Beranda Artikel 0-12 Bulan Tahapan Pemberian MPASI Kepada Si Kecil

Tahapan Pemberian MPASI Kepada Si Kecil

2021/11/03 - 01:03:11am     oleh Morinaga Soya
Tahapan Pemberian MPASI Kepada Si Kecil

Bagi sebagian besar orangtua, perkembangan Si Kecil pasti terasa sangat cepat dan tahu-tahu saja, Si Kecil sudah berada di usia 6 bulan. Banyak sekali hal yang sudah bisa dilakukan Si Kecil di periode ini loh, Bunda. Misalnya saja, mungkin dari yang sebelumnya Si Kecil tidak bisa bangun dari posisi tidur, tapi di umur ini, Si Kecil malah sudah bisa duduk dengan tegak, berguling, serta mulai bisa diperkenalkan dengan makanan padat. Mengapa harus di usia ini dan bolehkah bayi yang berusia di bawah 3 bulan diberi makan? Tentu sangat tidak disarankan. Begini penjelasannya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, di usia 6 bulan, pergerakan Si Kecil menjadi semakin aktif dan berat badannya juga semakin terakumulasi, sehingga tentu saja memberikan ASI saja tidak akan cukup. Bila Si Kecil masih berusia di bawah usia 6 bulan, kebutuhan gizi serta nutrisinya masih bisa dipenuhi hanya dengan memberikannya ASI. Tak hanya itu, saluran cerna Si Kecil saat masih berusia di bawah 6 bulan juga tergolong belum siap untuk bisa menerima makanan bertekstur padat. Tentu saja akan ada efek tidak baik bila bayi diberi makan saat berusia di bawah 6 bulan

Namun, usai menginjak umur 6 bulan, meskipun makanan utamanya tetaplah ASI, namun Si Kecil memerlukan tambahan nutrisi untuk pendamping ASI atau kerap disebut sebagai MPASI. Memberikan MPASI ini tentu tidak dapat dilakukan sembarangan loh, Bunda. Perlu diingat bahwa saluran cerna Si Kecil masih dalam tahap berkembang dan masih harus beradaptasi dengan makanan padat sehingga pemberian MPASI ini perlu diberikan secara bertahap

Kapan Memberikan MPASI

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan WHO, MPASI pertama bisa diberikan ketika Si Kecil berusia 6 bulan. Mengapa demikian? Pasalnya di umur ini sistem pencernaan Si Kecil sudah berkembang dan dapat mencerna makanan padat dengan lebih baik. Makanan padat yang bisa diberikan misalnya, bubur pisang, bubur bayi kemasan, ataupun puree.

MPASI sendiri sebenarnya sangat tidak disarankan atau diperbolehkan untuk diberikan di usia 3 bulan atau di bawah usia 4 bulan lantaran hal ini bisa meningkatkan risiko Si Kecil tersedak, dan karena di usia ini, Si Kecil lebih rentan mengalami alergi terhadap makanan. Tak hanya itu, salah satu efek yang bisa karena saluran cernanya tergolong belum siap, mencoba memberikan makanan padat saat Si Kecil belum siap malah bisa membahayakan kesehatan saluran cernanya.

Meski secara umum, Si Kecil sudah bisa diberikan MPASI pada saat 6 bulan, namun, tumbuh kembang setiap anak tentu saja berbeda, sehingga tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Akan tetapi ada beberapa tanda yang ditunjukan Si Kecil apabila ia sudah siap mengonsumsi makanan padat, antara lain:

  • Si Kecil mulai bisa meraih makanan serta mencoba memasukannya ke dalam mulut, karena sudah ada koordinasi yang baik di antara mata, mulut, serta tangan.
  • Si Kecil bisa duduk sendiri dan mulai dapat menegakkan kepalanya
  • Menunjukan ketertarikan terhadap makanan yang dimakan orang di sekitarnya
  • Sudah mampu membuka mulut dengan baik untuk melahap makanan dari sendok
  • Mampu menelan makanan tanpa memuntahkannya kembali atau tanpa gumoh.

Memperkenalkan MPASI

Setelah mengetahui Si Kecil sepertinya sudah dapat diperkenalkan dengan makanan padat, maka inilah saatnya Bunda mengajaknya beradaptasi dengan makanan yang memiliki tekstur amat berbeda dari ASI. Penting bagi Bunda untuk memulai dengan makanan yang dihaluskan atau dibuat puree. Selain itu, ada beberapa hal yang bisa Bunda perhatikan dan lakukan saat mulai memperkenalkan MPASI:

Pilih-Pilih Jenis Makanan yang Diberikan

MPASI yang dikonsumsi Si Kecil haruslah memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang seimbang agar Si Kecil bisa mendapatkan manfaatnya. Pastikan makanan yang Bunda pilih mengandung karbohidrat, lemak, vitamin serta mineral, protein, juga serat. MPASI perdana yang diberikan kepada Si Kecil juga harus selalu dimulai dengan makanan yang dihaluskan atau makanan encer yang sudah disaring.

