Beranda Artikel 13-36 Bulan 5 Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Si Kecil Alergi

5 Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Si Kecil Alergi

2024/08/06 - 06:21:30pm     oleh Morinaga Soya
makanan yang mengandung zat besi

Zat besi adalah mineral esensial yang tidak dapat diproduksi secara alami oleh tubuh, sehingga pemenuhannya harus diperoleh melalui asupan makanan harian. Bagi Bunda yang memiliki buah hati dengan kondisi alergi susu sapi, memilih makanan yang mengandung zat besi mungkin terasa sedikit lebih menantang karena harus menghindari produk turunan susu sapi.

Namun, Bunda tidak perlu khawatir! Banyak sumber makanan lezat dan bebas protein susu sapi yang kaya akan zat besi untuk mendukung langkah hebat Si Kecil menjadi Generasi Platinum. Yuk, kita bedah pilihannya di bawah ini agar menu harian Si Kecil makin variatif dan bergizi.

Tofu Sebagai Pilihan Protein Kedelai yang Aman Alergi

Tofu merupakan salah satu pilihan terbaik bagi anak-anak yang memiliki pantangan terhadap susu sapi. Dalam setiap 50 gram tofu, terdapat kandungan sekitar 2-3 mg zat besi yang berasal langsung dari kacang kedelai sebagai bahan utamanya. Bila dibandingkan dengan pilihan lain, tofu tergolong sangat padat nutrisi karena kaya akan protein, kalium, serta kalsium.

Bunda bisa mengolah tofu secara kreatif menjadi nugget, sup, atau bahkan smoothie buah segar untuk menarik minat Si Kecil. Sambil menyiapkan menu sehat ini, Bunda juga bisa memantau asupan energi harian dengan mengetahui jumlah kalori dalam satu gelas susu kedelai pendamping makanannya.

Daging Merah Menjadi Sumber Nutrisi yang Mudah Diserap

Daging sapi tanpa lemak adalah salah satu jenis makanan yang mengandung zat besi heme yang paling efektif untuk anak. Zat besi jenis heme jauh lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dengan jenis non-heme yang berasal dari tumbuhan. Memberikan potongan daging sapi yang empuk atau diolah menjadi daging giling dapat membantu mencegah risiko anemia serta mendukung perkembangan fisik Si Kecil yang sedang aktif.

Hati Ayam Penting untuk Mendukung Fokus Si Kecil

Hati ayam sering kali dijuluki sebagai superfood karena kandungan zat besinya yang sangat tinggi. Kandungan ini sangat penting untuk mendukung fungsi kognitif, daya ingat, serta konsentrasi Si Kecil saat belajar maupun bermain. Bunda bisa mengolah hati ayam menjadi tim atau tumisan dengan bumbu ringan, namun pastikan teksturnya sudah disesuaikan agar Si Kecil nyaman saat mengunyahnya.

Roti Menjadi Camilan Praktis yang Kaya Akan Serat

Roti merupakan sumber asupan zat besi yang praktis untuk dikonsumsi secara rutin. Dalam setiap satu iris roti (setara 25-30 gram), terkandung sekitar 1-1,5 mg zat besi. Selain mineral tersebut, roti juga diperkaya dengan nutrisi penting lainnya seperti serat, protein, kalsium, serta vitamin B dalam jumlah tinggi.

Kandungan mineral lain seperti zinc dalam roti juga berperan besar bagi daya tahan tubuh Si Kecil. Bunda dapat menyesuaikan porsinya dengan memahami kebutuhan dosis zinc untuk anak berdasarkan usianya agar tumbuh kembangnya tetap optimal. Agar lebih menarik, sajikanlah roti panggang dengan topping lucu menggunakan buah-buahan favorit Si Kecil.

Sereal Terfortifikasi Sangat Pas untuk Sarapan Cepat

Asupan zat besi lainnya bisa Bunda temukan dalam sereal, terutama jenis yang telah diperkaya atau terfortifikasi. Dalam satu porsi sereal (25-30 gram), terkandung setidaknya 1-2 mg zat besi. Namun, Bunda perlu teliti memeriksa label kemasan untuk melihat jumlah zat besi yang biasanya tercantum dalam miligram (mg) atau persentase Nilai Harian (%DV).

Sereal yang menyediakan setidaknya 20% dari Nilai Harian per sajian dianggap mengandung zat besi yang tinggi. Bunda bisa menyajikan sereal dengan campuran irisan buah segar agar lebih menarik dan kaya akan vitamin bagi Si Kecil.

Lengkapi Kebutuhan Gizi Si Kecil Alergi dengan Morinaga Soya

Terkadang, mencukupi nutrisi dari makanan saja tidak cukup, terutama jika Si Kecil cenderung pilih-pilih makanan (picky eater). Untuk memastikan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi meskipun ia memiliki alergi susu sapi, Bunda dapat memberikan susu pertumbuhan berbasis isolat protein kedelai:

  • Chil Kid P-HP: Solusi bagi Si Kecil yang berisiko alergi susu sapi dengan protein yang telah dihidrolisis parsial.
  • Chil Kid Soya: Untuk anak usia 1-3 tahun yang membutuhkan asupan nutrisi lengkap, bebas susu sapi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.
  • Chil School Soya: Mendukung aktivitas belajar anak di atas usia 3 tahun dengan kandungan zat besi yang tinggi agar Si Kecil tetap cerdas dan aktif.

Susu Morinaga Soya diperkaya dengan zat besi dan nutrisi MoriCare+ Triple Bifi untuk mendukung kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, serta kecerdasan otak Si Kecil secara bersamaan. Bunda ingin tahu cara menyajikan dan manfaat lebih mendalam dari susu soya untuk menunjang tumbuh kembang sang buah hati? Yuk, baca panduan lengkapnya di Chil School Soya: Manfaat, Kandungan, dan Cara Penyajian sekarang juga!

Referensi:

  • Fatsecret Indonesia. Extra Firm Silken Tofu. Diakses 17 Juli 2024. https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/usda/extra-firm-silken-tofu
  • Eating Well. What Happens to Your Body When You Eat Bread Every Day. Diakses 17 Juli 2024. https://www.eatingwell.com/article/8008233/what-happens-to-your-body-when-you-eat-bread-every-day/
  • DSB Nutrition. Top 10 Cereals High in Iron. Diakses 17 Juli 2024. https://dsbnutrition.com/cereals-high-in-iron/




medical record

Berapa Besar Risiko Alergi Si Kecil?



Cari Tahu
bannerinside bannerinside
allysca