Sumber makanan yang mengandung omega-3 seperti ikan laut, memiliki peranan penting untuk tumbuh kembang Si Kecil. Omega-3 secara khusus mendukung perkembangan otaknya sehingga menjadikannya semakin cerdas. Namun, ada juga makanan jenis lainnya yang perlu Bunda ketahui. Yuk, simak hingga tuntas untuk mengetahui berbagai pilihannya.
Ikan Laut Berlemak
Jenis ikan laut berlemak dikenal sebagai sumber alami asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk menunjang kecerdasan anak. Omega-3 dalam ikan ini mendukung fungsi otak, penglihatan, dan daya tahan tubuh Si Kecil.
Beberapa contoh ikan berlemak yang tinggi omega-3 adalah salmon, sarden, tuna, dan makarel. Ikan kembung juga menjadi alternatif lokal yang kaya nutrisi dan mudah ditemukan. Kandungan omega-3 dalam ikan-ikan ini berkisar antara 1,4 hingga 1,9 gram per 100 gram daging ikan.
Selain omega-3, ikan juga menyediakan nutrisi penting lainnya seperti protein berkualitas tinggi, iodin, vitamin D, B12, zat besi, dan fosfor. Semua nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, memperkuat sistem kekebalan, dan mendukung tumbuh kembang optimal.
Untuk penyajiannya, Bunda bisa mengolah ikan dengan cara dipanggang, ditumis, dikukus, atau dijadikan sup ikan bersama sayuran. Penyajian yang bervariasi membantu meningkatkan nafsu makan anak.
Telur
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah didapat, murah, dan kaya akan nutrisi, termasuk omega-3. Kandungan omega-3 pada telur bervariasi antara 50–200 mg per 100 gram, tergantung pada jenis pakannya. Dalam dua butir telur, umumnya terdapat sekitar 180 mg omega-3.
Omega-3 pada telur, khususnya DHA, penting untuk perkembangan otak, meningkatkan fungsi visual, serta memperkuat imunitas Si Kecil. Selain itu, telur mengandung vitamin D, kolin, dan vitamin B12 yang penting untuk fungsi otak dan tubuh secara keseluruhan.
Menu telur dapat divariasikan seperti telur orak-arik dengan sayur, telur dadar isi keju, atau omelet sebagai pelengkap menu sarapan. Rasanya lezat dan cocok untuk balita.
Kacang Kedelai
Kacang kedelai dan produk olahannya merupakan sumber omega-3 nabati, terutama dalam bentuk ALA (alpha-linolenic acid). Kandungan omega-3 dalam 100 gram kacang kedelai bisa mencapai 2,16 gram. ALA ini penting untuk kesehatan jantung dan otak anak, meskipun tubuh masih perlu mengubahnya ke bentuk EPA dan DHA.
Selain omega-3, kacang kedelai juga mengandung protein nabati, serat, vitamin A, dan zat besi yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan pencernaan Si Kecil. Produk olahan seperti tahu, tempe, dan edamame sangat mudah ditemukan dan dapat disajikan dalam berbagai bentuk.
Sebagai tambahan nutrisi, Si Kecil juga bisa mendapatkan omega-3 dari susu berbasis soya seperti Morinaga Chil School Soya. Susu ini diformulasikan untuk anak dengan alergi susu sapi dan diperkaya dengan DHA, AA, kolin, dan omega-3 untuk mendukung kecerdasan. Pelajari kandungan lengkapnya di sini: Chil School Soya: Manfaat, Kandungan, dan Cara Penyajian.
Referensi:
- Australian Eggs. Eggs & Omega 3. Diakses 17 Juli 2024. https://www.australianeggs.org.au/nutrition/omega-3
- WebMD. Top Food High in Omega-3s. Diakses 17 Juli 2024. https://www.webmd.com/diet/foods-high-in-omega-3
- Klik Dokter. 6 Sumber Makanan Omega-3 untuk Si Kecil. Diakses 17 Juli 2024. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/6-sumber-makanan-omega-3-untuk-si-kecil
- Healthline. 12 Foods That Are Very High in Omega-3. Diakses 17 Juli 2024. https://www.healthline.com/nutrition/12-omega-3-rich-foods
- WebMD. Health Benefits of Fish. Diakses 31 Juli 2024. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-fish
- Oregon State University. Omega-3 Fatty Acid Content in Fish. Diakses 31 Juli 2024. https://seafood.oregonstate.edu/sites/agscid7/files/snic/omega-3-content-in-fish.pdf