Tekstur Makanan

Karena selama 6 bulan pertama hidupnya Si Kecil hanya mengonsumsi ASI yang memiliki tekstur cair, maka transisi dari ASI menuju ke makanan padat ini juga harus diberikan secara bertahap ya Bunda. Hal ini dilakukan supaya Si Kecil bisa membiasakan diri dengan tekstur makanan dan membiarkan saluran cernanya beradaptasi. Secara bertahap, Bunda bisa mengubah tekstur makanan yang semula lebih encer atau cair menjadi semakin padat. Berikut merupakan tahapan MPASI yang bisa diterapkan kepada Si Kecil

  • MPASI untuk Bayi Usia 6-7 Bulan

Memasuki usia 6 bulan, Bunda bisa mulai mencoba memberikan sayuran, buah-buahan, serta nasi yang dihaluskan. Saat Si kecil mulai terbiasa dengan makanan ini, Bunda bisa mencoba menambahkan menu lain seperti daging, ikan, telur, atau bahkan roti yang sudah dihaluskan.

  • MPASI Untuk Bayi Usia 8-9 Bulan

Wah Si Kecil sudah mulai terbiasa dengan jadwal makan dan MPASI yang sering Bunda berikan di tahap ini. Si Kecil juga sudah bisa makan sebanyak 3 kali sehari di usia ini. Selain makanan yang dibuat menjadi puree, mungkin sudah waktunya bagi Bunda untuk mengenalkan makanan padat yang dipotong hingga seukuran jari orang dewasa sehingga mudah bagi Si Kecil untuk belajar menggenggamnya. Bunda bisa menyajikan sayuran seperti buncis,wortel, dan kentang yang sudah dikukus atau dimasak hingga lunak.

  • MPASI Untuk Bayi Usia 12 Bulan Ke Atas

Saat memasuki usia 1 tahun, Si Kecil sudah rutin dan terbiasa makan sebanyak tiga kali sehari. Guna memenuhi kebutuhannya, Bunda bisa menyisipkan camilan di antara jam makan Si Kecil. Tentu saja camilan yang diberikan harus sehat dan bergizi seperti buah, sayur, yoghurt, dan roti panggang. Hindari juga menambah penyedap rasa seperti garam, gula, dan lainnya baik pada camilan ataupun menu makan utamanya.

Melansir dari Mayo Clinic, selama masa transisi ASI ke MPASI ini, Bunda disarankan untuk memberikan jeda hingga 5 hari sebelum bergonta-ganti ke jenis makanan lain guna melihat reaksi tubuh Si Kecil, apakah ia cocok dan tidak memiliki alergi terhadap makanan yang dikonsumsinya.

Jangan Memaksa Si Kecil Untuk Makan

Memberikan pengalaman makan pertama Si Kecil tentu harus dilakukan dengan cara yang positif dan responsif. Dengan kata lain, Bunda disarankan untuk memberikan makanan kepada Si Kecil saat ia mulai menunjukan tanda lapar dan berhenti saat ia kenyang atau sudah menolak untuk makan. Pengenalan makanan bisa menjadi hal yang tidak bisa dilakukan secara mudah dan singkat. Oleh sebabnya, Bunda juga harus bersabar saat mengajak Si Kecil untuk makan

Usahakan untuk tidak memaksakan Si Kecil menghabiskan makanannya bila ia sudah tidak mau. Bila ia tidak tertarik dengan makanan yang sudah disediakan, Bunda bisa mencobanya menawarkannya kembali di lain waktu. Menyuapi Si Kecil juga harus dilakukan secara perlahan dan jangan terburu-buru untuk memastikan agar Si Kecil tidak tersedak.

Jadikan pengalaman makan bersama Si Kecil menjadi kegiatan yang menyenangkan. Bila Bunda kerap memaksa Si Kecil untuk makan dan menghabiskan makanannya meskipun ia selalu menolak, hal ini malah bisa membuatnya menjadi stress saat waktu makan tiba. Biarkan Si Kecil makan sesuai dengan porsi yang dikehendakinya. Bila Si Kecil mulai menunjukan minat untuk makan sendiri, jangan ragu memberikan Si Kecil kesempatan agar dapat makan dari tangannya secara langsung.

Demikian Bunda, tahapan pemberian MPASI yang bisa Bunda praktekkan saat Si Kecil sudah bisa diperkenalkan dengan makanan padat. Pemberian MPASI secara bertahap ini juga bisa membantu Bunda mengidentifikasi makanan apa saja yang mungkin bisa memicu alergi pada Si Kecil. Dengan begitu, Bunda bisa dengan sigap mengetahui menu MPASI apa saja yang bisa mendukung tumbuh kembang Si Kecil supaya semakin optimal.

Berikan pula berbagai variasi pilihan rasa serta jenis makanan sehat untuk memperkenalkan berbagai macam cita rasa kepada Si Kecil melalui varian makanan ini. Lalu, hal yang tidak boleh Bunda lupakan adalah pemberian MPASI kepada Si Kecil ini hanyalah bersifat sebagai pendamping dan bukanlah pengganti ASI. Oleh karenanya, Bunda tetap disarankan untuk menyusui Si Kecil hingga ia menginjak usia 24 bulan atau 2 tahun. Semoga tips nya bisa membantu ya, Bunda.





medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu