mencari solusi agar Si Kecil dapat mengonsumsi alergi daging sapi kembali dengan aman. Umumnya, para ahli alergi memiliki beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk membuat anak-anak tidak terlampau sensitif terhadap daging sapi.

Selain menghindari daging sapi untuk dikonsumsi, umumnya anak-anak yang alergi terhadap daging ini juga perlu dihindarkan dari susu sapi ataupun produk turunannya. Produk-produk ini antara lain mentega, yoghurt, es krim, dan semacamnya yang terbuat dari susu sapi.

Bunda, adalah wajar jika Bunda khawatir Si Kecil akan kekurangan nutrisi apabila ia tidak boleh mengonsumsi susu sapi. Tetapi jangan cemas, karena sama seperti alergi susu sapi, penderita alergi daging sapi juga masih dapat mengonsumsi susu lain selama minuman ini tidak terbuat dari susu sapi. Apa saja susu yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak yang alergi terhadap bahan-bahan makanan dari sapi ini? Yuk, cari tahu informasi lengkapnya di sini: Susu untuk Si Kecil yang Alergi Susu Sapi.

Referensi:

  • Yale Medicine. Alpha-gal Syndrome (AGS). Diakses tanggal pada 16 Mei 2024. https://www.yalemedicine.org/conditions/alpha-gal-syndrome-ags

  • Centers for Disease Control and Prevention. Products That May Contain Alpha-gal. Diakses pada tanggal 16 Mei 2024. https://www.cdc.gov/alpha-gal-syndrome/products-that-contain-alpha-gal/?CDC_AAref_Val

  • Cleveland Clinic. Alpha-gal Syndrome. Diakses tanggal 16 Mei 2024. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24493-alpha-gal-syndrome





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu