Home Blog Anak Memiliki Alergi Makanan? Simak Gejala dan Cara Penanganannya

Anak Memiliki Alergi Makanan? Simak Gejala dan Cara Penanganannya

2022/01/06 - 11:40:56pm     oleh Morinaga Soya
Anak Memiliki Alergi Makanan? Simak Gejala dan Cara Penanganannya

Melansir dari Guardian, setidaknya sebanyak 7% anak-anak ataupun bayi di seluruh dunia mengalami alergi makanan. Penyebab alergi terhadap makanan sendiri biasanya diakibatkan oleh sistem imunitas tubuh yang menganggap zat yang terdapat pada makanan sebagai ancaman sehingga sistem imun tubuh akan berusaha mengeluarkan substansi yang dianggap berbahaya dari tubuh.

Namun dalam prosesnya, reaksi alergi ini bisa mengganggu Si Kecil dan bahkan dalam beberapa kasus bisa berbahaya bagi kesehatannya. Reaksi alergi ini biasanya akan langsung terjadi dalam hitungan menit atau jam usai mengonsumsi makanan.

Alergi makanan sendiri merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum dialami oleh anak-anak. Oleh karenanya penting bagi Bunda untuk berhati-hati dalam memberikan dan memilihkan makanan yang aman untuk dikonsumsi oleh Si Kecil. Melansir dari Food and Drug Administration, setidaknya 90% kasus reaksi alergi paling umum disebabkan oleh susu, telur, kacang-kacangan, makanan laut, dan gandum.

Sayangnya dari sekian banyak makanan yang umum menjadi penyebab alergi hampir semuanya sering digunakan sebagai campuran atau bahan dalam beberapa jenis makanan yang tak jarang juga ditemukan dalam makanan ringan anak dalam kemasan ataupun yang memang sering dibuat sendiri di rumah.

Ciri - Ciri Alergi Makanan

Gejala reaksi alergi terhadap makanan pada anak-anak bisa bervariasi, mulai dari gejala yang ringan hingga yang cukup berbahaya. Reaksi alergi sendiri bisa langsung muncul dalam hitungan menit ataupun jam setelah terpapar dengan makanan yang menimbulkan alergi. Beberapa reaksi ringan yang kerap muncul antara lain adalah

  • Timbulnya biduran di tubuh Si Kecil, bengkak, kemerahan, ataupun ruam di permukaan kulit

  • Hidung menjadi tersumbat dan berair

  • Mata berair

  • Muntah

  • Batuk

  • Diare

Sementara, ada beberapa reaksi alergi yang cukup parah dan harus segera diberikan penanganan. Bila Si Kecil menunjukan gejala berikut ini, segeralah bawa Si Kecil untuk mendapatkan bantuan medis. Ciri-ciri gejala alergi yang berat antara lain meliputi :

  • Terjadi pembengkakkan pada mulut, lidah, serta tenggorokan

  • Biduran menyebar luas di area permukaan kulit

  • Si Kecil terlihat kesulitan bernapas, batuk berulang, dan mengalami mengi

  • Terlihat kesulitan dalam menelan serta suara menjadi serak

  • Warna wajah atau bibir menjadi pucat ataupun biru

  • Pingsan, lemas

Bila Si Kecil menunjukan gejala di atas setelah setiap kali memakan jenis makanan tertentu, maka kemungkinan besar Si Kecil memang mengidap alergi. Terutama bila memang ada riwayat alergi baik dalam silsilah keluarga Bunda maupun suami. Untuk menentukan secara pasti, tentu saja akan lebih baik bagi Bunda untuk membawa Si Kecil supaya dapat diperiksakan dan dilakukan pemeriksaan di dokter.

Bila masih ragu untuk melakukan pemeriksaan di dokter, Bunda bisa melakukan pemeriksaan seberapa besar resiko Si Kecil mengalami alergi di https://morinagasoya.com/id/cek-alergi secara gratis. Usai mengetahui seberapa besar resiko Si Kecil mengalami alergi, Bunda bisa lebih mantap menentukan langkah penanganan berikutnya.

Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Anak

Secara teori, belum ada penelitian yang bisa menyembuhkan atau menghilangkan alergi, baik alergi jenis apapun. Namun yang bisa dilakukan adalah mengurangi frekuensi kambuhnya gejala alergi Si Kecil dan meringankan gejala alerginya. Dalam beberapa kondisi sering dilaporkan bahwa ketika Si Kecil menginjak usia 6 - 7 tahun, gejala alerginya bisa semakin berkurang atau bahkan hilang. Tapi tentu saja sebaiknya Bunda tetap waspada.

Ada beberapa tips yang bisa Bunda jadikan acuan dalam menangani Si Kecil yang memiliki alergi makanan, yaitu:

Bantu Anak Memahami Alergi yang Ia Miliki

Karena perihal komunikasi tidak selalu mudah bagi Si Kecil, maka bila ia memiliki riwayat, alergi, penting untuk Si Kecil agar bisa mengkomunikasikan reaksi alergi terhadap sesuatu. Beri pengertian dan selalu komunikasikan pada Si Kecil apa-apa saja yang tidak bisa dikonsumsi guna menghindari kambuhnya alergi saat di luar rumah dan jauh dari Bunda.

Biasakan juga supaya Si Kecil bisa mengajukan pertanyaan perihal makanannya semisal ia harus memakan makanan yang tidak disiapkan oleh Bunda di luar rumah. Atau Si Kecil bisa mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa ada beberapa makanan yang bisa memicu alerginya sehingga orang lain tahu untuk tidak memberikannya makanan yang merupakan pencetus alergi.

Kemudian, bagi Si Kecil yang tidak memiliki alergi terhadap makanan, Bunda juga perlu mengingatkan Si Kecil bahwa teman sebayanya mungkin memiliki riwayat alergi dan harus menghindari berbagi makanan bersama teman lainnya untuk mencegah reaksi alergi.

Hati-Hati Dalam Memilihkan Makanan Bagi Anak

Secara legal, makanan kemasan yang dijual bebas di pasaran dan mengandung bahan makanan yang seringkali menimbulkan alergi harus dicantumkan dalam kemasan makanan dan diberi label. Setiap kali membelikan Si Kecil makanan ringan, Bunda harus memperhatikan dengan seksama apakah makanan tersebut mengandung bahan yang sebaiknya tidak dikonsumsi Si Kecil atau tidak.

Ajarkan Si Kecil untuk lebih hati-hati dalam memilih makanan dan ajarkan mereka untuk membaca label makanan kemasan secara teliti sebagai upaya pencegahan di masa mendatang. Saat Si Kecil sudah memasuki usai sekolah, Bunda juga perlu memberitahu pada guru ataupun pihak sekolah makanan apa yang perlu dihindari oleh Si Kecil.

Cari Makanan Alternatif

Salah satu kerugian memiliki alergi pada makanan adalah Si Kecil mungkin tidak bisa mendapatkan nutrisi ataupun asupan gizi yang diperlukan dari makanan tersebut. Tapi , Bunda tak perlu khawatir karena banyak makanan lain yang bisa diberikan kepada Si Kecil untuk memenuhi asupan nutrisi hariannya. Belum lagi beberapa jenis buah dan sayuran pada umumnya tidak menimbulkan reaksi alergi sehingga aman diberikan untuk Si Kecil.

Sementara untuk makanan pengganti, semisal Si Kecil memiliki alergi terhadap protein telur, Bunda bisa mengganti asupan protein hariannya menggunakan daging unggas ataupun tahu. Sementara bila Si Kecil tidak dapat menyusu kepada Bunda karena satu dan lain hal namun memiliki alergi terhadap susu sapi, Bunda bisa memberikan susu berbahan dasar soya seperti Morinaga Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifidus yang terbuat dari isolat protein kedelai sehingga aman bagi Si Kecil yang alergi susu sapi.


Bukan hanya memiliki bahan dasar yang tidak akan memicu alergi terhadap Si Kecil, namun susu formula pertumbuhan ini juga diperkaya dengan gabungan tiga bakteri baik, yakni triple bifidus yang akan menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil supaya tidak rentan terkena penyakit menular sekaligus meningkatkan sistem pertahanan tubuh Si Kecil, terutama di masa tumbuh kembangnya.

Selain itu, triple bifidus sendiri dapat membantu mengurangi gejala alergi pada saluran pernapasan seperti rhinitis, batuk, hidung tersumbat, atau asma. Bakteri baik ini juga mampu meredakan gejala yang terjadi pada permukaan kulit Si Kecil, misalnya dermatitis atopik, eksim, hingga kemerahan di permukaan kulit. Paling penting, susu formula ini juga mampu meringankan gejala yang terjadi di saluran pencernaan supaya Si Kecil tidak merasa gelisah setiap saat.

Tak kalah penting, beberapa tambahan seperti AA & DHA, Omega 3 dan 6, Kolin, Kalsium, Zat Besi, 14 vitamin, dan 9 mineral ini bisa mencukupi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil dan membantu kinerja otak Si Kecil untuk mendukung kecerdasan multitalenta Si Kecil sejak dini.

Berikan Makanan Satu per Satu

Saat Si Kecil menginjak usia enam bulan, Si Kecil sudah dapat diperkenalkan dengan makanan padat. Bunda pasti cukup bersemangat memberikan dan mencoba resep untuk diberikan kepada Si Kecil. Tapi, perlu diingat, dalam tahap perkenalan dengan makanan padat ini, sebaiknya Bunda memberikan makanan satu per satu sesuai dengan kesiapan perkembangan Si Kecil.

Hal ini penting untuk dilakukan supaya lebih mudah bagi Bunda untuk mengidentifikasi apabila Si Kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Terutama untuk makanan yang sering disinyalir sebagai sumber pencetus alergi. Dengan demikian Bunda bisa mengeliminasi makanan yang memicu reaksi alergi pada Si Kecil sejak dini.

Nah semoga saran dan cara di atas bisa membantu Bunda menghadapi Si Kecil yang memiliki alergi terhadap makanan. Selalu teliti dan pastikan Si Kecil terhindar dari sumber pencetus alergi dan berkonsultasilah ke dokter bila memang diperlukan. Dan hindari penggunaan obat tanpa seijin serta resep dokter. Pasalnya, penggunaan obat secara terus menerus tidak akan memiliki dampak baik terhadap kesehatan Si Kecil dalam waktu panjang.





medical record

Berapa besar risiko alergi Si Kecil?



Cari Tahu
Baca Juga Yang Lainnya

Si Kecil Terkena Alergi Debu, Bunda Harus Hati-Hati

Anak Alami Alergi Telur? Begini Ciri-Ciri dan Cara Penanganannya